TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. PERTENGKARAN DAN TERBONGKARNYA Rahasia.


__ADS_3

"Apa kalian juga merindukanku?" Tanya seseorang dibalik pintu.


Mereka begitu sangat terkejut dengan kedatangan seseorang yang mungkin sangat tak asing bagi mereka.


"Mengapa kalian tak ingin memeluk ku?" Tanya nya dengan melebarkan kedua tangannya.


"UNCLE YOF......" panggil Fizzy setengah berteriak dan berlari memeluk Yofie.


"Uncle.." Sapa Faaz,MaliQ dan Alea yang juga berlari memeluk tubuh Unclenya.


Rido dan Jimmy begitu sangat terharu melihat semua melepas rindu kepada yofie. Iya, Yofie memang sangatlah jarang bahkan sudah sangat lama sekali tidak mengunjungiRido dan anak-anaknya. dan sebenarnya perekonomian Yofie memang sedang berada di bawah Namun, Ia tidak mau menceritakannya kepada semua keluarga Rido. mengingat istri dan ibunya sudah terlalu malu karena selalu saja mendapat bantuan dari keluarga Rido.


Jangankan untuk bercerita kepada Rido dan Faaz, untuk sekedar melepas beban kepada Uncle Zain saja, Ia tak ingin membuat Zain merasa beban. sebisa mungkin Ia menutupi kesusahannya karena mengalami kebangkrutan untuk ketiga kalinya.


"Uncle, mengapa kurus sekali?" Tanya Fizzy, Fizzy memang sangatlah dekat dengan Yofie dan Shaloom.


"Uncle sedang mengikuti kelas Diet, Uncle ingin mengurangi beban diperut." serunya.


"Uncle kami sangat merindukanmu, mengapa Opah dan Omah tidak ikut? dan Aunty bukankah mereka sudah berjanji akan datang dihari pernikahanku!" cerocos Fizzy yang merasa kecewa karena tidak melihat Kakek dan yang lainnya.


"Yof, Bagaimana kabarmu? Kaka sangat rindu kepadamu?." Rido menghampiri adiknya itu dan segera memeluknya, Yofie terlihat tidak bisa menutupi kegundahan dan kesedihannya. Ia memeluk Rido dengan erat.


"Sudahlah, kau tak perlu merahasiakannya lagi. Zain dan aku sudah mengetahui semuanya." Ucap Rido.


"LIhatlah siapa dia?" Tanya Rido.


"JIM, Ya ampun.. Apa kabarmu?"  Berbicara sembari menghampiri Jimmy dan memeluknya erat.


"Tuhan membawaku kemari untuk bertemu orang-orang baik seperti kalian. dan terimakasih Do, kamu sudah mau menerima putriku sebagai menantumu. Aku tak menyangka Tuhan memberikan ikatan yang kuat untuk kita" Seru Jimmy.


"Faaz, Uncle sangat-sangat berterimakasih karena..."


"Uncle, terimakasih lah kepada Papa dan juga ketulusan Natasha. Kami memang belum mengetahui jika Natasha anakmu, tetapi Orang sebaik dirinya mampu meluluhkan hati anak ku dan juga hati Papa" Seru Faaz.


"Hati kami juga Om." Seru Fizzy


"Om sangat senang karena kalian mau menerima Anak om, walaupun pada awalnya Natasha hanyalah seorang pengasuh " Ungkap JImmy.


"Dia pengasuh yang Hebat" Ungkap MaliQ sembari melirik Natasha, Natasha merasa sangat tidak nyaman melihat tatapan MaliQ dan Faaz pun merasa kesal saat melihat MaliQ melirik istrinya dengan kalimat dan tatapan menggoda.


"mMmpph... Papa, Uncle ayo semua duduk dan nikmati jamuan makanannya." Ucap Fizzy, Fizzy mencoba menghangatkan kembali suasana yang sempat merasa mendingin karena Tatapan kesal dari faaz untuk adik bungsunya.


