TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Seperti Mama dan memori terindahnya.


__ADS_3

"PAPA RIDOOOO ' panggil anak remaja cantik dari belakang yang terlihat sangat merindukan papa sambungnya itu Ayana memang sangat menyayangi Rido dan juga alm May, Rido membalikan badan nya dan menoleh kearah suara itu.


"Sayang, kenapa bukannya mengabari papa terlebih dahulu tahu begitu papa akan meminta bibi ester untuk memasak yang banyak untukmu." Ucap Rido seraya memeluk erat tubuh Ayana


"Giliran papa aja kamu peluk,  Kaka mu ini tadi yang menjemputmu tak kau peluk dasar kau ini bocah nakal iya" seru MaliQ sembari mengerucutkan mulutnya. Ayana yang sering sekali menggoda kaka kecilnya itu.


"kakaK apa Ade, dia itu Ade ku kan Papa. Umur Aku sama dia aja beda 7 bulan" Goda Ayana, seraya menggoda kakak nya itu .


"Kamu Adenya, soalnya manja banget di putusin Leon aja curhat nya semaleman" Goda Maliq balik, membuat Ayan semakin gemas dengan tingkah Kakak kecilnya.


"Ehh sorry iya aku gak sebodoh itu , dia yang aku putusin. udah deh istirahat sana bukannya kamu ngantuk ?" ucap Ayana. Maliq tertawa dan Ayana mencubit gemas pipi Maliq.


"Enggak ah, Aku pengen disini dulu sama Papa" Ucap Ayana, "Aku kangen banget sama Papa" Ayana memeluk kembali Rido, Rido mengusa lembup kepala Ayana dan mencium keningnya.


"yaudah deh sana, kalau Ada kamu Papa kan ada temen juga. Aku kekamar iya" Maliq segera Pamit, dan melangkahkan kakinya menyusuri Anak tangga.


Rido berbincang santai dengan Ayana,  Ayana menceritakan perihal papa nya yang di jodoh-jodohkan dengan dosen yang mengajar Ayana. Ayana memang anak yang manis, baik hati juga penyayang. Ayana selalu mencoba membuat papa Rido nya Itu tersenyum dan satu-satu nya alasan Ayana selalu ingin kembali adalah mengulang masa-masa indah dengan Rido dan Alm May.


"KakaK Aleaaa" Panggil Ayana, Ayana berlari menuju Alea yang terhenti karena mendengar Ayana memanggilnya.


"KakaK.. Kakak mau kemana ?." Tanya Ayana, Ayana kini berhadapan dengan Alea, wajah ketus Alea selalu membuat Ayana Takut.


"Kakak, Nanti mau kan temenin Ayana ke makam Mama" Seru Ayana.


"Bawel deh!!!! " Mata Alea mendelik kesal saat menjawab pertanyaan Ayana.


"mau gw kemana kek gimana gw kelees, sudah sana temenin bokap gw"  Usirnya, Ayana terdiam mendapat perlakuan yang tak menyenangkan dari kaka sepupunya itu, Alea memang selalu tak menyukai siapapun. hanya Faaz lah yang selalu membuat Alea takut. Ia memang berubah semenjak kematian ibunya bagi Alea kematian ibunya lah yang merenggut kebahagiaannya.


"Aku hanya ingin menegur mu kakAk, kau sangat tidak sopan!!!!" Gerutu Ayana.


"papa Ido dan aku kan sedang berbincang tapi kau malah melengos seenaknya tak menyapa ataupun tak berpamitan" - gerutu Ayana kembali saat melihat alea melajukan mobil dengan sangat cepat itu.


"Maafkan kakamu ya ayana, papa sangat malu kepadamu" Ucap Rido yang berbicara dibelakang Ayana.


"Papa, mengapa papa meminta maaf kepadaku?, sungguh papa tidak salah apapun!!.", Ayana memeluk Rido, "ayo sekarang kita masuk dan memandang wajah mama May agar kita merasakan hangat nya pelukan mama" ajak Ayana kepada Rido.


.


.


.


.


.


@ASIC GROUP


Faaz sedang mengecek laporan yang diberikan oleh Aidil, laporan perkembangan perusahaan dan juga hasil rapat yang telah diselesaikan. Aidil duduk di sofa bersama Faaz. Fizzy juga datang menghampiri saudara kembarnya dan membawakan kopi hangat ditangannya.

__ADS_1


"Faaz besok kita harus segera pergi ke turki karena perusahaan kita disana sedang mengalami penyusutan yang sangat besar. aku khawatir kita tak bisa merealisasikan saham yang hanya tersisa sedikit." Ucap Aidil yang duduk dengan menyandarkan tubuh nya di sofa empuk ruangan besar itu.


"Aku sudah menghubungi Qabil, aku dan Faaz akan kesana malam ini " seru Fizzy yang sembari menyeruput kopi hangat itu. Fizzy memang terlihat tak menyukai aidil karena beberapa kali aidil sempat meminta Fizzy untuk menikah dengannya dan aidil terlihat sangat memaksa.


