
RIDO POV (Again)
sesudah Selesai bersembahyang, Aku melihat May sedang masuk ke kamar dan Tak lama keluar kembali. malam itu Aku dan Dhan memang berencana untuk mengerjakan suatu proposal yang Akan aku berikan kepada Adeeva. Aku ingin Agar Adeeva segera memberikannya kepada Tuan Rudolf. aku keluar dan melihat tatapan May yang terlihat kesal saat melihat ku, Aku menyuruhnya untuk beristirahat dan May segera pergi ke kamar membawa MaliQ.
Aku tahu jika MaliQ merasakan kekesalan ibunya terhadap ku dan Aku mendengar jika memang susah sekali untuk membuat MaliQ memejamkan Matanya, Namun disisi lain Aku sedang terburu-buru menyelesaikan laporan Proposal itu. Aku sedang menerima telepon dari Adeeva, pembahasan kami tak jauh dari pembicaraan mengenai Masalah dikantor. Saat aku sedang berbicara melalui ponselku, aku melihat May yang datang dengan MaliQ didalam gendongannya, wajahnya sudah sangat terlihat pucat dan terlihat sangat kesal.
”ya ampun, May pasti nangka yang enggak-enggak deh! Soalnya Chat dari Adeeva udah dilihat duluan sama May” pekik ku dalam hati, Aku tidak merasa May saja yang sedang melakukan kesalahan,. Aku pun manusia biasa, pernikahan kami memang sedang mengalami fase kebosanan. Dia sedang berada di hadapanku dengan menggendong MaliQ didalam gendongannya.
“Iya, Baiklah. Kami akan segera mengerjakan proyek itu” ucapku kepada Adeeva sembari memegang ponselku.
“Baiklah aku percaya kepada mu Do, Aku akan ke Indonesia hari ini” jawabnya.
“iya, siap. Salam untuk Bapak dan Ibu di sana dev” jawabku padanya.
”oh iya, Salam juga sama Istri dan Anakmu iya Do. Nanti deh Aku ke rumah pas ketemu sama Zain juga” tuturnya.
”iya, wAalaikum salam nanti saya sampaikan” jawabku sembari melirik wajah May.
“Maaf jika sudah menganggu malam-malam seperti ini” ucapnya kembali.
”Tidak, tidak merasa terganggu. Lagipula besok kan KAMU sudah berada di Indonesia”
“iya kalau Jadi.. hahaha” ketawanya dengan sangat lebar.
“jangan lupa Laporannya bilangan Sama Dhan” ucapnya kembali.
”iya, secepatnya saya berikan laporan tersebut, kamu kabari juga Dhan asisten pribadi ku.” Jawabku
“ya sudah, gak enak udah Malam, Assalamualaikum” ucapnya mengakhiri panggilan di ponselku.
”baiklah, WAalaikum salam Dev.” Jawabku.
Aku tidak berniat menyakitinya Namun, Aku memang terlalu Fokus menatap layar laptop setelah mengakhiri perbincangan bersama Adeeva.
”Kamu, masih sibuk iya?” Tanyanya.
”iya, kenapa Sayang?” Jawabku sembari tetap fokus menatap layar laptopnya.
”Tuan, Apa ini sudah sesuai” ucap Dhan yang datang menghampiri kami.
”Coba lihat.” Ucapku, Dhan memberikan Laptop yang dipegangnya danmAku mulai melihat hasil laporan yang telah di kerjakan oleh Dhan. May meninggalkan kami yang terlihat sedang sibuk, Aku mendengar May berjalan sembari menggerutu kesal. Entahlah saat itu adalah momentum terburuk untuk ku dan May, dan Aku pun sadar itu. aku Irak berniat membuat nya kesal Namun, saat Aku mencari tahu Fase berumah tangga Aku membaca bahwa kami memang sedang didalam Fase saling merasa bosan satu sama lain, apalagi dengan perbedaan pendapat diantara kami.
”Dhan, Aku akan ke kamar. kita selesaikan saja besok pagi” ucapku, Dhan menganggukan Kepalanya dan segera berjalan ke kamar masing-masing.
Aku membuka Pintu kamar dan Masuk kedalam kamar Aku melihat raut wajah yang terlihat kesal di wajah cantiknya.
Malam itu Aku masih mencoba membuat istriku Nyaman, walaupun kenyataan nya Aku dan May sedang berada di dalam Zona Nyaman yang berbahaya karena Usia pernikahan kami yang kini masuk Usia pernikahan ke 4.
perbedaan pendapat diantara kami sedang berlangsung satu bulan terakhir ini, bukan Hanya itu akhir-akhir ini May selalu saja berani melihat dan mencari tahu privasi didalam ponselku walaupun, memang seharusnya setiap Hubungan Suami-istri keterbukaan lah yang utama.
malam itu wajahnya terlihat pucat, terlihat sangat kelelahan. aku berniat untuk membuatnya istirahat dengan memijat pundaknya, Aku mencium pundaknya untuk memberikan relaksasi kenyamanan.
