TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
rahasia besar


__ADS_3

malam ini adalah malam yang sangat membahagiakan untuk kami , hanya saja adik-adik ku , tante , juga om kami tidak ikut malam malam bersama . banyak hal yang papa dan ayah ceritakan dan seperti biasa kami semua tertawa mendengar semua cerita ayah dan papa dimasa muda tetapi aku melihat hal yang tak biasa dari sudut pandang rido terhadap papa . rido tidak seramah seperti biasanya , sesekali rido hanya tersenyum dan fokus dengan makanan yang sedang dikunyahnya.


" sayang , kamu kenapa ? " bisik ku ditelinganya .


" tidak mengapa " jawab rido singkat sembari menyudahi makan malam ini .


" aku sudah selesai , aku pamit ya ..sepertinya badanku mulai tidak enak " ucapnya sembari melengoskan badannya yang mulai terlihat gemuk kembali.


papa yang terdiam melihat tingkah rido itu hanya menundukan kepala , celotehan dari bibir ayah pun terhenti seketika , aku mencoba menghangat kan kembali suasana di meja makan ini .


" ayolah pah , ayah kembalikan ketawa ku ... biarkan rido istirahat .' aku masih ingin mendengar cerita ini " ucapku merengek manja sembari memegang lengan bawah papa .


" papa capek , papa duluan ya " jawab papa yang segera membangunkan badannya dari kursi .


aku , ayah , ibu dan mama hanya terdiam . aku melihat air mata yang akan jatuh dari mata indah mama seketika itu mama menyekanya sepertinya mama tidak ingin menunjukan bahwa ada masalah antara papa dan mama.


ibu memintaku untuk segera menemani rido yang sudah terlebih dahulu masuk kamar .


" sayang , biarkan ibu membantu ibu ester ya , kamu temani saja suamimu di kamar . " pinta ibu kepadaku , aku pun mengiyakan dan segera berpamitan kepada mereka , ku cium kening mama yang sedang terdiam meluruskan pandangannya , mama pun tersenyum kepadaku .


 


diruang keluarga papa sedang termenung sendiri , sepertinya beban ini sangatlah berat baginya . ayah menghampiri nya dan mengajak papa untuk berbicara dirooftop rumah .


" gus , ayo kita habiskan waktu untuk bertukar pikiran dirooftop, melihat bintang seperti waktu kita kecil " ajak ayah kepada papa yang sembari merangkul bahu papa


" istriku dimana wan ? " tanya papa yang masih menundukan kepalanya


" sepertinya neni dan istriku sedang berbincang di dapur , biarkanlah nanti mereka menyusul membawakan kita kopi hangat " ucap ayah yang tersenyum .


" baiklah wan . " ucap papa yang sembari berjalan bersama ayah .


kini ayah dan papa sedang berbicara dari hati ke hati , ibu dan mama pun sudah berada bersama mereka .


papa meluapkan emosi nya saat itu , mama hanya menangis dan sesekali ibu menyeka air mata mama dengan tangan nya yang lembut tak lupa ibu pun merangkul mama untuk menenangkan mama dalam tangisnya .


********intermision*******


 


aku yang menghampiri rido , mengurungkan niatku untuk bertanya mengapa dengan sikap rido yang seperti itu .


aku melihat rido sedang berdiri di depan kaca jendela kamar , aku memeluknya dari belakang ' aku merasakan ada hal yang sedang tidak beres yang rido alami . hanya saja aku sudah tau rido adalah orang yang tertutup sekalipun untuk aku istrinya dia hanya menunjukan perasaan bahagia nya untuk semua orang dan aku pun tidak berani untuk bertanya apapun tentang masalahnnya .


" sayang tidurlah , bukankah kamu lelah ? " ucapku yang memabalikan tubuhnya sehingga berhadapan denganku


" iya sayang , aku akan segera pergi tidur " ucap rido kepadaku >


" baiklah ayo , aku akan temani kau tidur setelah itu aku akan melihat faaz dan fizi " ajak ku yang sembari menarik tangannya , rido memintaku untuk memeluknya kini rido yang sedang ada dalam dekapanku , membenamkan wajahnya di dadaku , aku mengusap lembut kepala nya sehingga tak butuh waktu lama rido pun tertidur .


aku beranjak dari tempat tidurku , aku berniat untuk melihat anak-anak ku , tetapi belum juga aku ke kamar anak ku rasanya ingin sekali aku menghampiri ayah dan ibu hanya untuk memeluk mereka saja . aku pergi ke kamar mereka ternyata mereka sedang tidak ada dan aku bertemu dengan bu ester dia memberitahuku bahwa mereka sedang menghabiskan waktu di rooftop aku pun segera menghampiri mereka dan berniat untuk mengajak papa pulang ke negara kami .

__ADS_1


sesampainya di dekat tangga aku terdiam mendengar apa yang sedang mereka bicarakan , aku hanya ingin mengetahui apa yang sedang mereka rahasiakan. rasa penasaranku yang sangat besar memberanikan ku untuk terdiam sejenak agar aku tau apa yang sedang papa dan mama sembunyikan .


papa : saya  gak tau wan gimana jadinya kalo rido tau semua ini .


ayah : kamu harus tenang gus , aku yakin sekali rido anak yang pengertian .


ibu : apalagi rido sangat menyayangi kalian , tenangkan dirimu nen.


mama : aku gak mau dia tahu es


papa : saya bingung , saya tidak mau kehilangan dia .


ayah : saya akan segera temui hendra , saya yang akan memberikan pengertian kepadanya.


papa : saya tidak mau hendra tau kalo rido anak kandungnya wan , selama ini saya sudah susah payah menutup rapat rahasia ini .


mama : apalagi jika hendra tau rido masih hidup , aku takut hendra membunuhnya ( mama terdengar seperti menangis )


papa : sampai kapan kami harus membawa rido dan menyembunyikannya .


