TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Kesan pertama dan Meminta Maaf


__ADS_3

Sudah 3 minggu tepatnya Aaleesya diasuh oleh Natasha, Natasha juga lumayan dekat dengan Fizzy. bagi Fizzy, Natasha terbilang bisa dipercaya dalam hal mengasuh Aaleesya apalagi dengan sikap esya yang sangat baik sekarang karena biasanya esyaa selalu saja menolak makanan yang disajikan oleh Carry ataupun oleh Bibi Ester berbeda dengan apa yang disajikan oleh Natasha, nona kecil ini selalu makan dengan lahap jika memakan makanan dari tangan Natasha walaupun pernah beberapa kali bibi Ester yang membuatnya.


"Mbak boleh saya membawa Aaleesya untuk bermain ?" Tanya lelaki tampan yang baru saja datang menghampirinya.


"Maaf Tuan, anda tidak saya kenal. saya harap anda mengerti!!." Seru Natasha yang menolak untuk memberikan Aaleesya bermain bersamanya, " permisi tuan" Pamit natasha.


Lelaki itu terlihat sangat kesal tetapi langkah natasha terhenti saat Aaleesya menyadari bahwa itu adalah Uncle Mael, Uncle nya yang sangat menyayangi Aaleesya.


"Uncle Mael " Teriak aleesya kegirangan, "kenalkan ibu peri dia uncle ku yang sangat tampan." sahutnya kembali.


"Kamu dengar kan?, SAYA UNCLE NYA, kamu pikir saya siapa? penculik! Hah?." Tanya Mael dengan mendengus kesal, tatapannya tajam kearah Natasha.


"Maa.. maafkan saya Tuan, maaf jika membuat anda tersinggung." Ucap Natasha dengan suara terbata-bata.


apakah dia pengasuh baru nya aalesya , tapi dia terlihat bukan seperti seorang pengasuh. sungguh menyayangkan gadis secantik ini menjadi seorang pelayan - batin Mael bergumam.


"Tuan apakah anda memaafkan saya?, jangan adukan saya kepada tuan Faaz dan nyonya Fizzy Tuan. saya mohon" ucap Natasha sembari mengatupkan kedua tangannya seraya memohon kepada Mael.


"Dengar baik-baik nona, saya akan mengadukan apa yang telah anda lakukan kepada saya." Ancam Mael seraya membuatnya ketakutan, "Ayoo anak manis om membawakan hadiah untukmu." ajak Mael kepada aaleesya untuk membuka kado besar yang mael bawa untuk keponakan kesayangannya itu.


"Tuan Mael kumohon, jangan biarkan saya dipecat." pintanya sembari memberhentikan langkah kaki mael yang menggendong aaleesya, "Tuan KUMOHON." pintanya kembali.


"Ibu peri, Uncle hanya bercanda." seru Aaleesya dengan megedipkan sebelah matanya. kepala Natasha menunduk, Air matanya mengalir membasahi pipinya.


"Hey mengapa kau menangis?, Aku hanya bercanda. sudah jangan membuat drama disini." mael berjalan melanjutkan langkah kakinya meninggalkan Natasha sendiri, Natasha terdiam sembari menyeka air matanya.


.


.


.


.


*****


"Iya papah, aku sedang berada diperjalanan. Apa mael sudah datang?" Faaz sedang berbicara melalui sambungan telepon nya bersama Rido.


"Sudah nak, kamu hati-hati iya! ingat papa tidak ingin terjadi apapun kepadamu." seru Rido yang berbicara dengan sangat khawatir.


"Baik papah, i love you." ucap Faaz segera menutup sambungan teleponnya itu.


Faaz sudah pulang 1 minggu yang lalu dari istanbul, TURKI untuk membantu mengurus perusahaan yang dipegang Qabil. faaz melanjutkan perjalanan nya selama seminggu ke negara yang sering ia tuju untuk menemui seseorang yang sangat misterius. Rido dan yang lain sama sekali tak mengetahui siapa yang sering Faaz temui. sebenarnya kabar ini sudah satu tahun terhembus ketelinga Rido tetapi, Rido selalu tidak ingin memiliki pemikiran buruk untuk siapapun termasuk untuk anak-anak nya.


"papa, selalu saja menganggapku anak kecil pada kenyataannya aku sudah memiliki anak. papa aku sangat menyayangimu, aku akan melakukan apapun untuk mu. aku janji!!" ucap Faaz sembari melihat layar ponselnya yang terdapat foto kedua orang tuanya itu.


" kakak ......................" panggil maliQ yang memang diminta untuk menjemput kaka nya dibandara .


