
Rayna sedang memperhatikan kebahagiaan mereka, ia tetap saja memiliki hasrat untuk menghancurkan keluarga mantan suaminya itu. Rayna memiliki sebuah rencana untuk mereka, dan rencana ini kembali ditujukan untuk Alea. Ia berjalan seakan tak ingin mereka mengetahui keberadaan nya, ia berjalan dan menyelinap ke dalam lorong untuk mengetahui keadaan Alea.
Namun, Ia melihat seorang perawat yang sedang berdiri dan merasa frustasi, Lalu Rayna bertanya dengan keadaannya itu.
"Mengapa dengan mu?" Tanya Rayna.
"Tidak apa-apa Nona," Sahut seorang perawat wanita itu.
"Tidak, kau pasti sedang memiliki masalah d kehidupan mu!" Ujar Rayna.
"Iya, saya merasa sangat kecewa Nona, saya di pecat sebagai perawat hanya karena seorang wanita yang memfitnah saya melakukan Mal praktek." Jelasnya, "Lalu saya merasa bingung, bagaimana saya menjelaskan kepada ibu saya. saya adalah anak satu-satu nya, hidup ibu saya ada pada tangan saya" Jelasnya kembali.
Ia menangis terus menerus, "Aku harus bilang apa kepada ibuku! " Rayna memiliki ide kreatif nya, Ia berpikir untuk memanfaatkan keadaan si perawat itu.
"Kau tidak akan merasa susah jika kau mau bekerja untuk ku" Ucap Rayna seraya membujuk nya.
"Benarkah Nona? " Tanyanya dengan menunjukkan raut wajah yang sangat serius.
"Benar, Percayalah" Ucap Rayna yang sedang mencoba meyakinkan seorang perawat itu.
"Apa yang harus saya lakukan Nyonya? " Tanya si perawat itu, Rayna pun berbisik di telinga nya. memberitahu langkah-langkah rencana dirinya itu, sebenarnya ia sudah merencanakan di jauh-jauh hari.
"Baiklah Nyonya, apa yang akan saya dapatkan jika saya bekerja untuk Anda? "
"Pergilah ke tempat yang sudah aku tentukan, esok nya aku akan menemui mu dan memberitahu langkah berikutnya! " Jawab Rayna, perawat itu pun menyanggupi keinginan Rayna dan segera melakukan tugasnya.
Kebetulan Dokter dan perawat lainnya sedang melakukan Observasi selama 8 Jam pada bayi-bayi yang baru lahir dan saat itu Alea sudah berada di Ruang inap dirinya, Alea tidak sabar ingin bertemu dengan Anaknya itu. Alea pun tidak lupa bertanya mengenai anak dari kakaknya, "Maliq apakah anak dari Kak Fizzy kembar satu jodoh? " Tanya Alea kepada Maliq.
"Iya, Kaka istirahatlah. tidurlah sejenak 5 jam yang akan datang Kakak bisa bertemu Anak kakak" Ucap Maliq.
"Baiklah, Aku akan tidur Maliq." Ucap Alea.
Saat itu Maliq dan Noni sedang menemani Alea, karena Faaz sendiri sedang menemui Fizzy di ruang berbeda.
"Masih ada beberapa jam lagi, istirahatlah Fizzy" Pinta Faaz kepada saudari kembarnya itu, Fizzy membalas permintaan Faaz dengan tersenyum sangat mani. Fizzy lebih lemas dari Alea, dan ia belum mampu melakukan apapun.
"Assallamualaikum, " Ucap Rayna, Faaz terkejut dengan kedatangan Rayna.
"Waalaikum salam" Sahut Rido dan Faaz juga Aliq, Rayna terlihat mencium punggung tangan Rido.
"Selamat Iya adik ipar, " Rayna terlihat mengusap ujung kepala Fizzy, Fizzy tersenyum dan mengucapkan terimakasih.
"Anaknya kembar iya Liq? " Tanya Rayna Basa-basi, namun di lain hati ia sudah merencanakan rencana lain untuk mantan keluarga nya itu.
"Iya Kak, makasih ya kakak udah mau dateng" Jawab Aliq.
