TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
percakapan hangat


__ADS_3

aku masih bertanya- tanya tentang obrolan suamiku dan assisten nya dhan , kalau bukan tentang shalom lantas siapa , mengapa nama shalom sempat di sebut tetapi shalom sudah jelas mengakui dirinya berubah dan mau meminta maaf kepadaku


saat makan malam selesai aku memutuskan untuk segera ke kamar anak ku , aku juga mengajak rido untuk menemani ku dan tentu nya ini pasti malam pertama kami menghabiskan malam dengan suara tangisan mereka apalagi kondisi asiku yang belum banyak keluar .


kulihat bu nina dan mbak lastri tak sengaja tertidur sembari dengan posisi duduk terlihat dari wajah mereka sangat kelelahan membantu kami , rido menyuruh mereka untuk istirahat kekamarnya masing-masing


"buuu...mbakk " aku membangunkannya dengan sopan bu nina terbangun karena mendengar suara ku


"duhh , nona muda , tuan maafkan saya , saya tidak sengaja tertidur " ucapnya seraya menundukan pandangannya "lass ,bangun ". membangunkan mbak lastri dengan menggoyangkan pundaknya


"gak apa-apa bu , bu nina sama mbak lastri istirahat saja ke kamar" pintaku sembari tersenyum dan mengusap bahu nya dengan lembut


"tidak apa nona muda. ,saya disini saja menemani nona ," pinta bu nina kepada ku


"ibu istirahat saja biar saya dan istri saya saja malam ini yang mengurus anak kami , apalagu bu nina dan mbak lastri sudah dari tadi mungkin seudah kelelahan "ucap rido seraya tersenyum manis padaku


"baiklah tuan , jika ada yang bisa kami bantu tuan panggil saja kami ," ucap bu nina


"baik bu , silahkan ibu dan mbak las istirahat saja" dengan ramahnya rido mempersilahkan mereka berjalan ke luar kamar anak kami


aku dan rido terduduk memandangi mereka yang sedang tertidur lelap , rido tak segan menggodanya dengan membangunkannya dan mulai mengeluarkan kata-kata manis nya.


"sayang papih , bangun dong sayang , papih ingin main sama kalian" mengusap lembut kain yang menyelimuti anak-anak kami


"sudahlah sayang , mereka nanti menangis" pintaku merengek dengan pelan


rido membangunkan badanku , kami sekarang berhadapan saling berpandangan , rido menciumku dengan kilas dan memeluk tubuh mungil ku ,


"terimakasih sayang sudah mau menaruhkan nyawamu untuk garis keturunanku , aku bangga padamu" ucapnya sembari mendekap tubuhku


"aku juga terimakasih karena kamu selalu menjadi suami dan ayah yang siaga untuk kami" aku memandangi wajahnya dan mengecup pipinya

__ADS_1


rido mengajak ku mengobrol di sofa dekat box ranjang anak kembar kami , dia menceritakan saat mulai mencintaiku tentu nya sudah lama sekali tapi dia selalu punya tekad tidak ingin memacariku dia ingin menikahiku , aku tersipu malu mendengar ceritannya , aku sama sekali tidak menyangka mengapa rido bisa menyukai ku disaat kami masih sama-sama kecil


oh iya usia aku dan rido terpaut jarak 5 tahun pastinya rido lebih tua dari ku.


ditengah percakapan hangat kami , fizi anak perempuanku menangis mungkin ia merasa haus rido tak segan membawa nya kepadaku dan memintaku menyusui nya ,


"ayo anak gadis papih , pasti kamu haus ya" ungkapnya seraya menggendong dan memberikan fizi ke pelukan ku


aku menerimanya dan mulai menyusuinya tentu nya aku merasa masih kerepotan dengan posisi menyusuiku ini , rido tak segan memberiku posisi yang nyaman entah darimana rido belajar , anak ku merasa nyaman begitu rido memberiku saran posisi menyusui anak.


rido memandangiku dan mulai mengajak ku bicara lagi dan lagi .