Richard, Rani juga Zain yang terlambat datangbegitu sangat terkejut dengan kedatangan Yofie yang datang seorang diri. mereka semua melepaskan Rindu masing-masing. semenjak kematian May 6 tahun yang Lalu, mereka memang sangat jarang bahkan tidak pernah berkumpul seperti ini dan terakhir mengadakan perkumpulan bersama adalah saat Rayna dan Faaz menikah.


menurutnya, Shaloom dan edward sangatlah ingin ikut berkunjung bersamanya. hanya saja keadaan Omah dan Opah yang tidak bisa ikut menaiki pesawat menjadi Alasan yang paling kuat baginya, Apalagi tiket Italy ke Australia sangatlah mahal harganya.


Faaz dan Rido berjanji akan segera mengunjungi Omah dan Opah hendra karena saat kepergian Yofie, Opah Hendra menangis ingin memeluk Rido dan Faaz. Rido,Faaz juga Alea sangat dekat dengan Opah hendra. Alea menangis saat melakukan panggilan Video bersama Opah kesayangannya itu. Tangisannya pecah saat tahu Opahnya sangat sulit untuk berjalan dan bernafas.


"Yof, Zain mengapa kalian tak mengabariku?" Tanya Rido


"Aku.. "


"sebenarnya Aku ingin memberitahumu Kak, tetapi aku tahu kau sedang memiliki beban didalam keluarga ini. satu persatu masalah datang menghampirimu. Aku tak ingin kesehatanmu memburuk" Ucap Zain, menyela kalimat yang akan Yofie lontarkan.


"Maafkan Aku, " Ucapnya kembali.


"Aku juga yang memintanya untuk merahasiakan kesehatan Papa, karena mendengar beberapa masalah datang kepadamu. Aku gak mau menambah beban kehidupanmu Kak" Ucap Yofie menimpali ucapan Zain.


"Selesai Acara pernikahan Fizzy, Aku dan Faaz juga semua akan menghampiri Papa dan Mama di itali" Seru Rido.


"kami Juga Kak" Seru Rani, mereka kembali berbincang hangat. Natasha dan Faaz sedang berbicara berdua. FIzzy, Alea, Qabil, Ayana dan Alea sedang bermain bersama Aaleesya. MaliQh datang menghampiri Natasha dan Faaz yang sedang berbincang serius itu.


"Terimakasih suamiku, Aku janji akan menjaga Anakmu ini dengan baik. karena, kau telah memberiku kebahagiaan ini " Ucap Natasha.


"Sama-sama istriku, sehat terus sampai bayi nya lahir dan kita urus bersama. membesarkannya dengan penuh cinta" Ucap Faaz sembari tersenyum.


"Heemmm " (deheman MaliQ seraya menghampiri pasangan suami istri itu)


"Ada apa MaliQh?" Tanya Faaz, Faaz membangkitkan tubuhnya dari duduknya bersama Natasha dan melangkah kearah maliQh.


"Stop!!!, TIDAK USAH MENDEKAT. biar aku saja yang mendekatimu"


"KARENA MAUT YANG AKAN MENGHAMPIRI TARGETNYA " Seru MaliQ.


"Cukup MaliQ, kau tak perlu kurang ajar kepadaku?"


"Aku ini kakakmu! " Ucap Tegas Faaz kepada Maliq.


"Kakak, Kakak macam apa yang merebut cinta Adiknya?" Tanya MaliQ dengan geram.

__ADS_1


"CUKUP MALIQ, CUKUP!!!! "


"JIka kau masih saja bersikap tidak sopan, Aku akan.... " GERTAK FAAZ.


"AKAN APA??? " TANYA MALIQ, ia mengangkat alisnya, dan melebarkan matanya seakan menantang kemarahan kakaknya itu.


"Sudahlah Faaz kumohon hentikan, kau tak perlu meladeninya" Pinta Natasha.


"Kau bodoh, kau sudah ditipu olehnya"


"Apa kau ingin tahu sesuatu Nat, Aku akan menjelaskan semua kemunafikannya!" Ungkapnya seraya mengancam Faaz secara halus, Tangan Faaz sudah mengepal tanda menahan kekesalannya kepada adik bungsunya itu.


"Aku tak ingin mengetahuinya MaliQh, berhentilah membuatku membenci suamiku!!! KUMOHON !!!" Pinta Natasha kembali.


"Tidak Nat, kau begitu sangat baik untuk disakiti. kemuliaan hatimu dan kepolosan tingkahmu terlalu sayang jika untuk ia sakiti" Ucap MaliQh seraya memohon kepada Natasha.


