TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Ketegasan Natasha.


__ADS_3

Seusai sarapan Rayna merasa jika Natasha telah membuat nya kesal, Natasha seakan mencari muka dihadapan semua anggota keluarga. Rayna berpikir jika Natasha mulai menabuh genderang perang kepada nya, namun saat itu Natasha hanya berusaha membuat dirinya terlindungi.


"Natasha, " panggil Rayna, Natasha menoleh ke arah nya.


"ada apa?," Tanya Natasha.


"Kau begitu sangat pintar Nat! " Gumam Rayna, Natasha menatap wajah Rayna dengan tatapan sarkas nya.


"Ada masalah apa kak? " Tanya Natasha, Rayna mendelik kesal melihat wajah Natasha yang mulai berani menatap nya.


"Oh, rupanya kau mulai berani Natasha!," Ucap Rayna, Natasha tersenyum.


"Aku tak mengerti maksud mu Kak Rayna!" Seru Natasha penuh penekanan, "Dan aku tak mengerti mengapa kau begitu membenci ku! " Ucap Natasha kembali, saat itu Faaz mendengar suara Natasha dan Rayna sedang berbincang. dia menyembunyikan tubuhnya hanya untuk mendengar perbincangan kedua istrinya.


"Aku membenci mu karena kau sudah berpura-pura baik kepada ku!!," Tukas Rayna.


"Tidak, aku tak pernah berpura-pura baik terhadap mu!!, kau yang selalu tidak mau menerimaku!! " Ungkap Natasha, "malah aku ingin sekali dekat dengan mu! "


"Aku tidak sudi dekat dengan mu!!, Aku tidak sudi mendapat kebaikan darimu!!" Bentak Rayna kepada Natasha.


"Kau yang terlalu picik Kak Rayna!!, Kau tak mau membuka mata mu!! kebaikan seseorang malah kau anggap keburukan!! " Ucap Natasha.


"Kau yang terlalu picik!, kau bukan wanita yang baik Natasha, jika saja kau wanita baik-baik. kau tidak akan mau menjadi istri kedua Faaz."


"Jika saja aku tahu, aku tak akan mau membuat sakit hati wanita." Jawab Natasha, "Namun saat itu yang aku tahu, Aku harus menjadi istri seorang lelaki baik dan menjadi pengganti ibu bagi Aaleesya tanpa aku melupakan sosok wanita seperti mu. "


"Dan asalkan kau tahu, Aku bangga saat mengetahui jika seorang wanita yang melahirkan Aaleesya adalah kau. karena melahirkan sosok anak yang pintar dan baik budi pekerti nya" Ungkap Natasha, Rayna mengepalkan tangan nya. wajah nya seakan memerah, Ia merasa jika Natasha sedang membuatnya malu.


"Kenapa?, kenapa denganmu?! " Tanya Natasha, "Kak Rayna, jika saja kau berbuat baik kepada siapapun dan memaafkan kesalahan orang yang membuat mu sakit. percayalah hatimu akan merasa tenang!! " Gumam Natasha.


"Dulu aku bertekad akan mengurus mu, membuat mu menjadi sosok kakak ku dan jika aku harus memilih, aku akan lebih memilih sosok kakak dibandingkan aku harus bersama dengan lelaki yang aku cintai dan aku menyakiti sosok kakak sepertimu!" Celoteh Natasha membuat kuping Rayna merasa sakit, "Dan jika saja kau tahu Aku akan melepaskan Faaz untuk mu, tapi jika kau menginginkan ku menjadi saingan mu!!, baiklah aku akan menjadi saingan untukmu! "


"Ayo kita berlomba mendapatkan hati Faaz!! " Ucap Natasha kembali, Rayna menatap tajam wajah Natasha. jelas saja jika ia dan Natasha menjadikan Faaz sebagai ajang untuk bersaingan, kali ini Natasha lah pemenangnya.


Dan jika saja Rayna harus jujur kepada Natasha mengenai hubungan antara Faaz dan Rayna saat ini, Ia pasti akan merasa malu.


"Kak Ray, aku tak sebodoh itu. walaupun Aaleesya bukan anak kandung Faaz, Aku akan tetap menyayangi nya." Gumam Natasha dalam hati, Ia tetap menatap Rayna dengan tatapan sarkasnya.


"Kau akan tau akibatnya Natasha! " Ancam Rayna, Natasha masih menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam. kali ini Natasha menunjukan sikap beraninya, karena sebelumnya Natasha sempat mendengar percakapan diantara Rayna daj seseorang. Rayna bercerita bahwa dia akan mencelakai Natasha dan membuat nya kehilangan anak yang ia kandung, Rayna berencana akan melenyapkan anak bayi yang tak berdosa demi anaknya Aleesya.


