
kami sedang memakan sajian makan malam yang sudah bi inem sajikan , beberapa hari yang lalu selera makanku berkurang karena bi inem sedang tidak bisa melakukan aktifitas memasak dikarenakan sakit .
saat kami sedang asik menyantap hidangan penutup .
pak salim datang dan memberiku 3 bucket bunga mawar putih beserta pesan didalamnya . masing-masing dengan isi pesan yang berbeda . dan kurir yang mengirimnya pun berbeda-beda .
" tuan maaf mengganggu waktu makan anda tapi tadi ada kurir menitipkan ini , dan disini penerimanya nona muda tuan " ucap pak salim
" siapa yang mengirimnya ? " tanyaku
" berikan kepadaku pak ?" pinta rido
" jangan sini biar aku saja yang baca " ucapku dengan sangat girang , aku berharap itu kejutan yang rido berikan untuk ku , aku tersenyum kepadanya tetapi rido terlihat seperti aneh melihatku dan aku membacanya .
__ADS_1
" KAMU CANTIK , SAAT MEMAKAI SYAR'II ITU , GAUN MU SANGAT MENAWAN MEMBUAT KECANTIKANMU SANGAT BERMAKNA , TAPI SIAP-SIAP MAY KAU HARUS MENGGANTI GAUN BERWARNA SALEM ITU DENGAN GAUN BERWARNA HITAM , KARENA WARNA HITAM LEBIH ELEGAN UNTUK TUBUHMU "
" SAYANG , SIAPKAN LAHAT YANG NYAMAN UNTUK SUAMIMU "
" AKU BERHARAP KAU TAK AKAN MEMBUAT AIR MATA MU MENGALIR DENGAN DERAS KARENA TELAH KEHILANGAN DIA HAHAHA , AKU AKAN MENGGANTIKAN POSISI SUAMIMU WALAU KAU TAK AKAN MENGGANTINYA AKU AKAN MEMBUATMU MELAKUKAN ITU "
aku terdiam setelah membaca kalimat-kalimat itu , rasa takut menghadangku .. aku mencemaskan rido aku takut terjadi sesuatu kepadanya . rido merebut kertas yang ada ditanganku . dan memberikannya kepada papa juga ayah .
sepertinya darah ku sudah menurun dan aku jatuh tak sadarkan diri, richard dan rido membawaku ke dalam kamarku dan membaringkanku diatas ranjang ku , papa sangat marah dan meminta semua security serta ajudan berkumpul untuk lebih waspada .
" baik tuan besar , maafkan saya tuan " ucap pak salim
richard memeriksa keadaan ku dan mengecek nadi ku . beberapa saat kemudian aku tersadar dan memeluk rido yang tepat berada disampingku . richard segera menghubungi jimmy , yofie , zain juga dhan untuk melanjutkan pencarian nya . papa dan ayah segera memberi tahu pihak kepolisian juga papa hendra dan papa hendra menelusuri setiap kurir yang mengirim hadiah untuk may ataupun rido .
" aku takut sayang , kumohon jangan pernah pergi jauh dariku " ucapku pada rido seraya memeluknya
__ADS_1
" sayang , tenangkan dirimu ya " pinta rido
papa datang menghampiri kami dan berbicara hal yang sangat penting untuk kami .
" saya sudah putuskan tempat ini sangat tidak aman untuk kamu , kamu akan melahirkan di inggris dan keberangkatan akan dilakukan besok malam , kamu juga akan menikah disana " ucap papa
" tapi perusahaan rido siapa yang mengatur disini pap " tanya rido
" papa sudah mengatur nya ,dan ini juga permintaan papamu hendra juga ayah .. papa tidak ingin kamu membantah nya ,, sampai aman kalian boleh kembali kesini " ucap papa tegas kepada kami
rido dan aku tau jika itu sudah menjadi keputusan papa juga ayah , kami tidak akan bisa menolaknya . tentunya keberangkatan kami itu tertutup dan menjadi rahasia . lira juga harus ikut karena papa mempending sidang putusan yang akan lira terima mengingat papa sudah tau akan hasilnya dan lira adalah pemenangnya .
" nona , tenangkan dirimu ya kami tidak akan membuat juga tuan muda terluka ,, sekarang nona harus melupakan semua itu kasihan anak dikandungan nona " lira mencoba menenangkanku
" kaka. jangan khawatir aku akan selalu menjaga mu juga kaka ipar .. siapapun yang akan mencoba melukaimu akan berhadapan dengan ku " ( pesan singkat yofie untuk rido )
__ADS_1
" terimakasih adik ku , aku sangat menyayangimu " ( balas rido )