"LUPAKANLAH MALIQH, AKU TIDAK AKAN PERNAH MENINGGALKANNYA BAGAIMANAPUN KEADAANNYA" kalimat tangguh dari bibir Natasha membuat MaliQh geram.


"KAU Akan menyesal Nat, Karena Ra..."


Buuggghhhhhhhhh.. BUggghhhhhhhhh brakkk...


Faaz tak henti memukul adiknya itu, keributan diantaranya terdengar oleh semua anggota keluarga. Fizzy begitu sigap memeluk Papanya, Mael dan Ayana membawa Aaleesya untuk tak menikmati pemandangan itu. dan Zain juga Yofie mencoba melerai keduanya.


"Mengapa dengan kalian?" Tanya Uncle Zain.


"Mengapa dengan kalian Nak, jika membuat kalian Akur dengan membunuhku maka lakukanlah!" seru Rido.


"Dia pembohong, munafik, dia kakak yang keji." Umpat MaliQh kepada Faaz, Faaz lebih bisa tenang dibandingkan Adiknya itu.


"STOP MALIQH, KUMOHON " Ucap Fizzy.


"UNTUK APA? KAK FIZZY TAKUT JIKA KAK FIZZY TERUSIR DARI RUMAH INI JIKA MEMBELAKU" UCAPNYA DENGAN SARKAS, ia melayangkan ludah kearah Faaz dengan sangat binal.


"Aku membencinya seluruh hidupku, aku mengharapkan ia mati dengan kemunafikanya, kau akan tahu jika Ra......


"MaliQh..." PLAAAAK, bunyi tamparan keras, membuat MaliQ membungkam kalimat yang akan muncul dari bibirnya. MaliQh terhentak saat tahu siapa yang menamparnya.


"NATASHA, Kau menamparku..." Tanyanya.


"IYA, TUAN MALIQH YANG TERHORMAT. aku sudah bilang  berhenti lah membuatku dan kakakmu berpisah. kumohon!!! "


"Aku tak mempercayai Apapun yang kau katakan, dan jika memang itu terjadi? Aku akan senang hati ikut merawatnya" Seru Natasha.


"APA MAKSUD DARI PERCAKAPAN KALIAN?" TANYA RIDO HERAN.


('bagaimana aku menjelaskannya kepada Papa - batin Faaz sangat frustasi.)


Faaz tak tega melihat kondisi Papa nya yang terlihat sangat tertekan, Faaz bersimpun meminta maaf kepada Papa kesayangannya.


"Antarkan Papa Nak, Papa tidak ingin melihat Wajah Kakak beradik yang saling melukai" Pinta Rido Kepada Fizzy.


"Papa, Faaz minta Maaf!!!" Ucap Faaz, Namun Papa tak menggubris permintaan Maaf dari Anak pertamanya itu. Rido terlihat sangat kecewa dengan keadaan ini.


"Sayang, Ajak Papamu kekamar untuk istirahat biar Uncle yang bertanya apa inti permasalahan ini semua!" Seru Zain.


"Tidak, kita duduk bersama-sama dan mencari cara tanpa saling menyalahkan satu sama lainnya. Kakak tidak akan bisa pergi dengan tenang jika mereka masih bersiteru" Ucap Rido dengan tegas, Pandangan Rido kosong dan berbicara dengan meluruskan pandangannya.


"Papa, Kumohon.. jangan berucap seperti itu. Fizzy yakin ini hanyalah kesalahpahaman."


"Iya kan MaliQ, Ayo minta maaf kepada Kakamu. dan kau Faaz maafkanlah Adikmu" Seru Fizzy kembali sembari menarik lengan MaliQ juga Faaz.


"Aku, tidak ingin meminta Maaf kepadanya!" Ucap MaliQ dengan tegas kepada Faaz.


"mengapa dengan kalian, Ayo kita duduk didalam dan mencari tahu bagaimana caranya agar kalian berdamai" Pinta Zain.


"Baru kali ini kau memukul adik bungsumu, kau selalu menjadi pelindung dan menjadi orang yang melerai pertengkaran adik-adik mu! mengapa denganmu Faaz" Tanya YOFIE, Faaz terlihat menundukan Pandangannya, merasa posisinya sudah sangat terjepit. mereka akhirnya bersama-sama duduk untuk meluruskan kesalahpahaman.