(apaaaaa ?? om itu adalah ayah kandung rido !!! bagaimana bisa , apa rido sudah tau hal ini sehingga sikapnya berubah kepada papa .. aku harus menutupi ini semua " gumamku dalam hati )


aku terdiam membisu mendengar semua percakapan ini , aku tak kuasa menahan tangisku . aku mengingat betapa polosnya rido ku , beetapa besarnya pengaruh masalah ini untuk kesehatannya , aku gak mau rido tau tentang hal ini . aku terdiam dan papa mengagetkanku .


" sayang sejak kapan kamu berdiri disitu , dan mengapa kamu menangis ? " tanya papa kepadaku


" a....akkkuuuuuuu... aku dari tadi pah " ucapku terbata-bata


" akuu...... " belum sempat ku menjawab mama memeluk ku dan memohon kepadaku


" tolong sayang jangan beritahu dia , apa yang sudah kamu dengar tolong simpan dan sembunyikan.. mama mohon sayang " mama menangis sembari mendekap ku ...


papa terlihat memalingkan wajahnya dan merundukan pandangannya menangis di hadapanku , ayah yang mencoba menenangkan papa , memeluk papa dan ibu memeluk ku juga mama , tak sadar aku pun menangis dan rido sudah berada dibelakang kami .


 


" APALAGI YANG KALIAN RAHASIAKAN KEPADAKU , APA KONDISI KU YANG SALIT YANG MEMBUAT KALIAN TERTUTUP AKAN SEMUA MASALAH , APA DISINI AKU TAK ADA HARGANYA LAGI " ungkap rido yang berbicara dengan tegas dan meneteskan air mata.


papa dan ayah yang mendengar kalimat itu langsung menenangkan rido .


" anak ku , tenanglah ingat kondisi mu " ucap papa


" maksud papa , aku akan kembali sakit pah . aku kuat pa .. aku ingin tau apa yang kalian sembunyikan " ucap rido dengan tegas kembali , " dan kamu , kamu istriku kan mengapa kamu sama dengan mereka " melanjutkan kalimatnya dan merasakan rasa kecewa kepadaku


" aku... aku !!! " bibirku bergetar , aku tak kuasa untuk berbicara satu katapun


" jangan salahkan may !!! dia tidak tau apa-apa ..semua ini salah mama nak " ucap mama sembari memegang wajah rido dengan kedua tangannya


" baiklah katakan padaku , siapa hendra ?? dan mengapa dia memaksaku untuk bertemu ?"  ucap rido yang menekannkan pertanyaannya , mendokakan mata nya , meluruskan pandangannya kearah papa dan mama .


" sayang papa gak bisa jelaskan saat ini , dan papa mohon kamu kembali kekamar besok kita akan bicara masalah ini kembali " papa menghampiri rido dan mengusap lembut pipinya

__ADS_1


" tidak , kalau begitu aku akan meminta hendra menjelaskan semuanya sekarang, rencananya aku dan hendra esok akan bertemu. ada hal yang ingin dia bicarakan kepadaku " ucap rido yang melepaskan tangan papa di wajahnya


" sayang ku mohon , kamu jangan bertemu hendra " pinta mama sembari menangis ,


" laaaaluuuu siapa hendra sebenarnya mah ? tanya rido sembari memegang dadanya


rido yang berdiri dihadapan mama , merasakan dada yang sesak dan rido terlihat meringis kesakitan . aku pun dengan sigap menidurkan nya di lantai , semua panik .. mama menangis , ibupun menangis . aku meminta ayah untuk segera menghubungi dokter , aku meminta ibu untuk menghubungi kak richard yang sudah sampai dan beristirahat sejenak di hotel untuk segera mendatangi kami .


bu ester dengan sigap membawakan tabung oksigen dan selang dikamar . ku pasangkan oksigen itu di hidungnya


aku menekan-nekan dada nya saat ku tahu rido pingsan dan aku memberikan nafas buatan di mulutnya itu .


aku panik , aku takut rido ku kambuh kembali , aku takut jantung rido mulai sakit lagi ... hanya itu yang ada dalam benak ku , aku melihat wajahnya sudah pucat . kami memutuskan untuk menuinggu dokter dan memindahkan rido ke kamarku . ku genggam tangan nya yang mulai dingin ini bibirnya sudah berubah menjadi gelap , aku tak kuasa menahan tangisku .


" maafkan aku pah , maa " ucapku kepada papa dan mama


" tenangkan dirimu sayang , ini bukan salahmu " ungkap mama yang seraya mengusap lembut kepalaku


" kita tidak mungkin membawa rido tanpa ambulance " ucap ayah yang menghampiri kami


" richard sudah dalam perjalanan kesini , dan dokter louis pasti juga sudah dalam perjalanan , kuharap kalian tenang dan berdoa .. aku yakin rido kuat " ucap ibu menguatkan kami.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2