TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Hampir batal


__ADS_3

Malam itu Fizzy termenung setelah membaca pesan yang AliQ kirimkan untuknya, bahkan Natasha yang sedari tadi berceloteh pun tak ia dengarkan.


Fizzy Replay message.


~ AliQ, untuk Apa bertemu malam-malam begini.


NAJAM ALIQ


~ Ada hal yang sangat penting.


Fizzy Replay message.


~ tentang Apa? pernikahan kita seminggu lagi. Apa ada kekurangan?.


NAJAM ALIQ


~ TIDAK!. hanya saja ini sangat penting.


Fizzy replay message.


~ Baiklah, jika mereka sudah tidur aku akan menemuimu.


NAJAM ALIQ


~ AKU TUNGGU SEGERA.


Fizzy menghela nafasnya dengan berat. sesekali Fizzy pun menatap lembut wajah Natasha yang sedari tadi bercerita kerinduannya kepada Ayahnya. Fizzy merasa tidak enak jika mengusir Natasha apalagi untuk bertemu AliQ dimalam hari seperti ini.


(bagaimana bisa aku meninggalkannya, ahh membingungkan. Aku takut AliQ menungguku lama - batin Fizzy bergumam)


Fizzy kembali mendengarkan cerita yang sedang Natasha ceritakan, tak lama kemudian Fizzy dan Natasha merasa kaget dengan kedatangan Ayana yang menangis dan berlari memeluk Natasha.


"kakak, Aku mencarimu!" Serunya, Natasha kebingungan dengan tingkah Manja Ayana, "Aku dari tadi disini bayiku." jawab Natasha. mengapa Natasha memanggilnya bayi, Karena semenjak Natasha merasa kecewa dengan kabat pernikahan Qabil dan Alea, Ayana semakin manja bertingkah terhadap Natasha.


"Ayana, kamu kenapa sih.?" Tanya Fizzy.


"Apa kakak sudah melihat sosmed Qabil?" Tanya Ayana, Natasha hanya diam karena dia sama sekali tak memiliki akun sosmed Apapun. Natasha menggelengkan kepalanya.


"Sebentar, Aku akan melihatnya!." Seru Fizzy sembari membuka layar ponselnya, Fizzy membuka akun sosmed Miliknya dan mencoba mencari Akun Sosmed milik Qabil.


@QABILOZCIVIDE



KAMU ADALAH CAHAYA TERANG UNTUK KU, SELAMANYA AKAN SELALU INDAH. MYBEAUTIFULL, MY LOVE.. GAK SABAR UNTUK WAKTU YANG MENJADIKANMU ADALAH MAKMUMKU @FhakiyaAleanoor.


"Coba lihat, Apa Qabil sedang membuat puisi?" Tanya Natasha heran.


"Kak Natasha, mengapa kau seperti sedang mengejek ku!." Keluh Ayana sembari menangis kembali.


"Sudah, Jangan menangis kau ini! sudah ku bilang bermainlah dengan Cantik." Seru MaliQ yang datang mengagetkan mereka.


(Aku sudah menduganya, Tuan MaliQ memang ingin membuatku dan Faaz berpisah. - batin Natasha )


"MaliQ, Temani aku ditaman. aku ingin sekali menangis keras sembari menatap bintang dan berharap bintangku Jatuh, dan aku akan memberikan sebuah permintaan." Seru Ayana.


"Sungguh menggemaskan sekali kamu Ayana" Gumam Fizzy sembari mencubit keras pipi Ayana.


"Kita Pamit aja yak, Ayo Ayana." Ajak MaliQ, Ayana mengikuti langkah maliQ. Tak lama kemudian Natasha pun berpamitan kepada Fizzy untuk mengistirahatkan Badannya dikamar miliknya.


MaliQ mengajak Ayana untuk melihat bintang di Taman, seperti biasa mereka sering melakukannya jika Ayana sedang merasa sedih.


