
“Papa, Alea merasa risau!” Seru Alea, Alea menyandarkan kepala nya tepat di bahu Papa kesayangan nya. Alea tahu jika sebuah mimpi adalah bunga tidur, Alea terdiam namun sorot mata nya menyimpan sejuta kegundahan.
“Ayo temani Papa solat malam, kita solat berjamaah. Supaya Tuhan memberikan ketenangan untuk jiwa kita.” Ajak Rido, Alea mengangguk pelan. mereka pun segera pergi menuju Mushola bersama, saat mereka sudah sampai di sana, mereka melihat Qabil sedang melakukan sembahyang sendirian.
Betapa takjub nya Rido kepada Qabil, “Kau memang seperti ayah mu nak!, bagaimanapun Ayah mu adalah teman ibadah ku. sebelum aku menikah dengan May kita sering sekali melakukan Solat malam bersama” Gumam Rido, Alea meluruskan pandangan mata indah nya seraya menatap calon imamnya itu. ia pun meras sangat takjub kepada Qabil.
“Ayo nak,” Rido pun mengambil air Wudhu untuk mensucikan dirinya begitupun dengan Alea.
“Allahu akbar” Rido dan Alea pun segera melakukan sembahyang bersama, Beberapa menit kemudian.. Qabil telah selesai.
Ia sadar jika Calon Papa mertuanya dan Calon istrinya sedang bersembahyang bersama, Qabil tersenyum apik penuh cinta.
“Aku merasa beruntung karena memiliki keluarga yang menjunjung tinggi agama nya, mengenal dan mencintai Tuhan, saling menyayangi dan juga saling mengerti... Papa aku bahagia” Gumam Qabil di dalam hatinya.
Qabil menunggu Rido dan Alea hingga selesai bersembahyang, Rido pun tersenyum saat menoleh kearah Qabil. Setelah dirasa selesai, Rido pun mengajak Alea untuk berbincang bersama.
“Bagaimana apa hati Alea sudah merasa tenang?,” Tanya Rido.
“Sudah Papa,” Jawab Alea singkat, “Apa Alea boleh menceritakan isi mimpi Alea?” tanya Alea kembali.
"Syukurlah, Papa senang mendengar nya. " Ucap Rido sembari mengusap lembut pipi anak perempuan nya.
Qabil menatap penuh lekat dan bertanya, “Memangnya kenapa kamu sayang?” Tanya Qabil penuh perhatian kepada Alea.
“Alea bermimpi sesuatu dan dia merasa risau nak” Jawab Rido menimpali pertanyaan Qabil.
"Mimpi itu bunga tidur sayang, dan jika mimpi itu buruk maka, kau tak. perlu khawatir!" Gumam Qabil, "Iya Kan Papa?, " Tanya nya kembali.
"Tapi mimpi itu seperti nyata sayang!, " Ujar nya bersikekeuh tegas, Alea takut jika mimpi itu menjadi nyata.
"Ceritakan lah sayang, Papa ingin sekali mendengarnya?" Ucap Rido saat ingin sekali mendengar mengenai Mimpi Alea.
“Baiklah aku akan menceritakan nya!” ucap Alea,
Alea menghela nafas nya dengan berat, “Begini....” Alea mulai menceritakan sebuah mimpi nya, dengan tatapan sendu, Ia pun menceritakan nya.
Alea bermimpi mengenai pernikahan Lea bersama Qabil, Alea melihat begitu banyak bunga yang menjadi hiasan di pernikahan Alea. Saat itu acara pun berlangsung sangat cepat, namun Mama May datang ia menghentikan pernikahan diantara Alea dan Qabil.
Di dalam mimpi tersebut, terlihat jelas bahwa Mama May datang untuk menarik lengan Qabil dan lengan ku. Mama berucap, “Aku akan membawa mereka berdua untuk bertemu Dhan dan Fahriye” Ucapan Mama May begitu sangat membuat ku merinding dan merasa takut.
Semua orang terperanjat karena merasa jika Mama May memang sudah meninggalkan semuanya, meninggalkan karena kematian dan itu yang membuat Alea takut Papa....
Alea menolak saat Mama menarik lengan Alea dan Qabil malah ingin sekali ikut bertemu dengan Papa Dhan dan Mama Fahriye.
dan Saat itu, Qabil ikut bersama Mama May.
sebelum Qabil ikut dengan Mama May, Ia berucap.. "Sayang Aku harus bertemu Papa dan Mama.. jika kau ingin bertemu, menyusul lah! " Ucap Alea menirukan gaya bicara Qabil.
