TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
Godaan Rido (LANJUTAN)


__ADS_3

1 minggu kemudian...


Esok adalah hari keberangkatan kami untuk menghadiri acara pernikahan Dhan, bukan hanya untuk menghadiri Acara pernikahan saja tapi kami berencana untuk menetap beberapa bulan kedepan. Rido berencana akan mengembangkan beberapa perusahaan yang baru saja dikelolanya, dan itu pasti membutuhkan waktu yang cukup lama.


"Kak May? " Panggil Zain seraya menghampiriku dikamar.


"Iya Zain, Ada apa?" Tanyaku.


"Kak Rido mana?"


"Lagi dikamar mandi, duduk aja dulu zain" Ucapku sembari mempersilahkan Zain duduk di sofa yang berada didalam kamarku, Zain mengajak Alea yang berada dipangkuannya bermain sembari menunggu Rido keluar dari kamar mandinya.


"Sudah berat ya, Anak Uncle."


"Ayana dimana Zain? Apa dia tidur?" Tanyaku.


"Ada, Aku titip ke kak shalom."


"Oh gitu, Aku titip dulu Alea sama Maliq iya."


"Kak May, Mau kemana emangnya?" Tanya Zain kembali.


"Mau liat Ayana" Entahlah, aku sangat menyayangi Ayana. Bagiku saat tidak melihat wajah cantik Anak ku itu bagaikan kehampaan menerpa kehidupanku. Aku segera beranjak dan segera menghampiri Ayana untuk sekedar menggendongnya dan menciumnya.


****


"Aku melihat wajah Kak May dengan seksama, terpancar Aura cinta untuk Ayana. dia benar-benar tulus menyayangi anak ku. Aku menghargai rasa sayangnya yang sangat besar itu dan aku bersyukur dengan keadaan seperti ini, itu tandanya Ayana tidak akan merasa kekurangan dalam merasakan kasih sayang seorang ibu." Gumam Zain.


"Kamu kenapa nangis Zain?." Tanya Rido, zain segera menghapus air matanya.


"Aku sedih kak." Ungkap zain


"Sedih kenapa?" Tanya Rido kembali.


"Suatu saat Ayana akan bertanya mengenai ibunya, dan aku tak mampu menceritakan peristiwa itu" Jawabnya, Rido memeluk tubuh adiknya. Menghapus air mata yang mengalir deras dipipinya.


"Namun, disisi lain Aku bahagia kak. Aku melihat Kak May sangat menyayangi Anak ku"


"Zain, Aku dan May sangat menyayangi Ayana. Kau tak perlu khawatir untuk penjelasan mengenai kematian Letycia, Ayana akan bangga kepada Alm ibunya karena, telah berjuang melahirkan Anak cantik seperti dirinya"


"Aku, takut kehilangan Ayana kak." Ucapnya kembali.


"Sesuatu yang hilang bukan Allah ambil dengan percuma Namun, beliau akan menggantikannya dengan Apa yang kita butuhkan. Jadi Letycia allah Gantikan dengan Ayana dan Aku yakin Allah akan memintamu merawat Ayana dengan ikhlas." Ucap Rido membuat Hati Zain merasa tenang.


"Zain, jangan khawatirkan Ayana. Kami akan membantumu merawatnya, percayalah!." Ucapku seraya menghampiri kedua adik kaka itu.


"Besok aku akan pulang dulu, dan minggu depan kita bertemu saja di istanbul"


"Apa kau akan membawa Ayana, zain?" Tanyaku sembari menghampiri mereka, Aku menggendong Ayana.


"Iya Kak May," Jawan Zain


"Tidak, Jangan Zain. Biarkan saja dia bersama kami"


"Nanti Kaka kerepotan, Lagipula kaka dan Kak Rido sudah membawa empat orang Anak." Jawab zain, Zain terlihat sangat mengkhawatirkan kami. Zain takut jika kami merasa kerepotan dengan membawa banyak anak.


"Sayang, Apa kamu gak akan kerepotan jika membawa kelima anak ini?" Tanya Rido kepadaku, Aku tersenyum saat mendengar hal yang ditanyakan oleh Rido.


"Iya Kak, Nanti disana Kaka kerepotan. Dan aku gak mau Kaka ataupun kak Rido jadi kelelahan" Seru Zain.


