TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Makan Malam Yang Tertunda.


__ADS_3

Keesokan Harinya Faaz yang ditemani Aliq sudah pulang dan sedang berbincang dengan Qabil dan Papanya, mereka sedang berbicara mengenai kesehatan Alea. bahkan dokter Hans sudah memberikan hasil kesehatan Alea beberapa minggu belakang kepada Faaz melalui emailnya, terbaca dengan jelas bahwa Alea menderita depresi serius dan Alea belum bisa dinyatakan sehat atau sembuh.


"Papa mohon jaga adik mu Ale, Papa tidak mau dia ia menanggung deritanya seorang diri." Ucap Rido seraya memohon kepada Faaz, Faaz memegang erat tangan Papanya.


tak lama kemudian natasha datang dan memanggil Qabil karena Alea memanggil nama Qabil.


"Qabil temuilah Alea dia mencarimu." seru Natasha, AliQ yang mendengar suara Natasha yang memberitahu bahwa Alea mencari Qabil terlihat seperti menahan kekecewaan. Qabil berpamitan dan segera menemui kekasih nya itu .


"Papa Rido, AliQ Ingin berbicara sesuatu sepertinya AliQ akan melamar anak Papa ." seru AliQ sembari tersenyum ke arah Rido.


"Siapa nak ?." Tanya Rido seraya tersenyum ramah kepada Aliq


"Nanti juga Papa tahu sendiri." ucap AliQ singkat, pembicaraannya terpotong karena melihat kedatangan Qabil dan Alea. Alea berjalan dibantu dengan tangan Qabil yang melingkar dibahu nya, Alea memaksa Qabil untuk membantunya keluar kamar karena Alea merasa suntuk seharian berada didalam kamar.


"Sayang mengapa keluar dari kamar mu, apakah badanmu sudah merasa enak?." tanya Rido yang mendapat pelukan dari Alea.


"Papa, aku sangat menyayangimu." seru Alea yang kini mendekap tubuh Papanya sembari menenggelamkan wajahnya, Alea sepertinya nyaman didalam pelukan papanya.


"Tuan Rido makanan sudah matang, Tuan Faaz dan nyonya Natasha sudah menunggu di meja makan." Ucap Bibi moley yang memberitahukan bahwa makan malam siap disajikan.


"baik bi, " jawab Qabil mereka melangkahkan kaki bersama menuju ruang makan bahkan, Ayana dan Maliq sudah berada di atas meja makan bersama Faaz juga Natasha.


semua sudah berada di ruang makan, Alea tak mau duduk berjauhan dengan Papa nya dan juga Qabil. meja makan besar sudah hampir semua terisi hanya tersisa satu kursi kosong di meja makan tersebut. saat mereka sedang menyantap makanan makan malam tak lama kemudian Fizzy yang datang terlambat karena sudah bertemu dengan client yang sangat penting.


"Haloo maaf terlambat ya, aku dan Aidil tadi bertemu dulu dengan client penting dan lumayan terkena macet sewaktu perjalanan menuju rumah." sapa Fizzy sembari duduk bersebelahan dengan MaliQ dan Ayana, Fizzy tersenyum kearah AliQ dan AliQ membalas senyumannya.


Qabil masih merasa tegang karena akan mengutarakan niatnya untuk menikahi Alea kepada Faaz. Ayana terlihat seperti menahan cemburunya melihat sedari siang Qabil tak pernah jauh dari Alea namun ia berpikir bahwa Qabil dan Alea memang sangatlah dekat seperti layaknya saudara sekandung.


"Kak Faaz, boleh kah aku berbicara sekarang ?." tanya Qabil kepada Faaz, sembari mengelilingi pandangannya seraya menatap semua wajah dihadapannya.


"Boleh, apa yang akan kamu bicarakan ?." Tanya Faaz sembari fokus mengunyah makanan yang dimasak istrinya.


"Begini kak, sebelumnya aku mau minta maaf jika sudah membuat kakak marah namun ini sudah kejujuran ku dari hati." ucap Qabil, Alea menggenggam tangan Qabil berusaha menguatkan kekasihnya itu .