Mereka terlihat saling menatap kesal satu sama lain, Natasha melihat kearah kedua lelaki itu. tak lama kemudian Richard memakaikan oksigen tepat dihidung milik Rido, karena takut Rido anfal saat sedang meluruskan kesalahpahaman antara kakak dan beradik.


"Siapa yang bisa menjelaskan semuanya?" mereka terdiam, Faaz menatap kearah Papanya  dan menatap kearah Alea, Alea terlihat sangat frustasi saat melihat tatapan yang Faaz dan MaliQ tujukan kepadanya.


"Uncle tanya kembali, Siapa yang bersedia menjelaskan Awal terjadi kesalahpahaman diantara kalian?" Tanya Zain kembali.


"Dia mencintai istriku, dan selalu saja mengganggunya!" Ucap Faaz berbohong kepada semua, MaliQ merasa kecewa dengan kalimat itu.


"Aku mengganggunya? Aku hanya ingin menjauhkannya dari lelaki pembohong sepertimu!" Tukas MaliQ,


"Pembohong? pembohong Apa maliQ?" Tanya Fizzy.

__ADS_1


"Dia dan AliQ pembohong! pendusta! munafik! " Umpatnya seraya menatap tajam kearah Faaz.


"MaliQ hentikan! kau kenapa menjadi Anak yang Arogan" Seru Rani.


"Arogan? setelah Aunty tahu yang sebenarnya! Aunty akan tahu betapa pendusta nya dia! betapa serakahnya Kakak ku yang berwujud bak malaikat!" Umpatnya kembali, MaliQ terlihat tidak bisa mengontrol emosinya itu.


"Lalu Apa kau menerima tuduhan yang adikmu berikan?" Tanya Rani menatap lekat kearah Faaz.


"Kakak, aku antarkan kau ke kamar, biarkan kami yang mengurus ini semua" Ucap Zain.


"Iya Kak, kau percayakan saja kepada kami " Timpal Yofie.


"Tidak! " Ucap Rido singkat.


"Biarkan Aku yang menjelaskannya, kalian sudah menyeret Namaku dan aku akan menjelaskan Apa yang aku tahu" Seru Natasha, Faaz menatap Natasha namun, Natasha memejamkan matanya saat Faaz melihat kearahnya. Air mata Natasha jatuh menyeluruh.


"Tidak Nat, biarkan Kakak ku yang terhormat yang menjelaskan semuanya" Pinta MaliQ. Natasha menunduk ia sesekali menyeka air matanya, Faaz kebingungan dengan sikap yang diberikan istrinya itu.


"Sebelumnya aku mau minta Maaf kepada kalian, terutama kepada Papa Rido. semua salahku karena telah menerima pernikahan ini. Walaupun pada Awalnya Aku sangat merasa senang karena aku akan mendapatkan suami yang penyayang dan harapan itu menjadi kenyataan untuk hari ini"


"Natasha, sudahlah tak perlu dilanjutkan!" Ucap Fizzy saat melihat Natasha menangis tersedu-sedu, Ia menggelengkan kepalanya dan melanjutkan kembali kalimat penjelasan yang ia ingin sampaikan.


"Lalu, Aku merasa ada hal aneh didalam pernikahanku. Aku melihat suamiku menutupi sesuatu dan Awalnya aku mengira jika Faaz memiliki wanita lain sebagai selingkuhannya. tetapi disini Akulah yang menjadi wanita keduannya"


"Nat, " Panggil Faaz, Natasha memberikan Tangannya sebagai tanda Faaz menghentikan langkahnya untuk menghampiri Natasha yang sedang berdiri untuk menjelaskan semuanya.


"Awalnya Aku tak ingin mendengar Apapun yang Tuan MaliQ ingin katakan mengenai Faaz, Aku! sebagai istrinya sangatlah mencoba untuk mempercayainya tanpa mencari tahu isi kebenarannya. Namun, Hal yang semakin tak wajar itu terkumpul dibenak ku"


"Aku tahu, Aku bukan wanita sempurna seperti Rayna!! Rayna istrimu."


