
aku yang masih berbicara dengan shalom memutuskan untuk segera menghubungi papa , dan akhirnya papa dan mama menghampiri ku di apartemen... bunyi bel pun terdengar , mbak lastri membuka kan pintu nya,
"sayang , kau ada disini " tanyanya pada shalom
"iya paman , aku sedang mengunjungi may , tak apa kan paman ,bibi ?" tanyanya polos pada papa
"tidak apa-apa sayang " sahut mama yang sedang mengendong faaz
"anak ini sudah berat sekali ,' gerutu mama sembari mengusel-ngusel leher faaz dengan hidung mancungnya.
baiklah , aku mulai menceritakan tentang pengakuan kak shalom tadi , kak shalom pun mulai membuka semua dokumen persetujuan tentang mendonorkan jantumgnya , alasan kak shalom memberikan jantungnya karena kak shalom memang ingin membantu rido , dengan syarat aku dan rido harus mengasuh dan mendidik shalma anak perempuan kak shalom seperti anak sendiri , bahkan kak shalom merekam suara dok jimmy di ponsel miliknya pada saat dokter jimmy menghubungi kak shalom untuk memberitahukan bahwa aku menolak pendonor itu , sedangkan sesungguhnya kami menunggu hadirnya pendonor itu , dan kak shalom pernah melihat dokter jimmy sedang mengopi di kedai kopi dengan yopie dan juga zain.
yopie adalah orang yang sangat membenci rido , karena yopie selalu kalah dari rido yang selalu memenangkan tender , bagi yopie rido adalah saingan bisnis nya yanh paling berat
"mengapa zain mengenal yopie ? dan apakah ini kebetulan ?" tanyaku pada kak shalom
"zain adalah adik kandung yopie , dan yopie itu mantan pacarku , aku tau tentang apa saja kejahatan yopie pada rido." terangnya yang membuat ku dan semua kaget
"apa ada buktinya ? " tanya papa
__ADS_1
"ada paman , aku berpacaran dengan yopie karena ingin tau apa saja yang yopie niatkan untuk rido " ungkap shalom
"jika benar ada buktinya , apakah om bisa melihatnya " tanya papa kepada shalom
"semua ada disini paman , aku sengaja menyimpannya di flashdisk ini , semua bukti percakapan dan video saat yopie melakukan transaksi untuk menghilangkan nyawanya aku simpan disini dan aku putuskan hubungan dengan nya saat dia akan dijodohkan dengan istrinya yang bernama mega , sampai saat ini yopie tidak mengetahui tentang ini " shalom menjelaskan dengan sangat apik
"terimakasih kamu sangat menjaga rido , mengapa kamu menyembunyikannya nak? " tanya mama
"aku mencintai rido bibi , akupun tau rido adalah adik ku , tapi saat itu aku belum memiliki kesadaran apa-apa berkat kebaikan may lah aku bisa mengendalikan diriku " sembari menoleh dan memegang tanganku
aku sangatlah iri shalom mencintai rido begitu sangat dalam , aku yanh dicintainya tak mengetahui apa-apa ... aku janji mulai saat ini aku akan lebih memperhatikan rido.
"paman minta copyan ini semua shall , paman akan menemui pengacara paman untuk mengusut kasus ini " pinta papa kepada shaloom
" ambil saja paman aku sudah memiliki copyan berupa kaset dan juga tersimpan di flashdisk milik ku satu lagi " shalom tersenyum lega
"apakah zain terlibat ? karena sebelumnya rido menghampiri zain untuk melepaskanku " ucapku pada shaloom
"apa maksudmu sayang? " tanya papa dengan kaget
__ADS_1
"tuan dhan yang menceritakannya padaku pap" ungkapku
"aku rasa zain terlibat hanya saat ini ,begitupun dengan tuan jimmy " ucap shaloom
'baiklah besok kita tunggu richard dan om rus datang , kita lihat kejahatan apa yang jimmy lakukan " seru papa sembari berdiri dan pamit untuk mengunjungi rido
mama dan kak shalom menenangkan ku , kak shalom janji akan mengupas habis kejahatan siapapun , kak shalom juga bercerita sedang dekat dengan teman dekat rido yaitu richard , rido mengenalkannya pada richard dan soal kak shalom yang mengangkat ponsel rido itu karena rido sedang masa pemulihan , tentunya richard dan dhan pun ada bersama mereka, haaaaahhhh hatiku sangat legaa mendengarnya.
tak lama aku mendapat telepon dari lira , aku menyaut telepon tersebut.
"iyaa raaaa , bagaimana ? tanyaku
"aku melihat dokter jimmy sedang diteras nona , ada seorang wanita disebelahnya dan lelaki berbaju putih " ucapnya
"bagaimana ciri-ciri orang itu ?" tanyaku
"dia tinggi , badannya seperti tuan muda , kulitnya putih dan sepertinya saya pernah melihatnya bertemu tuan muda dikantor ?" ungkapnya padaku
"baiklah itu pasti zain , ikuti terus dia ra . aku percaya padamu" ku menutup ponsel nya , aku memang menyuruh lira untuk membuntuti kak jimmy
__ADS_1