
Keluarga sudah bersiap untuk menyambut kedatangan Rido, hanya adik bungsu ku yang tidak bisa menghadiri acara penting ku ini.
Sebenarnya Riswan ingin datang tetapi pihak dari sekolah pesantrennya tidak bisa mengizinkannya karena, sedang ada lomba Tahfiz antar sekolah pesantren dan Adik ku cukup pintar di sekolahnya jadi mau tidak mau dia tidak bisa ikut serta dengan acaraku.
Mobil putih bermerk BMW sudah terparkir didepan rumah begitu pun dengan mobil mewah satu nya yang dipakai oleh Rido.
Rido datang bersama om Gusti dan juga Tante Neni, tak lupa Aspri itu. Di dalam mobil yang ke tiga munculah sepasang wanita dan pria juga seorang NeneK tua yang memakai kursi roda
beliau Tante Merry dan om Rizal. Tante Merry adalah adik bungsu om Gusti dan Nenek itu pasti Nenek Sally Yaitu, Nenek nya Rido.
Rido belum cerita apa-apa tentang keluarga nya aku mendengar cerita itu dari ibu dan ayah ku.
Jantung dan badanku mulai bergetar seperti sedang maraton disiang hari, mataku mulai ingin menangis membayangkan bagaimana kalo sudah menikah aku tidak bisa bertemu Ayah,Ibu dan kedua adik ku.
('ahh May ko lu mellow sih.. tetumbenan deh - batinku bergumam)
******
Rido berdiri tegap diapit oleh Om Gusti dan Tante Neni, Ia sangat terlihat Tampan sekali.
" selamat datang di Rumah kami ini, Terimakasih sudah datang. " Sambut Ayah sembari menjabat tangan Om Gusti dan Tante Neni. Ibu menyalami mereka juga dan mencium pipi kiri dan kanan Tante Neni tak lupa Rido yang mencium punggung tangan Ayah dan juga Ibuku Lalu disambut dengan pelukan hangat dari mereka.
" Apakabar wan ? senang bisa bertemu dan berkumpul diwaktu yang sangat membahagiakan ini " Jawab Om Gusti.
" Iya saya juga sangat senang, Akhirnya cita-cita kita bisa tersampaikan dihari ini "
mereka berpelukan kembali, Ibu dan Tante neni juga sama-sama berpelukan kembali.
Ibu dan Ayah mempersilahkan Tante neni beserta keluarga duduk di tempat yang sudah disediakan.
Rido tersenyum dengan sangat manis.
semua anggota keluarga ku takjub dibuatnya,
melihat badan tinggi Rido yang juga Tegap dan terkesan maskulin. Semua memuji Rido, Wajah Tampan nya terpancar aura kebaikan yang ada di dalam diri Rido. Rido yang sedari tadi mencariku mulai mempertanyakan keberadaan ku.
__ADS_1
" Ibu dimana calon istriku?. " Tanya Rido setengah berbisik kepada ibu.
" Ya ampun maaf nak ibu lupa. sebentar ya, Ibu suruh Tante July membawa May kesini. "
Tante July segera membawaku dari kamar menuju lantai bawah. Dan ada saat aku menuruni tangga, sontak semua mata tertuju kepadaku. dengan perasaan bangga, Aku melontarkan senyuman manis ku kepada mereka.
' SUBHANALLAH kuasamu ya Allah aku yang tak pandai berdoa ini tetap engkau berikan iya sebagai Bidadari ku, Aku janji akan menjaga nya dan membimbingnya hingga ke SurgaMu Ya Allah. terimakasih ya Allah engkau selalu memberikan ku warna dihidupku ' - Batin Rido.
Tante neni dan om Gusti juga tidak lepas memujimu dan memandangku dengan lekat.
" Menantu ku sangat cantik, Aura kecantikannya membuat anak ku bahagia melihatnya " Puji Tante Neni.
" Ya Tuhan, Menantu ku semoga kau selalu dalam lindungan Allah " Ucap Om Gusti yang menyambutku dengan pelukan Hangatnya.
Nenek Sally menatapku dan menggenggan Tanganku, Beliau memeluk ku dengan pelukan yang erat.
" Sayangku, Jaga cinta dan kasih sayangmu untuk Cucuku iya. Kamu Adalah wanita yang sangat ia cintai dan cintanya padamu nyaris sempurna. Terimakasih sudah mau menjadi bagian dihidup cucu kesayangan ku " Bisik Nenek. Nenek menyentuhku pipiku dengan lembut, Ku usap air mata Nenek yang jatuh dipelupuk mata nya.