"Sebentar, kejujuran apa Qabil ?." tanya Ayana heran, Ayana  merasa ada hal aneh yang akan Qabil katakan melihat tangan mereka saling menggenggam. Ayana merasa tak suka saat menatap pemandangan itu.


"Sayang , Qabil mau bicara. tolong beri kesempatan untuk Qabil iya" seru Faaz, Fizzy menatap kearah Faaz dan Ayana. Fizzy pun merasa iba kepada Ayana karena Fizzy tahu betul bahwa Ayana sangat menyukai Qabil dan Fizzy sempat berjanji akan mendekatkan Ayana dengan Qabil.


Qabil menghela nafas, tatapan nya lurus kehadapan Faaz. Qabil melirik kearah Papa dan Rido menganggukan kepalanya menandakan Rido meminta Qabil mengatakan semuanya kepada Faaz.


"Kakak, aku akan melamar Alea untuk menikah dan menjadi bagian hidupku selama aku bernafas. aku berbicara kepada kaka untuk meminta ijin dan aku sangat berharap kaka memberi ku ijin untuk menikah dengan Alea." Ungkap Qabil dengan satu Nafas, Jantungnya terdengar sangat kencang bahkan ritme saat ia berbicara terdengar sangatlah tegas.


"Sebenarnya tujuan utama ku bukan berlibur tetapi mengutarakan niat ini, maafkan aku kak." ungkap Qabil kembali sembari menundukan kepalanya, Alea menggenggam tangan kekasihnya itu.


di bawah meja makan AliQ mengepalkan tangannya, matanya melebar mendengar ungkapan niat Qabil kepada wanita yang sangat ia cintai dan Ayana terlihat sangat kecewa mendengar apa yang di utarakan oleh Qabil.


( aku kira kau akan melamar ku Qabil , karena kemarin kau menunggu kedatangan daddy ku kesini dan ternyata kau sangat mengecewakanku .. aku benci padamu juga Alea SELALU DAN SELAMANYA QABIL - batin ayana , ayana seperti nya ingin beranjak dari tempat duduk nya namun ayana menatap Papa rido yang ia sangat sayangi sangat mendukung Qabil dan aLea . ayana memilih untuk diam mendengar dan melihat drama yang sangat ia benci )


"Sejak kapan kalian berhubungan maksud kaka sejak kapan kalian semakin dekat dan memutuskan untuk menikah?." Tanya Faaz sembari melirik kearah Aliq, dan Faaz melanjutkan menatap lurus Qabil juga Alea.


"Sejak Qabil mau menolongku saat aku hendak mendapat perlakuan kasar dari lelaki yang menyukaiku kak, aku merasa jika Qabil adalah lelaki yang baik untuk ku dan selama kami menjalin kasih Qabil tak pernah memperlakukan ku seperti lelaki lain dia sangat sopan dan Qabil lah yang selalu berusaha membuatku sembuh." ucap Alea sembari menangis dihadapan kaka nya.


"Sayang, jangan ikut bicara aku tak mau kau..." (tangan Alea menghentikan Qabil bicara, Qabil berhenti dan memandang Alea dengan tatapan penuh cinta).


"Aku mohon restui kami Kaka, aku sangat mencintai Qabil. kumohon!!!" Pinta Alea seraya memohon kepada kaka nya, Faaz terdiam merasa tidak enak dengan Aliq. karena Aliq akan mengutarakan niat yang sama kepada Rido hari ini.


"Papa tolong yakinkan kaka, bahwa Qabil sangat serius denganku. kumohon Papa" ucap Alea kembali sembari menggoyangkan lengan Papanya. Rido memegang tangan Faaz dan menatap nya dengan penuh harap.


"Kaka, gimana kalian saja kalau itu membuat mu bahagia mari kita atur tanggalnya tetapi sebelum itu apakah Fizzy mau di langkahi kamu?" Jawab Faaz, "kamu harus meminta ijin dulu kepada kak Fizzy juga" Tutur Faaz sembari menunjuk kearah Fizzy dengan senyuman di wajahnya.