"Iya, tadi pas Aliq telepon kebetulan lagi kakak lagi ketemu sama temen." Rayna terlihat menghela nafas ringan, "Syukurlah kalau sudah selamat," Ucapnya.
Mereka berbincang bersama, Rayna dan Faaz terlihat akrab. semenjak Rayna datang untuk meminta maaf, semenjak itu hubungan diantara mereka berjalan lancar.
Tidak hanya itu Rayna juga terlihat akrab dengan Natasha dan juga yang lainnya, hanya saja di dalam hati Rayna masih terselip dendam kepada orang-orang yang berada di rumah itu.
Seorang Dokter yang ditemani perawat itu datang untuk mencari keluarga Alea. karena Maliq dan Noni sedang pergi untuk mencari makan, ia memberitahu hal yang sangat mengejutkan. Ia memberitahu bahwa anak dari Alea menghilang atau dengan kata lain ada yang menculiknya, semua terkejut dan merasa bingung dengan keadaan itu.
Dokter memberitahu jika seorang perawat wanita yang bernama Endri adalah pelakunya, Dokter menjelaskan bahwa wanita tersebut baru saja dipecat dari rumah sakit karena telah melakukan sesuatu hal yang sangat Fatal.
Lalu Faaz dan Aliq mencaritahu dan ingin melihat melalui CCTV rumah sakit, ia ingin memastikan bahwa wanita itu benar-benar tidak dikenal oleh mereka. karena sedikitnya Aliq dan Faaz mencurigai keberadaan Rayna, namun mereka juga tak memungkiri jika Rayna tidak mungkin melakukan hal itu.
"Papa.. " Panggil Fizzy dengan pelan, suaranya masih terdengar sangat lemah..
"Iya sayang Papa disini, " Ucap Rido, "Tenanglah, semua akan baik-baik saja".
"Kasihan Alea, " Ucap Fizzy.
"Semua akan baik-baik saja Fizzy, percayalah" Sahut Rayna.
"Kasihan Lea, Ray! " Ucap Fizzy.
Maliq datang, Maliq dan Noni benar-benar belum mengetahui keadaan yang sangat memprihatinkan ini. Rido segera memberitahu mereka bahwa keponakannya itu menghilang, Rido juga memberitahu bahwa Aliq dan Faaz sedang mencari jejak perawat wanita itu.
__ADS_1
"Maliq kau temani Alea, tapi ingat jangan dulu memberitahu nya! " Pinta Rido, Maliq pun segera menghampiri Alea. saat Maliq menghampiri Alea, ia melihat Alea sedang tertidur dengan pulas.
"Kak Lea...." Panggil Maliq dari dalam hatinya, Maliq benar-benar merasa iba dengan keadaan Alea.
"Maliq, " Panggil Faaz dengan pelan, ia memberikan kode fisik untuk meminta Maliq menghampiri dirinya. Maliq pun menghampiri Kakaknya itu, mereka berjalan berdua menuju kamar Fizzy.
Sesampainya Maliq dan Faaz di dalam ruangan Fizzy, ia sudah melihat Natasha, Rani dan Richard yang sedang berbincang bersama Rido dan Rayna. semua berkumpul dan membicarakan perihal mereka yang kehilangan jejak bayi serta perawat yang mengambilnya itu.
Faaz dan Rido enggan melaporkan pihak Rumah sakit, karena ini adalah murni sebuah kesalahan seorang perawat yang jelas-jelas sudah tidak ada hubungannya dengan Rumah sakit tersebut. lalu, hal kedua adalah Rido dan Faaz tidak ingin Alea mengetahui nya karena, Alea akan kembali frustasi.
"Fizzy mau memberikan anak perempuan Fizzy kepada Lea Pah! " Ucap Fizzy.
"Maksud mu? " Tanya Faaz.
"Jika Alea bertanya, mengenai anak perempuan Fizzy. beritahu saja jika dia meninggal, beritahu saja Dokter mampu menyelamatkan anak lelaki Fizzy! " Ucap Fizzy, Ia tak mau membebani keluarga nya lagi. karena jika Alea kembali tertekan dan Frustasi karena kehilangan anaknya, dia akan kembali membuat Papa nya dan juga seluruh anggota keluarga merasa Khawatir.
