TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. KEGAGALAN MALAM PERTAMA


__ADS_3

Pada Malam setelah pesta pernikahan Faaz usai, Rido dan yang lainnya sedang berada didala Kamar Alea. Mereka semua sangat mengkhawatirkan keadaan Alea yang baru saja tersadar.


"Kakak, papa mengapa kepalaku sangat pusing." Ujar Alea, Ia mengeliatkan kepalanya seakan ingin membangunkan tubuhnya yang sedang terkulai lemas.


"Nona, minum Air Lemon nya" Natasha terlihat menyodorkan segelas air lemon kepada Alea, "nona akan merasakan kesegaran didalam tubuh nona" Ujar Natasha, Alea terlihat segera meminum Air lemon itu.


"Burrrrrrrrrrr....." Semburan Air lemon membasahi wajah canti Natasha, Alea mengumpat Natasha dengan kalimat cercaan nya. "AIR APA INI?? KAMU MAU KASIH RACUN BUAT AKU HAH ??" Umpat Alea membuat hati Natasha sakit, Namun Natasha berusaha sabar


"Alea, HENTIKAN!!!" Bentak Faaz seraya berteriak, "APA YANG KAMU LAKUKAN?." Tanya Faaz seraya mendengus kesal dengan apa yang dilakukan adiknya.


"Tuan, tidak apa-apa kau tak perlu memarahinya." Seru Natasha sembari mengelap wajahnya memakai baju yang ia pakai, Faaz mencegahnya dan memberikan handuk kecil dan segera mengelap wajah Natasha yang basah namun tak sengaja MaliQ menghampiri karena mendengar kabar jika mereka sedang mengurus kesadaran Alea.


"Ini masih basah Nat, sini saya lap" seru Faaz sembari tak sadar jika dia sedang memberikan perhatian kepada Natasha, Rido sangat senang merlihat Faaz yang begitu sangat perhatian kepada Natasha.


"Lo gak apa-apa kan kak Lea ?" tanya MaliQ yang datang menghampiri, sebenarnya Maliq sudah melihat pemandangan itu saat berada didepan pintu namun MaliQ berusaha tegar dihadapan semua.


"Kakak mu tidak apa-apa hanya masih lemas mungkin masih ada Efek dari obat tidur itu " ucap Rido .


"Maap tuan saya harus menemui Aaleesya " seru Natasha sembari berpamitan kepada suami juga papa mertuanya.


"Faaz temani istrimu sana, Alea kan ada kita ... iya kan papa ? " seru Fizzy, Faaz sebenarnya tak ingin melanjutkan malam pertamanya karena jauh dilubuk hatinya Faaz memang belum mencintai natasha tetapi Faaz tidak bisa menolak dihadapan Rido karena baginya mengecewakan Papa nya adalah kesalahan terbesar.


"Baiklah aku pamit papa, dan........... fizzy (menoleh kearah fizzy) aku akan mengirimkan email untuk besok kau dan aidil kerjakan" ucap Faaz sembari melengos meninggalkan Papa juga adik-adiknya.


"Aku juga Pamit dulu papa " pamit Maliq seraya berjalan kekamarnya.


( ada apa dengan anak itu dari kemarin dia terlihat sangat lemas seperti sedang patah hati saja - batin Fizzy )


Fizzy yang melihat ada kejanggalan di dalam diri Maliq, memilih untuk mengikuti Maliq untuk mengajaknya berbicara. karena seusai pengumuman Faaz yang akan menikah dengan Natasha, selama seminggu setelah itu Maliq jarang sekali terlihat di rumah bahkan saat jam makan malam yang biasa nya ia selalu menyempatkan waktu tak kunjung ikut makan malam bersama.


Dan sebelum acara selesai Fizzy melihat Maliq pergi meninggalkan pesta tanpa mengucapkan selamat atas pernikahan kaka tertuanya itu  bahkan Fizzy sempat melihat Maliq memegang tangan Natasha dengan sangat erat seraya memohon kepada Natasha.


"MALIQ ............................" panggil Fizzy, Maliq menoleh dan menghentikan langkahnya dan memandang kakaknya itu dengan tatapan penuh kekecewaan sebab baginya Kaka nya sangatlah mendukung pernikahan Faaz juga Natasha.


