TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Jauh lebih tegar.


__ADS_3

Pemakaman jenazah Zain terasa mengharukan, Namun tak di sangka Ayana terlihat lebih tegar. Makam Zain berdampingan dengan May, sehingga makam May diapit oleh Makam Qabil dan Zain, dan Makam Cia di samping Makam Qabil, Kini Ayana duduk diantara pusara Zain dan Letycia, Ia tak mengeluarkan air mata sedikitpun walaupun matanya sudah terlihat sangat sembab.


Shalom memegang tangannya, "Sayang, Ayo pulang" Ajaknya kepada Ayana, "Hari sudah sangat mendung" Shalom mencoba membujuk Ayana.


"Daddy pasti bahagia karena telah bertemu dengan Mama mu disana" Ujar Shaloom.


"Ayo Nak," Sembari mengusap keringat Ayana, Shaloom menariknya agar secepatnya berdiri.


Ayana menganggukkan kepalanya. lalu ia berjalan seakan melangkah dengan kaki yang berat. Ia menoleh kembali, menatap pusara kedua orang tuanya. Air matanya mengalir, "Daddy, Mommy. maafkan Ayana. Ayana sudah menahannya tapi air mata ini malah keluar dengan sendirinya. tetapi Daddy dan Mommy jangan Khawatir Ayana akan kuat, Ayana akan selalu berjumpa dengan kalian melalui doa" Ucapnya dengan suara yang lantang namun terdengar terisak dalam tangisan.


Alea memeluk tubuh Ayana, begitupun dengan Noni. mereka merasakan kesedihan yang Ayana rasakan. bahkan ada beberapa orang yang memiliki nasib yang sama dan juga kesedihan yang luar biasa. tak hanya Ayana, Alea, dan yang lainnya,  Qabil lebih dulu merasakan kesedihan itu, bahkan semasa hidup nya, ia lebih bersedih. Ia tumbuh tanpa campur tangan orang tua, dan Qabil lebih tegar dari mereka. itulah mengapa Ayana berusaha untuk kuat, Ia mengingat betul bagaimana nasib Qabil.


Karena mengalami kehilangan memang bukanlah hal yang mudah. Kesedihan akan menghampiri saat orang yang kita cintai pergi dari hidup kita. Orang-orang yang biasa bersama dan mengiringi kita tiba-tiba pergi meninggalkan kita.


Dan apapun alasan serta penjelasannya, kehilangan akan selalu terasa menyakitkan, Tuhan menempatkan seseorang dihidup kita karena sebuah alasan. Dan jika kita kehilangannya maka itu karena sebuah alasan yang mungkin lebih baik. mungkin Zain sudah merasa tidak kesakitan, Ia sudah merasa tenang dan semoga dia dapat bertemu dengan Letycia, Wanita yang mengubah seluruh kehidupan Zain, Wanita yang sangat Zain cintai.


Ia kembali berjalan mendekat dan seketika mengecup pusara Zain, Letycia dan tak lupa mengecup pusara May,"Ayana pulang ia, nanti Ayana akan datang lagi. semuanya pasti akan sangat Ayana rindukan. terimakasih Daddy, Ayana sangat mencintai Daddy" Ungkap Ayana, Mael mendekat dan mengajaknya untuk pulan. Ayana pun berjalan dengan rangkulan tangan suaminya.


Sesampainya dirumah, Ayana memeluk Natasha. Natasha seperti menahan tangisnya, "Menangislah kak, Ayana tahu kakak pun merasa sangat bersedih" Ujar Ayana.


"Mengapa kau begitu sangat tegar, Kau hebat Ayana!!" Tanya Alea.


"Karena aku tahu itu merupakan yang terbaik untuk Daddy, walaupun pada awalnya Ayana juga merasa sangat sakit" Sahut Ayana, Semua merasa bangga dengan sikap Ayana yang terkesan dewasa.