"Apa hal ini merupakan keinginan mu saja? bagaimana dengan suamimu? " Tanya Faaz.
"Aku yang memberikan ide itu Faaz" Sela Aliq, "Aku tak mau melihat Alea kecewa, lagipula kita juga tidak akan berjauhan." Timpalnya kembali.
"Benar, betul sekali yang di ucapkan Aliq" Ucap Richard, Rido berjalan mendekati menantu lelakinya itu.
"Aliq, apa lagi yang harus Papa ucapkan kepadamu? kamu benar-benar sangat baik Nak!," Ucap Rido, "Semoga kamu dan keluargamu panjang umur, Papa tidak tau jika kamu dan Fizzy tak memberikan ide ini, bagaimana nasib Alea" Rido berbicara dengan nada yang terisak, ia benar-benar menangisi nasib anak ketiganya itu.
"Tapi bagaimana dengan anak Alea, kasihan dia. dia tinggal dengan orang asing! " Ucap Rani.
"Kita akan tetap mencarinya, dan jika anak itu kembali kepada kita, kita bisa berbicara jika kita mengadopsi anak itu" Ujar Aliq, Fizzy mengangguk pelan, Ia menyetujui apapun yang menjadi keputusan Aliq dan juga Faaz.
Namun, Rayna merasa kecewa. dia merasa kesal dengan kebijakan yang Aliq berikan untuk Alea, Rayna akan pastikan jika anak perempuan Alea akan mendapatkan siksaan darinya, karena Rayna merasa jika Anak Alea malah menghancurkan mimpi Rayna yang ingin membuat Alea menderita.
"Mengapa jadi seperti ini!!, Aku tidak rela, lihat saja kau akan tahu akibatnya! " Ucap Rayna dalam hati, Ia benar-benar tidak mau menerima keputusan yang Aliq buat.
"Tuan Faaz, Saya sudah kerahkan semua jajaran Staf dan kepolisian untuk mencari keponakan anda" Ucap Scott salah satu Staf rumah sakit itu.
"Saya percayakan kepada anda, tetapi saya minta jangan pernah Alea mengetahui hal ini" Ucap Faaz, Scott menyanggupi keinginan Faaz itu.
Beberapa jam pun berlalu, kini Bayi Itu sudah berada di dalam pangkuan Alea. salah satu bayi mungil milik Fizzy yang berjenis kelamin perempuan, rahasia ini akan terjaga hingga kapanpun. Fizzy terlihat lebih legowo dan ia terlihat bahagia melihat rona wajah Alea yang terlihat sangat bahagia.
"Iya sayang, kakak pengen deketan sama kamu! " Jawab Fizzy di iringi senyuman.
"Bayi Kak Fizzy kok belum dibawa kesini?, " Tanya Alea.
Belum sempat Fizzy menjawab, seorang suster membawa bayi lelaki Fizzy. Alea keheranan karena melihat hanya ada satu bayi yang di bawa oleh Suster, Alea pun bertanya kepada Suster itu.
"Suster, kok bayinya cuma satu? " Suster terlihat gelagapan saat akan menjawab pertanyaan Alea.
"Mmmph... "
"Anak perempuan ku meninggal Alea, " Sela Fizzy.
"Meninggal? " Tanya Alea, "Aku turut berduka iya Kak" Ucapnya, Natasha meneteskan air mata begitupun dengan Rido dan yang lainnya.
"Maaf Lea bikin kalian menangis, " Lanjutnya kembali,
"gak apa-apa kok Lea! " Sahut Fizzy di iringi senyuman.
"Kita kan deketan, kakak sesekali bisa gantian gendong Baby A kok! " Ucapnya kembali.
"Iya Lea, makasih iya" Fizzy pun menggendong bayi laki-lakinya itu, namun tatapannya masih saja lekat kearah bayi perempuan nya yang kini tertidur pulas di dalam gendongan Alea.
"Dia lucu sekali, dia mirip siapa iya Pah? " tanya Alea, Natasha mendekat. Ia mengusap lembut wajah Alea, "Mirip kamu!, nanti udah besar pasti mirip Qabil" Alea tersenyum mendengar kalimat itu.
