
Akhirnya Natasha memutuskan untuk menemui Wanita tersebut, Sebelum Ia memutuskan untuk menemui Tamunya, Natasha terlebih dahulu bercerita kepada Faaz. Ia merasa heran dengan Kedatangan Ibu tirinya ke Negara Australia. bahkan Sewaktu Faaz meminta Aidil untuk menjemput Jimmy ke Indonesia, Ia sudah membekali Ibu tiri serta Adik tiri Natasha sebuah Rumah mewah dan Uang untuk mereka gunakan sebagai Modal.
Alih-alih kedatangan Ibu tiri Natasha di duga untuk membuat drama kembali, setelah beberapa bulan yang lalu Faaz sempat mengirimkan sejumlah uang kembali kepada mereka dengan alasan untuk menambah modal restauran kecil yang sebelumnya sudah Faaz berikan.
"Sebaik itukah kamu kepada mereka?, Mengapa kau tak memberitahu ku Faaz?, " Tanya Natasha, "Kau sudah membuat ku berhutang begitu banyak." Ucap Natasha saat mengetahui cerita yang Faaz berikan.
"Ketulusan mu untuk kami, belum bisa aku bayar walaupun harta yang ku punya Aku berikan semua kepadamu. Sayang, kau istriku. dan Aku tak ingin kau meninggalkan ibu tiri mu tanpa apapun." Tutur Faaz.
"Sayang, Aku hanya tidak ingin kau dimanfaatkan oleh nya." Ucap Natasha.
"Aku memiliki perhitungan, dan Tenanglah kita ikuti saja permainan dia." Faaz mengeratkan tangannya saat menggenggam tangan Natasha, sembari menatap Natasha lekat, Ia berusaha meyakinkan Natasha bahwa ia akan selalu melindungi Natasha dan juga Jimmy.
"Baiklah, Kita temui dia." Ajak Faaz, Mereka pun berjalan beriringan untuk menghampiri sosok tamu tersebut,. Terlihat Sosok ibu tiri Natasha memang sedang duduk di ruang tamu, Ia menatap foto-foto yang berada di dinding ruang Tamu tersebut. tatapan nya sangat lekat saat menatap satu buah Foto keluarga yang tersimpan di sana.
"Natasha, Mama sangat merindukan kamu." Ucap Ibu tiri Natasha, "Bagaimana kabar Papamu?." Tanya nya kembali dengan sangat ramah, walaupun wajah nya terlihat sumringah namun Faaz tahu betul itu adalah hanya Wajah penuh dengan pura-pura.
"Alhamdulilah baik Mah, "
"Apa kabar Tante? " Tanya Faaz sembari mencium punggung tangan Ibu tersebut,
"Baik, Nak. " jawabnya sembari membalas senyuman yang Faaz berikan
"oh Iya silahkan duduk Tante, " Faaz mempersilahkan wanita tersebut duduk, suasana terasa canggung saat ini. Ia pun bercerita mengenai maksud kedatangannya, Ia bermaksud ingin bertemu dengan Jimmy. Bahkan, Ia sempat tak tahu arah tujuan karena sudah sebulan lamanya Ia menetap di Australia.
"Ya Tuhan, Lindungilah Papaku dan keluargaku disini. " batin Natasha bergumam, Ia sangat takut melihat mata ibu tirinya.
"Kamu kok gak cerita sih kalau udah Nikah, Kalau aja Nak Faaz gak datang bersama ajudan nya saat itu. Mama tidak akan tahu jika nasibmu sudah berubah." Ucapnya, Ia terlihat kembali menatap foto yang berada di dinding tersebut.
"Maaf, Ini foto keluargamu? " Tanya nya kembali
"Iya Tante, " Jawab Faaz diselipi senyuman tipis di bibirnya.
"Tidak apa-apa? " Jawabnya singkat, "Apa keluargamu tinggal disini bersama mu? " Tanya nya kembali.
"Iya Mah, Tapi Papa lagi di kamarnya. biar nanti Bi Ester panggilkan Papa. " Ucap Faaz.
