
Faaz menoleh saat mendengar suara wanita memanggilnya, dia merasa kaget saat melihat Natasha berada dihadapannya dengan make'up Flawless natural menambah kesan kecantikannya, Gaun hitam dan memakai sepatu berhaQ tinggi menambah kesan sensual dipadupadan dengan rambut terurai sedikit bergelombang.
Faaz sungguh jatuh hati melihat pemandangan indah dihadapannya, rona merah terkuras dari wajahnya, matanya berkilau seperti melihat cahaya terang dihadapannya, Natasha sangat cantik ia terlihat sangat menawan.
" Faaz, kamu mengapa berada disini ? " Seru Natasha sembari menoleh kekiri dan kekanan, Ia tak menemukan saudara-saudara yang sedari tadi mengikuti langkahnya di belakang dirinya.
( ide mereka memang baik, adik-adik ku ternyata tahu betul keinginanku yang belum sempat aku lakukan ini - batin Faaz sembari tersenyum kepada Natasha )
" Fizzy, Alea, dan Qabil mereka kemana ? " Tanya Natasha dengan Polos, Faaz tersenyum melihat tingkah polos Natasha, Natasha semakin kebingungan dengan senyuman yang diberikan suaminya kepada dirinya.
" Faaz apakah kau yang meminta mereka membuat ku memakai make'up seperti ini ? " tanya Natasha kembali.
" Ya sudah, sini duduk dan makan saja denganku " Ucap Faaz seraya mengajak istrinya duduk, Faaz menatap lekat kecantikan istrinya.
" Sebentar Faaz " Pinta Natasha, Natasha mengangkat tangan Faaz lalu mencium punggung tangan suaminya dan tersenyum menatap kening suaminya dan mencium keningnya itu. Faaz merasa aneh melihat tingkah istrinya karena, selama menikah dengan Rayna dia sama sekali tak pernah melakukan itu namun Faaz sangat mengingat betul yang dilakukan Natasha adalah perlakuan Mama May jika menyambut Papa nya pulang dari kantor.
" Faaz, aku sebenarnya tidak nyaman dengan pakaian ini " seru Natasha, Faaz tertawa kecil melihat Natasha yang manja kepadanya.
" Sayang, hidangan sudah ada dihadapanmu. Apa kita akan terus berbicara dan tidak memakan makanan ini ? " Tanya Faaz, Natasha senang mendengar kata sayang yang muncul dari bibir suaminya itu.
" baiklah, aku hanya malu mengapa aku begitu polos menurut saja saat Kak Azri meminta tolong kepadaku. ternyata ini yang akan kalian rencanakan " Keluh Natasha kepada Faaz.
" Jadi kamu gak suka nih berdandan seperti ini, Padahal aku suka loh " Seru Faaz, Natasha semakin tercengang setelah mendapat perlakuan istimewa dari suaminya. dia sudah merasakan cinta yang Faaz berikan kepadanya.
( entahlah, mengapa begitu cepat aku memutuskan untuk belajar mencintaimu hingga akhirnya aku memang benar-benar mencintaimu Faaz suamiku _ batin Natasha )
Mereka menyelesaikan makan malam dengan sangat romantis sebelum Faaz menghampiri Resto yang sudah Qabil dan Alea pesan kan Faaz terlebih dahulu membeli kalung berbentuk Hati untuk diberikan kepada istrinya.
karena, Faaz ingin sekali memberikan hadiah tersebut kepadanya dan menganggap jika moment ini benar-benar memang sangatlah tepat.
' Terima kasih telah membuat dinner yang romantis untuk kami ~ pesan Faaz kepada Qabil.
' Tenang saja Kaka, kami sudah memesan kamar hotel VIP untuk kalian ~ jawaban pesan Qabil untuk Faaz
' kamu pesan dimana ? ~ Balas Faaz
' MERITON SUITES COWART STREET, MASCOT KAMAR NO #33, SELAMAT MENIKMATI KAKA KU SAYANG ~ Balas Qabil untuk Faaz.
" kenapa senyum-senyum, Apa aku terlihat Aneh dimatamu suamiku ? " Tanya Natasha,
" Tidak, ayo selesaikan makan dan kita akan pulang. " Ucap Faaz dengan tegas membuat Natasha merasa tegang dengan tatapannya.
*****
Di tempat lain Fizzy, Alea dan Qabil sedang berkunjung kesuatu Resto yang yang tak jauh dari tempat Faaz dan Natasha sedang melakukan dinner berdua. Fizzy tak henti menertawakan tingkah kaka iparnya yang sangat polos itu. Alea pun menceritakan saat Kaka iparnya masuk kedalam ruangan dengan polosnya.