"Papa Udah Adzanin anak Lea kan? " Tanya Alea.
"Udah sayang!" Sahut Rido.
"Alea kapan pulang Kak? " tanya nya kepada Natasha.
"Karena Alea lahiran nya Normal, jadi dokter mengijinkan Alea untuk pulang besok! " Jawab Faaz.
__ADS_1
"Kak Fizzy kapan pulang? " tanya nya kembali.
"Kakak masih harus nunggu sampai agak kering jahitannya" Jawab Fizzy sembari tersenyum sangat cantik.
"Tapi aku senang, malam ini tidur di rumah sakit gak terlalu sepi kan soalnya ada Kakak! "
"Iya, Kakak mu memilih pindah kesini biar ada temen juga" Timpal Aliq.
"Lucu iya, lahiran kok bisa barengan gini. Lea jadi ingat pernah bilang kalau Lea mau lahiran bareng sama Kak Fizzy" Ucapnya di iringi senyuman kecil di bibirnya.
"Sayang, Andai kau tau apa yang sedang terjadi. kau akan bersedih, tetapi Kakak tidak ingin hal itu terjadi, kau adalah cinta Kakak. hingga kapanpun, kau permata hati Kakak, Kakak akan lakukan apapun untuk mu" ~ Ucap Fizzy di dalam hatinya.
"Ya udah Kak Natasha, Papa dan Kakak harus pulang. kasian Damar dan Aleesya di sana" pamit Faaz sembari mengusap lembut ujung kepala Alea, Faaz mengecup kening Alea lalu mengecup kening Fizzy begitupun dengan Natasha dan Rido yang melakukan hal yang sama.
Rani dan Richard pun ikut berpamitan bersama Faaz dan yang lainnya, Rayna yang juga ikut pamit menyusul kepergiaan Faaz dan yang lainnya juga.
Maliq dan Noni menemani Aliq di rumah sakit, mereka begitu sangat bahagia melihat dua krucil yang baru lahir itu, walaupun di balik rasa senang itu terselip duka yang amat dalam karena menghilangnya anak Alea.
Dan mereka merasa sangat khawatir, mereka mengkhawatirkan Alea yang nantinya mengetahui hal tersebut. tetapi mereka sudah melakukan antisipasi, dan mereka pastikan jika anak Alea akan segera kembali.
Ting... satu pesan masuk.
~ Aliq, Aku sudah meminta orang-orang ku untuk mengikuti Rayna ataupun Aidil. (KingFaaz)
Aliq membalas, "Aku pun sama, Aku meminta mereka mencari hingga tuntas. tenanglah Faaz Alea tidak akan menyadari hal ini selama kita menutupnya rapat-rapat."
~ Terimakasih Aliq, terimakasih karena kau sudah mengerti keadaan adik ku (KingFaaz)
Aliq membalas, "Sudah seharusnya, Alea juga adalah adik ku! "
Di dalam mobil pribadinya, Rayna menggerutu kesal. rencana yang sudah ia ukir sama sekali tak berjalan sesuai rencana, bahkan rencana nya terkesan tidak membuat Alea bersedih.
Dan yang lebih Rayna sesali adalah, sang Adik kembali menjadi penyelamat bagi keluarga Rido. namun, sepertinya Rayna tidak mungkin mengembalikan anak tersebut dan mungkin rencana ini akan mudah terbongkar jika Rayna berniat mengembalikan.
Ia berteriak sembari memukul Stir mobil nya itu, "Arggggghhhh!!!!!, mengapa harus seperti ini dan sekarang anak itu akan menjadi beban ku!! " Ujar Rayna.
"Mengapa aku seceroboh ini?, Mengapa tidak aku suruh dia membunuh saja ketiga bayi itu! " Gerutunya kesal, Ia mengepalkan tangannya. Rayna berniat akan menemui perawat itu, namun ia seakan melihat hal yang janggal saat dalam perjalanan.
Ia melihat satu buah mobil sedang mengikutinya, dan ia sudah mengira jika hal ini akan terjadi. Rayna memutar balikan langkah mobil yang sedang melaju itu, lalu Rayna menghubungi ponsel wanita itu dengan ponsel lainnya dan sebelumnya Rayna sudah memberikan ponsel baru untuknya.
