
Faaz menghampiri papa nya yang sedang berada dikamar. Saat Faaz membuka pintu kamar nya, papa rido sedang melakukan sembahyang dengan sangat kusyuk. Faaz duduk di kursi tepat di belakang papa nya itu, beberapa saat kemudian papa rido selesai melakukan sembahyang dan menoleh kearah Faaz.
"ada apa anak ku, apa ada yang membuatmu gusar?." Tanya Rido kepada Faaz.
"Tidak pap, mengapa papa tidak duduk saja sembahyangnya bukankah tulang punggung papa sering sakit ?." Tanya Faaz kepada Rido.
"Papa tidak apa, papa masih mampu untuk berdiri sayang." ucap Rido sembari melipatkan sejadah yang sudah di pakainya.
"Papa ayo ikut dengan Faaz" Ucap Faaz seraya mengajak ayahnya itu.
"Kemana sayang? papa ingin tidur lagipula kau selalu melarang papa tidur lewat dari jam 9 malam bukan ?" Tanya Rido.
"Inikan baru pukul 7 malam papa, ayolaah sebentar saja" Rido tersenyum sembari mengusap lembut wajah Faaz, "Mau Iya Pah?." Faaz lalu mengeluarkan sorbet hitam dan memakaikan di mata papa nya, Rido tidak mengetahui surprise yang dibuat oleh anak-anak nya.
didalam Langkahnya Rido beberapa kali bertanya mengenai apa yang sedang Dilakukan Anaknya itu, "Apa yang sedang kamu lakukan Anak ku?." Tanya Rido, "Papa, pegang saja tangan Faaz terus dan berjalan mengikuti langkah Faaz." Jawab Faaz sembari tetap mengajak Rido berjalan pelan. mereka sudah sampai di tempat yang dituju, Faaz membuka Penutup mata yang dipakai untuk menutup Mata Papanya itu.
"Surrrpriseeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee " Teriak Mereka bersama. (Richard, Rani, Ibu, Mama neni, Mael dan Anak-anak nya yang lain tak lupa juga Aaleesya)
"Selamat ulang tahun pernikahan mu dengan May sayang." Ucap Mama Neni selaku Mama kandung Rido, Ia terlihat sudah sangat tua. mereka memeluk Rido bergantian, Mereka tidak mampu menutupi Air mata yang menetes dipelupuk matanya. Rido terlihat sangat bersedih walaupun senyuman lebarnya terlihat jelas di wajah tampannya.
"Papa, ini mama kan ?" Tanya Fizzy yang membawa poster seukuran tubuh mama nya.
"Sayang," Ucap Rido Sembari memeluk semua Anaknya.
"Terimakasih semua, Aku sangat senang" Ucap Rido sembari menundukan kepalanya, Wajahnya terlihat sangat sedih.
" kakek ................ " panggil aaleesya.
"Sayang, Cucu kakek." Rido berucap lesu, Namun ia berusaha tersenyum sembari menatap kearah Cucunya.
"jangan bersedih nenek senang melihat kakek tersenyum" - Aleesya menghampiri kakeknya lalu meyeka air mata yang jatuh di pipi kakek nya itu, dia mencium kening kakeknya lalu memeluk tubuh kakeknya dengan sangat erat, semua takjub melihat tingkah Aaleesya.
"Sayang, Terimakasih sudah membuat kakek mu tersenyum." ucap FIzzy yang memeluk dn mengcup pipi aaleesya, Faaz tak bisa menyembunyikan air matanya dia segera menyeka air mata yang terjatuh itu.
"Hey cucu opah yang cantik, Apakah kau ingin opah mu ini terdiam berdiri menyambut kau memeluknya" ungkap Richard kepada cucu kesayangan nya itu, aaleesya memeluk opa richard lalu mencium pipinya .
"Cucu Opah, Opah sangat sayang Aaleesya" Ungkap Richard kembali, mereka melanjutkan dengan makan malam bersama-sama. Rido begitu terlihat bahagia setelah cucunya menghiburnya, baginya kebahagiaan Aaleesya lebih penting dari segalanya.
"Kata ibu peri, ibu ku sangat cantik melebihi apapun Nene May juga sangat cantik dan Tuhan sangat menyayanginya dan kata ibu peri aku harus selalu tersenyum Agar ibu dan nene bahagia melihat ku" - Aleesya berbicara dengan sangat lantang membuat ayahnya tersedak makanan yang sedang dimakannya itu.
