TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Kekecewaan Natasha.


__ADS_3

"BruaaaaAaaaaAaaaakkkkk...


"Aaaaaaaaargh!! " Teriak Fizzy sembari menangis, Fizzy menggeser barang-barang yang berada diatas meja Rias miliknya dengan sarkas.


"Aku Marah, Aku kesal. Dia tak mencintaiku, aku pun terima tetapi jika dia berniat ingin membuat Adik dan Papahku menderita! aku tak akan membiarkannya."


Fizzy menggerutu kesal, Fizzy merasa AliQ ingin membuat adiknya menderita jika mencoba membatalkan pernikahan Qabil dan Alea.


"Aliq, Aku pastikan kau akan mencintaiku! Dan kau akan melupakan Alea." Gumam Fizzy, Ia tak kuasa menahan rasa sakit hatinya. Air matanya terus mengalir, ia berteriak lagi dan lagi sembari membubuhkan tubuhnya diatas ranjang dengan posisi menelungkupkan badan nya.


Keesokan Siang Harinya...


"Natasha, Kau tidak kenapa-kenapa kan?." Tanya Fizzy, Natasha terlihat sangat pucat.


"Tidak, aku hanya kurang tidur saja!." Jawab Natasha seraya beranjak dari tempat tidurnya.


"Sudah, kamu mau kemana sih?. Istirahat saja." Titah Fizzy, sembari memegang lengan saudara Iparnya.


"Aaleesya sedang Apa? aku ingin melihatnya " Tanya Natasha.


"Dia sedang bercengkramah dengan Qabil dan Alea. Jika, sudah ada Qabil Esya pasti melupakanku." Keluhnya Pada Natasha, Natasha tertawa menggelitik.


"Kenapa denganmu?, aku sedang tidak membuat lelucon Nat. "


"Lucu aja liat mata bengkak sama bibir mengerucut itu.' Jawab Natasha seakan menggoda saudara iparnya, Fizzy tidak ingin membahas masalahnya kepada Natasha atau siapapun karena, Fizzy merasa tidak enak jika harus membebani masalahnya kepada orang lain.


"Ceritakanlah Fizzy, Aku tahu jika kamu sedang dalam masalah." Seru Natasha sembari memegang tangan Fizzy, Fizzy hanya mampu terdiam.


(' Aku bingung Nat - batin Fizzy )


"Aku baik-baik saja Nat." Sudut mata Fizzy berkerut, menandakan ia sedang menutupi sesuatu.


' Ueggghhhh '..OOOOOOUCC...


Natasha menutup mulutnya dan segera berlari kedalam kamar mandi, Fizzy yang merasa terkejut mengikuti Natasha dan menunggunya didepan pintu kamar mandi.


' Ueeeeggghhhh... Ueeeghhh...


"Nat, kita ke dokter iya." Ucap Fizzy seraya mengetuk pelan pintu kamar mandi. Fizzy merasa khawatir dengan Saudara iparnya itu.


"Tidak Fizzy, Aku baik-baik saja kok." Teriak Natasha dari dalam kamar mandi.


"Baiklah." Fizzy menunggu Natasha keluar dari kamar mandi. Tak lama kemudian, Natasha keluar dengan wajah pucatnya.


"Badan kamu anget, kamu masuk Angin Nat." Seru Fizzy, Fizzy memegang dahi Natasha dan memapah jalannya untuk kembali ke ranjang.


"Aku ingin melihat Aaleesya Fizzy." Seru Natasha.


"Aku Akan panggil dokter Jhon untuk memeriksamu dan aku akan membawa Esya kemari. Kau istirahat saja." Ucap Fizzy dengan tegas kepada Natasha.


"Aku hanya masuk Angin, sudahlah tak perlu khawatir " Tandasnya, Fizzy menajamkan kedua bola matanya.


"Hanya masuk Angin? Sudah jangan banyak Protes pokoknya dokter Jhon akan segera memeriksa mu." Jawabnya.


"Dengan kerikan sudah sembuh kok, Kumohon Fizzy." Seru Natasha.


"Yasudahlah terserah kamu Nat, aku akan menghubungi Faaz agar segera kembali." Jawab Fizzy sembari melengos meninggalkan Natasha.


( Faaz dimana kamu? - Batin Natasha )


Di ruang keluarga Rido sedang berbincang bersama Qabil dan Zain, Ayana yang datang menghampiri mereka begitu sangat lekat memandang Qabil. Ayana sangat terpana dengan ketampanannya.


"Jadi Aunty Rani dan Uncle rich tidak kamu jemput Qabil ?." Tanya Ayana.


"Tidak Ayana, Aunty dan Uncle akan datang bersama Kak mael.' Jawabnya dengan singkat, Ayana memangku dagunya sembari menatap Qabil. Rido yang melihat nya, merasa aneh dengan tingkah laku Ayana.