Menatap bintang, mencium Aroma Malam, saling menggenggam tangan juga saling Menguatkan.


hubungan MaliQ dan Ayana yang sejak kecil terbangun chemystri sebagai Kakak dan Adik sepupu memanglah terbilang sangat Romantis dibandingkan Hubungan MaliQ dan Alea. MaliQ sangat mengerti jika Ayana sedang merasakan kesedihan Namun tak berarti jika MaliQ harus mengorbankan kebahagiaan Kakak kandungnya Alea.


"Lihatlah itu bintang Milik mama May, dan itu milik Mama letycia." Celoteh Ayana, MaliQ tersenyum melihat senyuman Ayana.


"MaiQ, Nanti kalau kamu temukan jodohmu. Apakah kita akan terus melakukan ini jika sedang bersedih?." Tanya Ayana kembali, MaliQ masih menatap langit. Rumput kering yang menjadi sandaran tubuhnya pun terasa dingin di punggungnya.


(' Aku hanya ingin Natasha, Mana mungkin aku menikah jika Natasha tetap bersama ******** itu. Maafkan aku Ma!, Aku merasa aku membenci Kak Faaz - batin MaliQ )


"MaliQ!." Panggil Ayana kembali,


"Apasih Bawel, Ayana Bawel " ejek MaliQ.


"MaliQ, Mengapa Kau mengejek ku " Seru Ayana sembari menatap MaliQ tajam. MaliQ tertawa terkekeuh melihat tingkah Adik sepupunya itu. Ayana mendudukan posisi badannya. Mulutnya terlihat cemberut dan tak ingin menoleh kearah MaliQ.


"Yey! malah cemberut, sekarang Ayana Jelek deh!" Ejek MaliQ kembali, Ayana memukul lengan atas MaliQ keras. MaliQ malah semakin menertawakannya.


"Dasar tengil! " Ucap Ayana.


"Yang tengil itu kamu, ngambekan, melow, Bucin, terus malu-maluin jadi cewe Cantik kok kaya yang gak Laku sih. " Gerutu MaliQ sembari tertawa terbahak-bahak hingga maliQ merasa sakit di area Perutnya.


('cih! emang kamu gimana, Kamu juga Bucin kelas Kakap Lagi!!! - batin Ayana )


"Bilang Apa MaliQ?" Tanya Ayana kembali menajamkan matanya menatap MaliQ.


"Udah, Udah Maaf deh MaiQ salah. Maaf iya Adik ku sayang" Seru MaliQ sembari merangkul sepupunya itu.


"MaiQ juga Bucin, Udah deh jangan Bucin teriak Bucin." Teriak Ayana, MaliQ melihat Ayana sepertinya merasa kesal dengannya. MaliQ menatap kembali sepupunya itu. Ayana masih mengerucutkan bibirnya dan enggan menoleh kearah MaliQ.


"Hmmm, Iya sih MaiQ juga kan bucin. Kalau gitu Tos dulu yuk" Canda MaiQ sembari mengangkat sebelah Tangannya.


"Hahahaha, kamu kenapa MaliQ?. Kamu mengakui jika kamu juga Bucin!" Ayana tertawa terbahak-bahak melihat maliQ yang terlihat kebingungan.


"Sudahlah, Kita sama-sama Bucin. Tak usah diperdebatkan kembali" Serunya sembari menahan Tawa.


Ayana menatap mata MaliQ dan akhirnya mengeluarkan Tawa kencangnya membuat Zain yang sedang berjalan melangkah ke kamarnya, melangkahkan kaki untuk melihat raut Wajah keduanya saat sedang tertawa lepas.


"Sayang, Daddy sangat menyayangimu dan Untukmu MaliQ andai saja kau bukan keponakanku sudah kujadikan Kau menantuku. Hanya denganmu Lah Anak ku terlihat bahagia" Gumam Zain, Zain kembali kedalam kamarnya.


*******


Canbeera, Australia.


"Rayna, Mengapa disaat aku mulai ingin melupakanmu. Kau selalu muncul seperti bayangan untuk ku" Gumam Faaz menatap lekat tubuh istrinya yang masih terbujur kaku memakai Alat.