"Papa lagi istirahat sayang, " Ucap Natasha,
"Oh Iya, sepertinya begitu."
"Kalian sepertinya merasa terganggu dengan kedatangan Mama, Mama hanga ingin bertemu dengan Papa Jimmy" Tuturnya kembali.
"Tidak, Tidak seperti itu Ma." Tukas Natasha, Ia merasa tidak enak dengan prasangka ibu tirinya itu.
"Adeeva? " Rido datang karena mendengar adanya tamu yang mencari Natasha.
"Rido, Kau kah itu? " ucap Ibu tiri Natasha tersebut.
"Iya, Ini Aku." Natasha dan Faaz merasa heran saat melihat Rido mengenali ibu tiri Natasha, "Kau apa kabar,? " Tanya Rido sembari mengatupkan kedua tangannya.
"Baik, Kau bagaimana kabarnya?." Tanya Adeeva
Iya Adeeva, Sosok wanita yang pernah mengagumi Rido. wanita yang kala itu menjalin bisnis bersama Rido hingga membuat drama untuk menghasut May, Adeeva memutuskan untuk menetap di Indonesia setelah Client Rido yang juga sahabat Rido itu mengetahui bahwa Adeeva sempat mendaratkan Godaan kepada beberapa lelaki termasuk Rido, bahkan Adeeva juga memiliki kasus jika Ia menggelapkan sejumlah uang hasil kerja sama antara Rido dan Client nya yang disebut Atasan Adeeva.
Saat itu kisah Adeeva yang kembali pulang ke indonesia hanya untuk bertemu dengan anak semata wayangnya, Namun anak tersebut meninggal karena sakit. Adeeva pun menikah dengan seorang lelaki dan memiliki anak perempuan bernama Reysa. Namun, pernikahan Adeeva gagal. Ia pun tetap menjalankan Bisnis nya bersama Lira dan Jimmy tanpa adanya suami yang telah menceraikannya.
Di tengah-tengah permasalahan nya yang rumit, Adeeva sering sekali melihat Jimmy yang begitu memperhatikan Lira sebagai Istrinya. Adeeva merasa iri saat melihat kemesraan mereka, pada akhirnya Adeeva pun memiliki rencana untuk memisahkan Jimmy dan Lira dan rencana itupun berhasil, beberapa minggu kemudian Jimmy dan Adeeva semakin dekat, mereka pun memutuskan untuk menikah dan membesarkan anak-anak mereka bersama.
Namun sikap dan sifat keras yang Adeeva miliki tetap saja membuat Jimmy kesal Dan saat cobaan menimpa Jimmy yang menyebabkan Jimmy sakit cukup kera, Adeeva semakin menunjukan sikap Kerasnya. Adeeva pun tak segan untuk bersikap kasar kepada Natasha,.
"Faaz ini tante Adeeva, Temen Papa. " Ucap Rido memberitahu Faaz, Faaz terlihat heran saat Rido memberitahu siapa Adeeva.
"Iya Pah, Faaz tidak ingat." Jawab Faaz, Natasha terlihat tertunduk.
"Jelas kau tidak ingat, saat Aku bertemu dengan mu kau masih sangat kecil." Ujar Adeeva,
"Dunia begitu sempit, Jadi kau adalah ibu tiri Natasha? " Tanya Rido, "Natasha itu Menantu kesayanganku, Aku dan Jimmy juga sahabat lama." Ungkap Rido.
"Ah iya, Aku tidak tahu jika kalian bersahabat. "
"Natasha, Anak Papa. kenapa diam saja, Panggil Papa mu untuk menemui Ibu mu" Rido sengaja mempertemukan Jimmy dengan Adeeva, Rido tahu jika Adeeva sering melakukan kejahatan kepada Jimmy dan Natasha. Rido bertekad untuk melindungi Sahabatnya dan juga menantu nya.