Dan saat itu Rayna juga berucap bahwa Faaz sudah mengetahui bahwa Aaleesya bukanlah anak biologisnya, dan Rayna takut jika kelahiran anak tersebut akan membawa dampak buruk terhadap Aaleesya. bisa saja jika anak itu lahir Faaz membuang kasih sayang nya untuk anak perempuannya itu.


Rayna memilih untuk meninggalkan Natasha, Natasha pun menatap heran kearah Rayna. Natasha tak habis pikir jika dia sudah berani melawan orang, karena sebelumnya Natasha tak ingin memiliki musuh. baginya seorang lawan tetaplah kawan, namun demi usahanya melindungi anak yang ada di dalam kandungannya Ia rela melawan orang yang menurutnya sangat berbahaya.


Faaz tersenyum sendiri mendengar apa yang Natasha ucapkan kepada Rayna, "Bagus sayang, Itulah yang aku inginkan!,. jika saja kau tahu, aku selalu memperhatikanmu walaupun kau tak tahu. Aku bangga kepadamu Nat, cintamu pada Aaleesya dan padaku memang sangatlah tulus." Ucap Faaz dalam hati.


Ayana datang menghampiri Natasha, "Kakak, bagus sekali. kakak sudah sangat tepat melawan kemunafikan dia!!" Gumam Ayana.


"Apa kau sedari tadi menguping?, " Tanya Natasha, Ayana mengangguk-anggukan kepala nya. Ia tersenyum nakal, "bahkan Papa Rido dan Papa Jimmy juga ikut menguping!" Ucap Ayana sembari tertawa kecil.


"Apa yang kau dengar?, Apa aku terdengar kasar? " Tanya Natasha.


"Tidak!!, bahkan menurutku kakak masih terlalu baik!! "


"Ya Ampun, Aku malu dengan Papa Rido." Ucap Natasha, wajahnya merah merona.


"Tidak usah malu, sebelum nya Papa sudah tahu jika Kak Rayna selalu mengancam mu." Ucap Ayana, Faaz masih terdiam membisu. melihat Ayana dan Natasha berjalan pelan melewatinya, Ia tetap menyandarkan tubuhnya tanpa bergerak sama sekali. dan saat itu Natasha dan Ayana menghentikan langkahnya tepat di samping tubuh Faaz, Faaz hanya terdiam kaku berharap mendengar apa yang Natasha ucapkan kembali.


"Ayana, aku ingin sekali bercerita. namun kau harus janji akan menutup rapat-rapat cerita ini" Tutur Natasha, Ayana mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya.


"Ayana, Saat itu aku akan membawa Aaleesya menemuinya?," Natasha menghela nafas nya,


"tepatnya beberapa hari yang lalu, dan aku mendengarkan pembicaraan Rayna bersama seseorang." Natasha terdengar berbicara dengan nada yang sangat kesal, Ayana pun merasa sangat penasaran dengan apa yang akan di ucapkan Natasha.

__ADS_1


"lalu?, Apa yang sedang mereka bicarakan! " Ucap Ayana.


"Ia berucap jika Faaz tahu bahwa Aaleesya bukanlah anak biologisnya, Ayana aku harus menyelidikinya!!" Gumam Natasha,


"Dan jika memang benar Aaleesya bukan anak kandung kak Faaz?, kakak mau melupakan Aaleesya dan menjauhinya dari Kak Faaz? " Tanya Ayana.


"Tidak, tidak seperti itu Ayana." Tandas Natasha, "Aku tak peduli, siapapun Aaleesya bagiku dia tetap putri yang akan aku sayangi. Aku hanya takut Aaleesya menjadi peluru yang akan menjadi manfaat bagi Rayna!!, " Ucap Natasha.


"Aku harus melindungi anak-anak ku, karena dia berbicara akan membawa Aaleesya dan juga mencelakai ku." Ucap Natasha,


"Jadi itu yang menjadi alasan Kak Natasha melawan nya!, " Tanya Ayana.


"Iya itu salah satunya, kedua nya dia akan membuat Aaleesya membenci anak ini jika rencana pertama tidak berhasil! " ucap Natasha sendu, wajahnya muram.


"dan ketiga, dia akan membuat Faaz percaya padanya jika anak ini bukanlah anak Faaz. dan kelak nasib anak ini akan seperti Aleesya! " Ucap Natasha, "Bahkan bukan hanya aku yang mendengar nya, Alea pun mendengar percakapan itu." Ucap Natasha.