Rido mendekat, mengecup kening Ayana. Rido pun mengatakan satu kalimat yang membuat Ayana merasa tersentuh,"Walaupun jauh dari harapan, tanpa baju yang indah, tanpa riasan, tanpa dekorasi mewah prosesi Ijab Qabul ini dilaksanakan atas rencana dan mungkin sudah menjadi ketetapan Allah, semua harus dipercepat. Hanya beberapa jam persiapan dan semua terjadi seperti mimpi." Rido menahan air matanya, "Kita pasti pernah merasakan Bahagia dan sedih datang diwaktu yang sama, bahagia karena Alhamdulillah semua proses dilancarkan dan inshaAllah mengurangi beban Daddy mu saat meninggalkan mu sendirian, walaupun sebenarnya Papa juga sedih karena kondisi Daddy mu yang saat itu sudah tiada, Tapi Ayana yakinlah semua sudah Allah Swt tuliskan sebagai takdir baik untuk mu"


"Papa berharap pernikahan mu langgeng, hingga Allah mempertemukan kalian di surganya nanti. membangvun rumah bersama di tempat yang kekal dan abadi, dan Mael (menoleh menatap Mael), Kini Ayana sudah menjadi tanggung jawab mu, dia istrimu yang sudah Tuhan berikan untuk kau bimbing, kau jaga dan kau lindungi"


"Semoga kamu bisa menjalankan ibadah dengan sebaik mungkin, Papa benar-benar bangga kepada kalian berdua" Ucap Rido.


Natasha pun menimpali kalimat Rido, "Subhanallah, sungguh rencana Allah ini sangat Ajaib!, Aku benar-benar bahagia melihat kamu bisa bersanding bersama Mael, dan Kakak yakin, Daddy mu sangat bahagia melihatnya" Tutur Natasha. Ayana memeluk Rido, matanya terpejam. ia kembali meneteskan air matanya.


"Ayana," Panggil Rani.


"Kau tidak sendiri, kami sangat menyayangimu" Ungkap Rani.


"Bahkan, saat ini kamu adalah bagian dari hidup kami" Timpal Richard, Ayana beralih dan memeluk Papa dan Mama mertuanya. benar apa kata Zain dulu, dibalik kesedihan yang Tuhan berikan, Tuhan menyelipkan berjuta kebahagiaan. Ayana mengingat satu persatu kalimat yang selalu membuatnya bahagia, Zain memang sosok Ayah yang sangat baik. bahkan Ayana selalu meminta kepada Tuhan agar Tuhan memberikan seribu lelaki seperti Zain.


Ayana melepaskan pelukannya itu, Ia menatap wajah Mael yang kini sudah menjadi suaminya. Ia berjalan dengan di iringi senyuman, Mael pun menyambut hangat senyuman yang Ayana berikan itu.


Lalu Ayana memeluk Mael tanpa rasa malu, semua memperhatikan mereka berdua. selama ini Mael selalu mengatakan bahwa dia sangat mencintai Ayana, namun Ayana selalu menjawab dengan kalimat terimakasih nya dan berucap akan selalu mencoba mencintai Mael dengan tulus. dan kini Ia benar-benar mengungkapkan rasa cinta nya kepada Mael, bahkan Ayana tak sungkan mengecup pipi Mael dihadapan mata keluarga besarnya yang sedang berkumpul bersama.


Ayana menatap lekat mata Mael, mata nya saling bersahutan. Lalu Ayana mengungkapkan perasaannya itu, "Teruntuk kamu Suamiku, Imamku, Calon ayah dari anak anakku. Terimakasih karena telah menjadi support system terbaik selama ini untuk ku, Maaf jika aku baru saja menyadarinya,  terlebih semenjak kamu mengetahui kesehatan Papa mengalami penurunan drastis."

__ADS_1


"Terimakasih karena sudah melakukan yang terbaik dalam membantu merawat Daddy bersama Kak Faaz, Dan Kini tanggung jawab atas ku telah berpindah ke pundak mu, semoga ini bisa menjadi jalan ke Surga untuk Daddy karena satu beban tanggung jawab dan tugasnya untuk menjaga dan merawatku telah seutuhnya pindah kepadamu." Sembari terisak ia terus menerus mengungkapkan rasa cinta dan terimakasih nya kepada Mael.


"Semoga Allah selalu memberkahi keluarga kita, semoga rumah tangga kita sakinah mawadah dan warahmah. dan Kini harus aku akui, Aku mencintai mu" Ucap Ayana, "Aku mencintaimu karena Allah, Suamiku" Sambungnya kembali.