"Bisa kita berbicara sebentar ?." tanya Fizzy kepada Maliq, Maliq menganggukan kepalanya lalu Fizzy menghampirinya dan memeluknya dengan penuh kehangatan.


"Maliq maafkan kaka iya, jika kamu memiliki masalah diluar rumah ataupun didalam rumah ayolah ceritakan kepada kakak." Fizzy memegang kedua bahu Maliq, Ia berusaha berbicara dari hati ke hati, "kakak memang sudah salah selalu keras kepadamu dan juga Alea namun jauh sekali dilubuk hati kaka, bahwa kaka sangat menyanyangimu  juga Alea" ucapnya sembari melepaskan tangannya dan mengajak MaliQ berjalan pelan menuju balkon tempat favorite Mamanya dengan anak-anak ataupun dengan Rido untuk sekedar menghirup udara malam.


"Kakak, tidak ada masalah apapun hanya Maliq sedang merindukan mama." Tutur Maliq kepada Fizzy.


"Benarkah Lalu mengapa kau selalu menatap tidak suka kepada Natasha, apakah kau mencintai Natasha ?" tanya Fizzy sembari memegang wajah Maliq dan menatapnya dengan lekat.


"Tidak kak, aku tidak sedang mencintai siapapun " ucap Maliq berbohong kepada Fizzy namun Fizzy sangat mengetahui jika Maliq sedang menyembunyikan masalah nya.


"Baiklah, Aku tahu kau sedang berbohong. maliQ jika kau merasa membuatmu sakit melihat mereka aku bisa mengalihkan sekolahmu ke  jerman dan kamu bisa menetap disana untuk beberapa waktu sampai sekolah mu selesai " ucap Fizzy.


"Tidak kak, aku tidak ingin mengecewakan ayana .. ayana mengambil study disini agar dia dapat bersamaku lalu mengapa aku harus meninggalkannya " Ucap Maliq.


"Baiklah jika begitu adanya , kaka masih membuka tawaran itu jika kau berubah pikiran. karena nilai mu juga kan bagus pasti kamu bisa masuk kesana " Ucap Fizzy, Fizzy berpamitan sebelum nya Fizzy memeluk adiknya dan mencium keningnya.


Aku pastikan kakak tidak menyakiti Natasha, aku tidak ingin jauh darinya karena dengan melihat nya saja aku sudah merasa tenang - batin Maliq sembari memejamkan mata sejenak.

__ADS_1


.


.


.


ISTANBUL , TURKEY -  21.00 ( waktu turkey )


"Selamat kak, besok lusa Qabil akan kesana dan jika boleh kaka tak usah memberitahu papa Ido Juga Alea supaya Qabil bisa memberikan kejutan kepada mereka. Qabil mohon sama kakak " ucap Qabil yang sedang menggenggam ponselnya dan berbicara dengan Faaz.


"baiklah Qabil aku tunggu, oh iya jangan lupa pesanan ku " Ucap Faaz ..


"Baik kak, sudah aku siapkan " seru Qabil yang mendengar Faaz berpamitan dan menutup sambungan ponsel nya.


"Aleaa, Aku sudah sangat rindu dan ingin menatap mu. aku mencintaimu" gumam  Qabil sembari menatap wajah Alea yang ia pajang dikamarnya berupa lukisan.


Qabil mengingat betul masa-masa indahnya bersama Alea, apalagi saat Alea sedang kehilangan May. Qabil lah yang selalu memperhatikan Alea, Qabil selalu mengusap air mata Alea dan hanya Qabil yang mengetahui kesedihan Alea begitupun dengan Alea yang selalu terbuka kepada Qabil. walaupun pada kenyataannya Qabil lah yang terlebih dahulu kehilangan Orang tuannya (Dhan & Fahriye) tetapi Qabil selalu mampu membuat Alea tersenyum setelah ia membuat lelucon untuk menenangkan Hati Alea.