"Siapa ibu peri yang kau maksud sayang ?" Tanya oma esri
"Itu, dia ibu peri ku", Aaleesya menunjuk kearah Natasha, "Dia sangat menyayangiku oma, setiap hari aku selalu makan dengan lahap lewat tangannya. katanya tangannya terdapat bumbu cinta yang tulus untuk ku jadi makanan apapun terasa enak jika dia yang menyuapinya" ucap aaleesya kembali di iringi tawa yang sangat riang, Oma Esri melihat kearah Natasha dan mengajaknya untuk ikut bergabung.
"Oma......dia kan hanya seorang pelayan, untuk apa dia ikut gabung bersama kita?" seru Alea sembari menatap Natasha dengan tatapan tidak sukanya.
__ADS_1
"Aleaa, jaga mulutmu itu." Ucap Fizzy, rona merah terkuras diwajahnya. Fizzy kesal saat mendengar Ucapan Alea yang tidak sopan itu, "mengapa kau berkata tidak sopan kepadanya?." Tanya Fizzy kembali sembari menajamkan kedua bola matanya menatap kearah Alea.
"Lea, Papa dan Mama mu tidak pernah membedakan siapapun, jangan kau ulangi kalimat itu iya " ucap Oma Neni sembari tersenyum melihat wajah cantik Natasha, Natasha tak mampu berbicara apapun ia tertunduk dengan lemas bercampur rasa takut saat Alea menatap wajahnya.
"Natasha duduk sini dekat oma " Ajak Oma Esri sembari menepuk bangku kosong disampingnya itu.
"Saya tidak bsa nyonya besar, maafkan saya." menoleh kearah Faaz, Faaz menganggukan kepalanya tanda iya menyetujui perintah oma nya.
"Duduk aja tasha, oma ku ini paling baik sedunia. maksud ku oma-oma ku" ucap MALIQH seraya menggoda oma nya itu.
"Kamu ini masih saja nakal ya maiQ." ucap oma Neni sembari memeluk dan menggoyangkan badan maiQ yang duduk disampingnya.
Faaz menatap kearah oma nya juga natasha yang sedang berbincang hangat, oma seperti menyukai Natasha beda hal nya dengan Alea yang memilih meninggalkan meja makan itu. Rido memangku Aaleesya dan mengajak nya mengobrol sembari tertawa mendengar jawaban yang aaleesya lontarkan.
"Tasha, tolong ajak anak ku masuk. udara nya sudah semakin dingin tak baik untuk kesehatan aaleesya" perintah faaz kepada Natasha, Ia segera menganggukan kepalanya dan berpamitan kepada oma Esri juga oma Neni untuk membawa Aaleesya Masuk.
"Ayo sayang, kita tidur iya" Ajak Natasha, Aaleesya meminta nya untuk menggendong aaleesya hingga ke kamarnya. Aaleesya memberikan kecupan ditangannya untuk semua anggota keluarga yang masih berada di atas meja makan .
sesampainya di depan kamar aaleesya, Natasha bertemu dengan Alea yang sama sekali terlihat tak menyukainya dan sepertinya Alea memang berniat menunggu kedatangan Natasha di depan kamar keponakannya itu.
"Sayang kamu masuk duluan iya, Aunty mau berbicara dengan ibu peri mu." pinta Alea kepada keponakannya itu, £lea menatap tajam kearah Natasha, Ia pun melipat kedua tangannya dan memiringkan tubuhnya bersandar di tembok kamar milik Aaleesya. Alea menatap Natasha dari atas rambut hingga keujung kaki. Ia berdecih kesal saat menatap Natasha, Matanya pun mendelik.
"dengar iya ibu peri Aaleesya, kau tak perlu mencari muka didepan keluarga ku karena kaka iparku tetap kak Rayna tak ada yang lain. kau tak akan mampu menggantikan posisi kaka iparku jadi kau tak perlu mencari kesempatan di waktu dan tempat yang sempit !!! camkan itu " Ucap Alea seraya meletakan sebelah tangannya di pinggang kecil miliknya sendiri, kalimat yang Alea berikan membuat Natasha sangat sakit hati. dia menghela nafas saat Alea berjalan dan menabrakan bahunya ke bahu Natasha.