"Terimakasih adik ku, kamu ingin hadiah apa setelah menjemputku ini ?" tanya Faaz kepada maliQ


"bolehkah aku meminta sesuatu ? " tanya maliQ seraya memeluk kakaknya itu, kakak nya menganggukan kepalanya lalu tersenyum manis kepada adik bungsunya itu.


"Baiklah, aku ingin sekali mengganti mobilku seperti Alea. bolehkah?" tanya Nya, kakak nya tersenyum namun sembari mencubit gemas pipi adiknya itu .

__ADS_1


"kakak akan berikan apapun yang kalian mau tetapi dengan satu syarat. dan biasakan dirimu memanggil Alea dengan sebutan kaka. apa kau tidak mengerti jika alea itu kaka mu juga?." ucap Faaz .


"baiklah kaka, maafkan aku. lalu apa syaratnya?. " tanya MaliQ


"Jngan pernah membuat papa sedih dan terluka hidup dan mati ku ada pada kebahagiaan nya. dan aku sempat mendengar beberapa aduan tentang mu dan Lea dalam memperlakukan Papa, walaupun papa tidak mengadu padaku aku akan tetap mengetahuinya!!, mengerti?." seru Faaz, Faaz memang sangat menyayangi Ridi baginya Rido adalah segalanya .


"Baik kak, maafkan aku!, kemarin aku memang berantem dengan Lea dan papa melerai ku lalu papa terjatuh saat aku mendorong tubuh Lea. untung ada natasha disana" ucapnya dengan jujur.


"Siapa Natasha?." Faaz berulang kali lupa dengan nama pengasuh anaknya itu lalu Faaz kembali melanjutkan pembicaraannya setelah menghela napas dengan berat dan mendengus kesal, "JiKA TERJADI SESUATU TERHADAP PAPA DAN ITU KARENA ULAH MU JUGA LEA KAKA TAK AKAN SEGAN MEMBUANG MU JAUH-JAUH ?? MENGERTI ?." ANCAM Faaz kepada adik bungsunya itu.


"Aku mengerti kaka, maafkan aku kak. kumohon" ucap maliQ seraya memohon kepada kakak nya .


"Iya Sudah, jangan di ulangin Lagi ya" ucap Faaz sembari tersenyum, "berikan kuncinya biar aku yang membawa mobil" pinta Faaz kepada adiknya itu, adiknya memberikan nya dan mereka segera masuk untuk bergegas pulang kerumah .


( andai saja kaka tahu ulah alea yang membuatku marah , pasti kaka tak akan memaafkannya ) - gumam MALIQH dalam hatinya .


Natasha terdiam meluruskan pandangannya mengingat masa-masa kelam saat di kampungnya, sebenarnya beban Natasha sangat lah dalam untung saja teman kuliah Natasha memberikan pekerjaan ini untuk nya dia bisa terbebas dari amukan ibu tirinya setiap hari.


"Nona apakah kau baik-baik saja?. " Tanya Abrar kepada Natasha.


'ehhmm, Maaf Tuan Abrar saya tadi sedikit melamun, saya permisi tuan." Ucap nya sembari menundukan kepala, "Saya akan menemui nona kecil" Pmitnya kepada Abrar, Abrar sempat melihat air mata yang jatuh dipelupuk mata Natasha. saat natasha tersadar Abrar memanggilnya, dia segera menyebunyikan dan menyeka air mata nya.


'Sungguh malang nasib mu nona, kau cantik tetapi kau sepertinya menanggung beban yang sangat dalam" Gumam Abrar sembari melihat punggung Natasha yang sedang melangkah menjauh dari Abrar.


Saat Natasha Masuk dan menghampiri Aaleesya yang sedang bermain bersama Mael, Mael meminta Natasha untuk membawakan segelas teh hangat manis untuknya dan Natasha segera membawakan air tersebut. Natasha juga akan membawakan obat yang harus diminum oleh Rido.


"ASSALAMUALAIKUM" ucap Faaz juga MaliQ yang masuk, dan dijawab oleh Rido juga Mael yang sedang bersama Aleesya, "WAAlaikumsalam warrahmatullahiwabarrakatu."


"Anak kesayangan papa, apa kau senang sayang bertemu dengan papa mu ini ?." tanya Faaz.


"Papa, apa papa sehat?. maafkan aku baru bisa pulang hari ini!."  seru Faaz sembari mengecup tangan papanya itu, dia juga tak segan mencium kening papanya.


"Papa sangat senang sayang, kalau pergi jangan lama-lama dong kasihan Aaleesya selalu saja bertanya tentangmu ?." seru Rido yang memeluk dan melepaskan kembali tubuh Faaz.