__ADS_1
"Baik Pah, " Natasha menunduk segan, Natasha takut jika Ibunya berlaku tidak baik kembali kepada Papanya.
"Adeeva, dulu Aku mencoba sabar saat kau ingin menghasut pernikahan kami. Namun kali ini Aku tak akan membiarkan Kau menyakiti sahabat ku. dan juga menantuku, Aku tak akan membiarkan siapapun mencelakai keluargaku" Gumam Rido di dalam hati.
Mereka kembali berbincang sembari menunggu kedatangan Jimmy, Faaz pun bercerita mengenai rasa sayang nya kepada Jimmy dan Natasha. Adeeva terlihat seperti tidak suka jika Faaz dan Rido menyayangi Jimmy, bahkan hal itu terlihat dari sorot mata nya saat mendengar ungkapan yang Faaz ucapkan.
"Mereka sudah seperti Keluarga sungguhan bagi Kami, Tante" Ucap Faaz. ...
"Ah,, Iya.. syukurlah jika begitu! " Jawabnya, "Usia kandungan Natasha sudah berapa bulan? " Tanya Adeeva.
"Sudah memasuki bulan ke 6" Jawab Faaz, perbincangan diantara mereka pun masih terlihat canggung, Rido juga tidak tahu harus berbincang mengenai apa.
Adeeva bertanya mengenai Zain, "Oh Iya, Zain anaknya mungkin sudah besar iya,. Tinggal dimana sekarang dia?." Tanya Adeeva kembali.
"Zain Tinggal di Inggris, Namun anaknya tetap bersama kami. kemarin Anak kedua ku baru menikah, dan keluarga ku baru saja pulang pagi tadi" Jawab Rido, "Adik May, Rani dan Richard masih ada disini. tapi mereka sedang pergi karena ada urusan. " Ucap Rido kembali.
"Lalu, May kemana? kenapa saya belum melihatnya? " Tanya Adeeva.
"Mama sudah meninggal sekitar 6 tahun lalu. " Jawab Faaz,
"Ya Tuhan, Aku ikut berduka cita ya Nak. " basa basi Adeeva saat itu, namun Hatinya berkata lain.
"Syukurlah, Itu awal nya sebagian dari rencana ku. namun Tuhan lebih sayang kepada mu May." Batin Adeeva saat itu, Ia tertawa kecil didalam batinnya.
Perbincangan diantara mereka pun kembali dilanjutkan, Mereka juga sangat lama menunggu kedatangan Natasha yang memanggilkan Jimmy.
**
Jimmy sedang tertidur di kamarnya, setelah berbincang santai bersama Rido. Rido memutuskan mengantarkan Jimmy ke dalam Kamarnya agar Jimmy bisa istirahat, Rido memang terlihat sekali sangat menyayangi Jimmy yang Ia anggap sebagai sahabatnya.
Natasha datang membangunkan Papanya, Ia memeluknya dengan penuh kasih sayang.
"Papa, "
Jimmy membuka matanya saat mendengar suara Anak kesayangannya itu, "Iya Sayang," sembari tersenyum Jimmy menatap anaknya itu.
"Papa tidur saja, Natasha hanya ingin memeluk Papa. " Ucap Natasha.
"Mama Adeeva ada di bawah Pah, Ia ingin menemui Aku dan Papa"
"Untuk apa dia kemari? " Tanya Jimmy, saat Natasha bercerita mengenai kedatangan Adeeva sang Ibu tiri yang selalu kejam memperlakukannya.
"Aku tak tahu Papa, Namun Papa Rido meminta ku untuk memanggilkan Papa."
"Mengapa dia bisa tahu keberadaan kita." Natasha pun menceritakan keadaan sebelumnya.
"Tidak mungkin Nak, Dia pasti sebelumnya sudah mencari tahu dimana kita tinggal. apa lagi dia pernah bertemu dengan Faaz saat Faaz menjemput ku, Dia pasti mencari tahu sosok Faaz. " Tutur Jimmy, "Apalagi Faaz dan Asic Group sangat terkenal di Indonesia" Tutur Jimmy kembali.