" eh kita kualat gak sih ? " Tanya Qabil, Qabil merasa kasihan dengan kepolosan Natasha makadari itu Qabil memiliki Ide untuk merubah Natasha menjadi perempuan yang tahu mode dan tentu saja Alea dan Fizzy lah yang sangat berperan penting untuk perubahan diri Natasha.
" Gak lah kenapa harus kualat, lagipula kita malah nyatuin dua insan yang sedang jatuh cinta dan itu kan Pahala apalagi mereka sudah sah menikah " Tandas Fizzy sembari menghentikan Tawanya.
" eh jadi gimana sama rencana Qabil, Apa kaka punya ide " Tanya Alea sembari menaikan alisnya.
__ADS_1
" Itu nanti kita pikirkan kembali, eh gimana Faaz udah tahu kamar hotelnya ? " Tanya Fizzy kepada Qabil.
" sepertinya aku pusing Dan perasaan ku ingin teriak Kak " Ungkap Alea, Alea menatap sayu kearah Fizzy juga Qabil. dan mereka merasa khawatir dengan apa yang akan terjadi kepada Alea.
" kita pulang saja iya sayang, Banyakin istighfar inget gak Mama suka mgusap dada kita kalau kita dalam keadaan tidak baik. Misalnya dalam keadaan marah ataupun gundah ? Nah sekarang Alea harus sering ngelakuin itu iya " Jelas Fizzy sembari mencium kening adiknya.
" mau aku gendong gak sayang ? " tanya Qabil, Alea menganggukan kepalanya dan Qabil mulai menggendong Alea lalu mereka memilih untuk pulang Agar alea bisa mengistirahatkan otak serta badannya.
.
.
Faaz dan Natasha sudah selesai makan, dan mereka memilih utnuk segera keluar dari Loadway Resto tempat mereka dinner berdua. Natasha terdiam memaku saat berada di depan pintu Ruangan VVIP tersebut dan seketika menarik tangan suaminya. Faaz menghentikan langkahnya saat ia merasa jika Natasha sedang merasa gusar .
" mengapa dengan wajahmu sayang ? " Tanya Faaz, melihat Natasha mengerutkan Dahinya.
" aku malu, Gaun yang aku kenakan terlalu pendek dan pahaku terlalu kelihatan " Ucap natasha.
" kamu percaya diri aja, lagian masa aku harus minjemin celana panjang yang sedang aku kenakan untuk mu, dan masa pula aku bertukar pakaian denganmu " Goda Faaz membuat natasha semakin malu, kini wajahnya merah merona.
" Baiklah tetapi aku sungguh malu sayang " Ucap Natasha yang kembali menghentikan langkahnya.
" jika kamu malu dengan pakaian seperti ini, mereka tak akan memakaikan pakaian terbuka seperti inji jika kau memakai pakaian seperti layaknya wanita muslim " Ucap Faaz, Natasha terdiam karena mencerna maksud dari kalimat yang Faaz berikan.
" Alea juga suka aku dan papa suruh namun entahlah dia masih saja suka memakai pakaian mini, Ayolah tak perlu malu jika yang seharusnya malu itu aku karena membawa mu dengan wajah yang cemberut seperti ini " Seru Faaz kembali, sembari memegang wajah Natasha dengan sangat gemas.
Natasha tersenyum melihat perhatian yang diberikan oleh suaminya. bagi Natasha yang dilakukan Faaz sudah membuat nya semakin berharga dimata lelaki dan natasha bangga akan itu sebaliknya Faaz pun merasa bangga dengan istrinya karena Natasha terlihat dapat menjaga dirinya dan masih memiliki rasa malu.
Sesampainya dimobil, Natasha tersenyum menatap suaminya. banyak sekali ilmu yang dia dapat semenjak tinggal bersama keluarga Rido AlFaaz Rumnawan, salah satunya tentang cinta dan kasih sayang. kelembutan Hati papa Rido yang membuat Natasha menjadi nyaman karena selama hidupnya bersama ibu tiri dan saudara tirinya dia selalu saja menderita Apalagi semenjak Papa nya mengalami sakit, stroke dia semakin menderita kala melihat penyiksaan yang diberikan ibu tirinya kepada Papa kesayangannya dan itu akan terjadi kala Natasha tidak bisa memberi uang untuk membelikan makan mereka. Dan bagi mereka Natasha dan papanya adalah beban.