__ADS_1


"Dokter Ambar, Apa Rayna benar-benar masih bisa sadar?." Tanya Faaz kepada dokter Ambar.


"Dari 100% kemungkinan Hanya 60% Faaz, Saya belum bisa memastikan jika Rayna akan sembuh ataupun Akan meninggal karena semenjak kejadian kemarin Daya Tahan tubuhnya menurun drastis. Saya takut itu berpengaruh untuk kestabilan Otaknya, Karena Suplay Otak itu sangat berperan penting dalam kesadaran Manusia" Jelas Dokter seraya menjelaskan kondisi Rayna.


Faaz mengingat betul penjelasan dari Para penjaga bahkan Faaz melihat betul apa yang di lakukan MaliQ kepada Rayna, MaliQ mencoba membawa Rayna yang dibantu oleh Temannya shawn. Shawn sekarangpun tidak bertugas bersama Dokter Ambar, Shawn terpaksa harus dipindahkan ke tempat Lain untuk tetap bertugas menjadi Perawat karena Faaz meminta kepala Rumah sakit untuk menjauhkan Shawn dari jangkauan MaliQ dan Rayna Bahkan, MaliQ tak mengetahui kepindahana tugas Sahabatnya itu.


Di dalam Rekaman Kamera pengawas terlihat jelas jika MaliQ melucuti semua Alat yang menempel didalam tubuh Rayna, Entah rencana Apa yang sedang dibuat MaliQ. Namun Rencana itu gagal saat Dokter Ambar datang dan melihat apa yang sedang dilakukan Shawn dan MaliQ.


MaliQ mengancamnya dan Akan memberitahukan perihal ini kepada polisi namun saat itu Faaz Yang segera menghentikan Ulah MaliQ dengan mencoba menghubunginya melalui Panggilan ponsel.


"MaliQ kau tak mengerti mengapa aku melakukan Hal ini, Dan kau tak ingin mendengar penjelasanku. MaliQ, Kau akan tau Akibatnya jika bermain kasar dengan Kakakmu." Gerutu Faaz kesal terhadap MaliQ.


Faaz termenung menatap kearah Rayna, Namun wajah yang diyakini nya adalah Rayna itu berubah menjadi Wajah Istri keduanya Yaitu Natasha.


"Natasha!. " Panggilnya, Faaz mengucek kedua matanya. Ia memejamkan kedua matanya, saat ia membuka matanya kembali Faaz tetap melihat Wajah sayu Natasha.


"Tidak!, Itu Rayna bukan Natasha" Tandasnya kembali, Faaz merasa Frustasi disatu sisi Rayna butuh Support darinya namun, Disisi Lain Natasha juga sangat membutuhkannya. apalagi akhir-akhir ini Natasha sering merasa tidak enak badan.


"Natasha, Maafkan Aku! " Ucap Faaz sembari menatap Layar ponselnya, Awalnya Faaz memajang Foto pernikahannya bersama Rayna dan saat ini Faaz memajang Foto mereka bertiga. Faaz,Aaleesya dan Natasha. Foto yang memperlihatkan keluarga kecil penuh dengan kebahagiaan.


Drrt...Drrt (Ponsel Faaz bergetar)


"Hallo!. " Sapa Faaz kepada Natasha.


"Aku merindukanmu suamiku!. " Seru Natasha.


"Aku juga, besok aku pulang Sayang" Seru Faaz, Faaz mendengar isak tangis kecil didalam ponselnya.


"Mengapa menangis?, Maafkan aku Nat " Ucap Faaz seraya bertanya kepada istrinya.


"Entahlah, Aku merasa kesepian dan merasa sangat Gundah. Dan selera makanku hilang hari ini. "


"Yasudah, Istirahat jangan menangis lagi. Besok aku pulang " Seru Faaz, tak lama kemudian merekapun saling berpamitan dan segera menutup ponselnya.


