
Di dalam kamar terpisah, Kamar luas milik Faaz yang sekarang ditemani oleh Rayna kembali terdengar suara Rintihan dan tangisan Rayna. Faaz masuk dan melihat Rayna yang sedang duduk dihadapan Laptop miliknya, Rayna menggeserkan beberapa foto pernikahan Faaz bersama Natasha. Mungkin saat ini Rayna memang sedang merasakan kesedihan yang sangat mendalam, “Kau benar-benar mengkhianati ku, kau bilang saat kau menikahi Natasha. Kau sama sekali tak mencintainya, bahkan kalian sama sekali tak saling mencintai. Tapi lihat lah ini foto kalian menunjukan rasa bahagia.” Gumamnya, Faaz terdiam hanya menatap Rayna yang duduk membelakanginya.
”kau Memanggilku?” Tanya Faaz, Rayna membalikkan badannya yang sedang duduk diatas Kursi roda. Sebelumnya ia meletakan sebuah laptop itu tepat diatas meja.
”Faaz, “ Lirihnya memanggil nama Faaz, air matanya terbendung di dalam mata indahnya itu.
”Semua tak seperti yang diharapkan olehku. Sekarang, Cintamu hanya ada dalam mimpi, cintamu hanya ada dalam hati, cintamu hanya membeku di dalam hatiku”
”Rayna,” Faaz memanggil namanya lirih, ia menyeimbangkan tinggi tubuhnya dengan menumpukan lutut kaki diatas tumpuan badannya. tangan Rayna Pun kini membekap mulut Faaz, Ia seolah ingin menyampaikan rasa gundah ya.
”sssshhhhhhh....” telunjuknya menunjuk bibir Faaz bebas.
“Kali ini pagi menceritakan tentang dinginnya malam, tentang kopi yang begadang, dan doa-doa sisa air mata. Ternyata aku masih terlalu mentah untuk mekar bersamamu, aku masih terlalu kanak-kanak untuk mengiringi langkahmu. dan Untuk lembar-lembar berikutnya, mungkin kau akan menuliskan kisah barumu bersama Natasha.”
“Hari kemarin atau esok sama saja dengan hari ini. Duka dan suka menjadi seirama lagu, matahari di luar, matahari di dalam hati menyatu dalam kepiluan sukmaku Faaz, Kini Ada yang meleleh di ujung kedua mataku, begitu pun dengan goretan-goretan luka itu selesai ku simpan didalam hatiku. Ternyata bendungan air mataku tidak terlalu kuat hingga terus menyeluruh mengeluarkan buliran air mata”
“Faaz Aku tak ingin kau mengkhianati ku seperti ini, tinggalkan Natasha. Hiduplah bersama ku.”
“Aku mohon.....” pinta Rayna seraya memohon kepada Faaz, Faaz terdiam rasanya bimbang saat ia mendengar ucapan itu, “I ask you to forget your love after the woman” Ucap Rayna kembali.
”Aku tak ingin kau menuliskan lembar-lembar kehidupan bersama nya dan bersama ku, kau hanya milik ku. Aku tak bisa berbagi dengan nya.” Ucap Rayna kembali.
"Aku mengkhianati mu?, " Tanya Faaz, ”Rayna, Aku mohon. Mengerti lah. Dia sedang mengandung anak ku.” Ucap Faaz
”Lalu, jika begitu ceraikan Natasha saat ia melahirkan. Beri anak itu segudang harta dan suruh mereka pergi dari hadapan kita. aku tak ingin Aaleesya merasa terganggu dengan kehadiran anak itu.” Rengekan Rayna membuat Faaz semakin bingung, “Kau Hanya harus bertanggung jawab pada anak itu, tidak dengan Natasha.” Ujarnya.
”Rayna, Dia sudah resmi menjadi istriku dan Aku..” saat Faaz ingin menjelaskannya Rayna lagi dan lagi menukas kalimat yang akan Faaz ucapkan, seakan Rayna tak ingin mendengar pengakuan Faaz mengenai perasaannya kepada Natasha.