Cerita selesai...
“Lalu apa yang membuat mu risau sayang?” Tanya Qabil.
“Kata orang dulu, kalau mimpiin orang yang meninggal itu katanya kita lagi di datengin sama roh nya” Gumam Alea dengan polos, Rido mendengarkan setiap pembicaraan diantara mereka.
“lalu?” tanya Qabil heran.
“Iya aku takut dong!,” Jawab Alea, Qabil menggelengkan kepalanya.
“Kenapa mesti takut sih?” Qabil tersenyum kecil melihat Kekasihnya yang terlihat menggemaskan, “Yang datang di dalam mimpi mu itu Mama mu, kau sering sekali kan bermimpi tentang Mama” Timpal Qabil kembali.
“Qabil, aku tidak takut dengan Mama!!!”
“Kau bilang tadi takut!” seru Qabil, Alea mengerucutkan bibir mungilnya dan itu semakin membuat Qabil gemas, terlihat sekali dari cara Qabil tertawa.
“Papa lihatlah Qabil malah menertawakan ku” Adu Alea kepada Papa nya membuat Papa nya pun tertawa mengikuti tawa calon menantunya.
Alea mendengus sebal, “Lelaki sama saja!”
“Sayang tadi kau bilang takut!, memang nya apa yang kau takutkan?” Tanya Rido.
“Kata orang-orang, kalau orang yang meninggal mengajak kita ke tempat sesuatu itu artinya kita juga akan meninggalkan sesuatu! Itu yang aku takutkan Papa” Jelas Alea sembari merengut ketakutan, matanya membendung air mata.
“Siapapun pasti meninggalkan dunia, tak hanya kau, Qabil, Papa... masih banyak yang dalam tahap menunggu, menunggu kematian” Terangnya, “Jadi gak usah takut Nak, apalagi itu hanya mitos” Ucap Rido.
“Kita tidak boleh di tipu daya oleh mitos!, serahin semua sama Allah swt. Beliau lah yang memberikan takdir kehidupan kepada kita, berserah diri itu yang paling utama!” nasihat Rido untuk Alea membuatnya semakin tenang, “kalian tahu apa maksud lain dari mimpi Alea?” tanya Rido, mereka menggelengkan kepalanya berulang dengan pelan.
“Maksud lainnya adalah kalian kurang dalam berdoa untuk Mama Fahriye dan Papa Dhan, mungkin Mama dan Papa mu ingin kalian melakukan ziarah ke makam nya” Ujar Rido, Alea tersadar bahwa waktu mereka habis karena mempersiapkan pernikahan. Bahkan mereka hampir tidak pernah mengunjungi makam kedua orang tua Qabil, Qabil meneteskan air matanya.
Qabil berucap, “Kirain Qabil, doa saja sudah cukup Papa”
“Papa juga begitu, tapi mungkin saja mereka ingin kalian datangi. Khusunya kamu nak,” Ucap Rido.
“Baiklah, hari pernikahanku sudah 3 hari lagi dan Aku rasa tidak akan cukup waktu untuk menemui Mama dan Papa ke istanbul. tapi Qabil janji setelah sah, Qabil dan Alea akan menemui Papa dan Mama ke istanbul” ucap Qabil, Rido menepuk bahu nya dengan pelan serta mengusap nya dengan lembut.
“Tidak usah di pikirkan, bagi Papa jika minpi itu bersifat buruk. Perbanyaklah istighfar, dan anggaplah mimpi hanya kiasan tidur. Namun sebaliknya, jika itu mimpi membahagiakan. Perbanyaklah mengucap syukur dan tingkatkaj nilai ibadah kita kepada Tuhan” Tutur Rido menenangkan hati Qabil dan Alea. Rido pun mengantarkan Alea hingga kedalak kamarnya, menyelimuti Alea hingga ke tengkuk lehernya.
__ADS_1
Alea tersenyum, “Terimakasih Papa” Ucap Alea, Rido mengecup keningnya dan pergi meninggalkan senyuman di bibir Alea.
“Papa memang raja nya bikin anaknya tenang, Maafin Alea ya Pap. Alea belum bisa bahagiain Papa, Maaf karena Alea Papa kehilangan Mama” Gumamnya, air mata nya jatuh membasahi bantal miliknya. Ia pun membayangkan wajah Mama nya, Bayangan May yang sedang tersenyum membuat ia pun tersenyum manis.