Semua merasa sangat terharu, Mael menyeka air mata Ayana, Ia merasa sangat beruntung mendapatkan cinta yang sangat utuh dari Ayana. Mael mengecup kening Ayana, "Saat itu Aku mencoba melihat sekitarku, dan Aku melihat hidup yang indah Lalu, Aku terjebak dalam gelap tapi kaulah cahaya ku, dan saat Kau memahami cintaku, kau membuat ku bisa lalui malam yang sangat gelap. dan sedari dulu, Aku tak bisa hentikan hatiku apalagi saat kau bersinar di depan mataku" Mata Mael sangat tulus, Ia berbicara seakan tidak ada orang satu pun yang sedang memperhatikan dirinya.


"Ayana, bagiku kau adalah Cahaya, Aku mencintaimu bukan saat hari ini, bahkan jauh dari sebelumnya, Aku selalu meminta kepada Tuhan agar beliau menjodohkan kita dalam cara dan bentuk apapun dan kini Tuhan mendengar semua doa ku,"


"Dulu Aku selalu berjanji akan memberikan Mahar sebuah hapalan yang aku hapalkan selama bertahun-tahun, bahkan saat itu kau salah satu penyemangatku. karena bagi ku kau adalah cahaya surga yang Tuhan berikan setelah Mamih ku, Kau wanita yang sangat Aku cintai setelah mamih. dan Jujur Aku sangat beruntung memiliki mu sekarang"


"Sebelum aku menjadikanmu istriku, dan sebelum Aku mengungkapkan keinginanku pada Daddy mu. Papa sudah mengetahui ini semua, Papa memberiku saran untuk mendekati penciptanya lalu beliau akan memberikan jalan agar Aku mendapatkan cintamu, dan jangan khawatir Ayana aku tidak akan membuatmu terluka, itu janji ku jauh sebelum Aku benar-benar mengungkapkan perasaan ku padamu" Ungkap Mael.


Ayana merasa terharu, Ia memeluk suaminya dengan erat. pemandangan yang membuat seluruh orang merasa takjub, Rani dan Richard seakan melihat kisah cinta Rido dan May. Ia sangat senang melihat Richard mendapatkan cinta sejatinya, karena selama ini tak ada satu wanita pun yang Richard kenalkan sebagai kekasih bahkan teman spesialnya kepada Rani maupun Richard.


"Mael, " Maliq memanggil Mael, Mael menoleh dan menatap Maliq.


"Ingatkah dulu aku selalu bercerita mengenai Ayana kepadamu, kau selalu senang saat mendengarnya. Aku sudah menyadari bahwa kau menyukai adik sepupu ku yang selama ini dekat sekali dengan ku"


"bahkan dulu kau sempat berjanji akan melindungi Ayana saat aku dan Qabil bermain bersama. kau dengan seia menjaga Ayana, kami berdua sudah menyadari itu dan apakah kau tahu Qabil dan Aku selalu senang saat melihat tatapan mu kepada Ayana, kau selalu memberikan tatapan yang sangat tulus." Ucap Maliq.


"Terimakasih Mael, terimakasih karena kau sudah mau membantu kami menjaga Ayana. bahkan kau menjaga Ayana lebih dari penjagaan ku dan Aku bahagia melihat kau sudah menikahi Ayana"


"Aku menitipkannya padamu Mael, Tolong jangan pernah membuatnya meneteskan air mata. Aku sangat menyayangi semua saudariku, dan teruntuk kamu Ayana. walaupun kamu sedikit meyebalkan, tapi bagiku kamu adalah bagian hidup ku dan Aku bahagia karena kini kamu lebih dewasa dari aku. Kakak kecil yang selalu menjaga mu" Maliq memeluk keduanya, suasana semakin mengharu biru. Alea pun tak henti menangis, walaupun ia nmerasa bahagia melihat kebahagiaan ini. Fizzy dan yang lainnya pun ikuit meneteskan air mata melihat pemandangan di dalam rumah nya itu.


