TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Extra bab Sebelum Ending!


__ADS_3

Malam harinya, semua sedang menikmati malam-malam penuh bintang. menikmati hidangan yang menjadi Favorit keluarga Rido sedari dulu, Remy dan Ary sendiri sudah mengetahui bahwa Jerry yang di maksud mereka adalah Jerry yang sama semasa 18 tahun yang lalu.


"Papa lihatlah, " Tunjuk Zalina pada bintang yang jatuh, "Aku akan meminta sesuatu pada Tuhan, " Ucap Zalina, mereka semua menatap haru wajah Zalina.


"Zalina ingin memiliki seorang ibu seperti Aunty Alea, " Ucapnya dalam hati, Zalina memang sosok anak yang baik. dalam kesehariannya, ia selalu meminta agar ibunya kembali. ibu yang dikenalnya sangat baik dan sangat mencintai dirinya.


"Zalina, Apa yang kamu minta? " Tanya Rido.


Zalina tersenyum, "Aku meminta agar Aku memiliki ibu kembali kakek, " Ucapnya


"Mulia sekali hati mu nak, " Ucap Rido,


"Dia memang selalu merindukan sosok istri saya Tuan Rido, " Ucap Jerry,


"maaf kalau boleh tahu, ibu Zalina kemana? " Tanya Fizzy.


"Ibunya meninggal saat Zalina berusia 8 tahun, sebelum kami menikah dia sudah memiliki riwayat sakit." Ucapnya


"Ya Tuhan, Semoga istri anda diberikan tempat yang sangat layak di sisinya Tuan, " Ucap Fizzy.


"Amin, terimakasih Nyonya. saya selalu merindukan sosoknya, dia wanita hebat. semasa hidupnya sekalipun kami tidak pernah bertengkar, dia tak mengeluh dengan keadaan nya." Ucap Jerry.


"Mama sangat baik, walaupun Mama bukan ibu kandung Zalina." Ucapan Zalina membuat semua mata tertuju padanya, mereka semua sangat terkejut mendengar pengakuan dari Zalina sendiri.


"Zalina, " Ucap Alea.


"Biar saja Nyonya Alea, begitulah keadaan nya." Sela Jerry, "Terkadang saya ingin mencari ibu dan Ayah kandung Zalina, Saya ingin saat Zalina menikah. sosok Ayah kandungnya yang menikahkan Zalina." Ucap Jerry kembali.


"Namun sayangnya, jejaknya sudah tak bisa saya temukan."


"Kau tak perlu khawatir Tuan," Ucap Remy yang datang dari belakang.


"Remy, " Jerry seolah tersenyum manis melihat sosok Remy dan Ary.


"Tuan, Ibu dari Zalina itu ada disini!, " Akunya, Remy mengatakan hal itu di depan seluruh keluarganya.


"Maksud mu? " Tanya Jerry.


"Nona Alea adalah ibu dari Zalina, Aku sendiri yang mengambilnya dari rumah sakit." Ungkapnya.


"Tidak, Apa maksud mu? " tanya Alea dengan raut wajah yang geram, "Anak ku tinggal bersama ku dari lahir, Tessa anak ku kan Pah? " tanya Alea kembali, Alea terlihat sangat gusar mendengar pernyataan yang Remy lontarkan.


"Kakak, Papa, mengapa kalian tidak menjawab pertanyaan ku? " Tanya Alea, Natasha mendekat.


"Sayang tenanglah, kakak mohon tenang." Ucap Natasha, Fizzy duduk dan menangis. Jerry pun tak menyangka bahwa hal ini sudah melukai sosok ibu kandungnya, "Tidak mungkin Papa, Mengapa kalian membohongi ku! " Ucap Alea yang sedikit mengeluh.


"Tuan Rido, Tuan Faaz saya tidak bermaksud seperti ini. saya hanya menerima anak itu karena permintaan istri saya, istri saya tak mampu memiliki anak! " Jelas Jerry yang terlihat sangat merasa bersalah.


"Tolong jelaskan Papa, jelaskan mengapa hal ini bisa terjadi? Lalu, Siapa Tessa Papa? aku hanya melahirkan satu anak perempuan!, " Ucap Alea.


"Tessa adalah anak ku, dia anak perempuan ku Alea. dia saudara kembar Hardin! " Ucap Fizzy, Fizzy berusaha menjelaskan, penjelasan Fizzy di iringi tangisan terisak.


"Semua karena kesalahan Rayna, namun Rayna sudah menebus semua kesalahannya." Tambah Fizzy.