"Kak Fizzy bagaimana ?" tanya Alea, terlihat sudut matanya yang penuh harap kala bertanya kepada Alea .


"Pernikahan kan harus dipikirkan dengan sangat matang Qabil, Alea." seru Fizzy sembari menatap kearah adiknya, "Memangnya kalian sudah mempersiapkan semuanya ? " tanya Fizzy kembali.


"belum kak, jika boleh kami sangat membutuhkan bantuan dari kalian." Jawab Qabil sembari menatap lurus kearah Fizzy.


"Baiklah kaka Pasti membantu kok." ucap fizzy sembari tersenyum kearah Qabil juga Alea.


( maafkan kaka Ayana, kaka melakukan ini karena kondisi Alea yang sering colaps akhir-akhir ini , dan kaka yakin kau akan mengerti - batin Fizzy )

__ADS_1


sudut mata Papa tertuju kepada AliQ, terlihat wajah kekecewaan di raut wajahnya. AliQ tertunduk melihat pemandangan saat Qabil mencium punggung tangan Alea dan seketika itu AliQ melihat wajah Alea yang sangat gembira bahkan Alea tak henti memandang lembut wajah Qabil.


"AliQ tadi kau akan mengatakan sesuatu kepada papa, apa yang akan kamu katakan?." tanya Rido sembari tersenyum kearah AliQ.


"Aku pamit ke kamar dulu Pah, ayo Ayana masih banyak tugas yang harus kau kerjakan bukan ?." tanya maliQ kepada Ayana seraya berpamitan dan mengajak Ayana pergi dari meja makan, Maliq tahu betul perasaan Ayana seperti perasaannya setelah Faaz memutuskan untuk menikah dengan Natasha.


Rido mengiyakan MaliQ dan kembali menatap AliQ, AliQ sepertinya sudah terkunci dengan pertanyaan yang diberikan Rido kepadanya. AliQ menghela nafas panjang lalu menjawab pertanyaan Rido


.


"Iya Pah, sebenarnya AliQ kesini juga berniat sama dengan Qabil" ungkap AliQ.


"maksud tuan AliQ ?." Tanya Natasha.


"Kau ingin melamar Alea juga ?" tanya Qabil sembari memandang kearah AliQ, semua terdiam menatap Aliq, Faaz tak menyangka bahwa Aliq akan secara terang-terangan mengucapkan niatnya. AliQ menyipitkan matanya memandang kearah Rido sembari tersenyum.


"Bang AliQ mengapa kau tidak menjawab pertanyaan Qabil ?" tanya Alea, AliQ terdiam menatap Fizzy.


"Aku akan melamar Fizzy!!, dan ternyata kejutannya dibuat oleh kau dulu (melirik kearah Qabil) "


( what's mengapa dia berbohong - batin Fizzy )


"Maaf papa aku membuat Papa kaget, apakah Papa mengijinkanku menikah dengan Fizzy?." tanya AliQ, Rido tersenyum menatap aliQ. aliQ pun mendekati Fizzy yang duduk tak jauh dengannya.


"Fizzy apakah kau mau menikah denganku?." tanya AliQ kembali sembari bertekuk lutut dihadapan Fizzy.


( aku terpaksa melakukan ini karena papa sudah menaruh curiga terhadap tatapan ku kepada Qabil dan alea , maafkan aku Fizzy - batin AliQ )


Fizzy terdiam menatap mata Aliq, Fzzy tahu sekali bahwa aliQ sedang berbohong untuk menutupi rasa kecewa nya terhadap Alea. namun, Fizzy tak ingin melupakan kesempatan ini. baginya ini kesempatan terakhirnya untuk mendapatkan cinta AliQ mengingat cinta AliQ kepada Alea sudah berakhir.


"Apakah kau benar-benar ingin menikahiku AliQ ?" tanya Fizzy kepada AliQ, AliQ tersenyum palsu kepadanya dan Menganggukan kepalanya.


"Baiklah, aku menerimamu untuk menjadi suami ku." jawab Fizzy sembari membangunkan tubuh AliQ yang sedang berlutut dihadapannya.