" Nenek jangan khawatir ya, May akan memberikan Nenek cicit yang banyak " Ucapku, kepadaku, Rido mendengar ucapanku kepada Nenek dan Rido tersenyum manis sembari memandangku.
pria tampan yang mampu merebut hatiku perlahan. Rido kembali tersenyum memandangiku, Ia seolah tak ingin melepaskan Aku dari pandangannya. Dan bodohnya aku hanya terdiam saja tak memberikan balasan senyuman kepadanya.
serangkaian Acara sudah dimulai, cincin sudah dipasangkan oleh orang tua kami masing-masing. Kami juga berfoto bersama dengan seluruh keluarga.
Aku melihat Om Gusti menitikkan air mata dan memeluk Ayahku. Om Gusti mengucapkan terimakasih kepada Ayah begitupun dengan Tante Neni. Aku melihat ada kebahagian disana, Ibu Dan Ayah terlihat sangat menyayangi Rido dan sebaliknya Tante dan om Gusti juga sangat menyayangi ku apalagi Tante dan om sudah kehilangan anak perempuan nya.
Risa adalah nama anak perempuan dari Om Gusti dan Tante Neni. Risa cukup dekat dengan Rido, wanita cantik berlesung Pipit itu mengambil study di Inggris, Dia wanita yang sangat baik semasa hidupnya.
Aku sempat mengenalnya, Dia adalah teman dekat sahabatku. Dua tahun sudah Risa pergi dan itu yang membuat Tante Neni sangat menyayangi ku, Mereka melihat Risa ada pada diriku.
Acara kami hampir selesai. Aku dan Rido sedang berbincang, Rido memegang tanganku dengan sangat erat sesekali Rido memandangiku dengan lekat. Tak lama ada sepasang mata seorang laki-laki melihatku dengan tajam.
Dia adalah om Dhanu, dan sepertinya tidak dia tidak menyukai Rido terlihat dari tatapan yang ia berikan kepada Calon suamiku. om Dhanu mengirim pesan singkat kepada ku namun ponselku sedari tadi di pegang Rani.
" Anak manis kamu bisa juga mencari laki-laki untuk mengganti kan posisi ku "
__ADS_1
sontak pesan itu dibaca oleh Rani karena sedari tadi telepon genggam ku dipegang Rani.
" Kenapa Om Dhanu memperlakukanku sama dengan kakak ku, bagaimana ini? Aku harus bilang ini semua sama Ayah dan ibu. " - Gumam nya dalam Hati.
" Rani kenapa melamun? " Tanya Rido mengagetkan Rani.
" e...Nganu, Apa gak ada kak ? " Suara Rani Terdengar kaget dan terbata-bata.
" Kamu gak bohong kan sama Kaka? " Tanya Tegas Rido.
Rido tau persis yang dipegang oleh Rani adalah telepon genggamku . Rido tidak mau ada rahasia diantara Kami, Rido ingin hubungan kami terbuka.
" Ran, Kaka mohon kalau ada apa-apa bilang saja siapa tau Kaka bisa bantu kamu " Ucap Rido kepada Rani. Rido menatap Rani dengan tatapan serius, Rani menangis dan menutup matanya dengan tangan.
" Kak, Aku mau cerita tapi aku takut kakaku marah dan ayah ibu pun tidak akan mempercayainya " Seru Rani, Rani seperti sedang tertekan.
('kenapa aku nyaman sekali untuk bercerita dengan kak rido gumam Rani dalam hatinya)
Rido tersenyum dan meyakinkan Rani bahwa sebuah keluarga harus punya keterbukaan dan saling support yang besar.
" Kamu gak bisa cerita sekarang, gak apa-apa Ran tapi kamu punya hutang penjelasan dengan Kaka ya " Ucap Rido kepada Rani, Rani menganggukan kepalanya dan Rani tersenyum mengiyakan.
Acara pun selesai keluarga Rido berpamitan semua keluarga bersalaman. Rido pun menatapku dengan penuh cinta.
" sampai jumpa dua Minggu lagi ya " ucap Rido kepada ku seraya memeluku dan mengusap pipiku.
aku membalasnya ? mana mungkin aku hanya terdiam dan merasa kaku.
(' Ya Ampun Malunya aku - Batinku)
setelah aku masuk kedalam kamarku, Aku membersihkan diri segera dan setelah selesai Aku yang merasa lelah segera merebahkan diriku dikamar begitupun Rani yang tertidur di sebelahku.
" anak ini kenapa tidur disini sih " gerutunya sembari menyelimuti Rani.
('aku takut kak, aku pikir dengan tidur disini aku akan aman bersama kaka dalam hati Rani berbicara seperti ada rasa takut)
__ADS_1
aku dan Rani tertidur lelap hingga pagi.