"Mengapa denganku Ayana?, apa ada yang aneh ?." Tanya Qabil.


"Kau tampan sekali" Ungkapnya dengan Mata yang berbinar-binar. Qabil dan yang lainnya tertawa mendengar yang Ayana ucapkan.


"Jelas dong dia Tampan, kalau tidak mana mungkin aku mau menikah dengannya." Seru Alea yang datang dan duduk bersandar dibahu Qabil.


"Maksudku Daddy sangat Tampan" Elak Ayana, wajahnya tersipu malu kala Qabil tersenyum menatapnya namun Qabil memenggang erat tangan Alea dan Ayana melihatnya dengan tatapan kesal.


('Kasihan sekali kamu Anak ku - batin Uncle Zain )


Alea memandang Ayana dengan tatapan tidak suka Namun Alea juga merasa iba dengan adik sepupunya itu. Alea tahu bahwa Ayana sangat menyukai Qabil karena, selama Alea berada di Turkey bersama Qabil, Ia tahu betul jika Ayana selalu mencoba menghubungi Qabil. walaupun Qabil, tak pernah menjawabnya.


('Ayana sungguh kasihan Aku melihatmu, Maafkan kakamu ini iya. Qabil mencintaiku dan aku mencintainya, ku mohon mengertilah - Batin Alea.)


"Aku ke kamar sebentar daddy,Papa " Ucap Ayana berpamitan kepada Rido dan Daddynya. tanpa berpamitan kepada Alea dan juga Qabil.


DI TEMPAT LAIN, Faaz merasa frustasi hingga membuatnya enggan menerima panggilan dari siapapun.


Drrt...Drrrt. (ponsel bergetar)


~ sayang, Alea akan bertunangan. mengapa kau belum juga pulang. (MyWife)

__ADS_1


~ suamiku, Apa aku ada salah padamu? (MyWife)


~ suamiku jangan mengkhawatirkanku. (MyWife)


"Maafkan aku Natasha, Maafkan aku.. " Gumam Faaz yang sedang merasakan kegalauan didalam dirinya.


"Natasha, Apa jika aku jujur padamu kau akan memaafkanku dan mengerti keadaan ku atau Apa kau akan meninggalkanku dan melupakanku" Gumamnya kembali.


" Aaargh!!!! "


"bagaimana ini, Mengapa aku merasa bingung? " Tanyanya kembali seorang diri, Faaz merasa frustasi dengan keadaannya.


"Papa, Maafkan Faaz." bergumam kembali.


Di tempat berbeda tepat Didalam kamar milik nya, Ayana menangis tersedu-sedu meratapi nasib cintanya. Malam ini adalah malam pertunangan Qabil dan Alea, Ayana merasa akan benar-benar kehilangan orang yang selama ini sangat Ia cintai.


Ayana sedang mengingat masa-masa kecilnya bersama Qabil, Alea, dan MaliQ juga Mael. Ayana mengingat betapa bahagianya saat Qabil mencoba menyelamatkan dirinya dari reruntuhan batang pohon yang akan terjatuh menimpa kepalanya.


*TERLINTAS DALAM INGATAN AYANA*


"AYANA, AWAS..... " SERU Qabil


"Aaaaahhhhhhhh " Jerit Ayana seraya berteriak, seluruh badannya merasa gemetar saat itu namun Qabil mencoba menenangkan dirinya.


"Qabil, Kau menyelamatkanku? " Tanya Ayana tanpa mengedipkan matanya, ia jatuh cinta dengan senyuman Qabil yang selalu diberikan kepada siapapun. Qabil memang anak yang periang nan menawan, dia sangat baik memperlakukan siapapun.


"Kau tidak apa-apa kan Ayana? " Tanya Qabil sembari tersenyum kepada Ayana, Ayana menatap kagum wajah Qabil yang manis itu. Ayana juga enggan melepaskan genggaman tangan Qabil walaupun Qabil mencoba melepaskannya.


"Ayana? " Panggil Qabil pelan, Qabil mencoba menyadarkan Ayana dengan melambaikan tangannya kearah mata indahnya.


"Halloo Ayana, kamu kenapa? " Tanya Qabil kembali.


"ahhh..mmph.. Tidak apa-apa Qabil " Serunya.


"Jika tidak apa-apa denganmu, (melirik keatas lalu menatap kembali Ayana). Bisakah kau melepaskan genggaman tanganmu untuk tanganku. Karena ini rasanya lumayan pegal!." Ucap Qabil membuat Ayana malu.


"Ouch! Maaf Qabil." Ayana pun melepaskan genggaman tangannya itu.


"Tidak Apa-apa " Seru Qabil sembari kembali tersenyum.