******


Faaz masih menerima telepon di dalam ponselnya dan seketika mematikan ponselnya itu, Natasha terlihat sedang melipat pakaian kotor yang akan ia simpan didalam keranjang lalu menyimpannya didalam kamar ganti yang luas milik Faaz. Faaz menatap kearah natasha lalu Faaz mengalihakan pandangannya didepan Laptop miliknya sesaat setelah natasha memandang Faaz.


(duh mengapa jantung ku berdebar sangat kencang, ya tuhan ku mohon hentikan rasanya dadaku sudah sangat sesak melihat tatapan Tuan Faaz - batin Natasha )


"Natasha, bisakah kau membawakan lemon tea hangat untuk ku ?" pinta Faaz, Natasha menganggukan kepalanya dan segera berlalu ke dapur untuk membuatkan lemon tea hangat.


"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan. aku terjebak dengan nya dalam satu kamar " gumam Faaz seraya gugup dengan keadaan dia menoleh kearah Foto pernikahannya dengan Rayna.


"Tidak perlu kau lepas Tuan, kau boleh memajang Foto nyonya jika kau masih ingin memajangnya" Tutur Natasha sembari memegang nampan berisikan Lemon tea hangat dan beberapa biskuit di dalam piring kecil. Faaz terlihat semakin canggung saat mendengar apa yang Natasha ucapkan.


"Minumlah Tuan, Dan ini Aku ambilkan beberapa biscuit" Natasha menyimpan Nampan tersebut diatas meja, Ia segera melangkahkan kembali langkahnya untuk membereskan sisa pakaian kotor.


"Natasha mengapa kau membawakanku biskuit ? siapa yang menyuruhmu memberikanku biskuit itu ..(emmm) " Tanya Faaz dengan penuh keheranan kepada istrinya itu, Faaz menggigit biscuit tersebut sembari manatap istrinya.


karena dahulu semasa hidupnya Faaz mengingat betul Jika, May selalu memberikan Biskuit dan lemon tea hangat kepada Rido jika sedang bertugas di malam sebelum tidur dan itupun sudah menjadi kebiasaan Faaz jika sedang menyelesaikan tugas sekolah ataupun tugas skripsinya.


"Maaf tuan apa aku salah, sebab tidak ada yang memberitahuku jika biskuit ini milik seseorang. Maafkan aku tuan Faaz " seru Natasha seraya memohon kepada suaminya itu.


"Tidak, kau tidak salah Natasha tetapi ibuku memang selalu memberiku juga adik-adiku lemon tea hangat dan kue biskuit jika sedang menyelesaikan tugas dimalam hari bahkan istriku saja tak mengetahui ini. ayolah siapa yang memberitahumu ?" tanya Faaz dengan penasaran.


"Tidak ada yang memberitahuku Tuan, tetapi dulu ibuku selalu memberikan kue biskuit dan juga lemon tea hangat kepada ayahku " Ucap Natasha.


"emmm  baiklaah, Terimakasih untuk ini Natasha " ucap Faaz yang menyeruput lemon tea hangat milik Natasha.


"Natasha tahukah, dan ini rasanya seperti yang dibuat Ibuku. perasan lemon dan sedikit gula, kau membuatnya percis seperti ibuku " Ucap Faaz dengan bersemangat kembali.


"Terimakasih jika tuan Faaz menyukai lemon tea yang ku buat " seru Natasha, Faaz menyeruput kembali sembari mengingat Mama nya, didalam benaknya terlintas wajah May saat tersenyum dan memberikan kecupan hangat dari tangannya seperti yang biasa May lakukan jika sedang berjauhan dengan suami ataupun anak-anak nya.


"Tuan apakah saya boleh tidur sekarang ?." tanya Natasha kepada Faaz.


"Iya sudah kamu tidur saja Nat" ucap Faaz sembari tak mau melepaskan gelas yang berisikan lemon tea ditangannya itu, Natasha melangkahkan kaki kearah pintu karena natasha akan tidur dikamar nya seperti biasa namun Faaz mencegahnya.

__ADS_1


"Natasha ?????? kau mau kemana ??? " Tanya Faaz kembali membuat Natasha menghentikan langkahnya dan menoleh kearah suaminya.


"Saya mau ke kamar saya Tuan" jawab Natasha dengan Polos.