"Malam ini ?" Tanya Faaz dengan sangat terkejut Faaz menggelengkan kepalanya seperti enggan untuk pergi ke Turki, Faaz menghela nafas panjang lalu bertanya kembali dengan pertanyaan yang membuatnya gusar.


"Bagaimana dengan Aleesya?, ika aku dan kamu akan pergi bersama?" Faaz menghela Nafasnya dengan berat, Ia menyandarkan kepalanya dibahu sofa dengan frustasi, "aku selalu mempercayakan Aleesya kepadamu atau mba Mba arry dan mba carry hari ini sudah berpamitan kepadaku" Faaz melanjutkan kalimatnya dengan nada yang gusar dan seperti nya Faaz lupa akan kehadiran Natasha yang bertugas mengasuh dan mengurus anak semata wayangnya itu.


"Faaz apa kamu lupa Hah?, pengasuh baru sudah datang!!" seru Fizzi memberitahu saudara kembarnya itu,


"Bagaimana laporan dari abrar mengenai pengasuh itu?." Tanya Faaz dengan mengerutkan dahinya .


"Sepertinya anakmu menyukai pengasuh itu, memangnya kau belum bertemu dengan Natasha  itu?" Tanya Fizzy kembali .


Fizzy membuka laptop dan menunjukan rekaman cctv yang dipasang dikamar Aleesya. wajah Natasha tak terlihat dengan jelas tetapi dari gerakan tubuhnya sepertinya Natasha adalah orang yang penyayang. Faaz mencermati setiap gerakan yang ditunjukan wanita itu kepada anak kesayangannya, Faaz juga melihat sikap anaknya kepada wanita itu .


"Emmmmhh!!!!" Faaz berdehem pelan, "sepertinya anak ku nyaman diasuh oleh wanita itu, semoga saja dia bisa membantuku menjaga aleesya untuk 2 pekan kedepan." Faaz menghela nafas kembali dan menyimpan tangannya di dagunya, " tidak sepertinya aku akan pergi selama sebulan, aku akan menemui seseorang " ucap Faaz kembali


"Baiklaah nanti aku akan berbicara kepada Natasha dan aku akan memberikan jadwal untuk kontrol Aleesya. biarkan Abrar yang membantu Natasha" Tutur Fizzy,


"paman richard juga sudah memberiku hasil perkembangan Aleesya, kau tenang saja aku akan mengaturnya" ucap Fizzy seraya menenangkan saudara kembarnya itu .


"Terimakasih kau memang seperti Mama, yang selalu membuatku tenang " ucap Faaz sembari mencubit gemas pipi Fizzy.


"gak usah gini kali ah, yaudah ahh aku mau pulang, aku akan mengepak pakaian yang akan ku bawa" pamit Fizzy dan segera membawa tasnya untuk pulang kerumah .


' cantik banget dia ... gw pasti dapetin tuh cewe ' - gumam aidil dalam hatinya .


*****


rumah itu milik Rido dan May pribadi. Rumah itu memang untuk mereka berlibur dan menghabiskan akhir tahun bersama keluarga karena salah satu anak perusahaan ASIC GROUP yang berada di turki merupakan perusahaan terbaik diantara anak perusahaan ASIC GROUP lainnya. tapi tidak dengan sekarang perusahaan itu mengalami penurunan yang sangat drastis, karena saat itu sempat Rido hentikan pengoprasiannya karena, Ia tidak mendapatkan orang yang bisa Rido percaya selain Dhan.


beberapa tahun kebelakang Faaz memberikan perintah kepada Qabil untuk membuka kembali pengoprasian itu dan perusahaan tersebut dalam tahap merayap dan akhir-akhir ini Qabil menghadapi berbagai masalah dari rekan bisnisnya tapi Faaz tidak pernah mengkhawatirkan hal itu karena sebelum adanya masalah ini Qabil lah yang bekerja keras untuk membangun kembali perusahaan tersebut .


"Saya janji Kak Faaz akan menjaga amanat dari mu juga papa rido , aku tau betul bagaimana langkah yang akan ku tempuh untuk mempertahankan esport ini ,. kuharap kalian dapat membantu ku " ucap Qabil .


"Aku percaya kepadamu Qabil, kau adalah saudaraku mana mungkin kau akan mengkhianati kami dan kami akan membantu mu qabil karena selama ini kaulah yang membantu kami. Aku bangga anak seusiamu mampu bertahan dengan segala apapun masalah dan rintangan didepan malah aku sendiri malu kepadamu " seru Faaz sembari menepuk bahu Qabil .


"Qabil aku akan menemanimu disini, tenanglah aku akan membantu apapun agar perusahaan ini tetap berdiri. ni memang perusahaan papa ku tetapi papa sudah memberikannya untuk om dhan dan kau sudah sepantasnya menjaga perusahaan ini agar tetap berdiri" Tutur Fizzy memberikan semangatnya untuk Qabil.


"Aku sangat, sangat berterimakasih kepadamu kak. mari kita akan mulai rapat hari ini seluruh staff sudah menunggu kita " ajak Qabil kepada Faaz juga Fizzy.


.


.


.


.

__ADS_1


.


******


Seminggu kemudian.....