( ' mengapa kau berbohong aliQ tidakkah kau berpikir bahwa itu akan membuat saudara kembar ku terluka - batin Faaz )


Makan malam pun sudah berakhir, semua berpamitan masuk ke dalam kamar masing-masing dan sebelumnya Aliq berpamitan kepada Rido. Faaz menawarkan diri untuk mengantarkan Aliq hingga menuju Mobil miliknya, Natasha mengantar Alea untuk tidur ke kamarnya semenjak kejadian malam itu Alea sangat ingin sekali berdekatan dengan Natasha. Qabil pun mengikuti langkah Natasha untuk menemani Alea hingga tertidur.


"Aku bingung Faaz." jawab AliQ


"baiklah aku mengerti perasaan mu, aku mohon belajarlah mencintai Fizzy karena dia tak pernah sekalipun merasa terluka. apalagi selama hidupnya aku tak mengenal siapa yang pernah Fizzy cinta, dia selalu menutup perasaannya untuk lelaki manapun. ku mohon " Celoteh Faaz seraya memohon kepada Aliq, Faaz mengatupkan kedua tangannya dihadapan AliQ.


"Faaz, aku akan mencoba belajar untuk itu. kumohon kau tak perlu memohon dihadapannku." Ucap nya kembali sembari mendekap tangan Faaz yang sedang mengatup itu.


"Kamu tidak akan menginap ?." tanya Faaz.


"Tidak, esok Pagi aku kembalikan mobilmu. aku akan melihat Apartemen ku sudah lama aku tak mengunjunginya." jawab AliQ yang langsung masuk kedalam mobil, Faaz masih mematung hingga mobil yang AliQ tumpangi hilang dari pandangannya.


Faaz menyeret langkah kakinya dengan sangat pelan banyak sekali masalah yang ia hadapi akhir-akhir ini belum lagi dengan masalah Rayna yang semakin hari semakin membaik, seminggu lagi adalah hari ulang tahun Aleesya dan seminggu kemudiannya adalah hari dimana rayna mengalami koma dan mungkin waktu yang akan datang adalah tepat 3 tahun rayna mengalami koma. Langkah Faaz terhenti kala ia mengingat kalimat penjelasan dari dokter Ambar mengenai kondisi Rayna.


"Definisi kesadaran sendiri masih diperdebatkan para dokter dan ilmuwan. Sederhananya, kesadaran bisa diartikan sebagai ada atau tidaknya (atau seberapa banyaknya) aktivitas otak. Pasien yang menunjukkan tanda kesadaran berarti otaknya masih berfungsi dan beraktivitas, walaupun sangat minim." jelas dokter Ambar .


"Bisa jadi pasien hanya bisa sebatas mendengar hal-hal di sekitarnya, tapi otaknya tak mampu memahami mengapa ia berada di situ dan apa yang terjadi pada dirinya. Pada kasus yang berbeda, pasien koma menunjukkan adanya pergerakan jari atau produksi suara yang sangat lirih." jelasnya kembali menambah beban dihati Faaz yang kala itu menginginkan rayna tersadar namun dengan perasaan sayangnya sekarang terhadap natasha membuatnya merasa takut menyakiti perasaan natasha juga Papanya .


"Dalam kasus RAYNA mungkin kesadaran pasien sudah mulai kembali, tetapi belum sepenuhnya mampu merespon seperti membuka mata atau bicara. Menurut para ahli, ini karena tak ada batasan yang jelas antara kesadaran penuh dan hilangnya kesadaran. Jadi, sangat sulit untuk membedakan apakah pasien koma masih sadar atau tidak.. berdoalah tuan Faaz semoga masih ada kesempatan nyonya Rayna untuk hidup " ungkap dokter kembali membuat Faaz semakin ketakutan .