"Tuan ini teh hangatnya, dan Tuan Rido ini obat yang harus anda minum. seharusnya setengah jam yang lalu tetapi maafkan saya saya lupa Tuan" ucap Natasha yang sepertinya tak melihat kedatangan Faaz.


"Apa kau lupa?, bagaimana bisa kau lupa dengan obat papa ku ?!, apa kau tak tahu tugasmu apa? lain kali kau harus tahu dengan tugasmu dan jika terjadi hal yang macam-macam kepada papa ku kau akan tau akibatnya !!!' seru Faaz dengan kesal kepada Natasha, Natasha hanya terdiam mendengar Faaz membentaknya.


"Faaz tenanglah dia tidak melakukan salah apapun, Papa yang salah. maafkan dia ya sayang" ucap Rido yang terlihat membelanya, Natasha tak sengaja meneteskan air mata. aaleesya mencoba untuk menghentikan ocehan papanya dengan kalimat yang membuat papa nya itu menyesal karena telah menyakiti perasaan Natasha.


"ibu peri maafkan papa ku iya. sebenarnya papa orang baik." Aleesya mencoba melpaskan diri dari gendongan Papa nya itu, "aku janji akan membuatnya meminta maaf kepadamu Ibu peri" Anak kecil itu menoleh kearah papanya lalu menatap kembali ke arah Natasha dengan sangat lekat, Natasha berjongkok menyetarakan badannya dengan tubuh Aaleesya, tangan Aleesya mencoba menghapus air mata Natasha..


"Tidak sayang ini memang kesalahan ibu, kau tak boleh membuat dirimu membangkang kepada ayahmu" Natasha memeluk Aaleesya dan Aaleesya juga membalas pelukannya.


( apa dia pengasuh itu ,, shit....aku sudah membuatnya menangis ... Faaz mengapa kau seperti itu - batin Faaz bergumam )


Faaz masih terdiam berdiri mematung tanpa bersuara. wajah nya sudah berubah menjadi pucat setelah melihat tingkah anaknya itu apalagi Faaz menyadari bahwa tugas utama dari Natasha adalah mengasuh Aaleesya karena sebenarnya yang bertugas menyiapkan obat untuk ayahnya adalah Carry, Dan Faaz menyadari bahwa Carry sudah tidak bekerja dirumah Ini, Lalu Faaz meminta Abrar untuk menggantikannya Dan Faaz baru menyadari kembali bahwa seharian ini Abrar sedang mendapat tugas untuk menyiapkan surprise kecil untuk hari Anniversary ayah nya dengan almarhum ibunya.


"Papa, mengapa diam saja? " protes Aaleesya kepada papanya, anak kecil mengedipkan matanya membuat kakek juga unclenya yang melihat tertawa kecil saat melihat tingkah gemasnya itu.


"Iya, maafkan saya!" ucap Faaz dan berlalu meninggalkan Natasha juga orang-orang dirumahnya.


"Ibu peri memaafkan papa ku kan ?" Tanya Aaleesya dengan mendekap kedua tangannya saat memandang Natasha.

__ADS_1


"Sayang, aku tak pernah marah dengan apa yang orang lakukan kepadaku. jadi untuk apa aku marah dengan papa mu, sekarang ibu meminta sesuatu kepada mu, bolehkah ?" tanya Natasha.


"Boleh, apa itu ibu ?." Tanya Aaleesya


"Sekarang sudah waktunya Aaleesya makan dan minum obat. ayo ikut ibu kedapur untuk membawa makanan untuk makan" ajak nya kepada aaleesya, Mael dan Maliq ikut memperhatikan gerak gerik Natasha karena menurut Maliq, Natasha memiliki sihir untuk membuat Aaleesya sangat menjadi penurut.


Aaleesya sedang melahap makanan nya yang disuapi Natasha oleh tangannya sendiri, Mael dan MaliQ membuntuti dan melihat apa saja yang sedang mereka lakukan, ternyata Aaleesya benar-benar makan dengan lahap melalui tangan Natasha.


"apapun makannya mengapa tangan ibu selalu enak membuatku ingin tambah lagi dan tambah lagi" gumam Aalesya membuat Natasha tersenyum manis.


"ibu sudah bilang tangan ibu memiliki cinta yang tulus untuk mu dan ibu yakin kau akan sembuh dan tak akan membutuhkan obat-obat itu lagi ucap Natasha menjadi penyemangat bagi Aaleesya .


