TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Akad Nikah bermakna.


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan Pukul 2 Siang, Mereka semua sudah bersiap. Penghulu yang akan menikahkan pun sudah duduk berdampingan bersama Rido diatas kursi, Meja putih pun sudah berada di hadapannya. Mereka sedang menunggu kedatangan kedua mempelai tersebut. Sorot Kamera dari Photografer pun sudah siap mereka jalan nya Acara. Terlihat Ayahanda AliQ sudah duduk di atas kursi bersama anggota keluarga lainnya, AliQ memang terbilang memiliki keluarga inti saja Karena Ayah AliQ hanya anak tunggal dan kedua Kakek Nenek nya sudah lama meninggalkan AliQ dan keluarga.


 


”Tuan Faaz, Apa Calon pengantin wanita sudah bersiap?.” Tanya Pak penghulu, “Sudah Pak.” jawab Faaz sembari mengangguk pelan dengan sopan.


 


Tak lama kemudian Fizzy datang, kedua tangannya diapit oleh Natasha dan Juga Alea. Dia berdandan sangat cantik, dengan balutan kerudung dan gaun berwarna putih dan di poles Make up flawless menambah tingkat kecantikannya, “Subhanallah, Cantiknya Anak kita May.” Ucap Rido dalam hati, Ia meneteskan air matanya. Rido merasa sedih, Karena baginya ini pertama kalinya ia menjabat tangan seorang lelaki yang Akan menggantikan posisinya dalam bertanggung jawab terhadap Fizzy Anak wanita yang sangat ia sayangi.


 


” Bismillahirahmanirahim” Ucap Pak penghulu, dilanjutkan kalimat-kalimat sambutan dari ucap bibirnya. Air mata Faaz menetes kala melihat raut wajah sang Ayah, Begitupun dengan MaliQ dan Alea. Tangannya saling berpegangan satu sama lain. Pak Penghulu sudah menyudahi kalimat-kalimat yang terurai sebagai sambutan.


 


”Tuan Rido, kita latihan saja dulu,” Ujar Pak penghulu.


 


”Langsung Saja Pak, Saya yakin saya Bisa!.” Tukas AliQ membuat Fizzy semakin merasa Aneh, AliQ berubah sangat drastis. AliQ terlihat bersemangat menikahi Fizzy. Pak Penghulu pun tersenyum dan segera merapatkan kedua tangan AliQ dan Rido, menjabat tangan satu sama lain nya dengan erat.


 


(‘Ada Apa dengan dia, Mengapa dia berbeda.’ - batin Fizzy bergumam)


 


“Baiklah, kita mulai acaranya.” Ucap Pak penghulu. Terlihat Rido menengadahkan tangannya seakan memanjatkan dia dengan pelan, “Bismilahirahmanirahim” Rido kembali menjabat tangan AliQ dengan sangat erat.


 


”Ananda Najam AliQ, Saya Nikahkan Ananda dengan putri kandung saya yang bernama Maryamah Alfizzy dengan Mas Kawin seperangkat alat Sholat dan Emas logam mulia seberat 100 gram Di Bayar TuNai.” Ucap Rido sembari mengeratkan tangannya. AliQ dengan sigap menjawab.


 


”Saya terima Nikahnya putri kandung Bapa yang bernama Maryamah Alfizzy binti Rido Alfaaz Rumnawan  dengan Mas kawin yang telah disebutkan di Bayar TUNAI!!!” Jawab AliQ, Tatapan nya tertuju kearah mata Rido. Saksi mengucapkan kata “Sah”.


 


“ Barokallahu laka, wa baroka ‘alayka wa jama’a baynakuma fii khoyr.”


“Semoga Allah melimpahkan keberkahan kepadamu dan keberkahan atas pernikahanmu, serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” Ucap Rido yang kala itu berdoa dengan sangat lantang nan Keras.


 


”Aaaaamiiin.” Semua Menjawab, Fizzy meneteskan air matanya.


 


Mereka sudah Sah menjadi suami Istri dihadapan Dunia dan Akhirat, Fizzy mencium punggung tangan AliQ. Acara Akad mereka berjalan dengan sangat Khidmat dan Bermakna. Alea memeluk tubuh Natasha dan Ayana terlihat dirangkul oleh Zain. Mereka semua menangis, Tentunya tangisan kebahagiaan.