"Kakak bingung ya , bagaimana caranya menjelaskan tentang kebohongan Kaka yang sudah 2 tahun lebih ini menutupi semuanya dari kami ? bahkan aku saja merasa takjub denganmu" Ucap Maliq dengan sarkas kepada Faaz, "kaka Faaz yang selama ini kita anggap seperti malaikat dengan tega membohongi semua anggota keluarga nya." ucap MaliQ Kembali, Faaz geram dengan tingkah MaliQ yang sudah mulai tak bisa mengendalikan nya dihadapan Faaz.



"Kaka, Sekarang aku tak peduli bagaimana kaka akan menjelaskannya tetapi jika kaka membuat cintaku terluka aku tak akan segan membuat kaka sengsara ?." Ancam Maliq sembari melangkahkan kaki meninggalkan kaka nya, Faaz terdiam mendengar ancaman adik bungsunya bagi Faaz MaliQ sama sekali tak pernah seberani itu kepadanya.



.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.



Sesudah selesai menemui Faaz, Maliq terdiam didalam kamarnya, Ia seperti sedang berpikir keras mengenai kebohongan kaka nya itu, dia merasa kebingungan dengan jalan yang telah dipilih kakanya.



"Mengapa kaka berbuat seperti itu, setidaknya kaka akan menolak untuk menikah dengan Natasha dan berkata yang sesungguhnya kepada Papa. mengapa kaka malah menikahi Natasha dan terjebak di dalam pernikahan ini." gumam Maliq sembari mengepalkan kedua tangannya.



"Aku tak akan membiarkan Natasha terluka, kaka kau menyalakan api dirumah dan aku akan memadamkannya. kau sangat bersikap tak ingin melukai Papa tetapi kau lah yang membuatnya terluka." gerutunya kembali sembari mengingat memori saat ia mengetahui rahasia kaka nya.



"Kau sudah salah Faaz, Kau salah karena telah membohongi kami!!!" Gumam Maliq kembali penuh dengan penekanan, Tangannya mengepal, Sorot matanya terlihat sangat tajam. ia seperti tak mampu mengendalikan kemarahannya, Dalam benaknya terlintas satu kata "Balas" untuk Kakanya itu.



\*\*FLASHBACK ON\*\*



saat itu teman Maliq memang sedang bertugas untuk memeriksa keadaan Pasien. dia memang sudah bertugas menjadi Assisten dokter yang menangani Rayna walaupun ia baru saja menjadi assisten dokter Ambar namun ia tahu betul anggota keluarga dari temannya Maliq bahkan ia pun tahu saat Rayna meninggal dan sempat datang ke acara pemakaman nya.



"Maliq, kau dimana ? " tanya Shawn dibalik ponsel kepada Maliq sembari melihat sekitar dengan mengelilingi matanya.



"Di Rumah, kenapa Shawn ? " tanya Maliq kembali.



Shawn mencoba menjelaskan apa yang ia lihat, dan Maliq sangat mengerti dengan penjelasan yang Shawn berikan. bahkan ia juga mencoba meyakinkan Maliq untuk tidak  menegur terlebih dahulu kakanya sebelum Maliq melihat langsung kenyataan ini.



setelah Maliq datang ke Canbeera Maliq langsung membuktikan bahwa memang wanita itu adalah kakanya Rayna bahkan foto\-foto pernikahan Faaz lengkap di simpan di dinding rumah megah itu.



"Entahlah apa yang sebenarnya terjadi Shawn, mengapa kaka ku membohongi kita semua." Gerutu Maliq terlihat Raut wajah kecewa, matanya mendongkak seraya tak mempercayai bahwa dihadapannya adalah kaka ipar yang telah dimakamkan bahkan pemakamannya disaksikan oleh semua mata keluarga



"Tuan, ku mohon jaga rapat\-rapat rahasia Tuan Faaz dihadapan keluarga nya. Aku mohon."  ucap Zas\-q sembari mengatupkan kedua tangannya.



"Entahhlah aku bingung !!!!" seru Maliq sembari meninggalkan rumah megah itu.



\*\*FLASHBACK END\*\*


__ADS_1


NOTES Author : "1000 kejujuran yang engkau tanamkan akan hilang karena satu kebohongan saja." \- chumeyoks


__ADS_2