“Alea yakin Mama sudah maafin Alea, Mama 3 hari lagi Alea akan menikah.. Alea harap Mama dateng bersamaan dengan Mama Fahriye dan Papa Dhan untuk menyaksikan kebahagiaan kami” Gumam nya kembali.
Alea pun tertidur sembari memeluk Foto Mama nya, Air mata nya mengalir walau sebenarnya mata nya sudah terpejam lama.
Mungkin, karena rasa bersalah yang selalu saja hinggap di dalam benak nya.
Keesokan harinya...
Selamat ulang tahun... selamat ulang tahun Papa... semoga Panjang umur....
Mereka semua bernyanyi dengan riang...
Rido merasa kaget saat ia membuka pintu kamarnya bermaksud untuk melakukan sarapan pagi di dapur, Kue ulang tahun yang Fizzy bawakan di tangannya membuat Rido meniup lilin tersebut.
Terlihat sekali rona wajah sedih nya itu, dan Ia pun meneteskan air mata nya.
“Terimakasih sayang!” ucap Rido.
“Sama-sama Papa, maaf iya kita sengaja gak kasih Papa kejutan semalam” Ucap Faaz.
“Iya kakak, Papa bahagia masih bisa dikelilingi orang-orang yang Papa sayangi” Ucapnya.
“Papa selamat iya” Ucap Alea sembari memberikan pelukan kepada Rido, mereka semua pun memberikan pelukan hangat nya terkecuali Rayna ia hanya menatap kejutan itu dari kejauhan.
Rido tersadar jika Rayna hanya menatap nya dari kejauhan, Rido pun melangkahkan kaki nya untuk menghampiri Rayna.
“Rayna,” Panggil Rido, “Rayna masih marah sama Papa?” tanya nya kembali.
“Tidak Papa,” Jawab nya singkat.
“lalu mengapa Rayna tidak gabung disana” Ucap Rido seraya bertanya kepada Rayna”
“Tidak Papa, Tidak apa-apa”
Dalam batin Rayna berucap, “*****Mana sudi aku bergabung bersama mereka yang membenci ku,”*
“Maaf Papa, Aku ke kamar dulu. Aku sudah meminta Bi Ester untuk mengantarkan sarapan untuk ku ke kamar ku,” Ucapnya, Rido pun mempersilahkannya.
“Entah harus bagaimana lagi aku membuat keluarga ini nyaman, Ya Tuhan bantu Aku.” Gumam Rido di dalam hatinya.
“Selamat Ulang Tahun Sayang!” Suara May berbisik ditelinga nya, Ia mengerti mengenai mimpi indah yang Ia dapatkan semalam itu.
“Aku mencintaimu Sayang” Suara May berbisik kembali....ditelinga milik nya.
"Aku tahu kau hadir dalam mimpi ku semalam karena kau ingat dengan ulang tahun ku, May aku sangat merindukan mu! " Gumam Rido di dalam batin nya.
Fizzy melihat sang Papa tersenyum sembari memejamkan matanya, “Papa, Ayo kita sarapan” Ajakan Fizzy membuat Rido tersadar dari kehaluannya, Rido pun menyetujui ajakan dari anak perempuan nya itu.
Diatas meja makan, Rido meluruskan pandangannya kedepan. Rido tahu jika semua ini adalah sementara, Faaz sudah menjelaskan mengapa dia ingin menceraikan Rayna.
Namun bagi Rido semua ini tidak adil untuk Rayna, Rido merasa kasihan dengan nasib sialnya walaupun pada awal nya Rayna memiliki kesalahan namun, bagi Rido setiap manusia pun memiliki kesalahan.
Permasalahan diantara Anak tertuanya dan kedua istrinya membuat Rido sangat merasa menjadi beban utamanya, Rido tak ingin ada anak orang lain yang merasa tersakiti karena baginya Rayna maupun Natasha sama-sama memiliki tempat dihatinya.
Apalagi Harry adalah sahabatnya dan Jimmy juga adalah sahabatnya, Rido merasa bingung jika mengecewakan diantara keduanya walaupun pada sebenarnya mereka sebagai sahabat serta besan Rido sangatlah bersikap bijaksana.