"Kau tidak sendiri Ayana, benar apa kata mereka. kami ada disini dan akan selalu menjaga mu" Ujar Alea, "Kakak sudah tak mampu berkata apapun, hanya satu yang akan kakak Ungkapkan disini. Kakak sangat menyayani Ayana dan Kakak minta maaf sempat membuat Ayana merasa sakit hati"


"Tidak kak, jangan berkata seperti itu" Sela Ayana, "Kita saudara kan? tidak selamanya saudara Akur dan tidak selamanya saudara saling bertengkar, kita hanya harus menjadikan apapu sebuah pelajaran dan Ayana bangga memiliki Kakak, Kak Faaz, Kak Fizzy, kak Aliq dan Maliq" Ungkap Ayana, mereka saling mengeratkan pelukan. mereka merasakan kasih sayang serta kehangatan satu sama lain, dan Rido merasa bahagia melihat mereka hidup dengan akur.


.


.


.


Seminggu kemudian.....


Ayana menjalani hari-hari yang sedikit berat, terkadang ia masih belum bisa melupakan meninggalnya Zain. Alea dan Ayana semakin intens dalam kedekatannya, terkadang Ayana menemani Alea jika Noni sedang ada keperluan.


Dan hari ini Ayana sudah meresmikan pernikahannya dimata hukum, Ayana sangat bahagia karena sudah merasa lega. Ayana meminta Alea menemaninya untuk datang ke tempat pemakaman Zain yang juga berdampingan dengan Makan Qabil dan May, Alea sangat senang dan Faaz pun mengijinkan Alea untuk ikut.


Faaz meminta Abrar untuk menemani mereka, karena Noni dan Maliq sedang pergi untuk bertemu dengan Shawn. dan Mael sedang sibuk mengurusi kepindahan Ayana dan Mael ketempat barunya. karena Ayana dan Mael sudah memutuskan akan tetap tinggal di Negara yang sama dengan Rido.


Ayana tidak mau pindah dan berjauhan dengan Zain ataupun Rido dan Mael menuruti keinginannya. bahkan Rani sudah memutuskan akan tinggal bersama Mael dan Ayana, mereka sangat senang mendengar keputusan yang dibuat oleh Rani dan Ricard.

__ADS_1


Sesampainya disana Ayana menyapa Zain sembari mengusap pusara makamnya, "Hallo Dad, Maaf iya Ayana baru saja bisa mampir hari ini, selama seminggu ini Ayana sedang merasa sibuk. Ayana baru saja meresmikan pernikahan Ayana di mata hukum dan Daddy mau tahu tidak?..." Kalimat nya terhenti karena air matanya terasa akan jatuh tepat diatas pusara Zain, "Ayana juga sudah mendapatkan panggilan untuk sidang, Ayana akan menjadi Dokter sebentar lagi" Ucapnya.


"Daddy senangkan??" Tanya Ayana,"Kata Mael, salam untuk Daddy. Mael sama Ayana akan memberikan Daddy cucu yang sangat banyak. makasih udah dateng malem tadi lewat mimpi, Daddy sangat tampan dan Daddy terlihat sangat bahagia, pasti disana Daddy sudah bertemu kan dengan Mommy Cia dan Mama May?" Cerocosnya membuat Alea sangat bersedih.


"Daddy tahu, Anak Kak Lea perempuan. dia pasti cantik kaya Ayana dan kak Lea. Daddy senangkan, nanti Ayana juga akan menjadi seorang ibu, sama seperti kak Lea dan kak Fizzy, Doain Ayana dan Mael ya Dad!!!" Gumamnya kembali, Lalu Ayana melantukan doa-doa di hadapan Makam Zain dan Leticya.


Berbeda dengan Alea, Ia sudah tidak bersedih saat menatap Makam Qabil. Ia terlihat sudah mampu menerima kepergiaan Calon suaminya itu, Alea mengusap Makam Qabil dan Makam May yang berdampingan itu. dia juga tak lupa berdoa dihapadan kedua Makam yang sangat berarti untuk nya.


"Mama, Bidadari Lea. makasih udah mau lahirin Alea kedunia, berjuang menahan rasa sakit melahirkan, Alea merasakan menjadi ibu hamil seperti Mama. dan rasanya sangat bahagia, Mama makasih juga udah selalu mampir ke dalam mimpi Lea walaupun hanya tersenyum dan menatap Lea, Lea senang Mam" Ucap Alea.