"Pantas saja jika Kak Alea terlihat sangat gemas kepada nya!, ternyata ini lah penyebab nya." Ucap Ayana, "Aku juga sempat melihat dia bisa berjalan, namun rasa nya aku tak memiliki bukti jika berucap pada Kak Faaz. dan saat itu aku tak memegang ponselku. " Tutur Ayana.


"Pelan-pelan ngobrolnya, Aku takut Faaz mendengar nya. walaupun Rayna seperti itu, aku tak ingin Faaz menyuruhnya pergi dengan mengusirnya." Ucap Natasha.


"Kak Nat, masih saja memiliki perasaan kasihan kepadanya. jelas-jelas dia sedang mencari masalahnya sendiri dengan membuat kekacauan padamu! " Ujar Ayana, "Aku bingung, mengapa dulu Kak Faaz sangat ingin menikahi wanita seperti Kak Rayna!," Ujar Ayana kembali.


"Suuut, tidak boleh seperti itu. dulu Rayna sangat istimewa, aku yakin mungkin karena kebaikannya Faaz ingin menikahi nya." Ucap Natasha, "dan mungkin ada sisi baiknya di dalam diri Rayna yang kita tidak tahu! " Ucap Natasha kembali.


"Iya sih, tapi yang aku tahu banyak buruknya. mungkin karena Aku dan Mael bukan adik kandung kak Ray, makanya dia selalu membuat Aku dan Mael tidak betah diam disini" Gumam Ayana.


"Ya Sudah, sekarang aku harus bagaimana? " Tanya Natasha.


"Apa kak Alea merencanakan sesuatu dengan mu?, maksudku Apa kak Alea memberikan saran kepada mu?." Tanya Ayana.


"Ya sudah, kita berbicara saja bersama Alea." Ucap Natasha, "Apa kita juga beritahu kepada Fizzy? " Tanya Natasha, Natasha terlihat berpikir.


"Tidak usah Ayana, bagaimanapun sekarang Fizzy menikah dengan Aliq dan Rayna juga kakak ipar nya yang sangat patut sekali di hargai. Aku tak ingin jika Fizzy menjadi membenci saudara iparnya sendiri apalagi alasan karena Aku" Ungkap Natasha,


"Ya sudah, ayo kita berbicara di forum tertutup. aku takut ada yang mendengar pembicaraan kita" Ucap Ayana, mereka pun pergi bersama untuk menghampiri Alea.


"Aku merasa senang melihat ketegasan Natasha seperti itu,"


"Aku janji, Aku akan melindungi mu Nat. melindungi mu dan juga melindungi anak-anak kita dengan segenap jiwa! " Gumam Faaz sembari tersenyum, "Kau dan Bayi itu serta Aleesya adalah orang-orang yang sangat Aku cintai." Gumam Faaz kembali.


**


# Pagi hari di Apartemen Fizzy..


Fizzy sedang memasak di dapur, Aliq pun baru saja terbangun dari tidurnya. dengan mata yang masih di kucek nya, Aliq duduk di kursi tepat di depan dapur.


"Ke kamar mandi dulu dong, jorok banget sih!" Ucap Fizzy.


"Gak apa-apa, kalau cinta ya terima! " Tukas Aliq membuat Fizzy mendengus sebal.


"Apaan?, kalau jorok iya males lah!" Ucap Nya kembali, Aliq malah mendekat menghampiri Fizzy dan memeluk nya dari belakang.


"Kamu udah mandi?, " Tanya Aliq.


"Udahlah, " ketus nya menjawab pertanyaan Aliq.


"Beneran?, Gak bohong?, " Tanya Aliq dengan Nada khasnya, Nada tersebut selalu membuat Fizzy kesal. Ia menoleh kearah wajah Aliq.


"Iya udahlah, wangi gini. emang kamu gak cium wanginya Aku! " Lagi dan lagi Fizzy mengeluarkan nada ketusnya,


"Gemes deh, " seru Aliq sembari mencubit pipi Istrinya, "Kamu udah mandi, tapi bau nya sama kaya semalem! " Goda Aliq, membuat Fizzy menajamkan kedua matanya.


"Aliq, Udah deh kamu tuh kenapa sih. selalu aja bikin darah aku naik! " Bentak Fizzy malah membuat Aliq tertawa keras, "Aliq, kamu kok malah ketawa!! "

__ADS_1


"Udah masak dulu sana!, Tuh nanti gosong" Ucap Aliq.


"Garing!! "


"Nah loh kok garing?, Aku gak bercanda. emang bau kamu sama kaya semalem! " Gumam Aliq, Canda nya membuat Fizzy kesal. Fizzy melanjutkan edisi memasak sarapannya, Fizzy juga mengerucutkan bibirnya dan setiap kali Aliq melihatnya seperti itu, Aliq malah semakin menyukainya.


