TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Mencoba menolak


__ADS_3

30 menit kemudian, Faaz dan Zain begitupun ayana sudah sampai di rumah Rido, terlihat dari jauh Rido sudah berada di depan pintu Untuk menyambut adik dan keponakan kesayangannya itu, Zain yang melihat  Rido sedang menunggu nya seketika membuka pintu dan berlari untuk memeluk Rido. walaupun sebenarnya, 2 minggu yang lalu mereka sudah bertemu tak membuat rasa rindu mereka berkurang.


 


"Aku sangat merindukan kaka, kaka sehat kan. sungguh aku tak ingin mendengar kabar buruk dari kaka kuharap kaka selalu baik dan membaik setiap harinya" ungkap Zain seraya memeluk erat Rido .


 


"Aku baik-baik saja, anak-anak membuatku sangat baik apalagi aku memiliki teman yang juga mengasuh aaleesya dia sangat mengerti dengan keadaanku juga keadaan aaleesya dan kesukaannya hampir mirip dengan kaka iparmu " jawab Rido membuat  Zain sangat penasaran, apalagi anak kesayangannya sempat menceritakan tentang Natasha kepadanya.


 


"Baiklah kalau begitu kenalkan teman barumu itu kepadaku, aku pastikan akan mengenal nya dan menitipkan  kaka juga cucu tersayangku kepadanya" Ucap Zain sembari berjalan masuk beriringan bersama Rido.


 


pemandangan ini sudah biasa bagi ayana dan kakak-kakanya. jika Rido sedang merasa rindu dan membuatnya down Zain lah yang pertama Faaz hubungi dan jika mereka sudah melakukan sambungan video dan berbicara dari hati ke hati akan membuat mereka tenang karena sebaliknya jika, Zain sedang dirundu masalah apapun Iaselalu meminta nasihat dari Rido dan selalu merasa tenang jika sudah menghubung Rido.


 


 


 


*****


 


"ibu peri apakah ibuku akan kembali " tanya Aaleesya sembari menatap wajah ibunya itu.


 


"sayang ku, apakah kau akan meminta ibumu kembali kepada Tuhan. jika iya mari kita lakukan" ucap Natasha sembari menyingkapkan rambut malaikat kecil baginya, Natasha sangat menyayangi aaleesya semakin hari semakin erat kedekatan diantara mereka.


 


"Aku akan memintanya, jika tuhan tidak mengabulkan doaku. aku akan meminta mu menjadi ibuku" ucap Aaleesya , entah kalimat itu dari mana asalnya karena aaleesya merupakan anak yang baru menginjak usia 3 tahun namun pemikirannya seperti anak yang sudah 5 tahun , Faaz mendengar semua percakapan mereka di balik pintu kamar aaleesya, karena Rido meminta Faaz memanggilkan Aaleesya juga Natasha untuk bertemu dengan Zain


 


"Sayang, aku akan selalu menjadi ibu asuh mu. setiap kau merasakan apapun berikan dan bagikan untuk ku jua dan jika kau menyayangiku kau harus sembuh iya agar ayahmu juga kakek dan orang-orang merasa bahagia dengan keceriaanmu, ayo kita berdoa supaya ibumu kembali. " ucap Natasha sembari mencium kening Aaleesya.


 


 


"tetapi kata aunty alea ibuku tak akan pernah kembali ibu peri, ibuku sudah bersama Tuhan " ucap anak kecil manis itu membuat mata Faaz terbelalak karena tak menyangka adiknya lah yang membuat kalimat menyedihkan itu untuk anak kesayangannya.


 


"Aunty Alea hanya bercanda, dengarlah jika kau berdoa dengan sungguh-sungguh tuhan akan selalu mengabulkan doa apapun yang kau panjatkan dan percayalah kebahagiaan akan selalu ada untukmu malaikat kecil karena aaleesya terlahir untuk memberikan cinta kepada papa dan semua orang yang menyayangi esya " ungkap Natasha kembali sembari menyeka air matanya.