 


wajah Fizzy terlihat sangat senang, begitupun dengan AliQ. Senyumnya sangat terpancar di wajah tampannya.


Fizzy melangkah menghampiri sosok Ayah yang kini telah menyerahkan segala tanggungan kehidupan anaknya kepada Suaminya. “Papa, “ lirih Fizzy sembari memeluk Tubuh Rido, Ia pun memeluk nya dengan pelukan yang sangat erat. Air mata Rido pun mengalir dengan deras, AliQ menghampiri mereka dan memeluk Rido. Suasana Haru pun tercipta di dalam ruangan Private di dalam Rumah mereka, Rido menangis, Dan memegang bahu AliQ.


 


”AliQ, dulu Ayah Wan. Mertua Papa bilang. Jika suatu hari Papa tidak menyayangi Mama May, dan ingin mengkhianati nya atau sudah mengkhianati nya jangan beritahu Mama May, beritahukan Ayah. Ayah akan membawanya kembali bersama Ayah dan Kini jika sesuatu terjadi dengan pernikahanmu, jangan kau menyakitinya atau memberitahu nya, beritahu saja Papa dan Papa akan membawa nya kembali ke rumah ini. namun, Papa berharap itu semua tidak akan pernah terjadi.” Tutur Rido, AliQ pun memeluk kembali Rido yang kini menjadi Ayah mertuanya.


 


”Dan AliQ dengarlah, Jaga lah dan cintailah serta Sayangilah Fizzy sebagaimana kau menyayangi ayah dan Ibumu. Sebab kini tanggung jawab mu bukan hanya memberikan Nafkah lahir namun Batiniah Juga. Suatu saat kau akan menjadi Ayah dan akan melepaskan tanggung jawab mu sebagai Ayahnya, memberikan Anak perempuan mu kepada lelaki Asing baginya dan Papa mohon berjanji lah untuk setia dan menjadikan Fizzy ratu setelah Ibumu.” Tutur Rido kembali, AliQ terdiam mengingat janji, janji yang pernah ia sepakati bersama Fizzy. Hanya Air mata yang mengalir di dasar wajahnya, Raut wajah penuh haru pun terlihat di dasar wajah Fizzy. Ia tak menyangka jika kisahnya berakhir di pelaminan bersama Aliq.


 


 


”Dan Untuk mu Nak, Jadilah wanita surga. Wanita yang berbakti kepada Suami mu. Kini bakti mu ada padanya, Cintai dan kasihi suamimu sebagai mana kau mencintai kami sebagai keluarga mu. Jadikanlah suami mu seorang suami yang beruntung karena mendapatkan mu, Papa harap hidup kalian semakin terang. Dan Papa berdoa kalian menjadi suami istri hingga ke surga Allah SWT.” Ungkap Rido sembari mencium kening putrinya.


 


 


”Mintalah Doa dan restu kepada Papa Harry.” Ucap Rido, AliQ dan Fizzy segera menghampiri Harry, mereka memeluk dan meminta doa restu kepada Ayahanda AliQ. Air mata kembali jatuh, mereka tak mampu menahannya.


 


(‘Beginilah rasanya menikah, Ya Tuhan. Apa Aku sejahat itu meremehkan pernikahan. Maafkan Aku Fizzy’ - Batin AliQ bergumam)


 


Selesai meminta doa Restu kepada kedua orang Tua AliQ, AliQ meminta restu kepada Faaz dengan menghampiri Faaz dan segera memeluknya. Air mata Faaz pun mengalir kala memeluk keduanya, begitupun dengan Fizzy yang sudah tak mampu membendung air mata nya.


 


”Jagalah dan cintai dia AliQ, Ku Mohon.” Ucap Faaz, “dan kau jadilah Istri yang baik untuk sahabatku.” Ucap Faaz kepada saudara kembarnya.


 


”Makasih Faaz, Makasih atas SUPPORT yang Faaz kasih untuk Fizzy.” Ujar Fizzy, “Iya Faaz, Inshaallah Aku akan menjaga amanat ini.” Timpal AliQ, Faaz tersenyum sembari menatap lekat wajah keduanya. Tak lama kemudian ia memeluk dan menangis haru kembali.