"Aku hanyalah Gadis kampung dan hanya seorang pelayan. Aku ingat itu. Tetapi aku menyayangkan tingkat kejujuranmu kepadaku suamiku. dan sekarang semua sudah terlambat untuk aku memundurkan langkahku"


"didalam Rahimku sudah tertanam benih cinta darimu, aku tahu kau sangat senang hingga Antusia menyambutnya. tetapi kumohon berikanlah kejujuran untuk semua sekarang"


"Nat, Aku tidak bisa!" Ucap Faaz lirih, Faaz menundukan kepalanya seakan merasakan frustasi yang sangat amat besar.


"RAYNA MASIH HIDUP!!! " Seru Natasha, Natasha menghela Bafasnya dengan berat seakan merasakan sakit yang amat dalam.


"Maafkan Aku Faaz, Aku sudah tahu hal ini sebelum kau terlihat kacau karena menerima pesan dari dokter Ambar. awalnya Aku tak ingin mempercayai Apapun yang MaliQ katakan walaupun MaliQ belum mengatakan semuannya"


"Maafkan Aku diam-diam Aku menaruh Alat sadap dijas mu, Alat yang diberikan MaliQ untuk ku agar tahu kebenarannya sendiri"


"Aku tahu kau sama sekali tak menginginkan ini, tapi ini sudah terlanjur! dan setelah kau pulang dari Canbeera kemarin. ZAsQ memberikan kabar kepada ponselmu, Rayna tersadar dari komanya"


"Aku meminta Alea membantuku untuk membawa Rayna ke rumah ini, Tuan AliQ membantu ku juga Alea"


"Dia mencarimu, dia memintamu menemuinya Namun Aku mencoba untuk menahannya!"


"Kau bertemu Rayna?" Faaz menghela nafasnya, memegang kepalanya dengan kedua tangannya dan menyandarkan kepalanya dibahu sofa yang ia duduki.


"Mengapa AliQ tidak memberitahuku" Ucap Faaz frustasi.


"Aku yang memintanya Kak, Ini kenginan Papa dan Natasha. Maafkan Lea!" Ucap Lea seraya mengatupkan kedua tangannya, semua yang tidak mengetahui inti permasalahan ini hanya merasakan kebingungan.


"Apa yang kau katakan kepada Rayna, dan kapan kau bertemu Rayna, Nat?" Tanya Faaz penuh dengan penekanan.


"Tenanglah suamiku. kesehatan Rayna lebih penting dari Apapun. Aku tak mengakui diriku sebagai istrimu. Aku mengenalkan diriku sebagai pengasuh Aleesya dan Aleesya sudah menganggapku sebagai ibu sambungnya"


"kau tak perlu khawatir untuk itu, Rayna mengerti akan penjelasanku."


"Papa? " Tanya Faaz sembari menoleh kearah Rido.


"Papa sudah tahu Faaz, Natasha dan Alea memberitahu Papa dan Uncle Zain, sesudah Acara pertungan Alea." Ucap Rido.


"Maafkan aku Pa!" Ucap Faaz bersimpuh kembali di lutut Papanya.


"dan Untukmu Anak bungsuku, berhentilah untuk mencari kesalahan Kakakmu" Pinta Rido.


"Sudahlah, semua memang tidak Adil. dia bersalah dan mengapa kalian tidak marah!" Ucap MaliQ dengan sangat sarkas menunjukan jari telunjuknya tepat dihadapan Faaz.


"MaliQ tenanglah, Aku masih belum Paham. Apa yang sedang terjadi ini?" Tanya Fizzy. MaliQ tak ingin melanjutkan percakapanya bersama mereka, MaliQ memilih untuk meninggalkan semuanya.


"Arrrhhhhhgggg, kalian mengapa menyebut nama orang yang sudah meninggal. kenapa?" Ungkap Fizzy sangat frustasi, Ia mendecih kesal karena merasa heran dengan apa yang sedang terjadi. terdengar suara pintu terbuka, Dan Fizzy menatap kearahnya. "RAYNA....." Panggil Fizzy seakan tak percaya saat AliQ mendorong kursi roda yang diduduki Rayna, semua menatap kearah Rayna. Rayna yang polos menatap ke segala arah dengan senyuman diwajahnya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2