"Fizzy? " Panggil Aliq.


"Apa?, " jawab nya singkat, walaupun dalam keadaan kesal. Fizzy masih tetap menjawab panggilan yang Aliq ucapkan.


"Fizzy? " Panggil Aliq kedua kalinya.


"Iya?, " Jawabnya lebih singkat kembali.


"Fizzy? " Panggil Aliq kepada Fizzy untuk ketiga kalinya.


"Iya Aliq, kenapa? kenapa sih selalu saja menggangguku?! " Tanya Fizzy sembari menunjukan nada kesalnya.


"Aku gak akan berhenti manggil kamu, sebelum kamu jawab panggilan aku pake kata Sayang! " Goda Aliq kembali, Fizzy menoleh kearahnya. Ia merasa jika Aliq memang sedang mencoba menggodanya, Ia mematikan tungku kompor yang sedang menyala. ia pun segera melangkahkan kakinya untuk menghampiri suaminya, Aliq terlihat sedang tertidur di atas sopa. sembari tersenyum memanggil-manggil nama Fizzy.


"Aliq Sayang, Cintaku, kasihku, suamiku," Ucap Fizzy membuat nya bertingkah geli.


"Kamu kenapa Fizzy? " Tanya Aliq, ia merasa heran saat melihat tingkah istrinya itu.


"Gak seru Ah sayang, kok malah tanya." Gumam Fizzy dengan nada yang amat menggoda, "Sayang" bisik Fizzy ditelinga Aliq.


"Fizzy, Aku becanda! " Ucap nya, Fizzy memainkan jari tangannya di atas dada bidang milik suaminya itu, tak hanya itu berulang kali Fizzy membisik di telinga hingga menggigit telinga sang suami.


"Fizzy... " Panggil Aliq seraya menghentikan ulah istrinya, Aliq sudah merasa tidak kuat. Ia pun membalas apa yang Fizzy lakukan, Fizzy tersenyum.


"Ahahaha," Ketawa Fizzy terdengar sangat kencang.


"Gak kuat kan!, udah deh gak usah goda-goda aku. bahkan seorang lelaki akan selalu kalah jika wanitanya mulai bertingkah nakal! " Ucap Fizzy, Namun Aliq menatapnya lekat kembali seolah tak menerima jika Fizzy membuatnya tergoda.


"Sayang!," Seru Aliq, Fizzy merasa kali ini ia akan dilahap habis oleh Aliq, "Rupanya kau sudah pandai membalas ku iya, dan rupanya kau memang sudah dapat menggodaku" Wajah Aliq mendekat sembari berbisik lembut kepada Fizzy, Ia merasa jika hal semalam akan terjadi kembali.


"Aliq, aa.. aku" Aliq semakin mendekat dan semakin mendekat, Fizzy tak mampu menolak keinginan suaminya yang telah menggunung.


"Kau harus bertanggung jawab, " Gumam Aliq, Fizzy masih menatap mata suaminya. rasa teduh ada di mata Aliq, saat Aliq mulai mengecup bibir istrinya dengan lembut, Fizzy pun merasakan sensasi kelembutannya.


"Aliq.. " Rintihan Fizzy saat itu, Aliq dengan asik memainkan setiap garis serta lekukan tubuh istrinya dan Fizzy pun menikmati setiap sentuhan tersebut.


beberapa saat kemudian, "Ahhhhh" Suara Aliq terdengar sangat keras, Aliq memeluk Fizzy dan mengecup keningnya kembali.


"Maaf jika Aku selalu menggoda mu" Ucap Aliq, "Aku hanya senang saat bertengkar denganmu, Aku merasa kamu dan aku memang dekat seperti dahulu" Gumam Aliq kembali, Fizzy tersenyum dan mengecup kilas bibir suaminya.


"Bahagia kita yang ciptakan, dan kebahagiaan ku dengan mu adalah salah satu keinginanku yang sengaja aku ciptakan" Batin Fizzy, Aliq dan Fizzy berpelukan bersama. Tak lama kemudian, Fizzy dan Aliq membersihkan dirinya bersama. setelah itu mereka berdua menyantap sarapan bersama.


drrrt drrrt.. Suara ponsel bergetar..


"Selamat Pagi sayang, selamat menikmati hari sebagai suami istri. Aku harap kalian selalu bahagia." ~ Tertanda, Rayna


"Siapa?, " Tanya Fizzy.


"Rayna.. " Jawab Aliq, ia mendelikkan matanya.


"Kenapa?, " Tanya Fizzy, "Apa dia berulah kembali di sana? Tanya Fizzy kembali.


"Entahlah, aku tak perduli apapun yang akan ia adu kan! " Ucap Aliq.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2