 


Faaz mengetuk pintu membuat Natasha gugup melihat kedatangannya, Aaleesya menyambut hangat kedatangan papanya. lagi-lagi Faaz menatap kagum dengan mata indahnya dan tatapan itu tertuju untuk  Natasha tetapi Faaz segera tersadar dan mengajak Natasha untuk menemui papa juga unclenya.


 


"Papa akan mengenalkanmu dengan uncle ku dan ajak juga Aaleesya karena mereka sangat merindukan aaleesya, aku akan pergi kekamarku untuk beristirahat." ucap Faaz kepada Natasha dengan sangat ketus.


 


"Baik Tuan," Ucap Natasha dengan sangat gugup.


 


( entahlah mengapa aku selalu merasa gugup jika berhadapan dengan tuan Faaz, Tuhan jangan buat diriku dipecatnya aku sangat membutuhkan pekerjaan ini - batin Natasha )


 


tak lama kemudian Natasha membawa Aaleesya untuk menemui kakek kesayangannya juga, Zain memang sangat menyayangi Aaleesya apalagi Zain lah yang pertama mengetahui hubungan ayah dan ibunya lalu mereka memutuskan menikah itu pun atas dasar dorongan dari Zain


Rayna juga sangat dekat dengan Zain, setiap kali Zain datang untuk menemui Rido. Rayna lah yang selalu menjemput uncle juga ayana di airport, Rayna memang wanita yang baik bagi semua anggota keluarga bagi Zain sosok kaka iparnya (may) ada pada Rayna juga .


 


 


"Natasha, tuan " sembari mengecup punggung tangan Zain


 


"kamu pengasuhnya Aaleesya ? " tanya Zain sembari menyipitkan kedua matanya .


 


"iya daddy bagi bayi imut (aaleesya) dia adalah ibu perinya " ucap Ayana.


 


"duduklah disini Natasha tak perlu sungkan" ucap Rido karena melihat Natasha berjongkok di lantai, Natasha menolak karena melihat Alea sudah turun dari tangga menuju ke bawah untuk menyapa uncle kesayangannya itu .


 


('aku seperti mengenal anak ini tapi siapa ?? " - batin uncle zain yang sesekali menatap natasha )


 

__ADS_1


"Uncle zain, aku sangat merindukanmu." seru Alea yang duduk dan memeluk unclenya itu, Alea memandang kearah Natasha dan memberikan kode untuknya agar segera pergi dari hadapan Alea.


 


"saya pamit tuan, nona Aaleesya akan disini bersama tuan. saya akan membereskan kamarnya yang penuh dengan mainan" ucap Natasha seraya pamit dari hadapan Rido juga Zain.


 


"ibu peri ....terimakasih :" ucap Aaleesya seraya tersenyum kepada Natasha .


 


( baguslah kalau tahu diri cih! - batin Alea saat melihat natasha pergi dari hjadapannya )


 


 


Sore itu bibi Ester yang menjadi juru masak mengalami kecelakaan yang sangat parah kaki dan tangannya patah  yang membuatnya tidak bisa melakukan aktifitas. bibi Ester adalah ketua pelayan dirumah Faaz, bibi Ester lah yang selalu menyiapkan makanan-makanan lezat selama ini. bagi Faaz tak ada yang mampu mengalahkan masakan bibi Ester kecuali makanan yang dimasak ibunya namun May sudah tidak ada dan Faaz merasakan kebingungan.


 


"biarlah saya saja tuan yang menggantikan bibi Ester memasak ?" ucap Natasha saat Faaz terdiam di dapur sendiri.


 


 


"tidak , jika kau yang memasak dan mengambil alih dapur maka siapa yang akan menjaga anak ku ?" tanya Faaz .


 


"jika di pagi hari saya bisa bangun lebih awal sebelum nona kecil bangun saya akan menyelesaikan pekerjaan saya dan untuk makan siang saya memasak bisa sambil ditemani nona lalu saya menjaga kembali nona dan jika makan malam saya akan memasak setelah menidurkan nona tuan " ucap Natasha, Faaz tetap menolak dan meminta abrar mencarikan pengganti bibi Ester .