Tut .. Tut.. Suara ponsel terhubung, Perawat yang bernama Remy itu segera menerima panggilan dari Rayna.
"Halo, Posisi ku belum aman dan sepertinya mereka mengikuti ku. Aku akan segera mengirimkan alamat untuk sementara kau tinggal, jaga dan rawat dengan baik bayi itu" Ucapnya memerintah.
"Baik Nyonya" Jawab Remy.
"Ingat, ponsel busuk mu harus kau buang! jangan kau pakai apalagi kau aktifkan! " Lanjut Rayna memerintah.
"Baik Nyonya, " Jawab Remy kembali.
Rayna segera menutup ponsel tersebut dan tetap mengarahkan mobilnya untuk pulang ke Apartemen nya itu, Rayna tertawa kegirangan.
"Faaz, Faaz.. kau tetap mencurigai ku ternyata, Aku tidak bodoh Faaz. kau yang bodoh, melepaskan ku dan membuang ku!! " Gerutunya saat itu.
Sesampainya di Lobby Apartemennya itu, Rayna menghentikan langkahnya. ia menatap wajah salah satu orang yang mungkin sudah menunggu kedatangannya, Ia memberikan kode untuk lelaki tersebut agar membaca pesannya.
"Kau tak Usah masuk!, semua berjalan hampir kacau. Jemput Remy, di St Hill dan bawa dia bersama bayi itu ketempat yang sudah aku sediakan! " Pesan Rayna pun dibalas olehnya, Rayna berlalu meninggalkan Lobby dan menuju kamarnya dan salah satu orang suruhan Faaz memberi kabar kepada Faaz bahwa sepertinya Rayna memang tidak terlibat.
Rayna sudah sampai di dalam kamar Apartemennya itu, ia merebahkan diri nya dan tertawa terbahak-bahak setelah ia melihat pesan yang di balas oleh temannya.
"Tadi di menelpon Faaz, dia memberitahu bahwa anda sama sekali tidak memiliki tanda-tanda terlibat dengan masalah ini!, " Rayna tertawa kembali, ia tak henti mentertawakan mereka.
Rayna merasa aman, dia mengambil segelas wine dan duduk di atas balkon Apartemennya. Ia mengusap-ngusap gelas, "Rayna kau sungguh pintar, jika saja kau tidak membuat wanita itu dipecat, kau tidak akan memiliki teman untuk membuat mereka menderita" Gumam kecil Rayna di iringi senyum sinis nya, Rayna benar-benar otak dalam kejahatan apapun. ia adalah musuh terbesar bagi keluarga Rido, ia tidak sungguh-sungguh bertaubat dan meminta maaf kepada mereka.
"Haaaaaaahhhhh, betapa senang hatiku, " Ucapnya sembari tertawa terbahak-bahak.
"kalian tau? aku melakukan hal itu untuk Papa ku, agar dia tetap memberiku uang, dan agar aku tetap bisa bertemu dengan Faaz yang sangat aku cinta dan lihat saja, sewaktu hari nanti. aku akan menjadi Istri sah nya kembali, membuang Natasha ke laut lepas, melepaskan Damar di malam hari dan membekap seluruh mulut orang-orang di dalam rumahnya!! Faaz hanya milik ku dan selamanya hanya milik ku" Rayna benar-benar seperti orang gila, apalagi Aidil sudah memutuskan hubungan dengannya dan memilih untuk menjauhinya karena Aidil tahu, Rayna memiliki siasat baru untuk membuat keluarga Rido hancur.
Ia mengolok-ngolok kalimat yang sempat di ucapkan oleh Rido, "Papa bahagia melihat kalian, " Ucapnya sembari tertawa dengan keras.
__ADS_1
"Kebahagiaan mu itu adalah duka untuk semua Rido!!! " Ucap Rayna, "Kau adalah Duka bagi semua!!, " Rayna merasa sudah sangat cukup meminum Wine yang sangat memabukkan dirinya, ia berjalan menghampiri kamar pribadinya lalu tertidur dengan pulas.