Selama perjalanan Natasha terlihat beberapa kali ia menyeka air matanya, Faaz melihatnya namun enggan menanyakan apa yang membuatnya menangis karena Faaz tahu jika istrinya sedang merindukan sosok ayah dan ibunya.
15 MENIT KEMUDIAN......
Sesampainya didepan Lobby hotel Natasha kebingungan mengapa Faaz harus membawanya ketempat yang asing baginya, dia merasa tak ingin turun dan keluar dari dalam mobil. Faaz mencoba memaksanya namun Natasha masih enggan keluar.
" Ayolah sayang, mereka sudah memesankan kamar untuk kita semalam menginap disini " Ajak Faaz kepada Natasha.
" Tidak suamiku, Aku ingin pulang kumohon " pintanya seraya memohon Kepada suaminya.
" mengapa kau ingin pulang, Ayolah sebentar saja. hanya satu Malam kok " Ucap Faaz sembari memohon kepada istrinya.
" Aku memikirkan Aleesya dan Papa, mereka pasti sedang menunggu kita pulang " keluh Natasha, Faaz semakin Frustasi. karena sebenarnya ia sedang ingin menghabiskan waktu bersama istrinya itu tetapi Faaz melihat jika Natasha memang sudah merasa tidak nyaman dan Faaz merasa iba melihatnya.
" Ya sudah, kita pulang saja iya. " Seru Faaz sembari, memutarkan mobil dan menginjak kembali pedal gasnya.
Sebenarnya Natasha sangat ingin berduaan dengan Faaz, namun Natasha mengingat betul jika besok adalah Hari terakhir untuk mengontrol kesehatan Aleesya karena Natasha yakin jika Flek yang berada diparu-paru Aaleesya akan semakin berkurang malah akan menghilang. Faaz lupa jika besok adalah waktu kontrol Aaleesya dan kontrol itu dilakukan dipagi hari.
" Maafkan aku iya, aku ingat betul jika besok adalah hari dimana kita tahu bahwa Aaleesya sudah sembuh dari sakitnya " seru Natasha yang memberitahukan suaminya.
__ADS_1
" ya aampun aku lupa Nat, untung saja kamu ingat " Ucap Faaz, sembari menggenggam tangan Natasha dan mencium punggung tangan istrinya dengan kilas. Natasha tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
.
" aku tidak ingin tidur jika bukan mama peri yang menemaniku " ucap Aleesyaa saat ketantrumannya datang menghampiri, Aaleesya dasarnya memang anak yang baik namun jika Aaleesya merasa ingin sesuatu ia tak dapat mendapatkan penolakan.
" sayang, Mama peri dan Papa sedang berada disuatu tempat untuk memberikan Aaleesya hadiah, Apa esya mau hadiah saat ulang tahun esya nanti " tanya Fizzy, sembari mengecup kening keponakannya.
" tidak mau aunty, aku ingin Mama peri " Ucapnya kembali sembari menangis keras, Papa Rido merasa khawatir dengan cucunya yang menangis dengan sangat kencang.
" ayok Kakek gendong sayang " Ajak Rido sembari menggendong cucu kesayangannya itu, Aaleesya tetap menangis dan ingin menemui mama perinya. kali ini, jika Aleesyaa menangis Natasha lah yang ia cari untuk tempat mengadu. sebelumnya Rido sudah mendengar cerita dari Fizzy tentang apa yang telah mereka lakukan untuk Kaka dan kaka Iparnya. Rido sangat senang mendengarnya namun Papa kecewa dengan Pakaian yang mereka berikan untuk Natasha.
" Tuh kan Aaleesya menangis " Natasha melepaskan sepatu tingginya dan melemparkan kesembarang tempat karena ingin berlari saat mendegar teriakan tangisan Aaleesya.
" ini Mama nak, mengapa kamu menangis " Ucap Natasha, Natasha tak menghiraukan Pakaian mini yang sedang ia kenakan dihadapan Papa mertuanya. yang ia inginkan adalah menggendong dan membawa Aaleesya tidur ke kamarnya.
" Papa ini Ide ku dan Alea maafkjan aku " Ucap Fizzy, dia mengatupkan kedua tangannya dihadapan papanya.
" sudahlah, Lain kali jangan seperti itu iya. kamu kan bisa membuat rencana lain lagipula itu juga tempat yang sangat terbuka kalian pasti sudah membuat Natasha malu " Ucap Papa seraya memberi nasihat kepada Fizzy.