“kakak setelah sarapan ini Papa ingin sekali berbicara” Ucap Rido di sela waktu sarapan
“Papa, Apa kita bisa bicara sepulang Faaz dari kantor?” tanya Faaz, “karena Faaz ada meeting jam 9 ini” Ucap Faaz
“Baiklah, biar nanti saja sayang” Ucap Rido.
“Aliq tidak ikut sarapan?” Tanya Rido karena merasa tidak melihat keberadaan Aliq, "Kemana Aliq?, " Tanya nya kembali.
“Semalam Aliq pergi Pap, dia ada pertemuan penting di Inggris” Ucapnya memberitahukan keberadaan Aliq, “Dua hari lagi juga Aliq kembali”
“Lalu mengapa Kaka Aliq gak ngajakin Kaka?” Tanya Ayana.
“Aku gak bisa ikut, banyak sekali pekerjaan di kantor yang harus aku tuntaskan dan alhamdulillah Aliq mengerti akan kesibukanku” Ucap Fizzy sembari tersenyum.
“Selamat pagi, selamat ulang tahun Kak” Ucap Zain yang datang terlambat untuk melakukan sarapan bersama.
Ia memeluk kakak kesayangan nya itu, “Terimakasih Zain, duduklah di sampingku” Pinta Rido, Zain pun duduk tepat di samping Rido.
“Oke anak-anak, Uncle mau meminta ijin kepada kalian.” Ucap Zain, Zain menatap semua anak-anak Rido.
“Apa Uncle?,” Tanya Faaz penasaran, Zain pun tersenyum.
“3 hari lagi Alea akan menikah, Lalu Uncle dan Uncle Richard juga sudah membicarakan hal mengenai pernikahan diantara Mael dan Ayana,”
“Daddy,” Sela Ayana, Ia menatap seraya memohon agar Zain tak membahas nya.
__ADS_1
“Tunggu sebentar sayang,” Zain menatap Ayana dengan lembut, “Sebelum pernikahan Ayana di mulai, Uncle ingin sekali mengajak Papa mu untuk berdoa bersama Uncle di Tanah suci” Ucap Zain.
“Setelah itu, Uncle dan Papa akan melanjutkan perjalanan ke Italya untuk menemui Kakek hendra, Apalagi kakek dan keluarga Uncle yof tidak bisa menghadiri pernikahan Alea dan Qabil” Ucap Zain, “Dan sepertinya Pernikahan Ayana dan Mael akan di selenggarakan di Italia, di negara Uncle Yofie berada karena Mael juga tidak jadi di Jerman kan melainkan di Italia”
“Aku setuju Uncle,” Ucap Maliq dan Alea bersamaan.
“Daddy, Ayana dan Mael sudah setuju pernikahan Kami akan diselenggarakan tahun depan!” ucap Ayana.
“Sayang, tidak baik menunda-nunda acara pernikahan ini” Tukas Zain kepada anak nya.
“Daddy Ayana mohon!,” Ayana mengatupkan kedua tangan nya.
“Daddy ingin tenang!,” Ucap Zain, Tatapan mata Zain penuh harap.
“Baiklah Ayana ikuti saja kemauan Daddy, “ Ucap Ayana sembari mengerucutkan bibirnya,
Tatapan nya menyiratkan suatu permohonan, “Ayanaa” Zain pun memanggilnya dengan nada panggilan yang sangat manja seraya memohon kepada Ayana.
“Papa, Lihatlah Daddy sangat memaksa sekali” Gumam nya mengadu kepada Papa kesayangan nya itu.
“Zain, Biarkan apapun yang Ayana inginkan. Kita sebagai orang tua hanya mampu mendoakan serta mengarahkan nya saja,” Ucap nya kepada Zain, Zain tersenyum membalas kalimat yang Rido katakan.
Rido menoleh kearah Ayana, “Dan Ayana jika kata hatimu berucap jika apa yang orang tua mu katakan hal itu terbaik untuk mu, cobalah mengerti dan memahami bahwasannya orang tua hanya ingin anaknya bahagia!” Ucap Rido kepada Ayana, Ayana menundukkan kepala nya.
“Baiklah Papa” Jawab Ayana, “Ayana akan memikirkan hal tadi sebelum nya, Ijinkan Ayana berpikir dahulu” Ucap Ayana dan Zain mengerti akan apa yang di inginkan anaknya itu.
