
Hari ini adalah hari ke 7 pasca rido tersadar , semenjak aku Bersama rido aku selalu memberikannya semangat .
aku tau rido ku mempunyai semangat yang tinggi untuk kesembuhannya
walaupun kenyataan nya kaki rido mengalami kelumpuhan sementara menurut Richard
rido akan bisa berjalan kembali karena saraf nya tidak mengalami kerusakan yang
fatal .
Rido tidak pernah mengeluh akan keadaannya apalagi ada sahabat kecilnya Richard yang menepati janji nya akan merawat rido jika dia
menjadi dokter , aku dan rido pun kembali menempati kamar yang sama , menghirup
udara yang sama dan aku bangga sekali dengan diriku sendiri karena , aku berhasil
meyakinkan rido bahwa aku mencintai nya .
Saat ini rido sedang bersamaku menikmati indahnya sore hari , aku pun membawa baby twin ku untuk menikmati udara sore hari di tepi kolam , rido berbicara denganku seperti biasa , dia memujiku .. dia menggodaku dengan kalimat surga nya .
“ istriku …. Apa kau Lelah merawatku ? “ tanya nya sembari memberikan senyuman manisnya
“ tidak , untuk apa aku Lelah … surgaku ada padamu … jangan sungkan memberikannya padaku .” jawabku dengan membelai lembut pipinya
" apa selamanya aku akan duduk dikursi ini “ tanyanya lagi
“ tidak sayangku , kau pasti sembuh demi aku , demi anak-anak kita dan demi semua harapanmu “ jawabku menahan tangis
“ kenapa setiap hari kau bertambah cantic . aura mu selalu menggoda ku “ godanya sembari mengecup bibirku lembut , mukaku memerah … bu nina dan mbak lastri tersenyum Bahagia.
“ hey hentikan , aku malu apakah kau tidak melihat mereka
sedang melihat kita “ ucapku sembari menolah kea rah merekaa , rido
hanya tersenyum terlihat rona Bahagia di raut wajahnya akupun Bahagia melihat
rido yang tersenyum itu , setiap hari rido melakukan terapi agar terbiasa
berjalan kembali .
__ADS_1
hanya saja rido selalu merasa sakit di pinggang dan punggung
nya walaupun rido tak mengeluh didepan ku atau pun yang lainnya , beberapa kali
aku melihatnya sedang meringis kesakitan . aku dan rido masih berbincang-bincang
rido menggendong faaz dan aku menggendong fizi , faaz begitu tenang berada
dipangkuan rido dan saat kami sedang bersenda gurau Bersama anak-anak kami , om rus datang menghampiri ku , beliau berniat untuk memberikan informasi pendonor untuk rido .
“ hallo jagoan om , dan ini si cantic anak om juga dan mereka cucu-cucu kesayangan opah ya , bagaimana kabarmu jagoan ku “ om bertanya kepada rido sembari mengusap lembut kepala rido
“ aku baik om hanya saja belum bisa berjalan seperti dahulu , kaki ku sudah terasa tapi masih lemas untuk berjalan “ jawabnya sembari mencium punggung tangan om rus
“ baiklah dua tiga hari kedepan om pastikan kau bias berlari “ om mencoba menyemangati rido , om rus melanjutkan pembicaraan nya untuk ku . “ dan nona cantic , kita harus bicara papamu sudah menunggu , ayo berikan cucuku kepada pengasuhnya “ pinta om rus .
aku menoleh kearah rido untuk meminta ijinnya dan rido memanggutkan kepala nya tanda memberi ijin kepadaku .
“ tuan Ronald , sus carry >>> “ panggilku untu mereka
“ iya nona , “ sahutnya sembari menghampiriku
“ baik nona … “ jawab carry dan Ronald . akupun berlalu Bersama om rus keruangan papa .
**********DI RUANGAN PAPA**********
Papa sudah menunggu kami begitupun dengan ayah , ibu , mama
dan Richard . aku pun duduk disamping richard mereka menunjukan wajah yang Bahagia sekaligus wajah yang penuh kekhawatiran , akupun bertanya kepada papa dan om rus ada apa kami berkumpul diruangan ini .