"Tidak, mereka Anak-anak ku bagaimana mungkin aku merasa repot dan Jika memang aku sedang kerepotan tidak akan mungkin kau dan Carry membiarkanku!" Ucapku, Rido begitupun Zain tersenyum kala mendengar jawaban dari bibirku. Zain berpamitan untuk menghubungi Papa hen dan Mama serly karena sedari tadi mereka mencoba menghubungi ponsel Zain dan sepertinya mereka ingin membeicarakan hal yang sangat penting.

__ADS_1


"Terima kasih Sayang, Aku sangat mencintaimu" Ungkap Rido.


"Aku juga sangat, sangat mencintaimu" Jawabku, Rido menciumku dengan kilas. Aku sangat senang jika mendapat ciuman kilas darinya, perasaanku sangat bahagia jika Rido berada didekatku.


*****


kami sedang menunggu Kedatangan Papa dan juga Ayah. karena, Hari ini adalah hari dimana Papa dan Ayah akan berangkat bersama kami ke Istanbul, Turki.


Papa dan Ayah memang sengaja pergi bersama kami, Karena mereka juga ingin sekali menghabiskan liburan Akhir pekan dengan semua cucu-cucunya. Papa dan Ayahku sangat menyayangi Ayana, Mereka juga sudah menganggap Ayana adalah Cucu mereka sendiri.


"Sayang, Apa kau mendapat telepon Dari Papa, Ayah, Ibu atau Mama?" Tanyaku kepada Rido, Rido sedang menghabiskan waktunya untuk menemani Fizzy dan Faaz bermain tak jauh dari Kamarku. Alea pun tak luput dari pandangannya.


"Belum, Tapi pasti hari ini Kok!" Jawab Rido singkat, aku kembali masuk kedalam kamarku untuk mengurus Ayana dan juga Maliq.


"Carry, apa bisa menemani dulu MaliQ?"


"Bisa, Nyonya. "


"Aku akan kembali sebentar lagi" pamitku kepada Carry, Aku menggendong Ayana yang sedari tadi memang tak ingin lepas dari gendonganku. aku berniat untuk pergi menemui Shaloom kedalam kamar tamu yang ada dirumahku.


Tok. Tok. Tok.


"Kak Shaloom?" Panggilku pelan. aku mengetuk kembali pintu yang ada dihadapanku.


"Kak Shaloom" Panggilku lagi. aku membuka pintu, dan Aku tak mendapati Shaloom di kamar tersebut. namun, Aku melihat pintu balkon kamar terbuka dengan lebar, Aku segera mendekat kearah pintu tersebut.


"Kak Shaloom?, Ya ampun aku kira kemana!" Seruku kepadanya. aku melihatnya sedang melamunkan sesuatu hal, Air mata yang ia bendung, seakan ingin menetes dipelupuk matanya.


"Kamu ngagetin Aja deh" serunya sembari menyeka air mata, yang mungkin sebenarnya ia tak ingin tunjukan kepadaku.


"Iya, maaf Kak. Kaka kenapa? Kok matanya sembab?" Tanyaku kepadanya.


"May, Aku ingin bertemu daddy ku!" Ucapnya.


"Bukankah Kaka kemarin Di Inggris?, dan tenanglah Sahila akan baik-baik saja Kak!" Jawabku, seraya mencoba menenangkan Shaloom.


"Aku sudah tak melihat daddyku, daddy sudah tidak pernah mendatangiku May!" Ia menundukan kepalannya, ia mulai tak kuasa untuk membendung air matanya.


"Om Jose tidak pernah menjenguk mu?" Tanyaku penasaran.


"Iya, entahlah aku tak tahu apa alasannya." Ucapnya, Aku menatapnya dengan lekat. wajahnya benar-benar kebingungan.


"Apa kaka sudah menemuinya dan mencarinya dirumah Kaka?"


"Rumahku sudah dijual beberapa bulan yang lalu, dan Daddy tidak menitip pesan kepada pemilik barunya" Jawabnya padaku, terlihat tatapan yang sangat kosong ada pada matanya, Aku merasa iba saat melihat rona sedih yang menggelayut diwajah shaloom.


"Kak Shaloom, jika Papa datang. aku akan bertanya kepada Papa apa kontrak kerjasama dengan perusahaan daddymu masih berjalan atau tidak!" Janjiku padanya, ku usap wajahnya, Ia tersenyum manis kala tahu aku akan membantunya.


"Apa Papaku melakukan kerja sama dengan Om gus?" Tanya Shaloom kepadaku, karena Shaloom memang tidak mengetahui hal ini.