__ADS_1


 


 


(‘Dulu Aku selalu membuat lelucon tentang pernikahan mu Fizzy, Namun rasa kehilangan kini menyelimuti ku. Aku tidak mau kehilangan Sosok saudara kembar sepertimu. Aku harap setelah menikah kau akan tetap menjadi Fizzy Partner terbaik ku, aku berharap kebahagiaan selalu menyertai mu. - Batin Faaz.)


 


 


Fizzy dan AliQ menyalami satu Persati Anggota keluarga. Tepat Saat ia memeluk Alea, ia merasakan kesedihan yang amat dalam. Ia melihat sosok May ada pada Alea, Wajah cantiknya serta senyumannya sangat melekat membuat Wajah Fizzy terlihat menahan tangisnya.


 


“Kak, Semoga Allah terus menerus kasih kebahagiaan ini buat Kaka. Maafkan Alea iya Kak.” Ungkap Alea sembari memeluk Tubuh sang Kaka.


 


”Iya Alea, Kaka sayang sekali dengan mu. Wajahmu, senyumanmu sangat mirip dengan Mama dan Aku tak merasa kehilangan Mama jika melihat senyuman itu di wajahmu. Teruslah tersenyum untuk ku Alea.” Jawab Fizzy, mereka berpelukan dengan sangat erat, Rido takjub melihat kebersamaan antara Alea dan Juga Fizzy. Tak hanya itu MaliQ dan Faaz pun mendekat dan mendekap keduanya, Hati Rido semakin bahagia saat melihat pemandangan itu.


 


 


******


“Sam, kau sedang dimana?” Tanya Aidil melalui pesan singkatnya. Sam membalas pesan singkat yang Aidil kirimkan untuknya, “Aku sedang didalam perjalanan menuju Rumah Faaz, kau kan yang memintanya.” Jawab Sam.


 


”Baiklah, berikan Aku info yang sangat Akurat iya Sam.” Ucap Aidil, “Iya Siap.” Jawab Sam singkat.


 


Dan Sebenarnya Sam sudah berada bersama Faaz sedari tadi, Sam memang lelaki jujur yang Saat ini bekerja bersama AliQ. Namun memang AliQ dan Sam merahasiakan kerja sama nya, Sam menjadi seseorang yang AliQ dan Faaz percaya saat menjaga Rayna Tepatnya menjaga kenyaman dan ketentraman Rumah yang saat itu menyimpan tubuh Rayna yang sedang koma, Dan Sam tidak pernah bercerita kepada siapapun mengenai hal itu, bahkan Aidil pun tidak tahu pekerjaan Sam Akhir-Akhir ini. Karena Sam memang tidak memiliki bakat jika bekerja di dalam kantor.


 


”Haaaaahhh, Sam Memang bisa aku andalkan. Sam pasti akan membantuku, Dia kan miskin. Lelaki bodoh yang tidak memiliki pekerjaan.” Umpat Aidil. Tak lama kemudian ponsel nya berbunyi, ia melihat layar ponsel tersebut.


 


 


“Faaz Calling.” Aidil membaca Nama Yang Tertera di Layar ponsel miliknya.


 


”Untuk apa dia menghubungi ku.”Gumamnya, Ia segera menggeser tombol hijau yang berada di dalam layar ponsel tersebut.


 


 


”Haloo Aidil, Kamu sedang dimana?” Sahut Faaz, “Apa kau akan menghadiri pernikahan Fizzy?” Tanya Faaz.


 


”Aku sedang berada di luar, Sedang berada di kedai kopi.” Jawab Aidil, “Aku pasti datang Faaz, dress code nya berwarna putih hitam kan untuk pria,” Tanya Aidil.


 


”Iya, Tadinya aku ingin meminta bantuanmu, itupun jika kau tak merasa keberatan.” Tutur Faaz.


 


”Tidak, sejak kapan Aku menolak jika kau meminta bantuanku. Kau saja selalu memprioritaskan Aku Faaz.” Ujar Aidil, “Jadi Apa yang akan kau ucapkan.” Tanya Aidil kepada Faaz.


 


”Datanglah sebelum acara di mulai, Aku sangat ingin berbincang denganmu. Maksudku bantu Aku juga menyambut Tamu.” Ucap Faaz, Faaz berpura-pura tidak tahu permasalahan Aidil dan AliQ yang terjadi kemarin. Faaz juga berpura-pura tidak tahu mengenai perasaan Aidil terhadap Saudara kembarnya itu.