"Maafkan aku Nat, Maafkan Aku " Guman Faaz sembari memejamkan matanya, Faaz membayangkan wajah istrinya itu.


Faaz kembali menatap lekat wajah Rayna, Ia pun menggenggam Tangan Rayna, Faaz mengingat masa-masa indah bersama Rayna Namun setiap Faaz menatap Rayna ingatannya terbagi dengan masa-masa bersama Natasha, Entahlah perasaan Faaz saat ini sangatlah terasa Bimbang.


"Mengapa aku menjadi lelaki yang tidak berguna, Mengapa aku menjadi penghianat?. Mengapa Aku menyakiti hati wanita" Gerutunya kesal, Faaz terlihat sangat Frustasi.


"Mama,Papa.. Bagaimana Faaz harus menyelesaikan permasalahan ini?, Faaz seperti pecundang Pap,Mam" Gerutunya kembali.


"Aku tak ingin menyakiti mereka, Aku sangat mencintai Rayna dan sekarang akupun mencintai Natasha. Aku bimbang " Seru Faaz kembali, Faaz menangis hingga tak mampu lagi bersuara. Malam yang sangat dingin menambah suasana kehampaannya, desiran angin malam menambah suasana sunyinya.


Faaz segera mengambil Air wudhu untuk mensucikan dirinya, Ia selalu ingat pesan yang diberikan kedua Orang tuanya. jika ,Ia sedang merasa kecewa ataupun bimbang sejadahlah tempatnya mengadu.


"Ya Allah berikanlah aku petunjukmu, Aku tak akan mampu melalui semua ini jika tidak bersamamu. Ya Allah maafkan Atas segala khilafku " Doa Faaz saat berada diatas sejadah, sesaat ia selesai melakukan sembahyang.


.


.


.


.


Sydney,Australia.


"Aduh, Apa yang akan AliQ bicarakan " gumamnya. Fizzy masih memondar-mandirkan langkahnya dengan pelan.


"Kak Fizzy kok sudah Rapi? Memangnya mau kemana? " Tanya Alea yang tiba-tiba masuk untuk mencari Kakanya.


"Mmm-mhh, Aku mau ke Apart Gabby. Kenapa? Qabil kemana ? " Tanya Fizzy sembari tetap menunjukan wajah kebingungannya.


"Qabil kan tidur di Apart Kak Faaz, baru tadi sih keluarnya. Besok mau jemput Tante Rani sama om Richard. Kalau Mael sore baru nyampe dari jerman karena ada kepentingan mendadak. " jawan Alea.


"Aku ikut iya ke Apart Kak gab, Please " Ucap Alea kembali seraya memohon kepada Fizzy.


"Ehh Jangan, kebetulan aku mau titip Papah dan Natasha ke kamu. Lagian aku gak nginep kok! " Ucap Fizzy. Fizzy terlihat kesulitan menghela nafasnya, karena takut jika Alea memaksanya.


( Gawaaaaat, Aku harus kabarin Gabby secepatnya. Alea pasti nanti nanyain Aku sama Gabby - Batin Fizzy )


"Ya udah deh, Tapi janji iya gak boleh sampe gak pulang. Besok pagi temenin aku massage! " Seru Alea.


"Iya, Kaka akan telepon MaliQ biar jagain kamu!. Bye sayang " Pamit Fizzy seraya mencium kening Alea, semenjak kejadian saat Alea terlihat tertekan entah mengapa Fizzy selalu menunjukan rasa sayangnya begitupun dengan MaliQ. Mereka bersama-sama bertekad untuk membuat Alea sembuh dari traumanya.


MANLY BEACH, 23.58 waktu Australia


Beberapa menit kemudian Fizzy sudah Sampai untuk menemui Aliq, Fizzy berjalan dengan menyeretkan langkahnya pelan. Fizzy melihat AliQ sedang merebahkan diri menatap langit diatas Kap mobil miliknya. Jantungnya semakin berdebar kencang kala langkahnya semakin dekat dengan mobil milik Calon suaminya itu.