”Aku tak ingin mendengarkan apapun mengenai dia, yang aku ingin berhentilah berada di dekatnya.” Tutur Rayna.
”berhentilah bersikap egois Ray,” ucap Faaz, “berhentilah menyakiti perasaan ku Faaz” Rayna menyelah kembali kalimat yang sedang Faaz Ucapkan.
”Aku tak berniat untuk itu, Aku memiliki alasan melakukan itu dan saat Aku melakukan itu kau dalam keadaan koma dan antara kehidupan dan kematian mu, yang saat itu aku tahu lebih besar kemungkinan kau mati dan Aku...”
Rayna kembali membekap mulut Faaz, “Hentikan, Aku tidak ingin mendengar apapun lagi!,” Tukas Rayna, “Yang aku ingin kau mulai menjauhi Perempuan itu!!!” Ucap Natasha penuh dengan penekanan.
“Aku tidak bisa Rayna, Aku tidak bisa berjanji untuk menjauhi Natasha. Aku sangat mencintainya.”
“Lalu kau akan hidup dengan kami?, Aku tidak bisa menerima kau menikah dengan wanita kembali.” Ucap Rayna.
”jika kau tidak bisa menerima Natasha dan bayinya, Aku akan urus perceraian kita.” Faaz beranjak dan berdiri dihadapan Rayna, "Aku akan menceraikan mu!!! " Ucap Faaz penuh penekanan.
”Kau sudah gila Faaz, kau melepaskan ku demi wanita sampah itu.” Umpat Rayna, Wajah nya terkuras merah. Tangannya mengepal seakan sedang mengumpulkan kekesalannya.
“Sampah?” Faaz mendecih kesal mendengar umpatan Rayna untuk Natasha, “Setidaknya dia tidak seperti mu, dia menghormati setiap keputusanku. Dia membuatku nyaman dan membuat ku merasa sangat berharga.” Ujar Faaz.
“Mengapa kau membandingkan dia dengan ku?” Tanya Rayna, “Apa yang kurang dariku?, Apa salah dariku Faaz?” Tanya Natasha kembali.
”Kau lupa siapakah Aku saat dulu?, Kau begitu mencintaiku Faaz dan Aku pun sama mencintaimu?” ujar Rayna
”Mencintaiku?" Tanya Faaz, "Kau tidak mencintaiku,Kau memanfaat kan kebaikanku!" Ucap Faaz,
"Rayna Apa Kau ingat, kau sudah menipu ku. Saat malam pertama itu, kau jujur mengenai keadaan mu kepadaku dan kau memberikan kejujuran itu saat kita sudah resmi menikah,” ucap Faaz, “Kau ingat mengenai hubungan mu dengan Aidil?” tanya Faaz, wajah Rayna terlihat sangat merah. Mungkin perasaannya kini sedang bergejolak.
”Dan saat itu kau bilang, tidak terjadi apapun antara kau dan Aidil. Hanya kau dan Tuhan yang tahu.” Ucap Faaz, Ia berniat meninggalkan Rayna. Namun Rayna menarik lengannya. Rayna bersimpuh memohon dihadapan Faaz.
“Aku mohon, hentikan pembalasan dendam mu padaku.”
__ADS_1
”Lupakan dendam mu itu Faaz, Aku mencintaimu Faaz. Aku mohon Faaz.”
”Maaf Ray, Aku sama sekali tidak membalaskan dendam ku padamu. Bahkan Saat Kelahiran Aaleesya, Aku nyaris lupa dengan masalah kita. Dan selama kita menikah hingga kau hamil dan melahirkan Aaleesya, Aku masih berharap hal itu tak pernah terjadi. Namun Tuhan tak pernah salah, kini Aku harus mengingat kembali masa itu, dan kaulah yang membuat ku mengingat nya.” Ungkap Faaz, Matanya sudah berkaca-kaca.
”Aku tidak akan pernah berhenti membuat kau dan Natasha berpisah. Dan Aku tidak ingin kau menceraikan ku.” Ucap Natasha.
“Pernikahan ini sudah tidak bisa kita selamatkan Ray, Aku tak ingin menyakiti mu atau pun menyakiti Natasha. Aku pun tidak bisa membohongi perasaanku tentang kehidupan yang aku jalani saat ini bersama kalian.”
