
setelah mendengar penjelasan dari rido, mengapa hati ini sangat tenang ..rido menatapku dan memeluk ku dia juga memintaku untuk belajar mencintainya , rido tak lupa melihatkan semua isi percakapan pesan singkat yang ada dalam ponsel nya kepadaku.. dia tak segan memintaku untuk selalu menasihati nya apabila terdapat kesalahan pada dirinya jantungku mulai lagi berdegup sangat kencang , dadaku sesak , aku seperti tak percaya apakah aku sudah mulai membuka hati ku untuk lelaki yang sama sekali tidak pernah aku bayangkan,, laki-laki ini mampu membuatku mengubah sikap ku kepada keluarga ku , laki-laki ini selalu memperlakukan ku dengan sopan , laki-laki ini sangat mengerti kondisi ku , aku tak menyangka secepat inikah aku menyadari perasaan ini .
tapi mengapa aku tidak berani mengakui perasaanku dihadapannya, rido menuntunku untuk mengambil wudhu untuk mensucikan diriku .
kami bersembahyang bersama dia imamku dan aku adalah makmum nya . kali ini aku tersadar dia adalah suami ku , surgaku dan pahalaku ada padanya , memandangnya adalah pahala untuk ku , tersenyum padanya adalah pahala untuk ku dan untuk menggapai itu aku harus taat pada nya .
setelah selesai bersembahyang aku melihat rido berdoa menengadahkan kedua tangannya . dan aku berdecak kagum mendengar isi doa yang ia panjatkan.
"ya allah yang maha pengasih , yang maha segalanya saya meminta ampun hanya kepadamu ,, berkahilah rumah tangga kami , hadirkanlah buah cinta untuk kami " Ucap rido ia mengucapkan Kalimat itu terdengar sangat tulus membuatku meneteskan air mataku .
aku sangat mengagumi laki-laki ini . aku tak pernah membayangkan akan mendapatkan suami sebaik ini , semoga kami menjadi suami dan istri yang ada dalam lindunganmu...hanya itu doaku di dalam hati..
rido membereskan sejadah dan menyimpannya diatas sofa , rido bertanya kepadaku .. apakah malam ini kamu tidak lelah ? "seraya mengelus pipiku
aku menjawab : memangnya kamu mau apa ? 'tanyaku dengan wajah yang polos
rido : aku hanya ingin melakukan kewajibanku sebagai suamimu.. "tersenyum penuh harap kepadaku
"aku ..... aku ... ' tanganku gemetar...
dia mengahampiriku dan mulai menciumku , sebelumnya dia menyimpan tangan nya diatas ubun-ubunku lalu menengadahkan satu tangan dan kembali berdoa kepada tuhan agar ibadah kami sebagai suami istri mendapat berkah . tak lama kemudian dia sudah berhasil mengambil semua yang aku miliki ... aku saaah malam ini menyerahkan seluruh raga yang aku punya .
entahlah dia tetap asyik dengan apa yang iya miliki sekarang , akupun sangat menikmati permainan nya .
saat ini aku sudah merasakan kenyamanan dirinya , dia begitu lembut melakukannya dia begitu sangat hati-hati... setelah selesai dengan sempurna dia memelukku dari belakang masih dengan posisi tidur bersampingan dan aku membelakanginya , dia mengucapkan terimakasih kepada ku ..dia juga tak lupa mencium pundakku dengan lembut dan membisikan kalimat surga ditelingaku .
__ADS_1
" terimakasih sayang , aku akan selalu mencintaimu kuharap kau dan aku akan selalu bersama hingga tuhan mempertemukan kita kembali disana " - bisik rido di telingaku .
yaaaa , aku hanya tersenyum dan segera meninggalkan nya menuju kamar mandi yang ada dalam kamar tersebut .
rido masih terkulai lemas diatas tempat tidur , dia melihat ada darah diatas seprai , dia tersenyum dan berbicara...
"dia memang wanita yang bisa menjaga dirinya , hingga akulah suaminya yang merenggut semuanya , terimakasih sayang aku akan selalu menjagamu , menjaga pernikahan kita "
akupun keluar dari kamar mandi , muka ku begitu sangat merah dan sedikit pucat , aku sedikit memanggilnya dengan manja ....
"ridooooooo, "panggilku
"rasanya sakit sekali ">>>
dia hanya tersenyum , dan menghampiriku..
(dasar cowo, udah enak masih aja bisa gombal ,, ampun banget ini sakit dan perih ... tapi sekarang aku lega banget karena sudah menyempurnakan ibadahku sebagai seorang istri...)
aku dan rido merasa sangat lelah , kami memutuskan untuk segera tidur , rido tak ingin melepaskan pelukannya itu ,tetapi anenya akupun tak mencoba mengibaskan tangan , aku malah balik memeluknya kini badanku dan badan rido sangat dekat.
mungkin karena aku sudah merasa nyaman dengannya , terkadang aku suka dengan tingkah nya rido sangat lucu dan menggemaskan.
oh iyaa rido juga tak lupa meninggalkan stempel kepemilikan dileherku , untung aku pakai kerudung jadi aku hanya bisa pamer itu pada dia wkwkwkwkwk
sebelum adzan berkumandang kurang lebih pukul 03.00 dia melakukannya kembali , kali ini tidak terasa sakit hanya sedikit yang aku rasakan , aku mulai bergairah membalas semua perlakuannya , kami pun bermain dengan cantik rido sama sekali melakukannya dengan sangat lembut dan membuatku menikmati setiap gerakannya ..
__ADS_1
ya ampun ... aku sangat menyukainya , desahan lembut keluar dari bibir kecilku, membuat rido tak henti melakukan gerakan itu ... setelah 15 menit kami mengakhiri pemainan ini .. ridopun mengajaku bermandi bersama , setelah itu kami juga melakukan solat subuh bersama ....
aku juga segera ke dapur untuk membantu menyiapkan sarapan untuk rido , tapi bi inem melarangku ,, bi inem tidak mau dimarahi oleh Papa aku hanya disuruh bi inem melihat saja , tak lupa bi inem memberitahuku makanan apa saja yang rido sukai , dan apa yang gak rido sukai .
rido juga alergi dengan yang nama nya udang . banyak sekali ilmu yang aku dapat dari bi inem jadi , aku gak perlu tanya-tanya lagi sama rido .
pagi itu papa ,mama , aku dan ridi sarapan
mama mulai menggoda ku
" kalau sepasang suami istri sudah saling menghangatkan pastu suasana pagi nya tidak mencenhkam , ya suasana pagi nya secerah ini ya pah " goda mama seraya tertawa kecil
badan rido mengeliat , muka ku dan rido juga sangat merah ,
" papa sudah tidak sabar ingin segera menimang cucu " papa menimpalinya
aku tersedak mendengar kalimat apa yang sedang Papa dan mama utarakan . rido menatapku khawatir dan segera memberiku minum .
" maah , paap sudah dong kasihan istriku sudah merasa malu " bela rido untukku
aku hanya tersenyum dan kembali memakan sarapanku . papa dan mama tertawa dan meminta maaf kepada ku.
" maaf ya sayang papa hanya bercanda " Ucap PaPa sambil tersenyum menatapku
" mama juga bercanda sayang , jangan di aduin sama ibu dan ayah iya " seru mama sembari mengedipkan sebelah matanya , aku malu namun aku bahagia karena Mama dan Papa sangat menyayangiku dan aku tak merasa kehilangan sosok ayah dan ibuku.
__ADS_1
" sangat hangat sekali keluarga rido meskipun mereka sama-sama sibuk " Gumamku dalam hati