*Flashback Off**"


.


.


"Ayana!" Panggil Alea pelan.


"Kak Alea " Jawab Ayana terkejut.


"Sejak kapan Kaka berdiri disitu? " Tanyanya dengan wajah yang pucat.


"Sejak tadi, sejak kau membayangkan Calon suamiku!. " Jawabnya polos, Alea berjalan melewati badan Ayana.


"Ayana, aku tahu perasaanmu terhadap Qabil. aku tahu mengenai perasaanmu itu setelah aku dan Qabil sama-sama menaruh hati bersama ditempat yang sama dan jujur aku sudah terlanjur mencintainya. " Ungkap Alea.


"Ayana, jika saja kau mengungkapkan isi hatimu dulu kepadaku. Setidaknya aku akan mengalah." Ayana terdiam mendengar kalimat itu.


"Tetapi, apakah sedari dulu kau selalu menyayangiku? Kau terlalu naif Ayana. Ingatkah dulu kau selalu mengadu pada Mama dan MaliQ! Dan aduanmu itu kadang terlalu berlebihan untuk ku sehingga membuat Mama dan MaliQ selalu menegurku?.


"Apakah kau ingat, aku pernah dihukum oleh kakek hend karena kau! Dan MaliQ selalu membelamu. Aku frustasi Ayana, Qabil lah yang selalu menenangkanku." Tutur Alea sembari menatap lekat wajah Ayana, Ayana menunduk melihat tatapan itu.


"Ayana sayang, aku mohon jangan kau menyakiti hatimu. Lupakanlah Qabil. Ku mohon " Pinta Alea.


" Kau cantik adik ku, kau menarik, kau memiliki bakat walaupun terkadang aku kesal melihatmu tetapi harus kau tahu aku menyayangimu Ayana "


"Maafkan aku jika selalu menyakitimu, aku tak bermaksud untuk itu." Alea memeluk Ayana, mereka menangis bersama.


('Aku mencintai Qabil sedari dulu, aku tak bisa melupakannya Kak. tetapi aku akan mencoba ikhlas Qabil dan kamu menikah! - batin Ayana)


"Maafkan aku Kak Alea, semoga kaka dan Qabil bahagia." Seru Ayana sembari memeluk Alea dengan erat.


"Aku senang jika kalian akur seperti ini " Ucap MaliQ yang melihat pemandangan itu, MaliQ berdiri dengan tegap menyandarkan tubuhnya tepat di samping pintu yang terbuka.


"MaliQ... " Panggil mereka berdua seraya menghampiri MaliQ dan memeluknya dengan erat.


"Aku sangat menyayangi kalian " Ungkap MaliQ.


('Bahkan aku baru saja mendapatkan pelukan hangat darimu adik ku, Kaka juga menyayangimu - batin Alea)


Mereka berpelukan dengan sangat erat. jauh dari tempat mereka berpelukan ,ada tiga pasang mata yang sedang menyaksikan. Rido, Zain, dan Qabil sedang menatap kearah mereka dengan senyuman Hangat.


.


.


.

__ADS_1


.


Haripun berganti malam, Saat ini Natasha sedang benar-benar merasa tidak enak badan. Tidak hanya itu, Natasha memikirkan kabar yang tak kunjung datang dari Faaz suaminya.


"Kak Natasha, kok belum juga selesai?" Tanya Ayana, Ayana melihat Natasha yang masih saja memakai pakaian piyamanya.


"Mama peri sakit? " Tanya Aleesya, Natasha memeluk Aleesya sembari menggelengkan kepala tanda ia menutupi rasa sakit dan demamnya. Aunty Rani mencoba mengecek suhu tubuh Natasha dengan memegang kening nya.


"Ya, Ampun kenapa dengan mu Natasha?. Kau ini demam " Seru Rani.


"Kak Natasha memang demam sedari tadi Aunty, tetapi dia menolak untuk dipanggilkan dokter " -


"Aku hanya masuk angin Aunty " Ucap Natasha yang segera beranjak dari duduknya.


"Natasha, mengapa denganmu Nak?" Tanya Rido yang datang menghampiri menantunya, Ayana duduk di dekat Natasha mencoba memijit pungguk Natasha. Rani berpamitan karena ingin mengecek semua persiapan.


"Papa, mengapa Faaz belum pulang juga? " Tanya Natasha penuh penasaran.


"Papa sudah mencoba menghubunginya Nak, tetapi ponsel nya sama sekali tidak berdering." Jawab Papa.


"Alea bagaimana? " Tanya Natasha.


"Alea terus mencoba menghubunginya, kamu tak perlu khawatir Nak. Papa sudah meminta Bibi Ester untuk membawakan obat pereda demam, dan esok hari jika demam mu tidak mereda dokter Jhon akan memeriksa keadaanmu " Seru Rido, Natasha menganggukan kepalannya.