"Natasha, apakah kamu punya anak?." Tanya Rido kepada natasha, Rido sangat takjub melihat kelihaian Natasha saat mengurus Aaleesya.


"Belum Tuan, saya sempat memiliki adik tetapi adik saya meninggal saat usia 10 tahun" jawab natasha sembari menundukan kepalanya.


"Ibu aku ingin makan soupmu lagi " dengan polosnya aaleesya memanggilnya ibu, Rido semakin terkejut mendengar panggilan anak kecil itu kepada orang yang baru dikenalnya. mana mungkin anak seusia aaleesya bisa memanggilnya ibu. Tetapi bukanlah Rido jika memiliki pemikiran yang buruk terhadap orang.


Natasha berpamitan karena akan membawakan soup untuk nona kecilnya, Rido begitu kebingungan melihat tingkah cucu kesayangannya itu. sudah seminggu natasha menemani aaleesya di rumah setiap hari Rido melihat hal baru di dalam diri Aleesya dan Ia sangat menyukai hal baru yang sangat positive itu.


Aleesya dulu sangat susah untuk makan tetapi akhir-akhir ini papa sering melihat jika nafsu makan Aleesya bertambah pesat. Aaleesya juga terlihat selalu ceria setiap harinya.


"Sayang bolehkah kakek bertanya sesuatu kepadamu?." Tanya Rido


Aleesya menganggukan kepalanya, sembari memainkan boneka favoritenya. "kakek lihatlah ibu peri tak membiarkan pakaian boneka ku sobek " ungkap aaleesya.


"mengapa kau memanggilnya ibu peri?." Tanya Rido kepada Aaleesya,


"kata oma carry ibu ku seperti ibu peri dan katanya ibu peri selalu tersenyum tidak pernah marah kepada siapapun dan ibu nata seperti ibu peri dia tidak pernah marah kepadaku kakek " seru aaleesya sembari tersenyum, walaupun Alesya berbicara dengan nada cadelnya Rido sangat memahami, bahwa Aleesya bisa merasakan ketulusan natasaha. Rido terdiam lalu meneteskan airmatanya mendengar ucapan polos cucu kesayangannya itu.


"Kakek jangan menangis aku sangat menyayangimu" ungkap nona cantik itu sembari menyeka air mata kakeknya..


(' sayang ,, kakek janji akan membahagiakanmu sampai ujung usia kakek , kamu cantik seperti ibumu dan nenek mu ) -Batin Rido, Ia terdiam mengingat memori nya bersama Rayna, Rayna sosok wanita yang baik bagi Rido.


**flashback memori Rido**


"Papa, kumohon makanlah bubur buatanku ini" Rengek manja Rayna saat meminta papa mertuanya itu membuat Rido semakin menyayanginya.


"Baiklah, jika papa tidak memakannya aku akan membuat mulutku tak berbicara sepatah kata pun" Ancamnya kala melihat sang Papa mertua hanya terdiam menatap kearahnya.


"ayolaaah pap, sesudah itu papa harus meminum obat!!!", Rayna terus menerus memaksa Papa mertuanya itu, "ayoo  cepat apa papa tidak ingin menggendong cucu papa yang sedang aku kandung " ucap Reyna kembali seakan dia adalah putri dari rido.


"baiklah jika putri sulung papa yang minta akan papa lakukan , asalkan kau janji kepada papa mertuamu ini akan memberikan cucu yang cantik seperti nenenya " pinta Rido kepada Rayna, Ia tersenyum mendengar permintaan papa mertuanya itu.


"kalau Rayna sudah memasak makanan dirumah ini pasti semua orang dipaksa untuk memakannya" seru Faaz yang datang dengan senyuman lebar diwajahnya.


***flashback berakhir***


"TUAN... TUAN RIDOOO ... " Panggil Natasha meleburkan memori yang sedang membayang di pikiran Rido, Ia pun terkejut dan merasa kaget dengan lambaian tangan Natasha.


"Maaf tuan, Maaf saya sudah berlaku tidak sopan kepada anda" Ucap Natasha sembari menundukan kepalanya, "saya hanya mengkhawatirkan anda" ucap natasha kembali, Rido tersenyum melihat raut wajah Natasha yang terlihat sangat kaku.


"saya sedang mengingat masa-masa indah bersama menantu dan anak saya " Ungkap Rido.


Natasha tak berani menanyakan perihal itu. terlebih natasha belum sama sekali bertemu dengan papa dari Aaleesya, Natasha hanya melihat dari foto yang tepampang dikamar Aaleesya. sebenarnya Natasha ingin sekali bercerita tentang keinginan nona kecil yang sangat manis itu tetapi mendengar cerita dari Rido mengenai cintanya Faaz terhadap rayna, Natasha mengurungkan niatnya itu.

__ADS_1


"*Tuan Rido memang sangatlah Baik, Beliau memang Orang tua yang baik. Andai saja Papaku seperti beliau, Setia dan selalu ingat Mama" gumam Natasha dalam hatinya.


"Natasha, Mengapa kau membandingkan Ayahmu dengan orang Lain!!!" gumamnya kembali*.


__ADS_2