" aku sama sekali tak berniat untuk membuat tuan Faaz jatuh cinta kepadaku , mengapa dia selalu membenciku . aku hanya melakukan tugas ku sebagai pengasuh Aaleesya , tidak lebih jika aku harus menjaga dan merawat tuan Rido itu karena aku melihat sosok ayahku yang sedang sakit ada padanya ... mama bagaimana meluruskan kesalahpahaman ini ,, aku bertahan untuk mencari nafkah demi ayah yang sedang sakit , kumohon berikan aku kekuatan tuhan " - gumam Natasha membuat air matanya mengalir deras. dia tersadar bahwa masih ada tugas yang menunggu nya, Natasha menyeka air matanya lalu dia segera masuk untuk menidurkan Aaleesya yang sudah waktunya untuk tidur.
*****
KeEsokan Harinya.....
Rido sedang duduk di taman belakang tempat mereka meraya setiap acara dirumahnya, Rido menyisir kenangan di setiap sudut Taman itu sepertinya Ia memang sangat merindukan gelak tawa yang sering ia berikan bersama mama apalagi setiap tahun semenjak mereka pindah taman ini menjadi spot favorite untuk berfoto hingga perayaan kecil atas pernikahan Faaz bersama Rayna pun digelar di taman itu
"TUAN, saya buatkan Lemon tea hangat untuk menghangatkan suasana tuan " ucap Natasha sembari memberikan segelas lemon tea hangat.
"Terima kasih Natasha, apakah kamu tahu jika istri saya sangat menyukai lemon tea hangat. Jika dia sedang merasa kacau dia sering meminta lemon tea hangat kepada orang-orang di rumah. katanya lemon tea hangat itu akan menghangatkan suasana hati yang sedang kacau , dan tadi kau juga berucap seperti itu." Tutur Rio sembari menyeruput lemon tea hangat. Rido menghela nafasnya lalu kembali berbicara dan Natasha merasa senang melihat raut wajah tuan besarnya yang terlihat sedikit bahagia sesaat sesudah meminum lemon tea itu.
" Dulu istriku selalu memberikan lemon tea seperti ini dengan memakai gula sedikit untuk menambahkan rasa manis dilidahku, dia selalu menunggu ku meneguk nya hingga gelasku kosong dan sejam kemudian dia membuatkan lagi untuk ku dan dia mengulang kembali menunggu ku meneguk hingga gelas ku terlihat kosong lalu tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepadaku. aku sangat merindukan senyumannya nak, dia istriku satu-satunya yang sangat aku cinta" ungkap Rido sembari menyeka air matanya .
"Tuan besar, ibuku juga selalu memberikanku lemon tea hangat jika aku sedang merasa sedih. ibuku adalah wanita yang paling cantik yang pernah aku temui dan aku sudah melihat nyonya di dalam foto dan nyonya mengingatkanku dengan ibuku. aku berharap jika ibu dan nyonya selalu tersenyum melihat orang-orang yang mereka sayangi tersenyum bahagia. dan sekarang tuan harus tersenyum agar nyonya merasa bahagia melihat senyuman yang tuan berikan " Ucap Natasha sembari menggenggam tangan tuannya itu.
"Tuan maafkan aku, aku tak sengaja menggenggam tangan Tuan. maafkan aku jika aku sudah berprilaku tidak sopan" ucap Natasha saat dia sadar jika apa yang telah dilakukannya itu tidak sopan.
"Tidak apa-apa nak, kau anak yang baik semoga hidupmu selalu bahagia. Natasha bolehkah aku bertanya ?." tanya Rido, Natasha menganggukan kepalanya.
"Apa ibu dan ayah mu masih hidup ?." tanya Rido.
__ADS_1
"Ibuku sudah meninggal saat aku berusia 10 tahun Tuan, Lalu Ayahku menikah lagi dan aku memiliki adik perempuan 1 dan adik lelaki 1. tetapi adik lelaki ku meninggal saat usianya 10 tahun dan ibu tiriku menganggap akulah penyebab meninggalnya adik ku, aku tak mungkin melakukannya tuan aku sangat menyayanginya" ucap Natasha sembari meneteskan air mata.
"Maafkan jika saya membuatmu menangis Tasha " seru Rido
"tidak tuan, saya memang cengeng dari dulu saya selalu saja meneteskan air mata jika merasa sedih tetapi itu hal yang wajar menurut ibuku" ucap Natasha ,
( kamu seperti istriku natasha , Faaz sangat membutuhkan sosok wanita sepertimu .. kau tak hanya seperti may ,, sosok rayna pun ada didalam dirimu - batin Papa )
.