__ADS_1


Fizzy mun melangkahkan kakinya, "Alea maafkan kami, kami hanya tidak ingin membuat mu terluka!, " ucap Fizzy sembari memeluk adik perempuannya.


Hardin, Tessa dan Zalina sendiri terdiam dan tak mampu berbicara apapun, begitupun dengan Damar yang tak mengerti mengapa hal ini bisa terjadi.


"Sayang, Kakak akan menjelaskan semuanya." Ucap Faaz, Faaz menarik kedua tangan Alea lalu mengecup kedua tangannya. ia menatapnya lekat dan mencoba menjelaskan semuanya, menjelaskan dan memberitahu secara detail kejadian tersebut.


"Kakak pun sama, tanpa Papa tahu, tanpa kamu tahu Kakak dan Aliq menjebloskan Rayna kedalam penjara!, Kenapa kakak lakukan, Kakak tidak ingin Esya mengetahui sikap buruk ibunya"


"kakak tidak ingin menjelaskan kejelekan Rayna kepada Esya, bila nanti Esya bertanya." Ungkap Faaz.


"Kakak harap kamu memaafkan Rayna yang kini sudah berubah, kakak harap kamu memahaminya dengan sikap yang sangat dewasa." Ucap Faaz.


"Alea, Kakak dan Kak Faaz pun tak pernah berhenti mencari sosok Tuan Jerry ini." timpal Aliq, "Namun, kami sangat bersyukur. Zalina di urus dengan baik oleh Tuan Jerry dan istrinya." Timpal Aliq kembali.


"Jadi Tessa adalah anak kak Fizzy dan Kak Aliq? kalian berkorban untuk ku?" Tanya Alea.


mereka semua mengangguk, keadaan nya saat ini sangat menguras emosi dan air mata.


mereka semua tak henti menangisi keadaan ini, dan syukurlah Alea mengerti dan memahami semua yang telah terjadi, bahkan Alea masih dapat bersyukur. Jerry dan istrinya mengurus Zalina dengan sangat baik, dan Zalina terlihat bahagia mendengar bahwa Zalina adalah anak kandung dari Alea.


Zalina menatap wajah Jerry sebagai ayah angkatnya, "Papa, " Jerry menganggukkan kepalanya, seakan meminta Zalina untuk menghampiri Alea.


"Mama, " Panggil Zalina, Alea segera melebarkan tangannya.


"Sayang, kemari lah.. " Ucap Alea, Zalina menghampirinya dengan air mata yang berderai.


"Mama, " mereka saling berpelukan, melepas rasa rindu yang sudah lama tak bertuan. Zalina menangis di dalam dekapan Alea, "Mama, Zalina sangat bahagia karena dapat bertemu dengan Mama kandung Zalina. mama Elif selalu bilang, bahwa suatu saat Zalina akan bertemu dengan Mama kandung Zalina." Ungkapnya.


"Mama, dulu Zalina pernah meminta kepada Tuhan. agar memiliki ibu kandung seperti Mama Elif, ternyata Tuhan memberikannya. Mama dan Mama Elif memang wanita yang sangat baik! " Ungkapnya kembali, mendengar kalimat itu hati Alea terenyuh kembali. ia tak puas mengecup kening Zalina, Alea tak mau melepaskan dekapannya.


suara gadis bernama Tessa membuyarkan semuanya, "Mama, " Panggil Tessa.


Alea menoleh, "Sayang, " Ucap Alea.


"Tessa bahagia karena Mama mendapatkan anak yang menyayangi Mama melebihi Tessa, terkadang Tessa selalu berpikir. apakah Tessa anak Mama Lea atau bukan? Maafkan Tessa mah, Maafkan Tessa dan ijinkan Tessa tetap memanggil Mama dengan sebutan Mama walaupun sebenarnya Mama Fizzy lah orang tua kandung Tessa!," Ucap Tessa, Ia seakan meminta sebuah pelukan. lalu Alea melebarkan sebelah tangannya dan kini Alea memeluk keduanya.


semua merasa lega karena permasalahan apapun sudah dapat di selesaikan dengan baik, "Nyonya Alea, " Panggil Jerry.


"Iya Tuan, " Sahut Alea.


"Kau lebih pantas memiliki Zalina, Maaf karena ku kau kehilangan sosok anak gadis mu!, percayalah Zalina anak yang sangat baik!, " Ucap Jerry.


"Tidak, kau tidak begitu bersalah Tuan. kau sedang menjadi seorang suami yang mencintai istri mu, Kau sedang menjadi sosok suami yang ingin membahagiakan istri mu!, " Ungkap Alea dengan sangat lapang hati.