Tanpa berpikir panjang, Jimmy meminta Natasha menggeser kan kursi roda miliknya. Ia juga meminta Natasha untuk mendorong kursi roda tersebut dan mengantarnya menemui Adeeva di Ruang tamu.
"Selamat siang, " Ucap Jimmy.
"Jimmy, kau terlihat sangat sehat." Ucap Adeeva
"Jelas sekali, mereka semua mengurusku dengan sangat telaten. "
"Syukurlah jika begitu, Rido memang terkenal dengan kebaikannya." Jawab Adeeva.
"kau mengenal Rido? " Tanya Jimmy.
"Aku dan Adeeva teman Lama, lebih tepatnya Dia teman adik ku. Alm Risa" jawab Rido.
"Tapi dulu, saat Natasha menunjukan Foto May kepada Nya. dia bilang sesuatu mengenai May, Dia seolah tak menyukai May." Ucap Jimmy, Wajah Adeeva terlihat sangat malu.
"dan saat aku bertanya apakah kau mengenal suami May, dia menjawab tidak. Aku hanya mengenal May saja" Ungkap Jimmy kembali.
"Jimmy mengapa kau mengatakan hal di masa lalu?, " Tukas Adeeva, Rido dan Faaz hanya diam saat mendengar ucapan Jimmy. mereka sudah mengetahui hal apa yang membuat Jimmy terlihat ketus kepada mantan istrinya tersebut.
"Rido, sepertinya Jimmy tidak menginginkan kedatangan tamu sepertiku." keluhnya kepada Rido.
"Rido, Maaf bukan Aku tidak ingin kedatangan seorang tamu. tapi Aku tak ingin dia mengganggu ku dan juga Natasha!!." Seru Jimmy menukas ucapan Adeeva, "Sudah cukup perlakuan kasar mu terhadap ku, saat Aku menjadi suamimu. dan kau pula yang membuat Natasha menderita, Adeeva pergilah jangan pernah temui Aku ataupun Natasha lagi." Tutur Jimmy.
__ADS_1
"Jimmy mengapa kau berkata seperti itu? " Tanya Adeeva.
"Kau tak perlu mencari muka di hadapan Rido, Karena sebelum Rido dan Faaz membawa ku kemari. mereka sudah mencari tahu mengenai Aku dan Kau" Ucap Jimmy.
"Maksudmu Apa Jimm? " Tanya Adeeva sembari memasang wajah yang polos.
"Adeeva, Maaf bukan maksud saya untuk ikut campur. Namun, Sepertinya pembicaraan ini harus kita selesaikan saja." Ucap Rido, "Mohon Maaf jika kami membuat kamu tidak nyaman." Ucap Rido kembali.
"Natasha, Antar kan Papa ke kamar" Pinta Jimmy., Natasha pun meminta ijin untuk mengantarkan Jimmy ke kamarnya.
Rido sangat mengerti mengapa Jimmy bersikap seperti itu kepada Adeeva, karena selama Jimmy sakit Adeeva sering sekali memberinya pukulan. dan terkadang Adeeva tidak membelikan resep obat yang sebenarnya sudah Natasha berikan.
"Maafkan Jimmy, Mungkin dia masih merasa kecewa kepadamu" Ucap Rido,
"Tante, Papa. Aku pamit untuk melihat keadaan Papa." Ucap Faaz, Ia pun segera menyusul istri dan Papa mertuanya.
"Rido, Kau tak perlu mempercayai apa yang Jimmy katakan. semenjak Ia sakit, Ia memang selalu saja berpikir negatif kepadaku." Ujar Adeeva, Ia sengaja ingin membuat Rido percaya dengan ucapannya.
"Lebih baik kita usai kan saja pembicaraan ini, Biar nanti saya berbicara kepada Jimmy." Ujar Rido, Adeeva pun berpamitan kepada Rido. Rido meminta Abrar mengantarkan Adeeva ketempat ia menyewa hotel.