“Natasha membuatku sangat nyaman, Aku merasa Aku mendapatkan kenyaman yang tak pernah Aku dapatkan darimu.” Ungkap Faaz, “kau memang sangat baik kepada ku dan adik-adik ku, namun Aku tak selalu bisa memahami keinginan mu. Memahami watak keras mu, memahami setiap masa lalu mu.” Ungkap Faaz kembali.
”Dulu Aku sangat mencintaimu dan Aku sadar, cinta ku untuk mu adalah kesalahan. Dan Cintaku padamu membuat kau semakin besar kepala.” Ucap Faaz, Ia mengatupkan kedua tangannya dihadapan Rayna. Tatapan Rayna kepada Faaz seakan memohon, “Hari ini, Aku menceraikan mu Rayna. Tidak ada lagi alasan untuk ku mempertahankan pernikahan ini.” Ucap Faaz kembali.
”Maafkan Aku,” ucap Faaz seraya melangkahkan kaki untuk meninggalkan Rayna, Ia menangis dan berteriak memanggil nama Faaz. “Faaz,, Faaz” Suara Rayna begitu sangat keras, hingga Natasha dan Ayana mendengar teriakan itu.
”Baiklah, jika ingin mu seperti itu. Antarkan Aku pulang ke rumah kita. Ke rumah dimana Aku menghabiskan masa koma ku dan Aaleesya akan tetap ikut bersama ku.” langkah Faaz terhenti kala mendengar ocehan Rayna mengenai Aaleesya.
”Aku akan mati bersama Aaleesya, dan Kau akan menyesal Faaz” Ocehan Rayna membuat Natasha dan Ayana terkejut saat mendengarnya.
“Tidak, kau tidak Bisa membawa putriku.” Tolak Faaz, Ia membalikkan badannya dan kini Rayna dan Faaz saling berhadapan.
”Aku akan tetap membawa Anak ku.” Tukas Rayna, “dan biarkan kami Mati bersama-sama!” Seru Rayna kembali.
”Aku akan tetap mempertahankan Anak ku, Tak peduli kau adalah ibunya. Sudah cukup Aku mengalah dengan sikap mu yang kadang selalu berubah-ubah.” Ucap Faaz, “Aku dulu mencintaimu Rayna, karena seiring berjalan nya waktu. Saat kau membuat Aku tak berharga di mata mu, Aku meyakini cinta mu memang tidak tulus kepada ku.” Ucap Faaz kembali.
”Kalau begitu kasih aku kesempatan lagi Faaz, Aku mau kita hidup layaknya dulu. Tanpa pengkhianatan, tanpa saling menyakiti.” Pinta Rayna, “Aku mohon, “ Faaz hanya memandangnya dengan lekat, Natasha dan Ayana mendengar semua percakapan mereka.
Saat itu Terlihat oleh Natasha, Faaz pergi meninggalkan Rayna tanpa mengiyakan permintaan Rayna. Natasha menyandarkan tubuhnya di samping dinding kamar milik Faaz, air matanya bercucuran.
Ayana merasa bingung saat melihat tangisan Natasha, “Kak Natasha, “ panggil Ayana sembari mengusap pundak milik Natasha, “Sudahlah, Ayo aku antarkan kakak ke kamar.” Ajak Ayana.
Dalam hati Natasha, “Hati ini bergetar kala sepasang manik mata indah itu menatapku dengan lekat, Faaz... Pandanganku terhalang keindahan mu, bahkan Sekujur tubuh ku lemas seketika dan mulai tersadar. kau memang milik orang lain. Kau tak pantas untuk ku, Aku hanya melemahkan dirimu. Dan Apalah dayaku ini? aku Bukan siapa-siapa yang malah lancang mencintaimu.” Langkahnya terseret lemah, Mengingat dan mendengar rintihan permohonan Rayna kepada suaminya. Rasa bersalah hinggap di dalam batinnya, Ia merasa sudah menjadi perusak hubungan antara Faaz dan Natasha.