Alea tersenyum, "Bahkan seharusnya aku berterimakasih, kau merawat bayi ku dengan sangat baik. kau merawat nya dan menjadikannya gadis yang sangat manis dan sopan."


"Terimakasih Tuan Jerry, " Ucap Alea sembari tersenyum.


Harapan baru terlihat dari mata Jerry kepada Alea, namun Alea tetap tidak bisa membuka hatinya untuk siapapun.


Alea tetap bersikukuh akan menjaga hatinya untuk sosok Qabil, walaupun Qabil sudah tiada.


Alea menunjukkan wajah Qabil kepada Zalina, Zalina sangat bangga saat mendengar cerita-cerita mengenai Qabil.

__ADS_1


mereka semua bahagia melihat kedekatan Alea dan Zalina dan kini Zalina memanggil Faaz, Aliq dan Maliq dengan sebutan Papa, Zalina memilih tinggal bersama Alea dan Jerry mengijinkan keinginan Zalina untuk tinggal bersama ibu kandungnya.


Maliq dan Noni akan menetap dan tinggal bersama Alea di istanbul, Noni sendiri mengikuti keinginan Maliq yang ingin tinggal bersama Kakak tercintanya itu.


Hardin, Damar, dan Tessa pun sangat menerima kehadiran Zalina.


Dan kabar ini sudah sampai ke telinga Mael, Ayana juga Kelland semua sangat senang mendengarnya.


di akhir cerita, Mereka harus kehilangan sosok Harry yang sudah tua renta. Harry merasa bangga karena Anak yang dulu sempat membuangnya malah menjadi anak yang mengurusnya.


Untuk Neni dan Esri, mereka sudah meninggal beberapa tahun Lalu.


Ting, (suara pesan masuk)


Alea membuka pesan tersebut,


"Alea, Maafkan aku.. aku mohon maafkan aku" ~ Rayna.


Alea pun menghubungi Rayna, Ia memberikan maaf untuk mantan kakak iparnya. bagi Alea, anak nya kembali sudah menjadi harta yang sangat indah dan kini Alea dan Rayna sudah hidup berdamai. Rayna sendiri sudah menjadi sosok muslimah yang baik, ia sangat mencintai kehidupannya sekarang walaupun hidup tanpa pasangan, dia merasa bahagia karena ada Esya dan dua orang sahabat seperti Natasha dan Faaz disampingnya.


Satu bulan kemudian...


"ini makam Papa Qabil, " Ucap Zalina.


Alea mengangguk, "Iya, Kita akan pindahkan makam ini ke belakang rumah kita di sana iya" Ucap Alea, Zalina mengangguk.


"Mama, Makasih udah mau jadi temen hidup Zalina"


"Mama yang harusnya mengucapkan rasa terimakasih karena Zalina sudah mengajarkan mama artinya sabar, dan artinya kehidupan."


"Kau teman hidupku yang mengubah seluruh hidupku Zalina, " Ujar Alea sembari memeluk tubuh anak gadisnya.


.


.


.


.


Di dalam kamar pribadinya, Rido menatap wajah May. ia kembali meneteskan air matanya, "Sayang, Semua sudah berakhir.. aku harap kau menjemput ku bersama tangan Tuhan, aku ingin bersama mu " Ungkap Rido lirih di iringi tangisan kecil dari bibirnya.


"Kehidupan memang akan kekal dan abadi, semua karena cinta dari Tuhan.. ya seperti cinta ku pada mu, kau melahirkan sebuah cinta May. Dan Aku akan selalu merindukan cinta yang telah kau taburkan untuk kami semua, " Tertanda Rido.


"Aku menunggu mu sayang, aku akan selalu menunggu mu" Ucap Rido kembali.


Semua bahagia, Rido hidup dengan Damai dan dikelilingi cucu-cucu yang sangat mencintainya.


Esya, Hardin, Tessa, Damar, Zalina dan Kelland sangat menyayangi sosok Rido. semua memberikan cinta yang sangat tulus, dan Rido selaku mengucap syukur akan hal itu.


"Rido, Aku May.. aku lah yang menunggu mu disini. aku lah yang beruntung memiliki lelaki seperti mu, kau penerang hidupku.. kau cinta sejati ku, Aku mencintai mu. dan kah adalah teman hidupku yang mengubah hidupku selama ini" Ucap May berbisik di telinga Rido, Rido tersenyum saat mendengar ungkapan dari istri yang sangat mencintainya..


Happy Ending... Thor sangat mencintai kalian.!! 😍

__ADS_1


__ADS_2