"Iya Kak, Om Jose dan Papa melakukan kerja sama dan itu sudah terjadi sebelum Kaka masuk penjara." Ucapku memberitahunya, dia terlihat semakin kebingungan.


"Apa kamu bisa menjelaskannya May?" Tanya Shaloom.


"Waktu itu, Aku mendapat kerja sama dengan perusahaan Tuan Hang, Dan kabarnya Om jose mengalami kebangkrutan yang lumayang besar Namun Om jose masih berdiri dengan tekadnya. Saat itu, Papa sangat membutuhkan partner kerja yang mampu membantu mengelola perusahaan Papa di Inggris, Akhirnya Aku dan Rido mengusulkan om jose untuk sementara waktu mengelola perusahaan kami"


"lalu?"


"Aku kurang tahu untuk penjelasan selanjutnya, nanti Kaka bisa tanyakan dengan Papa dan juga Mama" Ucapku padanya.


"Terimakasih May!, biar nanti aku saja yang bertanya kepada om Gus." Shaloom memeluk ku, Aku merasa jika ia memang benar-benar ingin berubah.

__ADS_1


Terdengar suara Rido memanggil namaku. Aku yang sedang menggendong Ayana seketika itu berpamitan dan segera menghampirinya. sebenarnya ingin sekali Aku bercerita banyak mengenai om jose kepada Shaloom Namun, Aku tak tega untuk menceritakannya.


"Iya sayang, manggil-manggil Ada apa sih?" Tanyaku padanya.


"Papa dan Ayah sudah menuju kerumah ini, Apa kamu tidak mau Mandi dan berdandan cantik?" Tanya Rido sembari mencubit hidungku.


"Mandi?, Aku kan sudah mandi tadi "


"Mandi sama aku kan belum?" Godanya kepadaku, Aku tersenyum dan mendekati tubuhnya yang sedang berdiri dihadapanku.


"sayang kenapa kau selalu saja menggodaku!" Rengek ku padanya, ia terlihat tersenyum dengan sangat lebar, senyumnya mengisyaratkan hal yang berbeda.


"Apa arti dari senyuman itu?" Tanyaku sinis padanya.


"tidak, " Jawabnya singkat, ia mendekat dan menciumku dengan kilas.


"Rido, sudahlah Aku malu, nanti ada yang liat gimana?" Ucapku dengan mencubit kecil pinggangnya.


"Aku gemas!!!, Apa sudah boleh aku ..."


"Eheeemmmm... "


"Kak, Apa kunci mobil ini rusak ia?" Tanya Zain.


"Eh, Aku bawa Ayana" Ungkapnya, Zain terlihat sangat gerogi melihat kemesraan kami.


"Alasan, " Gumam Rido, Aku segera memberikan Ayana kepada Zain. Zain terlihat tertawa menggelitik saat menatapku.


"kamu kenapa tertawa?"


"Aku sedang menertawakan Kak Rido, Kak Rido sepertinya sudah ingin membuka duren Lama" Ucapnya.


"Emang kamu beli duren udah lama" Tanyaku kepada Rido dengan polosnya, karena memang kemarin Rido dan kedua Adiknya menyemil Buah durian.


"Emmmhhh, maksudnya Aku deren. DUDA KEREN" ucap Zain.


"Ahh, udah Ahh!!!, pusing Aku ngomong sama kalian" Ucapku seraya melengos menin ggalkan mereka berdua.


"Kamu ganggu aja sih, jadi gak jadikan!!!"  Gerutu Rido, membuat Zain semakin tertawa cekikin.


"Habisnya, Kak Rido gak kasian apa sama Aku!!" Keluh Zain membuat mereka tertawa bersama.


"Aku selalu doakan Kau akan bahagia dimanapun, dengan siapapun dan untuk hap Apapun."


"Terimakasih kak, Aku masih saja tak bisa melupakan Letycia. dia sangat berharga didalam hidupku"


"Semoga kau dapat bertemu kembali, disurganya Allah Zain"


"Aminn, Kaka terimakasih atas dukungan yang selalu kau dan Kak May berikan!" mereka berpelukan dan Zain terlihat sangat bersedih, bayangan letycia selalu muncul didalam pikirnya.


.


.


.


.


Hai readers RidoMay, pantengin terus lanjutan RidoMay nya ia.. siapa yang kangen sama Rido dan May..


diakhir Nanti bakalan Ada giveaway lagi untuk kalian.. cuss ah baca terus..

__ADS_1


jangan lupa baca juga "ARE NOT THE SAME" dan "BUKAN MAUKU"


__ADS_2