 


”Baiklah, sebelum Pukul 6 Aku sudah berada disana.” Sahut Aidil, Faaz mengucapkan Terimakasih untuk Aidil dan tak lama kemudian merek saling mematikan panggilan tersebut.


 


 


”Arghhh bagaimana bisa Aku menculik AliQ jika Aku harus datang sebelum pukul 6.” Dia terlihat frustasi. namun terlihat tak memikirkan hal yang akan terjadi. Dia terlihat polos sebenarnya, kebodohan nya pun sebenarnya melekat di dalam otaknya.


 


”Aku akan meminta Sam merekrut temannya, Aku akan tetap datang. aku tak ingin membuat Faaz curiga kepadaku. Dan Rayna Aku akan menyuntikan kembali cairan itu. Agar ia tertidur dengan pulas, Pernikahan ini tidak mungkin terjadi.” Gumamnya, “Tidak akan pernah terjadi!!!” Tukasnya kembali, tangannya mengepal. Raut wajah merah terkuras di dasar wajahnya, Leher nya mengkeret menahan Amarah saat membayangkan senyuma lepas di bibir Fizzy dan AliQ.


 


”kau tak usah berpura-pura menikahi Fizzy, dan Fizzy jika memang AliQ ingin membatalkan pernikahan kalian di saat waktunya nanti dan itu pasti membuat mu malu, Aku akan dengan sigap membuat nya menyesal. namun aku akui itu memang keinginan ku, Kau sudah sangat benar bercerita dan berkeluh kesah kepada ku Fizzy. aku suka Itu.” Gerutunya sembari menatap kearah Rayna dan Aaleesya yang tertidur lemah.


 


”Rayna, Jika saja Fizzy dan Faaz tidak bermain-main dengan ku. aku pastikan sekali kau tidak akan menjadi korban nya,” Ucap Aidil sembari tersenyum sinis menatap wajah Rayna.

__ADS_1


 


*******


 


”Gimana Faaz?” Tanya Sam Dan AliQ.


 


”Dia menyanggupi untuk datang, Tenanglah dia sudah masuk perangkap kita.” Jawab Faaz.


 


”Permainan Kaka, dan Kak AliQ juga Kak Sam Sangat cantik. Aku merasa Aman dekat kalian.” Ujar Qabil, “Aku yakin dia akan merasakan Akibat nya,” Ujar Qabil kembali,


 


”Lihatlah, Dia mengirimkan pesan singkat kepadaku,” Ucap Sam memberitahu jika Aidil memberinya perinta kembali.


 


~ Aidil


“Sam, Carilah teman yang akan membantumu. Aku akan memberi mu Bayaran 5Kali lipat”


 


~ Sam


”Baiklah, Tenang saja akan ku atur. Aku sedang berbincang bersama Faaz, dia sedang merasa lelah sepertinya dan terlihat kebingungan.”


 


~ Aidil


”Aku merasa bersalah terhadapnya, Namun Aku ingin membalas rasa kesal ku terhadap Fizzy dan AliQ.”


 


~ Sam


”Sudahlah lupakan, berdoa saja kita bisa membalas itu semua.”


 


AliQ dan Faaz tertawa menggelitik, begitupun dengan Qabiltak lama kemudian Mael dan MaliQ datang untuk mengatur rencana selanjutnya, Rencana yang sangat Apik yang di lakukan secara bersama-sama.


 


”Aku akan memberikan perinta kepadamu Mael, MaliQ.”  Ucap Faaz, “Kalian pasti mengerti maksudku”. Ucap Faaz kembali memberikan sorot mata penuh dengan teka teki, Namun bukan MaliQ orangnya jika tidak mengerti maksud dari Kaka nya itu.


 


”Panggil Ayana, Aku ingin berbicara dengannya.” Titah Faaz kepada MaliQ, MaliQ pun segera melangkahkan kaki untuk memanggil Ayana.


 


”Aku yakin rencana Apik ini akan berhasil.” Tutur Mael, mereka juga menganggukan kepalanya dengan pelan.


.


.


.


.


 


 


Cusss teman-teman bantu baca juga Karya baru ku. Ramaikan dan Ramaikan.... karena kalian yang bisa membuat  ceritaku Ramai, Jangan Lupa tekan Like dan kasih comment kreativitas nya.. Kiss.. Kiss


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2