"sayang kamu tau , ibu hamil dan menyusui itu dijaga oleh beribu-ribu malaikat , dan setiap detiknya berganti dengan pahala yang banyak" ungkapnya dengan tangan yang menyingkapkan rambutku yang terurai


"oh ya sayang , aku akan setia menyusui anak kita , demi anak-anak kita sehat" jawabku


"pasti sehat , wong mamanya kuat dan juga shalihah" mencium keningku dengan kilas


"kamu tau gak kenapa aku bisa sayang sama kamu " aku mengajukan pertanyaan agar suasana makin hangat


"ya salah satunyan, tapi karena kamu sabar juga dalam menghadapi situasiku dengan terkadang sifatku yang childis " jawabku dengan senyuman di wajahku


"aku melakukan itu karena cintaku kepada tuhan , aku harap tuhanlah yang menyatukan ku dengn kamu istriku" berbicara seraya meneteskn air mata dan mengusap lembut pipiku


" ridoooooo" panggilku dengan manja


"mulai sekarang gak boleh manggil nama ya , panggil aku suamiku , atau papah atau siapa gitu , " pintanya kepadaku


" baiklah suamiku " aku tersenyum bahagia pada nya ...


"anna uhhibukki fillah till jannah sayang" berbisik ketelingaku , aku sangat terharu mendengarnya

__ADS_1


malam kami pun berlalu dengan aktifitas mengurus dua buah hati kami , dia terlihat sangat telaten membantuku , wajah nya sudah menunjukan kelelahan tapi dia selalu punya cara menutupinya , aku tertidur disofa dan rido tetap dengan sabar mengayun-ngayun secara bergantian anak kamu karena mereka sudah terlalu nyaman digendong rido.


aku yang sedang tertidur terbangun melihatnya yang duduk dikursi dengan tangan yang menggendong anak lelaki ku itu, dia juga sedang membaca buku tafsir.


aku memandangi wajah tampan nya suamiku itu , aku tersenyum dan rido melihatku


"sayang kenapa kok bangun , terus senyum-senyum lagi , mimpi indah ya?" tanya rido yang sembari meletakan buku nya


"gak apa-apa , gantian aja sayang sekarang ,kamu tidur aja aku yang gendong faza pintaku seraya menghampirinya


" gak apa-apa sayangg , faz udah pules kok , aku akan menidurkan faz di ranjang nya " ucap rido embari membangunkan badan dari duduk nya


aku pun terduduk kembali di sofa besar itu , rido menghampiriku , dan memeluk tubuhku , rido mendekapku dan kami mulai memejamkan mata dengan posisi berpelukan setengah duduk di sofa ,


baru saja sebentar kami memejamkan mata kami , anak perempuan kami merengek kembali , rido terbangun dan dengan sigap menghampiri ranjang bayiku ,


"kenapa bangun lagi ya " tanyaku dengan mengucek mata sebelahku


"tidak , mungkin dia sedang bermimpi sayang" kembali duduk di sampingku..


" oh iya sayang , minggu depan aku ada perjalanan bisnis ke luar negri apa kau mengizinkanku" tanya nya sembari meletakan tangan nya di tangan ku


"berapa lama ? apa tidak bisa diwakilkan oleh tuan dhan" jawabku setengah merengek tak mau ditinggalkan


"mungkin sepekan sayang , tidaj bisa sayang itu client ku yang sangat penting" jawabnya dengan terbata-bata


"apa aku boleh ikut ? " tanya ku dengan gusar..


"hmmm , jangan ya sayang , papa pasti tidak mengijinkan mh untuk ikut kasihan anak kita masih bayi" rido menjawab sembari menenangkanku


"baiklah " jawabku dengan singkat

__ADS_1


(aku merasa ada hal yang ditutupi rido dariku


tapi tidak mungkin rido kan orang yang sangat jujur... aaaahhh mungkin perasaanku masih sensitive pasca melahirkan anak-anakku)


__ADS_2