
semakin hari semakin aku susah memejamkan mataku untuk tertidur lelap . aku mencoba memposisikan diri agar aku mendapatkan kenyamanan tetapi tetap saja aku susah untuk memejamkan mataku . entah karena kehamilanku yang sudah tinggal menunggu waktu melahirkan , entah karena aku memikirkan teror itu .
" sayang , apa kamu terbangun ? " tanya rido sembari mengelus kening ku , aku belum menjawab pertanyaan rido.
hanya melamun melirikan mata ke arah kanan juga kiri .
" sayang , apa kamu merasakan akan melahirkan ? , keringat mu sangat banyak " ucap rido yang mengelap keringat di dahi ku .
" aku hanya merasa khawatir sayang , satu masalah terselaikan muncul masalah yang baru .. apa aku banyak berdosa sehingga tuhan menghukumku seperti ini " tanya ku sarkas .
" syuuuut , gak boleh punya pikiran negative sama tuhan , ayo ambil wudu dan kita sembahyang bersama " ajak rido kepadaku.
rido memapah langkah ku untuk mengambil air wudhu secara bergantian , kami melakukan ibadah bersama . beberapa saat kemudian rido melantunkan ayat-ayat suci tepat disampingku dan aku tertidur dengan terlelap di pangkuannya.
keesokan harinya rido yang sudah memakai pakaian rapi itu membangunkanku dengan sangat lembut , rido mencium keningku dan tak lepas memandangi wajahku .
" kenapa ? , kamu mau ke kantor ? " tanyaku seraya membangunkan badan ku dari tempat tidurku.
'' enggak sayang , aku mandi aja soalnya yofie dan zain mau kesini . ohiya nanti minta bantuan lira untuk membereskan baju yang akan kita bawa untuk menginap dirumah ayah " ucap rido yang berdiri di depan kaca itu.
__ADS_1
" mau ketemu ade nya aja serapih itu , sini cium aku " pintaku manja pada rido , rido tersenyum dan menghampiriku lalu menciumku dengan kilas .
" nakal , udah bisa ya minta cium.. sana mandi dede bayi gak boleh malas " goda rido itu membuat pipiku mulai terlihat merah merona .
( ya,, ampun kok aku minta kiss duluan , hihihi rido ku .. aku mencintaimu - batin ku )
.
.
.
selesai sudah aku membersihkan diri dengan mandi air hangat yang membuat badanku sangat segar .
" lihatlah nak , ibumu sangat cantik bukan ? papi sangat mencintainya dan jika papi tiada papi harap kalian akan saling menjaga dan mencintai ibumu , papi memohon agar kalian tidak pernah menyakiti ibumu .. karena jika papi panjang umur dan kita bertemu saat kau dewasa papi akan ceritakan perjuangan ibumu saat mulai mengandungmu hingga melahirkanmu dengan nyawa yang ditaruhkannya " ucap rido membuat ku meneteskan air mataku.
" sayang , sudahlah ini kan masih pagi jangan buat hariku melow steleah semlaman aku tak merasa tenang karena memikirkan hal itu " ucap manjaku kepadanya
" maaf sayang , aku mencintaimu dan menyayangimu " ungkap rido seraya menciumku..
__ADS_1
" ahh , aku juga sangat-sangat mencintaimu " ucapku menciumnya dengan kilas
tok tok .... tok ( suara pintu diketuk )
rido membukakan pintu , dan ternyata rani yang mengetuk pintu itu .
"masuklah kaka mu sedang memakai pakaian , " ucap rido mengijinkan rani masuk kedalam kamarku
" kaka .... aku dengar tadi papa sudah meminta ayah untuk berbicara .. aku sangat takut kak " ucap rani dengan manja kepadaku .., anak ku yang sudah bisa menyapa bibik nya itu membuat rani membualkan perasaannya
"tenang saja ran , kamu harus tenang ya ' pinta rido
" aah , anak manis , doakan aunty ya , semoga opaa sama omaa tidak seseram yang aunty bayangkan... duh faaz manis nya sini aunty kiss dulu " menggendong faaz dan terus mengeluarkan kalimat rasa takutnya .
rani yang masih saja berbicara , terhenti saat melihat perutku yang sudah sangat besar itu dan terdiam memperhatikanku yang sedang kesusahan memakai pakaian.
" apa rani akan seperti ini kak ? " tanyanya kepadaku
" iya iyalah masa richard yang bakalan kaya gini " jawab rido sembari membantuku menutup resleting di belakang punggungku.
__ADS_1
" maksud rani , apa rani juga akan kesusahan memakai pakaian saat hamil besar seperti kaka ? " tanyanya kembali
" hemmm , sudahlah yang penting kamu sehat !!! " jawabku mengultimatum rani