"Awas saja Kau Jimmy, Kau sudah memainkan drama ini dan Aku akan membuat mu menyesal" Umpat Adeeva di dalam hatinya.
*****
Di tempat lain, Aliq sudah sampai di Apartemen miliknya. Aliq duduk dan bersandar di atas sofa.
"Katanya Mau nemuin Papa sama Mama di Apartemennya" Gerutu Fizzy karena Aliq malah membawanya ke Apartemen milik Aliq.
"Kita simpan dulu barang-barang ini, Dan siap-siap juga. emang kamu mau ketemu Mama sama Papa dalam kondisi kaya gini." Tutur Aliq.
"Emang nya kondisi Aku kenapa?, Aku udah mandi kok. tadi juga kamu liat kan Aku udan dandan rapi, malah hijab ku baru." Gerutu Fizzy kembali, Ia mengerucutkan bibirnya di hadapan Aliq. duduk sembari menopang dagu miliknya itu.
"Jelek, Masa dandan nya kaya gitu! " Goda Aliq, Fizzy langsung berlari dan mencari kaca. Ia berdiri dihadapan kaca tersebut, mencoba melihat dirinya sendiri dari ujung kepala hingga kaki.
"Mama, Dia orang pertama yang bilang Aku jelek" Keluh Fizzy sembari tetap mengerucutkan bibirnya.
"Aku udah pakai Lipstik gak mencolok, Aku juga gak pakai Make up yang hancur. lalu mengapa dia bilang Aku jelek! " Cerocos Fizzy dalam hati sembari menatap penuh layar kaca.
"Dia bener-bener keterlaluan!!! " Ucap Fizzy penuh dengan penekanan.
"Aliq.... " Panggil Fizzy dengan geram, Fizsy merasa geram karena melihat Aliq sedang memperhatikannya dari kejauhan.
"Kau kenapa menatapku seperti itu? " Tanya Fizzy.
"Jelek kan?, " Tanya Aliq polos.
"Apaan Sih? Orang aku cantik juga." Ucap Fizzy, Aliq berjalan mendekat. Ia membawa sehelai kapas ditangannya, Ia terlihat semakin mendekat. wajah mereka saling bersahutan, bahkan matanya saling menatap wajah masing-masing.
Sembari memakai Nada Pelan, Aliq pun berbicara "Wanita cantik itu, Gak suka make Up tebel." Gumamnya, "Polesan Natural itu lebih cantik, kesan cantik itu harus dari dalam. jangan berlebihan, Aku gak suka! " Seru Aliq menutup kalimatnya, Fizzy begitu sangat senang saat mendapat perlakuan tersebut dari Aliq.
"Aliq, " dalam batin Fizzy.
"Kamu boleh Berdandan seperti ini jika di dalam rumah, selebihnya polos aja! " ucap Aliq sembari melengos meninggalkan istrinya itu, batin Fizzy begitu sangat senang karena mendapati sang suami memperhatikannya. Aliq memang bukan sosok yang romantis untuk Fizzy, namun Baginya hal seperti tadi adalah Hal yang paling romantis yang pernah lelaki lakukan kepada seorang perempuan.
"Mimpi Apa aku semalam!!! " Batin Fizzy bergumam, "Mama, Aliq ku kembali!!!" Ucap Fizzy di dalam hatinya,
"Mau terus disini, Gak jadi nemuin Mama sama Papa? " Tanya Aliq sembari menoleh kembali.
"Ahh, Iya.. "
.
.
.
.
Quotes tentang Cinta seorang Suami untuk Istrinya :
Seorang suami berkata kepada istrinya, “Jika surga itu setangkai bunga, aku akan memetiknya untukmu. Jika surga itu seekor burung, aku akan menangkapnya untukmu. Jika surga itu sebuah rumah, aku akan membangunnya untukmu. Tapi karena surga adalah tempat yang belum pernah dilihat oleh siapapun, maka aku akan berdoa kepada Allah supaya menyiapkan surga itu untukmu”.
__ADS_1