”Ayana, biarkan Natasha bersama ku. Jika Qabil dan Alea datang suruh mereka membawa Aaleesya ke kamarnya.” Pinta Faaz, Ayana menganggukan kepalanya. Wajahnya terlihat bingung namun, Ayana terlihat sukar hanya untuk sekedar berbicara.
”Ayo masuk, “ Ajak Faaz kepada Natasha, Natasha terlihat masih membungkam mulut nya. Faaz memeluk tubuh Natasha. mencium pipi Natasha dan mendekap tubuh Natasha, Faaz benar-benar mencoba melupakan permasalahan antara dirinya dan Rayna saat ia sedang bersama Natasha.
”Faaz,” panggil Natasha, matanya berkaca-kaca.
”Apa sayang?” Jawab Faaz, “mengapa matamu berair, apakah kau menangis?” Tanya Faaz.
”Apa yang kau ucapkan kepada Kak Rayna?” Tanya Natasha, “Kau menyakitinya kembali?” Ucap Natasha seraya menimpali pertanyaan tadi.
”Tidak, Aku hanya memberinya sedikit pelajaran,” jawab Nya
"Dengan meninggalkannya saat ia memohon untuk kau tetap di sana dengan nya?" Tanya Natasha, "Faaz kau sangat kejam!!" Tandas Natasha, Ia kesal kepada Faaz yang terlihat tidak Gentle.
”Kau menyakitinya, bukan memberinya sedikit pelajaran.” Ujar Natasha, “Apa yang kalian bicarakan?, dan mengapa kau berbicara seperti itu?” Tanya Natasha kembali.
”Aku memutuskan untuk menceraikan Rayna.” ujar Faaz.
”Apa?,” Natasha terkejut saat mendengar apa yang Faaz ucapkan, “Kau tak boleh melakukan itu Faaz!” Seru Natasha.
”Rayna meminta ku menceraikan mu, dan Aku tak bisa melakukan itu.” Ungkap Faaz, “Aku sangat mencintaimu, apalagi kau sedang mengandung anak kandung ku!” Ungkap Faaz kembali.
”tapi tidak usah menceraikan Rayna, Aku mohon,” Natasha mengatupkan kedua tangannya, air matanya mengalir dengan deras, raut wajahnya terlihat sangat tertekan. Natasha memang ingin membeli hati Natasha melalui kebaikannya, namun Faaz menganggap hal itu tidak akan berhasil, Rayna sosok wanita yang sangat keras dimata Faaz bahkan dengan adik nya pun Ia selalu menyimpan dendam. Rayna yang baik adalah hanya kedok saja, kedok untuk menutupi rasa sesalnya atas kehidupan terdahulu bersama sang Ayah yang pergi meninggalkan ibunya saat ia masih kecil.
”kau tahukan, dia sedang dalam masa pemulihan. Kita harus membantunya pulih dan membantunya mengerti bahwa pernikahan ini sudah terjadi.” Ucap Natasha, Faaz hanya menundukkan pandangan nya. Ia memegang kepala nya dengan kedua tangan nya, Ia terlihat sangat tertekan. Faaz memang memberikan kesempatan istri kedua nya untuk berbicara dan mengeluarkan isi hatinya.
__ADS_1
”Bahkan jika memang ada manusia yang patut disalahkan adalah Aku Faaz.” Ucap Natasha, “Faaz Aku ingin bertanya kepadamu. Mengapa Kau menceraikan kak Rayna?” Tanya Natasha.
”Faaz jawab, Aku tak ingin selalu merasa berdosa seperti ini.”
”Natasha, dia ingin aku menjauhi mu dan Anak kita. Dia meminta ku untuk meninggalkan mu dan memberikan segudang harta untuk anak ini. aku tak bisa, dia anak ku, Anak kandung ku satu-satunya” ceplos Faaz membuat Natasha menatap heran.
”Anak satu-satunya?” Tanya Natasha heran, wajahnya terlihat terkejut. Natasha menatap lekat wajah suaminya, “Apa maksudmu?” Tanya Natasha.