 


 


"kamu fokus saja dengan mengurus aaleesya dan kamu juga memiliki beban baru kan karena papa selalu ingin obatnya kamu yang siapkan. maafkan saya Natasha kamu jadi direpotkan oleh saya " ucap Faaz, Faaz meninggalkan natasha yang terdiam di dapur .


 


 


Natasha diam-diam sudah mengagumi sosok Faaz karena baginya Faaz adalah lelaki yang sempurna namun natasha menyadarkan diri jika ia tak baik dan bukan seleranya tuan Faaz. natasha masih terdiam membisu terlintas dipikiran nya wajah papanya karena sebelumnya ibu tirinya menghubungi natasha karena papa nya masuk rumah sakit kembali dan membutuhkan banyak biaya .


 


 


"kamu kenapa tas ? " tanya maliQ yang datang menghampiri natasha , natasha kaget karena maliQ menepuk bahunya .


 


 


 


 


"kalau begitu ayo aku antar kamu kerumah sakit ? " ajak malik , natash menolaknya karena baginya itu hanya alasan saja agar ia dapat menutupi kegusarannya .


 


 


"nat ? aku tahu kamu sedang memikirkan ayahmu, aku akan membantumu . berikan alamatnya dan aku akan mengirimkan sesuatu untuk ayahmu ? " ucap maliQ


 


 


"jangan tuan ku mohon , aku akan mengurusnya sendiri, aku mohon tuan jangan mencampuri keluargaku dan jika ibu tiriku tahu kau sangat baik . ia akan memanfaatkan kebaikanmu kumohon tuan jangan mempersulit dirimu " natasha mengatup kedua tangannya seraya memohon kepada MaliQ , maliQ tersenyum karena melihat wajah polos natasha


 


 


"baiklah kalau begitu aku tidak akan mendatanginya, tapi ijinkan aku memberikanmu pertolongan agar ayahmu dapat pengobatan yang intensif kau tak perlu memberitahu jika aku yang menolongnya , beritahu saja ibumu bahwa kau meminjam uang dan harus dipotong setiap kau mendapatkan gaji ... Bagaimana ? " tanya maliQ , natasha menganggukan kepalanya dan segera mengucapkan  terimakasih kepada tuan mudanya itu , maliQ senang melihat senyuman yang menyeringai di wajahnya .


 


Di dalam ruangan kerja Faaz termenung sendiri, Zain menghampirinya dan menanyakan Hal yang membuat Faaz kebingungan.


 


"Faaz mengapa kau seperti sedang kebingungan ? " tanya uncle zain , dan segera duduk di sofa yang berada di dalam ruangan kerja Faaz , faaz menghela nafas panjang seakan beban nya sangat berat baginya .


 


 


"aku sangat bingung uncle " jawab Faaz dengan singkat, Faaz duduk tepat di hadapan unclenya . dia terlihat sangat frustasi .


 


 

__ADS_1


"Apa yang sedang kau pikirkan Faaz?, ayo ceritakanlah pada uncle kau tak harus menyimpan bebanmu sendiri dan uncle janji akan selalu membantumu " seru uncle zain mencoba menenangkan keponakannya itu . Faaz mulai bercerita kegundahannya itu .


 


 


 


 


* Flasback On*


 


 


saat itu papa Rido memanggil Faaz untuk berbincang dikamarnya secara pribadi, Faaz memang sosok anak baik namun banyak orang yang menyangka jika Faaz adalah orang yang angkuh juga cuek tetapi tidak begitu kenyataannya walaupun Faaz sedang sibuk atau sedang berada diluar jika papa nya memintanya untuk pulang dan berbincang dengannya, Faaz akan segera menghampiri papa RIdo . dan saat itu terjadilah pecakapan antara mereka.