.
.
.
"Mengapa aku merasa tenang jika melihat senyuman wanita itu?" gumam maliQh yang sedang mencoba memata-matai percakapan ayahnya dan Natasha.
"Ahhh tidak, tidak.!!! dia hanya seorang pelayan masa iya aku menyukai seorang pelayan." ucapnya kembali sembari mengusel-ngusel wajahnya dengan sarkas, Maliq masih memperhatikan wajah Natasha. dia tersenyum melihat senyuman Natasha yang sangat berbinar diwajahnya saat berbicara dengan Rido, tak lama maliQ melihat Natasha yang sedang melangkah kearahnya. MaliQ berpura-pura sedang memandang foto ibunya yang dipajang didekat jendela pintu yang terhubung kearah taman.
"Tuan MaliQ apa anda membutuhkan sesuatu ?." tanya Natasha.
"Tii..tidak mbak, saya hanya ingin menemui papa" seru MaliQ sembari terbata-bata dan segera meninggalkan Natasha.
"mengapa dengannya apa aku melakukan kesalahan sehingga adik-adik tuan Faaz membenciku hanya nyonya Fizzy yang masih menganggapku manusia disini. ah sudahlah aku harus menemui nona kecil kasihan jika dia terbangun dan aku sedang tidak bersama" - gumam Natasha yang merasa kebingungan melihat sikap MaliQ.
Maliqh menghampiri papa nya yang sedang duduk di taman itu, maliqh memeluk Rido dari belakang. dia merasa bersalah atas apa yang telah dilakukannya tempo hari bersama Alea, dia tersadar saat Natasha berbicara sewaktu melerai pertengkaran mereka. Natasha berbicara kepa MaliQ jika ayahnya sangat mencintainya dan memberitahu bahwa Rido tidak marah sama sekali dengan apa yang telah Alea dan Maliqh lakukan dengan mendorong Tubuh papanya karena berusaha melerai pertengkaran kaka beradik itu.
"Papa ... maiQ minta maaf " seru Maliq yang kini menyadarkan kepala nya di paha papanya itu.
"Sayang, papa tak pernah marah denganmu hanya saja papa mohon jangan pernah kau lakukan lagi pertengkaran itu bersama kaka mu . papa ingin kalian berusaha hidup aku seperti kaka kembar kalian " Pinta Rido seraya mengusap lembut kepala MaliQ.
"Maafkan maiQ pah, MaiQ janji tak akan mengulanginya kembali dan membuat papa sakit" ucapnya yang sembari meneteskan airmata, MaliQ merasa sangat bersalah kepada Papanya itu.
"Papa sangat bangga kepadamu" Rido yang mencium kening MaliQ dengan membungkukan kepalanya itu.
*******
"Faaz, Rayna sudah tidak ada. kumohon jangan menyiksa dirimu sendiri seperti ini, carilah wanita yang dapat mencintaimu juga menjadi ibu yang baik untuk Aaleesya jika kau seperti ini kapan aku akan menikah." seru Fizzy dengan manja kepada saudara kembarnya itu.
"RAYNA MASIH HIDUP DAN AKU YAKIN ITU, DIA HIDUP DAN SELALU HIDUP DIDALAM HATIKU, DAN jika kau ingin menikah temui aku dengan calon mu itu tak usah mencari alasan untuk aku melupakan RAYNA ???!!!! " seru Faaz sembari mendengus kesal menjawab permintaan Fizzy.
"Aku menyayangimu dan aku ingin melihat mu tersenyum seperti dulu, Rayna juga pasti akan senang melihat mu bahagia" ucap Fizzy.
"Jika masih ingin membahas ini nanti kita bahas dirumah jika calon suamimu sudah datang menghampiri ku !!!!" seru Faaz seraya membuat tantangan untuk saudara kembarnya itu, Fizzy terlihat kesal dan meninggalkan ruangan Faaz tanpa berpamitan kepadanya.
__ADS_1
Aku harus bagaimana sayang , aku mencintaimu tetapi mereka sama sekali tak mengerti keadaanku ' - gumam Faaz sembari melihat foto pernikahan yang dipajang di ruangan Kerja nya .