****
Siang hari nya di kantor Asic group, Fizzy sedang di dalam ruangan nya. Ia mendengar sebuah notifikasion dari ponsel milik nya, satu pesan tertera di layar ponsel yang terkunci. Ia pun segera membuka layar kunci pada ponsel milik nya, satu pesan dari kekasih hatinya yang kini telah memberikan cinta yang utuh untuknya.
kangen, pengen meluk kamu ~ Sweet Hubby
Pesan itu membuat Fizzy tersenyum dengan manis, Fizzy pun membalas pesan yang Aliq kirimkan untuknya.
Fizzy ~ Sama, Kangen nya udah menggunung!
Ia tersenyum sendiri saat membalas pesan yang ia kirim guna membalas pesan Aliq*, “Jatuh cinta itu emang gila, Bikin senyum-senyum sendiri”* Gumamnya di dalam hati.
Aliq pun membalas kembali,
Esok aku akan segera pulang, siapin diri iya!! ~ Sweet hubby.
Fizzy tersenyum kembali. perasaan hangat yang Aliq berikan, memang sangat lah membuatnya merasa nyaman.
Fizzy membalas,“Baiklah ketua Komando Kamar ku!, Aku siap dibawa kemana pun” Fizzy mengetik pesan itu sembari tertawa kecil. Assisten pribadinya masuk dan memberi tahu bahwa Faaz memintanya untuk datang menemuinya ke dalam ruangan milik Faaz.
“Nyonya, Tuan Faaz meminta anda untuk menemui nya segera” Ucap Assisten pribadi Fizzy, Fizzy pun segera beranjak meninggalkan ruangan itu dan segera menemui Saudara kembarnya itu.
“Faaz ada apa?” Tanya Fizzy.
“Lihatlah, “ Faaz menunjukan layar laptop miliknya.
“Aidil mengembalikan semuanya!,” Ucap Fizzy, “Uanga sebanyak itu!” gumam nya, Ia mendecih tak percaya melihat Aidil dapat mengembalikan uang sebanyak itu.
"Tapi kita kan sudah mengikhlaskan nya Faaz" Ucap Fizzy kembali.
"Entahlah!," Gumamnya, “Iya, pasti ada orang dibaliknya.” Gumam Faaz, Fizzy menggelengkan pelan kepalanya, bibir nya mendecih tak percaya kembali jika Aidil dapat melunasi semua uang perusahaan yang pernah dipakai olehnya.
Fizzy merasa tak percaya karena yang Fizzy tahu, semenjak Aidil berhenti kerja dengan mereka. Aidil menjadi seorang pengangguran, bahkan Fizzy tahu betul bahwa Aidil meminta bantuan untuk meminjam uang kepada temannya.
“Ya ampun!!!, Rumit sekali!” keluh Fizzy,
“Aku takut jika orang dibalik Aidil akan membantu nya untuk membalaskan ketidak sukaannya padaku!” ucap Faaz,
“Faaz kau tahu dari mana?” Tanya Fizzy yang merasa keheranan, “Kau tak boleh mencurigai Aidil lagi, dia sudah tidak menganggu ku” Ucap Fizzy.
"Sedari dulu dia hanya ingin menjadikan mu pelampiasan dendam nya padaku" Ucapan Tegas Faaz membuat Fizzy kembali menggelengkan kepala nya,
"Hih Faaz, Kau tahu dari mana!, " Sela Fizzy.
“Aku tahu!, dan Aku akan segera memberitahu mu!” Ucapnya, Fizzy yang sama sekali tidak mengetahui perselingkuhan diantara Rayna dan Aidil merasa penasaran dengan apa yan saudara kembarnya katakan.
“kau malah membuatku penasaran Faaz” Ucap Fizzy kesal, “Ayo ceritakan lah sekarang!!” paksanya terhadap saudaranya tersebut. Saat Faaz ingin menceritakanya ponsel nya berdering dan ia mengangkat panggilang tersebut,
“Halo” Sapa Faaz
“Faaz, Natasha mengalami pendarahan kau harus segera menuju rumah sakit” Zain berucap di balik ponsel miliknya dan Faaz merasa terkejut mendengar kabar mengenai istrinya itu.
“Ada apa Faaz?”
.
.
.
__ADS_1
**
“Calon manusia sukses tidak akan pernah mengeluh, tapi akan sibuk memperbaiki diri dari kesalahan yang pernah dibuatnya.” ~ RidoMayjourney