“ ada hal apa pah yang akan papa katakan ? “ tanyaku pada papa
“ bukan papa nak , tetapi om rus yang akan menjelaskannya “ sahut papa menjawab pertanyaanku
“ begini sayang mengenai operasi yang akan dilakukan untuk rido , om sudah menemukan pendonor untuk ginjalnya dulu “ om rus menimpali pembicaraan papa , dan menjelaskannya padaku
“ apakah sudah ada yang cocok , apa bisa melakukan sekaligus operasi nya , aku yakin ridoku akan sembuh “ pertanyaanku dengan semangat
“ tentu tidak bisa sekaligus semuanya sayang , kami juga harus harus melihat kesehatan pasien yang mengalami sakit komplikasi , karenasebetulnya pasien komlpikasi itu rentan kepada tahap meninggal dini , kami pun ingin sekali melihat rido sembuh hanya saja kita harus dengan sabar setiap prosesnya “ jawab Richard menjelaskan padaku
__ADS_1
“ betul sekali sayang , kami akan berusaha semaksimal mungkin tentu nya dengan doa kalian kami merasa sangat terbantu “ jawab om rus menimpali
“ baiklah , apa kami bisa bertemu dengan orang yang akan mendonorkan ginjalnya untuk riod , apa semua hasilnya sesuai tidak ada kendala apapun “ tanya papa
“ kami harap bisa bertemu untuk memberikan hadiah kecil dan tentunya untuk berterimakasih “ sahut mama
“ pendonor ginjal adalah aku sendiri mah “ ucap Richard
“ kamu ??? mengapa kamu melakukannya nak “ tanya mama kepada richard
“ aku menyayangi rido seperti adik ku sendiri , ginjal ku juga masih bagus sekali dan masih ada dua .. keduanya sudah dicek dan
alhamdulilah sehat “ jawab Richard meyakinkan kami
“ mengapa kamu tidak menceritakan nya chard “ tanya papa
“ sebenernya dari dulu aku menginginkannya , tapi rido selalu menutupi sakitnya “ jawab Richard
Mama memeluk richard begitupun dengan ibu , aku sangat bahagia melihat nya ‘ aku Bahagia mengetahui bahwa suamiku memiliki sahabat seperti kak Richard yang sangat menyayanginya , akupun berharap Richard memiliki seorang istri yang bisa mencintainya seumur hidupnya .
“ kak Richard terima kasih ya atas apa yang sudah kaka lakukan dan berikan untuk ku juga rido , aku berdoa agar kaka selalu Bahagia dan dalam lindungan allah “ ucapku sembari memandang richard
“ tolonglah jangan buat aku menangis , kau dan rido adalah adik-adiku ‘ siapapun yang akan membuat kalian terluka aku tidak akan
membiarkannya . percayalah padaku may apa yang aku lakukan tidak sebanding dengan apa yang rido berikan dan lakukan untuk ku “ jawab kak Richard menenangkanku
Akupun berpamitan untuk kembali menemui rido , saat aku keluar tuan dhan menghampiriku untuk segera ke kamar , karena rido menyuruhnya untuk memanggilku .
“ nona .. tuan rido memanggil anda “ ucap dhan sembari menundukan kepala
“ panggil aku kaka saja dhan , kau kan kekasih adik ku “ aku tersenyum seperti melihat buat tomat di wajah dhan , dhan hanya terdiam
mematung sepertinya menahan malu , aku pun berlalu melewatinya aku menghentikan
langkah kaki ku dan menoleh kembali pada dhan .
“ tuan dhan , tolong segera berikan laporan perusahaan ke kamarku .. aku ingin melihat nya “ ucapku pada dhan .
memang semenjak rido sakit akulah yang sering melakukan pekerjaan rido tentunya dengan arahan dari ayah juga papa dan tak lupa dhan lah yang membantuku mengurus perusahaan rido .
__ADS_1
“baik nona , saya akan segera mengirimkan semua file nya ke kamar anda “ jawab dhan tegas kepadaku , akupun segera menghampiri rido dikamarku .