”Suamiku, Sudahlah tidak usah memijat jika ujungnya kau ingin...” dia berhenti berbicara saat aku menatap sayu wajah ya.
”sayang, mengapa kau seperti itu?” Dia terdiam kala ku berbicara seperti itu.
”Aku hanya sedang lelah saja” ucapnya.
”Jika memang lelah, berikan MaliQ kepadaku” aku memintanya dan segera menggendongnya. Dia membaringkan tubuhnya diatas Ranjang. Tak lama kemudian ia beranjak dan bertanya mengenai Adeeva dan Aku menjawabnya dengan keadaan sebenarnya. Dia tersenyum dan Aku menjelaskan perihal kekecewaan ku atas sikapnya Akhir-akhir ini.
__ADS_1
“maafkan Aku suamiku, Maaf jika sudah membuatmu gusar” Ungkapan itu yang membuat hatiku semakin Luluh. Dia memang sosok wanita yang baik, dia mampu mengakui kesalahannya dan segera meminta maaf kepadaku. Sebaliknya Aku pun mengakui kesalahanku dan meminta maaf kepadanya.
tak lama kemudian Aku dan dia sedang Memadu cinta karena MaliQ sudah terlihat tertidur pulas di atas pangkuanku Namun, Carry menggagalkannya dengan ketukan pintu yang keras, Carry ingin memberitahukan kondisi Ayana yang sedang kejang karena suhu badan yang tinggi.
“Aku salah tidak terbuka kepadanya, Aku berdosa!!, maafkan Aku Tuhan, maaf jika Aku menyakiti hatinya.” Gumamku
.
******
Kami merasa khawatir dengan kondisi Ayana, Kami memutuskan untuk membawanya ke dalam kamar kami.
“Lelah kan sayang, biarkan Aku saja yang gendong Ayana” Ucap ku, May terlihat mengayun-ayunkan Ayana dan tersenyum ke arahku.
”Kamu tidur aja gih, lagian Udah tugas seorang ibu kalau Anaknya sakit pasti kurang tidur” jawabnya yang tetap mengayunkan tubuh Ayana.
”Aku kan seorang Ayah, Aku juga pasti kurang tidur karena menemani seorang ibu mengurus anaknya” jawabku membuatnya tersenyum dengan Cantik.
”ILOVEYOU” ucapku sembari memberikan kecupan ditangan ku.
”Sayang, “ Aku beranjak dan duduk diatas ranjang, Aku berniat untuk menceritakan Perjodohan Zain dan Adeeva Namun May Terlihat seperti sudah sangat kelelahan, dia menidurkan Ayana tepat disampingku dan berbisik kepadaku agar aku tidak berisik.
”apa?” Tanyanya, Aku menggelengkan kepalaku.
(‘Nanti lagi aja deh, kasihan dia pasti ngantuk! - batinku saat itu.)
kami tertidur dengan pulas dan syukurlah Ayana juga MaliQ tidak terbangun dan mengganggu tidurnya May yang baru saja terlelap.
Keesokan paginya Aku diberitahu oleh Zain untuk menjemputnya di Bandara, Karena May sempat memberitahu Zain mengenai kondisi Ayana. aku pun berpamitan kepada May untuk segera menjemput Zain.
*************
Aku masih berbincang banyak dengan Adeeva, Adeeva banyak sekali menceritakan mengenai masa-masa nya dahulu bersama Risa dan Rido. Dia terlihat seperti menaruh hati kepada Rido. Entahlah Aku melihatnya seperti itu, dia terlihat seperti senang saat menyebut Nama Rido.
”Eh, Gimana sih waktu Rido ngajak kamu menikah?” Tanya nya, Aku tersenyum saat Aku ingin menjawab dia berbicara kembali.
”pasti Romantis kan, Rido dulu Romantis banget orangnya” ucapnya saat itu.
”hem, iya gitu deh. Kita kenal dari orang tua” ucapku.
”oh iya, dari orang tua. Dijodohkan gitu iya?” Tanya nya.
”gimana sih cara pendekatannya kalau emang dijodohkan begitu?” Tanya nya kembali, jujur Aku bingung dengan pertanyaan semacam ini.
”Maaf kalau aku terlihat cerewet” ucapnya kembali.
”enggak Kok, gak Apa-apa” jawabku. ia beranjak dari tempat duduknya dan Duduk disampingku.
"Oh iya, Kamu kenal Shaloom?" tanya nya.