*****


Didalam Kamar milik pribadinya itu, Faaz sedang menatap lekat foto pernikahaannya bersama Rayna. Ia bercerita tentang kebanggaannya terhadap Nona kecil Aaleesya, Ia sangat tidak percaya dengan Sikap Aaleesya yang tadi dilakukannya.


"Sayang, apakah kau tahu anak mu hari ini sudah membuatku semakin mencintaimu , mengapa tidak di sangat hebat sepertimu dan apakah kau tahu dia sangat cantik sepertimu. dia juga mewarisi sifat mu yang baik hati dan sayang semakin hari kabar baik menghampiriku dia terlihat sangat ceria dan juga gemuk. aku mendapat kabar bahwa pengasuhnya sangat baik memperlakukan anak kita. sayang aku merindukanmu, sangat sangat merindukanmu!!, aku ingin memeluk mu seperti dahulu" ucap Faaz


"Aku akan selalu membuat senyuman yang sangat cantik untuk Aaleesya, aku tak akan membuatnya terluk " ucapnya kembali sembari meneteskan air mata .


Faaz mendudukan tubuhnya di sofa tepat di depan ranjang besarnya itu, dia memandang kembali foto pernikahan yang terpajang itu, dia mengingat masa-masa indah bersama Rayna. dia membuka kotak cincin yang pernah ia pakai bersama Rayna. dia memakai kembali cincin yang sempat ia lepas itu Lalu, memejamkan mata nya mengingat setiap detik yang pernah ia lalui bersama dengan Rayna dia tak sadar memejamkan mata sangat lama hingga tertidur lelap bersandar di atas sofa.


( DIDALAM MIMPINYA )


"SAYAAAAANG..." PANGGIL RAYNA.


"KAU ... CINTAKU ... AKU MERINDUKANMU!!" UCAP FAAZ SERAYA MEMELUK RAYNA


"AKU INGIN KAU BAHAGIA SAYANG, LEPASKANLAH AKU, LUPAKAN AKU. AKU AKAN PERGI MENEMUI IBUMU, AKU AKAN MENYAMPAIKAN BETAPA BESAR RASA CINTAMU KEPADANYA. KU MOHON BERBAHAGIALAH!!!." UCAP RAYNA SERAYA MELEPASKAN PELUKAN FAAZ.


"TIDAK SAYANG, JANGAN MENINGGALKAN AKU. KU MOHON!!" PINTA FAAZZ, ia menarik tangan Rayna, Rayna Tetap pergi melepaskan tangan Faaz.


"ISTRIKUUUU, SAYAAAAAANGG KUMOHONNN !!!" FAAZ TERBANGUN DARI MIMPINYA .


"Tuan, Tuan" panggil Natasha yang sembari menggendong Aaleesya segera menurunkan Aaleesya dari gendogannya itu, Faaz tersadar dari mimpinya lalu ia melihat Natasha dihadapan wajahnya itu.


"kau?!, mengapa kau berada dikamarku? sungguh kau tidak sopan!!!. " ucap faaz yang tak sadar bahwa anaknya berada disampingnya, Natasha melirik kearah Aaleesya dan Aaleesya membuat Natasha tak bisa menjawab pertanyaan papa nya itu.


"papa, mengapa papa memarahi ibu peri ku kembali ?" Tanya Aaleesya membuatnya terkejut.


"Sayang ?, Kau? Papa kira kau tak bersamanya" ucap Faaz sembari menghela nafas panjang, lalu berbicara kembali membuat putrinya itu tersenyum.


''Maafkan Saya sudah membentak mu" Ucap Faaz sembari tersenyum kepada Natasha


"Maaf kan saya tuan, saya sudah lancang masuk kekamar anda. saya hanya di minta nona kecil mengantarnya kesini untuk bertemu anda, saya menyuruh nona kecil untuk tidur siang tetapi nona ingin tidur bersama anda" ucap natasha sembari tetunduk di hadapan Faaz .


"Baiklah tidak apa, kau boleh keluar sekarang" pinta Faaz kepada Natasha, Natasha berpamitan dan segera keluar dari kamar Tuan Faaznya itu.


"Aku ingin tidur dipeluk oleh Papa." Seru Nona kecil itu.


"Baiklah Tuan putri ayo kita tidur iya, kiss papa dulu" pinta Faaz sembari memeluk dan menepuk-nepuk pelan untuk membuat anak kesayangannya tertidur.


"Mama, aku akan selalu kuat menghadapi apapun. Aku ingin membawa papa berobat dan membawa nya jauh dari tangan ibu tiriku, mama kumohon beri aku kekuatan" - gumam Natasha dalam hatinta, Ia menyeret langkahnya dengan Pelan sembari meneteskan air matanya.

__ADS_1


__ADS_2