”hmmm..mmm” Faaz menggaruk-garuk kepalanya dengan pelan, “Maksudku, Akh berharap dokter benar jika dia Baby boy dan dia akan menjadi tema ku sebagai anggota keluarga lelaki” elak Faaz membuat Natasha semakin berpikir keras mengenai Anak kandung, dan mengenai ucapan Faaz yang berucap mengenai pengkhianatan.
”Kau sedang menutupi sesuatu Faaz, Namun rasanya Aku tak adil jika memaksa mu untuk menceritakan hal yang pernah terjadi diantara Kau dan Rayna. Dan kau berbuat seperti tadi karena Alasan yang sangat kuat.” Batin Natasha, “Aku akan bertekad melindungi anak ini, dan Aku akan membuat Rayna menerima kami.” Batin Natasha kembali.
Faaz menatap wajah Natasha, “Aku mencintaimu Nat, “ ungkap Faaz, wajahnya semakin mendekat. Mereka saling berpandangan satu sama lain. Faaz mendaratkan ciumannya ke bibir Natasha, Ia mengecup bibirnya dengan sangat lembut.
"Tolong jangan halangi Aku untuk menceraikan nya, jika saja kau tahu banyak sekali luka yang Aku dapat saat menikah dengan nya dan aku tetap menjadi suami yang baik untuk nya berharap ia berubah, berharap ia menjadi wanita yang baik." Faaz kembali mengecup bibir Natasha.
”Papa, Mama peri.” Panggil Aaleesya, seketika itu mereka melepaskan bibir yang sedang saling bersahutan dan saat tersadar Qabil dan Alea pun sedang mempunggungi mereka.
”Sayang, Gimana mainnya seru kan.” Ucap Natasha sembari memeluk Aaleesya.
”seru sekali.” Jawab Aaleesya.
”Kaka, Maaf Aaleesya maksa masuk. Pintunya juga gak ditutup dengan sempurna” Ucap Alea
”Iya, Kita gak liat kok, sumpah deh.” Timpal Qabil
“Kalian ngapain terus-terusan ngebelakangin Kaka?” Tanya Faaz, Alea dan Qabil segera membalikkan badannya.
”Esya gak ngerepotin Aunty Lea sama Uncle Qabil kan?” Tanya Natasha.
”Enggak kok Kak, malah dia bikin kita seneng banget.” Jawab Alea.
”Syukurlah kalau begitu.” Jawab Natasha dan Faaz bersamaan.
”Kalau Jodoh emang gitu kali ya?, selalu mengucapkan kalimat secara bersamaan.” Seru Qabil, “Kita juga kan sayang” Timpal Alea dengan manja.
”Udah ah, Ayo Qabil Kita bikin kopi dan berbincang ditaman. Sekalian ajak AliQ juga.” Ajak Faaz.
”Kak AliQ sama Kak Fizzy emang mau pindah sekarang iya?.” Tanya Alea, “Iya, katanya” jawab Natasha.
"Sepi deh rumah ini!, " Gumam Alea, "Apalagi kita nikah, kita akan pindah ke istanbul! " Gumam Alea kembali.
"Sayang, Istanbul masih Di dunia!! " Ucap Qabil menyeleneh membuat Natasha dan Faaz pun tersenyum kala mendengarnya.
.
.
Mereka semua sedang berbincang bersama, Qabil dan Alea membuat Faaz dan Natasha tertawa riang. Ester datang memberitahu kabar mengenai Rayna
”Tuan muda, Nona Rayna sepertinya Anfal. Tuan AliQ dan Tuan Rido sudah memanggil kan Dokter Ambar untuk memeriksa keadaan Nona Rayna.” Ucap Bibi Ester memberitahu keadaan Rayna, “Tuan Rido meminta anda untuk segera ke kamarnya.” Ucap Bibi Ester kembali.
.
.
.
__ADS_1
Notes ;
jika Pernikahan di awali dengan Kebohongan, Pernikahan akan hancur dan Jika memang berpisah adalah jalan terbaik. maka lakukanlah, Lakukan dengan benar dan bijak agar suatu hari tidak ada kata menyesal karena telah berpisah ~ RidoMay..