(sekarang Nanya-nanya tentang Shalom - batinku)
"ah Udah deh gak usah Bahas wanita itu!" gumamnya.
"May bolehkah aku sedikit mencurahkan Isi hatiku" ucapnya membisik ditelingaku, Tanganku digengam olehnya.
"emmh..Maaf ada apa ini?" tanya ku.
"May, jujur Aku menyukai Rido dan itu sudah berlangsung sejak lama." jujurnya kepadaku, Aku mengerutkan dahiku. Aku tak menyangkan mengapa dia berani berbicara jujur kepadaku.
__ADS_1
"Apa kamu sadar berbicara jujur seperti itu kepadaku?" tanyaku santai.
"Maafkan Aku May, Aku hanya bercanda" tukasnya, Ia terlihay seperti sedang salah Tingkah.
"Assallamualaikum" Ucap Rido memberi salam sembari masuk kedalam Rumah.
"waalaikum Salam," Jawab kami.
"Maaf iya Dev membuat mu menunggu lama" Serunya.
"eh Gak apa Do, lagian Asyik juga kok ngobrol sama May" Tuturnya dengan menatap ku lembut.
"Iya Lah kalau gak asyik gak akan mungkin aku nikahin!" jawabnya sembari menatap kearahku.
"Dia wanita yang sering aku ceritakan dulu" Ucap Rido.
"Oh iya, senangnya bertemu wanita Shalihah seperti May. beruntungnya Kamu do bisa dapet istri secanti, seramah, se shalihah ini" Puji wanita itu seperti sedang terpaksa.
"Itu dia makanya Aku gak pernah berhenti bersyukur!" Seru Rido, Aku melihat tatapan adeeva yang terlihat tidak menyukai ku.
('Aku mencium gelagat Aneh dengan wanita Ini - batinku.)
"eh Zain mana?" Tanya Adeeva.
"Ada didepan lagi Bawa koper punya nya" jawab Rido, Rido duduk disampingku. Rido mencium keningku dan membawa Maliq yang sedang tertidur siatas pangkuanku.
"Kamu masak Gak sayang?" Tanya Rido.
"masakan yang Tadi masih sisa, aku masak dulu deh iya" ucapku saat itu.
"Gausah deh sayang, Nanti kita pesen aja makanan nya cepat saji" ucap Rido.
"Makasih suamiku yang sangat pengertian" Ucapku sembari mencubit pipinya dengan gemas.
"Dia memang suami yang sangat bijak, aku sangat bersyukur mendapatkan suami seperti dia" gumamku.
"Assallamualaikum" Sapa Zain yang masuk sembari mendorong koper miliknya.
"waalaikum salam" balas Kami, Aku segera mengambil Ayana. Zain terlihat bersalaman dengan Adeeva dan duduk disamping Adeeva.
"Tuh Daddy, Ayana pasti deh kangen sama Daddy" Ucapku sembari memberikan Ayana, Ayana terlihat senang saat bertemu dengan Daddy nya.
mereka berbincang Hangat, Banyak sekali yang di bicarakan oleh mereka. aku menatap tatapan Adeeva kepada Rido yang telihat seperti sedang mencari perhatian Rido.
('entahlah Aku harus berhati-hati dengan Wanita ini - gumamku)
"May, Bolehkah aku meminta Antar ke belakang. Aku kebelet ingin buang air kecil" pintanya, Akupun mengiyakan permintaannya.
"May, Lupakan percakapan tadi. anggap saja aku tidak pernah berkata demikian" tuturnya, Aku menatap dengan tatapan Aneh kepadanya.
"Aku baru aja mau bilang sama Rido." ucapku.
"Sudahlah lupakan saja, Aku hanya bercanda" tandasnya kembali.
"kamu tidak ingin kan, Tender kami dibatalkan karena Hal tadi. tender perusahaanku yang akan membuat perusahaan Rido lebih baik" Ancamnya saat ini, Aku tersenyum pelik sembari menatapnya.
('ternyata benar dia memang wanita Licik, Aku harus memberi tahu Kak shaloom dan mencari tahu tentang Adeeva!" gumamku didalam hati)
"baiklah, Aku akan melupakan percakapan tadi Nona Adeeva." seruku, Ia pun tersenyum kepada ku. ia segera meninggalkan ku dan pergi untuk menghampiri Zain dan Rido kembali.
__ADS_1
('Ya, Ampun wanita apa sih Dia. dia lebih berbahaya dari Shaloom ternyata! Aku sudah duga dari Cara dia mengirimkan pesan singkat dan bilang jika dia sangat senang bisa berjumapa dengan Rido. Astagfirullah, sungguh pelik kisah kehidupan orang jama sekarang - batinku mengeluh kembali)