"Maafkan Aku, karena ku kau lama menunggu disini " Ucap Fizzy.


"Tidak mengapa, Aku memang sedang ingin disini menatap langit yang penuh bintang " Jawab AliQ, Angin sangat kencang membuat Fizzy merasa kedinginan.


AliQ menoleh kearah Fizzy, Fizzy tersenyum manis menatap wajahnya. AliQ tak membalas senyuman Fizzy, Ia menatap lurus kembali dan kali ini bukan menatap langit melainkan menatap Lautan luas dihadapannya.


"Aku harus berbicara sesuatu denganmu Fizzy?. " Ucap AliQ, sembari menoleh kearah Fizzy dan menatap Matanya tanpa senyuman.


"AliQ, Apa yang ingin kamu katakan. Sedari siang tadi kau terlihat sangat gundah? " Tanpa menjeda dengan basa-basi nya, Fizzy memberanikan bertanya maksud AliQ untuk bertemunya malam-malam seperti ini.


"Fizzy Apakah kau mencintaiku ? " Tanya AliQ, Fizzy menatap lekat wajah calon suaminya.


"Tak perlu kau Jawab! Aku sudah tahu! " Ucap AliQ membuat Fizzy semakin penasaran dengan Apa yang sedang di maksud AliQ.


"Apa maksudmu AliQ, Aku mencintaimu dan itu sudah lama. Dan Apa yang kau ingin bicarakan sehingga malam-malam seperti ini ingin bertemu denganku. " Jawab Polos Fizzy.


"Aku tak mencintaimu, Aku hanya mencintai Alea. Tetapi dia lebih memilih Qabil dibandingkan aku. "


"Lalu mengapa kau melamarku dihadapan Papa dan semuanya.? Jika Niatmu hanya untuk membalas rasa sakitmu, mengapa kepadaku AliQ? Apa salahku " Tanya Fizzy. Fizzy tak sanggup menahan Air matanya, Tangisnya pecah saat berbicara dengan AliQ.


"Masih Ada waktu untuk membatalkannya Fizzy, Aku tak bisa mencintaimu. Aku akan merebut cintaku! " Seru Fizzy, Fizzy menggelengkan kepalanya.


"Tidak! Kau tak boleh membuat adik ku menderita. Kau ingat? Kau yang memintaku mempercepat pernikahan ini dan kau juga yang ingin membatalkannya" Tandas Fizzy sembari menunjukan jarinya kehadapan AliQ.


"Jika kau ingin menyakiti Alea dan membuat Papa Anfal.. Hukum saja Aku! Jika perlu Bunuh Aku AliQ. Tidak mendapat cintamu aku masih bisa bernafas tetapi jika membuat adik dan Papaku merasa sakit! Aku lebih baik mati!. " Ungkap Fizzy, AliQ menatap lurus. mata Fizzy dan matanya saling bersahutan.


"Ku mohon AliQ jangan membatalkan pernikahan ini, Aku tak ingin Papaku menanggung Malu. Beberapa Undangan siang ini sudah ku sebar dan aku tak tahu bagaimana caranya aku menarik Undangannya kembali " Keluh Fizzy seraya mengatupkan kedua tangannya untuk memohon kepadanya. Ia tak bisa menyembunyikan rasa kecewa dan juga sedihnya.

__ADS_1


"Kau boleh memaki ku, Kau boleh meludahiku, Tapi ku mohon Jangan rebut kebahagiaan Papa dan Adik ku. " Pinta Fizzy kembali, Fizzy menangis dihadapan AliQ. Fizzy mencoba merendahkan dirinya sendiri demi kebahagiaan Alea dan Papanya.


( ' Alea sangat bahagia menikah bersama Qabil, dan pernikahanku pun adalah Impian Papa. Aku rela menderita asalkan Papa dan Alea bahagia.. Ku mohon Tuhan - Batin Fizzy )


"Baiklah, Aku akan tetap menikahimu. Tetapi setelah beberapa bulan kedepan, Aku akan segera menceraikanmu " Seru AliQ, AliQ masuk kedalam mobil miliknya dan berlalu meninggalkan Fizzy seorang diri.