Papa berpamitan kepada Natasha, Natasha segera mengganti pakaian nya dengan Gaun cantik yang pernah dipilihkan Alea dan Fizzy untuknya. Dia sangat cantik memakai gaun itu, Fizzy datang menghampirinya dan memoles wajah cantik Natasha memakai sentuhan lembut Tangannya.


"Fizzy lihatlah Faaz sama sekali tak membalas panggilan telepon ku" Ucap Natasha.


"Dia pasti datang, mungkin Urusannya belum sempat kelar.


('AliQ juga pasti tidak akan datang Nat, nasibmu sama denganku - Batin)


15 menit kemudian, Natasha sudah siap dengan polesan Make'up dan Gaun yang dipakainya menambah kesan kecantikannya. Fizzy berpamitan karena akan membantu Papa menyambut Tamu-tamu yang sudah datang sedari tadi.


"Gimana Nat, apa Kaka mengabarimu?." Tanya lelaki tampan berbadan tegap. Suara itu sangatlah Natasha kenal.


"MaliQ, berhentilah menggangguku" Pinta Natasha.


"Kamu cantik, aku mencintaimu tetapi kamu terlalu Naif untuk menjadi wanita sabar seperti ibuku. Ouh maaf seperti Kak Rayna!." Seru MaliQ.


"Apa maksudmu MaliQ? Mengapa kau membandingkanku dengan Mantan Kaka iparmu!"


"Jelas-jelas aku wanita yang bodoh! Dan kau terlalu bodoh untuk mencintai wanita sepertiku" Jelas Natasha, membuat MaliQ tersenyum sinis kepadanya.


"Ralat? Dia bukan Mantan Kaka iparku, Dia masih Kaka iparku." Ucap MaliQ yang penuh penekanan.


"Maksudmu, ? "


"Apa maksudmu MaliQ? " Tanya Natasha heran.


"Ikut aku Natasha, pergilah bersamaku. Aku tak ingin kau menderita " Ucap MaliQ yang menyeret langkahnya cepat dan segera mendekap Natasha.


"Hentikan MaliQ, aku Kaka iparmu sekarang. Lupakan aku dan jangan pernah berniat untuk membuat aku dan Kakamu berpisah! " Serunya sembari mencoba melepaskan pelukan erat MaliQ.


"Tidak Natasha, kau tak pantas untuk disakiti" Ucap MaliQ yang semakin memeluk nya erat, tak hanya itu MaliQ juga memegang wajah Natasha dan hendak mencium bibir milik Natasha. Natasha merasa dilecehkan oleh adiknya itu.


"Lepaskan aku! " Pinta Natasha, MaliQ enggan melepaskan tubuh Natasha yang memberontak kala itu.


"Lepaskan aku MaliQ"


"Tidak Nat, aku mencintaimu"


"Lepaskan MaliQ, Ku mohon"


"ak Faaz hanya memanfaatkan kepolosanmu Dan ..."


PLAAAAAKKKKKK......


Tangan Natasha gemetar kala Ia sadar telah menampar adik iparnya itu. MaliQ menatap tajam kearah Natasha, Natasha memundurkan langkahnya untuk menjauh dari tubuh milik adik iparnya dan menangis dengan menutupi wajah cantiknya memakai kedua tangannya.


"Maafkan aku Natasha, Maafkan aku" Seru MaliQ.


"Nat, Maafkan Aku... Ku mohon " Ucapnya kembali seraya menghampiri tubuh Natasha yang berdiri mematung.


"Menjauhlah dan jangan pernah mendekati aku! " Pinta Natasha kembali sembari menangis tersedu-sedu.


"Tidak Nat, aku hanya ingin kau bahagia. Kaka ku telah berbohong kepadamu dan kepada kami. " Terangnya.


"Dia tak mencintaimu, Dia mencintai Rayna!"


"Lupakanlah MaliQ, aku tak akan mempercayaimu! Pergilah jika tidak.. " Usir Natasha kepada MaliQ sembari mengancam adik iparnya itu, MaliQ tak gentar untuk menghampiri Natasha.


"MaliQ kau mau Apa? "


"MaliQ menjauhlah dariku! ku mohon "


"MaliQ...... " Teriak Faaz dengan kencang saat datang menghampiri istri dan Adik iparnya yang terlihat sedang bersama, Natasha memundurkab langkahnya hingga tubuhnya merasa terpaku membelakangi dinding tembok kamarnya dan MaliQ mencoba kembali mendekap Natasha. saat Faaz melihat adegan itu mereka terkejut dan Faaz menatap wajah mereka dengan Tatapan yang sangat tajam.

__ADS_1


__ADS_2