" baiklah Papa, sekali lagi Maafkan fizzy " Fizzy memeluk Papanya dan mengantarnya untuk beristirahat dikamarnya. Faaz berjalan kearah kamar nya dan mendapati Natasha sedang menidurkan Aaleesya dikasur milik mereka.
" Aaleesya tidur disini iya, kasian dia tak ingin melepasku dari pelukannya " Pinta Natasha, dan Faaz sangat senang melihatnya. melihat sisi perhatian yang Natasha berikan kepada anak tercintanya.
( Gak jadi deh, bikin dede bayi buat Aaleesya - Batin Faaz )
******************
Di dalam kamar Papa, Fizzy sedang menemani Papa dan bencerita tentang pembicaraannya bersama AliQ. Fizzy terlihat sangat bahagia, terlihat sudut mata yang berbinar kala menyebut nama AliQ. Tentunya Rido ikut bahagia melihat Fizzy yang sangat ceria ini.
" Papa, tahukah tadi Pagi aliQ menemuiku dia menginginkanku menikah dengannya minggu ini. Apakah tidak terlalu cepat Papa ? " Tanya Fizzy dengan mata yang sedikit mengeluarkan air tanda ia bahagia.
" Jika memang itu waktunya mengapa kau terlihat gusar, sembahyanglah dan minta petunjuk kepada Allah swt " Nasihat Papa memang selalu menyejukan hati anak-anaknya, terlebih Fizzy dan Faaz memang selalu mendengar apa yang Papa nya katakan.
" Apa Papa dan Mama saat menikah saling mengenal Lama ? " Tanya Fizzy, Fizzy menggenggam tangan Papanya.
" Mama mu tidak mengenalku lama tetapi, Papa sudah mencintainya sedari ia kecil dan Papa bertekad kuat untuk menjadikannya bidadari satu-satunya " Jawab Rido, matanya membendung air mata yang seakan ingin segera turun membasahi pipinya.
" Papa ceritakanlah mengapa Mama bisa menerima pernikahan itu dan Apakah saat menikah Mama sudah mencintai Papa ? " Tanya Fizzy dengan penuh harap, berharap Papa tercintanya mau menceritakan kisah pernikahannya. Papa Rido tersenyum dan menganggukan kepalanya tanda ia setuju untuk menceritakannya.
" Saat itu Papa mengagumi sosok Mama mu yang kala itu masih berumur 9 tahun, seiring berjalannya waktu rasa kagum serta suka itu menjadi cinta. Dan pada saat itu Mama mu belum sama sekali mencintai Papa bahkan Mamamu baru mengenal Papa 3 hari setelah pertemuan makan siang bersama kedua kakek dan nenekmu " Rido mengingat betul memori bersama May, Rido menghela nafas panjangnya. Fizzy mengusap dada Papa nya yang terlihat sesak.
" Papa sudahlah tak perlu menceritakan lagi " seru Fizzy karena tak kuasa melihat Papanya yang menahan air matanya.
" Tidak nak Papa senang menceritakannya, kau harus tau bahwa cinta akan tumbuh dengan sendirinya yang terpenting kita iklas memberikan cinta untuk siapapun itu. dengan saudara ataupun orang yang akan menjadi teman hidup kita, kita harus ikhlas Nak " Nasihat Rido kembali.
( " tetapi Pap, Fizzy tidak tahu apa AliQ mencintai Fizzy atau tidak ! " - batin Fizzy )
" Berdoalah kepada Allah swt, dengan hati yang ikhlas dan lapang, mintalah padanya agar AliQ mencintaimu dengan tulus dan ingatlah Godaan ataupun Rintangan akan selalu ada tetapi jika kita dekat dan selalu meminta kepada Allah swt, InsyAllah beliau akan mengabulkan apa yang kita minta "
" Tanamkan asma Allah didalam hatimu Fizzy, yakinlah jika AliQ benar jodohmu maka menikahlah dan jadikan ia suami yang sangat mencintaimu. dan kau jadilah istri yang taat dan patuh, kau akan membantu Aku dan Mamamu menggapai surga jika kau menjadi istri yang shalihah untul suamimu " Nasihat Nya kembali membuat Fizzy berlinang air mata, Fizzy menangis dipelukan Papanya.
" Tak perlu sungkan menangislah sayang, Papa sangat menyayangimu dan jika nanti kau menikah Papa hanya minta jadilah istri yang patuh untuk suamimu " Ucap Rido kembali.
__ADS_1
( menangislah Nak, Mama yakin setelah kau menangis bebanmu akan berkurang - Suara Mama terngiang didalam benak Fizzy )