
aku memandangi wajahnya yang seperti pangeran , sungguh aku sangat jatuh cinta kepada nya , aku mengaguminya sebagai suamiku , dialah surgaku , dia pemimpin ku , setiap hari aku memandikannya
setiap titik tubuhnya membuat ku tergila-gila , aku semakin tergila-gila melihat rido , rido yang mampu membuatku jatuh cinta , rido yang mengubahku menjadi sosok wanita penyayang , rido yang mampu menunjukan bahwa cinta itu hangat , yaaaa ridooo ku , aku ingin kau membuka matamu . sudah 3 hari aku menunggu nya untuk melihat lagi senyumku yang sudah lama tak ku berikan padanya , aku menunggu nya untuk melihat tatapan cinta diwajahnya
" aku tidak akan putus asa sayang aku mencintaimu " bergumam ditelinga rido
aku masih menatap wajah nya , aku berharap hari ini adalah hari terakhir dia menutup mata , aku berdoa dan air mataku menetes tepat di wajah tampannya . aku melihat matanya bergerak tangannya pun memberikan gerakan seolah dia tau aku ada untuknya 'iya benar dia mulai membuka matanya , dia melirikan matanya ke kanan dan ke kiri dengan sangat pelan , tak lama dia menutupkan kembali matanya . aku menangis mengapa rido membuat ku berharap , aku tak kuasa untuk mengoyangkan badannya , aku memutuskan menunggu kembali.
bu nina menghampiriku memberitahu bahwa nona kecilku menangis , bu nina sudah mencoba untuk menghentikan tangisannya tapi dia tetap saja menangis air asi yang sudah berada di dalam botol susunya tak mau diminumnya , akupun segera menghampiri anak ku itu ,
"kenapa nak , apakau ingin bertemu papi ?" ucapku , dia pun seketika terdiam dari tangisannya , tetapi richard tidak mengijinkan anak ku untuk bertemu papinya , aku pun segera masuk untuk duduk menyusuinya lansung dari asiku , anak ku entah kau haus entah bagaimana , fizi memang sedari lahir tidak ingin menyusu memakai botol mungkin dia kurang nyaman , entahlah .......
carry datang menghampiriku dan memanggilku >>>
" nona .... nona " suara nya sangat terlihat bahagia
" mengapa kau memanggilku dengan seperti itu carry , apa sesuatu terjadi dengan rido " seraya melepaskan putingku dari bibir mungil fizi
" nona , tuan sudah sadar " ungkapnya dengan senyuman yang menyeringai diwajahnya
" apa ???? sungguhkah " aku bergegas memberikan fizzi pada bu nina dan berlari ke arah kamar rido , aku melihat rido sudah sadar dan mulai ingin bicara tapi richard menghentikan rido agar memulihkan dulu ingatan dan pikirannya , aku berdiri tegap didepan ranjang itu , tak kuasa aku mengeluarkan air mataku .
" kaaaaaaaaaaaa...mu....." suara rido memanggilku dengan lirih
__ADS_1
" yaaa sayang aku istrimu ...." ucapku dengan raut wajah bahagia
" suruh diaa ...aaa pergi chard >>" pintanya pada richard
" do , apa yang kamu katakan ? " richard berusaha mengingatkan nya
aku menangis mendengar apa yang dikatakan rido , mengapa rido membenciku , mengapa rido lagi-lagi melukai hatiku , mengapa ?? jelas sekali aku menunggu nya ,, aku ingin berada disampingnya saat dia sadar .
" aku ingin dia pergi dariku chard " pintanya menegaskankku
" sayang , mengapa kamu seperti itu < aku may doo istrimu " berbicara sembari menghampiri rido
" stop ...... jangan mendekat may , kau sudah bukan istriku >>> aku sudah berniat meninggalkanmu " ucapnya dengan menoleh kan wajah kearah kiri membuang mukanya seperti tidak ingin melihatku
" do , sudahlah may sudah mengerti akan keadaanmu ..dia dengan setia merawat mu selama kau tak sadar " ucap richard mengingatkan rido , rido masih kekeuh tak ingin melihatkan wajahnya yang setengah menangis .
aku menghampirinya ku tatap wajahnya , kini mataku dan matanya beradu pandangan ..
aku melihat bukan rido ku yang sedang berbicara tadi , inilah ridoku yang memandangku penuh cinta dan harap
saat ia menatapku , aku mulai meluapkan perasaan hatiku yang sudah lama ku pendam , aku menjadi wanita yang mempunyai selera tinggi untu ridoku , aku merendahkan diriku didepan orang-orang dengan mengatakan rasa cintaku , tapi itu dulu sebelum aku memiliki perasaan ini , aku selalu menggangap ku rendah jika aku mengakui rasa cintaku terhadap lelaki yang aku cintai , aku tak pernah ingin melakukannya beda dengan nya dialah suamiku , hal yang wajar jika aku mengungkapkan rasa cintaku yang sangat dalam .
__ADS_1
aku menatapnya mataku menatap tajam mata rido , aku mendekatkan wajahku ke wajahnya aku pun tak segan melumat bibir merah nya , " suamiku , aku tau apa yang sedang kamu alami memang sangatlah berat , tapi percayalah aku mampu melaluinya jika kamu bersamaku , dan aku yakin kamu akan mampu melaluinya jika aku bersamamu , aku mencintaimu bukan karena kau orang baik tapi karena tuhanlah yang memilih kamu menjadi bagian dihatiku , aku mencintaimu karena tuhan ku , aku tak ingin satu hari pun berlalu tanpa genggaman tangan mu , akupun tidak ingin hari-hari ku berlalu tanpa peluk dan cium darimu . apakah kamu tau selama kau tak disampingku , aku merasakan sayapku seperti ada yang patah , hanya kamu lah yang mampu memperbaikinya , anak-anak kita membutuhkan mu sebagai pahlawan di keluarga kecil kita , kumohon terimalah aku sebagai istrimu yang masih banyak kekurangan , sempurnakan hidupku dengan cinta darimu ,, ku mohon hapuslah rasa khawatirmu akan rasa sakitmu , sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkanmu , aku ingin kan engkau dalam keadaan apapun , maka ampunilah segala dosaku terhadapmu , aku ingin menebus semua salahku dengan setiap hari ada di sampingmu " aku berbicara dari hati dengan tangisan dipipiku
"maafkan aku may , maafkan ido " dia memelukku dan mendekapku lembut , richard dan yang lain menyaksikan penuh haru , mereka tak sadar menjatuhkan air matanya , akhirnya rido tak ingin kembali jauh dariku ,
"aku tagih janjimu yang tidak akan pernah meninggalkan ku " ucapku padanya sembari mencium pipinya.
***note****
bagaimana sekarang rido dan may ?? akankah rido sembuh ???
kuharap begitu
__ADS_1