Fizzy merasa kecewa dengan sikap AliQ, Fizzy ambruk seketika. Ia tak kuasa menahan Tangisnya, Ia berteriak sekencang-kencangnya di iringi tangisan Lirih dari mulutnya. Hatinyapun menangis dan Terluka, Ia merasa jika ia akan mati seketika saat menikah bersama AliQ namun, ia berusaha meyakinkan dirinya jika membuat Papanya bahagia? Fizzy akan bersedia walaupun mengorbankan dirinya.


Fizzy menyeret langkahnya dengan pelan, Angin yang sangat kencang menembus kedalam tubuhnya, kerinduan pelukan Papa dan mamanya seketika ada Dalam bayangan Fizzy dan terlintas wajah Orang tuanya saat memeluknya dan mengusap Air mata yang terjatuh membasahi Pipinya.


"Mama, kau yakinkanku mengenal Rasa keimanan serta keikhlasan. Papa, kasih sayangmu tak tergantikan. Selamanya didalam hatiku. Aku mohon berilah aku kekuatan, Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk kebahagiaanmu. Mama,Papa Maafkan jika Fizzy pernah melukai Hati Mama dan Papa " Ungkapnya sembari menahan dinginnya malam di tepi Pantai.


Fizzy enggan untuk pulang, Fizzy duduk di tepi Pantai manly. Ada beberapa orang di tepi Pantai yang sedang menghabiskan malamnya, Fizzy terduduk menghadap Pantai.


"Najam AliQ..... AKU MENCINTAIMU, TETAPI SAAT INI AKU sedang MEMBENCI Dirimu." TERIAK FIZZY..


Fizzy kembali kedalam mobil miliknya, Fizzy pun segera mengarahkan mobilnya untuk pulang kerumahnya, pedal Gas sudah diinjaknya dia menekan tombol music didalam mobil miliknya dan segera mengukuti alunan music yang sedang ia putar.


🎧Unbreak My heart🎧


Don't leave me in all this pain


(Jangan tinggakan aku dalam semua rasa sakit ini)


Don't leave me out in the rain


(Jangan tinggalkan aku saat hujan)


Come back and bring back my smile


(Kembalilah dan bawa kembali senyumku)


Come and take these tears away


(Datang dan ambil air mata ini)


I need your arms to hold me now


(Aku butuh lenganmu untuk menggenggamku sekarang)


The nights are so unkind


(Malam begitu tidak baik)


Bring back those nights when I held you beside me


(Kembalikan malam itu saat aku menggenggammu di sampingku)


Un-break my heart


(Sembuhkan hatiku)


Say you'll love me again


(Katakan kau akan mencintaiku lagi)


Undo this hurt you caused


(Hilangkan rasa sakit yang kau sebabkan ini)


When you walked out the door


(Saat kau berjalan keluar dari pintu)


And walked out of my life


(Dan berjalan keluar dari hidupku)


Un-cry these tears


(Hilangkan air mata ini)


I cried so many nights


(Aku menangis bermalam-malam)


Un-break my heart


(Sembuhkan hatiku)


My heart


(Hatiku)


Take back that sad word good-bye


(Ambil kembali kata menyedihkan itu selamat tinggal)


Bring back the joy to my life


(Kembalikan kebahagiaan dalam hidupku)


Don't leave me here with these tears


(Jangan tinggalkan aku di sini bersama dengan air mata ini)


Come and kiss this pain away


(Datang dan cium rasa sakit agar menghilang)


I can't forget the day you left


(Aku tak bisa lupakan hari yang kau tinggalkan)


Time is so unkind


(Waktu begitu tidak baik)

__ADS_1


And life is so cruel without you here beside me


(Dan hidup begitu kejam tanpamu di sini di sampingku).


__ADS_2