"ini kan kamar kamu Nat, tidurlah di ranjang ku biar aku yang tidur di sofa ini " Ucap Faaz seraya berdiri dan berjalan kearah ranjang lalu mengambil satu bantal juga selimut tipis yang sudah Faaz siapkan di sofa sudut miliknya.


"Tidak tuan, biar aku saja yang disofa" seru Natasha dengan berlari kearah faaz, kaki Natasha terkilir dan Faaz dengan sigap menahan badan mungilnya.


kini Faaz dan Natasha sedang beradu pandangan, Faaz begitu terkesiap melihat kecantikan Natasha seolah dia baru menyadari bahwa sebenarnya kecantikan natasha melebihi istrinya. Natasha menyadari bahwa tatapan Faaz adalah tatapan maut baginya, Natasha sangat takut jika terlebih dahulu jatuh cinta kepada suaminya itu karena baginya Faaz tak akan pernah bisa mencintainya. Natasha mencoba menyadarkan Faaz dengan meringis kesakitan.


"Awwrrrghhhhhhhhhhhhhh tuan sakit " ucap Natasha yang meringis kesakitan.


Faaz mendudukan Natasha diatas Sofa, Faaz mencoba memijit pelan Kaki Natasha yang sempat terkilir itu, "Awrggh..Sakit Tuan" Ringisannya begitu sangat jelas.


"Sebentar Nat apakah ini masih sakit ?" Tanya Faaz sembari memegang kakinya dengan lembut.


"Sakit tuan, pelan-pelan tuan. ini sungguh sakit aku tak pernah merasakan sesakit ini" Ucap Natasha.


"baiklah tahan sebentar iya, sebentar lagi juga sembuh. " ucap Faaz sembari mencoba memijat lembut kaki Natasha kembali.


"baiklah tuan pelan-pelan iya " seru Natasha kembali.


diluar kamar Fizzy, Ayana dan Mael sedang mendengarkan aktifitas pasangan pengantin baru. karena, rasa penasaran mereka akan malam pertama Faaz dan natasha membuat mereka memberanikan diri untuk menguping aktifitas sang pengantin baru namun usaha mereka gagal karena faaz berusaha keluar untuk membawakan kotak obat yang berada salep hangat didalamnya untuk membalur kaki Natasha yang sedang terkilir.


"Mereka sudah berhasil!!" ucap Fizzy dengan kegirangan.


"Iyaa kak sepertinya Natasha memang wanita baik-baik itu buktinya ia meringis kesakitan " seru Mael


"Memang nya mereka ngapain sampe kesakitan gitu " ucap Ayana kebingungan.


"SYyuuuuut, kamu berisik ah jadi gak kedengeran lagi kan" seru Fizzy sembari menajamkan telinganya kearah pintu.


.


.


.


" BRAAAAAAKKKkkk " ( suara badan jatuh)


"Aawrghhhhhhhhhhhhhhh!! kamu kalau buka pintu pelan dong Faaz!! " Teriak Fizzy yang terjatuh bersamaan dengan Ayana juga Mael.


"Aku yang seharusnya bertanya kalian ngapain disini, nguping lagi gak boleh tau itu DOSA" Tukas Faaz dengan menajamkan kedua bola matanya, Mereka terlihat merasa bersalah dan merasa ketakutan.


"Maaf Faaz ," Fizzy menundukan kepalanya, Tangannya memberi kode kepada Mael untuk berlari dan kabur dari kemarahan Faaz.


" 1.... 2 ... 3"


"LLLLLLLLARRRRRRRRRRRRIIIIIIIIII " Mael terlebih dahulu mengajak Fizzy dengan menarik tangannya untuk lari namun, Ayana yang Polos hanya terdiam mendapat tatapan tajam dari kaka sepupunya itu


"Kakak , aku hanya ikut-ikut mereka saja" seru Ayana sembari memohon agar Faaz tak menghukumnya.

__ADS_1


"hemmmm anak nakal , ayo kembali kekamarmu jika tidak ......................... " UCAP Faaz dengan mendokakan kedua bola matanya, Ayana berlari menghindari kemurkaan kaka sepupunya.


__ADS_2