 


 


"Faaz apakah kamu bahagia sekarang melihat anakmu seceria itu ? " tanya Rido sembari menunjukan aaleesya yang sedang bermain bersama Natasha, Aaleesya terlihat sangat bahagia dengan senyuman yang selalu ia pancarkan saat berada di pelukan Natasha .


 


 


"aku sangat bahagia, kebahagiaanku ada padamu juga padanya papa , papa mengapa dengan mu apa papa menginginkan sesuatu ? " tanya Faaz kepada Rido.


 


 


"Apa kau akan mengabulkan permintaan papa mu ini ? " tanya Rido.


 


 


"Jika aku bisa dan aku mampu aku akan mengorbankan apapun untuk mu papa " sembari memeluk papanya , dan menyeka air mata yang akan jatuh.


 


 


"Menikahlah dengan Natasha, dan lupakan Rayna." Rido mengusap kepala faaz, "Hidupmu masih panjang anak ku, papa melihat Natasha bisa menjadi ibu yang baik untuk Aaleesya" Tutur Rido dengan mata yang mulai berkaca-kaca seakan matanya sudah ingin mengeluarkan air, Faaz terdiam saat mendengar permintaan Papa nya itu karena untuk memulai hidup baru pun Faaz enggan melakukannya  bayangan Rayna selalu ada dalam benaknya .


 


 


"Papa, mengapa permintaan papa seperti ini ?" tanya Faaz, Faaz tahu betul ini bukan keinginan Papanya karena setahun lalu, sahra teman semasa kuliah mereka pernah mencoba mendekati Faaz namun Rido seperti tidak menyetujui kedekatan mereka, "Apa ada yang menghasut papa hingga papa menginginkan ini ?" tanya Faaz kembali.


 


 


"Tidak sama sekali sayang, Natasha mampu mengurus anakmu dengan baik dan dia juga mampu membuat papa nyaman dia anak yang baik dan dia seperti ibumu juga seperti Rayna. dia ibu yang baik papa yakin itu Faaz " Ujar Rido, Faaz hanya terdiam merasa tak percaya dengan permintaan papanya .


 


 


"Baiklah aku akan memikirkan hal ini, aku meminta waktu untuk memikirkannya dan aku juga tidak tahu apa natasha akan menerimaku atau menolak ku " ucap faaz sembari berpamitan kepada Rido,  Ia memandang lukisan besar dan mencoba berbicara kepada foto istrinya itu.


 


"sayang, hari ini aku melakukan keputusan besar untuk anak dan cucuku. aku memintanya menikahi Natasha, dan aku yakin Natasha anak yang baik yang mampu menjadi istri, ibu dan menantu yang baik karena dia dapat memberikan cinta yang tulus untuk cucu kita. KING FAAZ MU PASTI MENGABULKAN KEINGINANKU DAN aku yakin kau juga pasti setuju dengan ku " Ungkap Rido sembari melihat lukisan itu .


 


* Flashback berakhir *


 


 


"jadi apa yang membuat mu kebingungan anak ku?." Tanya Zain, Ia sebenarnya sudah mengetahui keinginan Kakanya itu.


 


"Aku Akan menolaknya uncle, aku tak ingin menyakiti perasaan perempuan dan aku tak bisa mencintai wanita lain selain Rayna " ungkap Faaz, Faaz sangat prustasi dan merasa kebingungan untuk memberikan jawabannya kepada papa nya itu dan itu pasti akan membuat papa nya merasa kecewa.


 


 


"Kau ingin mengecewakan papamu?." Tanya Zain.


 


 


"aku bingung uncle, entahlah pekerjaan ku semua tersita oleh perasaan ku saat ini yang sedang kacau " ungkap Faaz kembali seakan semakin Frustasi.


 

__ADS_1


 


"pergilah Sembahyang dan meminta petunjuk kepada Tuhan dan kau akan menemukan jawabannya." seru Zain sembari menepuk punggung Faaz dengan lembut.


__ADS_2