"Dan kau Qabil, Terimakasih sudah memberikan hati yang kuat untuk ku. kau selalu hadir setia aku tertidur walaupun hanya dalam mimpi, tapi Aku yakin kau sedang menengok ku dan calon anak kita, oh iya anak kita dalam keadaan sehat, bahkan sangat aktif sekali. namun rasanya tendangan dia belum begitu kuat, hehehe" Ucap Alea di iringi tawa kecilnya, "mungkin karena dia masih sangat kecil, namun jika saja kau bisa merasakannya, kau pasti akan sangat bahagia. oh iya Qabil, Noni sudah menceritakan semuanya. dia mengakui bahwa dia selalu mengagumi mu saat dulu, namun kau dengan setia selalu menjaga rasa cinta mu terhadapku"


"Aku tidak marah Qabil, bahkan Aku merasa bangga. saat Noni menceritakan nya kepada ku timbulah rasa bangga itu, karena Aku tahu kau memang lelaki baik dan kau pantas jika membuat seluruh wanita mengagum karena kau lelaki yang sangat hebat" Ucapnya.


"dan satu hal lagi yang membuat aku merasa kau hebat?, Kau mampu menjaga hati mu untuk ku, kau memang benar-benar mencintaiku."


"Terimakasih Qabil, Aku mencintai dirimu. hari lalu, kemarin, saat ini dan mungkin selama nya hingga aku menua dan bertemu dengan mu ditempat yang kekal, Aku akan selalu menjaga buah cinta kita, Aku bahagia memiliki dia yang hidup dengan aktip di dalam perutku" Ungkap Allea sembari tersenyum.


Alea merasa sangat bahagia, Angin itu kembali berdesir. menusuk hingga ke tulang Alea, bahkan ia dapat merasakan sebuah pelukan yang sangat hangat. entah siapa yang memeluknya, entah May, entah Qabil entah juga Zain, intinya Alea merasakan pelukan itu.


"Kak Lea, " Panggil Ayana.


"Iya Ayana," Sahut Alea, "Apa sudah selesai?" Tanya Alea.


"Sudah," Jawab Ayana, saat mereka akan melangkahkan kaki bersama. sosok Rayna mendekat, mereka merasa terkejut, apalagi Alea yang merasa sangat kesal saat melihat wajahnya.


Rayna menatap kearah perut Alea, "Kau, perutmu kemasukan air? atau Angin?" Hinaan Rayna untuk Alea membuat Ayana geram.


"Hah!!' Mata Rayna mendelik.


"Kenapa Kak Ray? Kakak merasa syirik dengan kebahagiaan kami?" Tanya Ayana ketus.


"Syirik? sama orang yang sedang bersedih karena ditinggal mati? apalagi dalam kondisi hamil tanpa menikah?" Tanya Rayna, "Kau hanya sebuah...." kalimat nya di sela oleh Ayana.


"Lebih sedih siapa? Hamil tapi anak orang lain dan meminta tanggung jawab pada lelaki lain?" Sela Ayana saat membela Alea, Alea hanya mampu terdiam. bagi Alea, bukan waktunya meladeni Rayna apalagi Alea dalam kondisi berbadan dua, Rayna mengepalkan kedua tangannya itu. Ia merasa kesal dengan apa yang diucapkan oleh Ayana.


"Ayo Ayana, kita tidak perlu meladeni nya." Ajak Alea kepada Ayana.


"Ayo Kak, lagian kalau merasa kalah pasti merasa kebakaran jenggot!!!!"  Ledek Ayana, saat mereka melewati tubuh Rayna, Rayna berusaha mencelakai Alea dengan menggunakan kaki nya yang mencegat langkah Alea, Namun saat itu Ayana yang terkenal dengan sikap cerdiknya malah membuat Rayna jatuh tersungkur. Rayna tak menerima dan menarik rambut Ayana sehingga membuat Ayana kesakitan. Alea mencoba menghentikan Rayna namun, Ia tak kuasa. Abrar melihat pertengkaran itu dan Abrar segera berlari menghampiri mereka.


Rayna memang selalu mengikuti keadaan dirumah Rido, bahkan ia pun mengikuti Ayana dan Alea saat mereka pergi dan mencari celah untuk mendekati mereka saat Abrar merasa lengah.


Abrar mencengkram tangan Rayna, membuat Rayna merasa kesakitan. dan saat Rayna melepaskan rambut Ayana, Ia pun mencari celah untuk menampar wajah Ayana ataupun Alea.

__ADS_1


Namun, Plaaaaaakkkkkkkk.........


__ADS_2