
Aku masih menunggu kabar dari papa juga om rusli , om rus sudah dua hari berada di indonesia . diam-diam om rus mencari tahu tentang keadaan rido begitu juga dengan richard , kak shalom pun memilih menginap menemani ku , lira dan pak hendri (orang kepercayaan papa) sedang menelisik semua yang terlibat , tuan dhan tetap menggunakan telinganya untuk mendengar info dari sekitar rumah sakit dan mengawasi semua pergerakan orang-orang yang berada di dekat rido , rido masih terkulai lemas aku semakin tak kuasa melihatnya terladang aku menangis melihat kondisi rido , aku sedang terdiam di sofa apartemen ku bersama kak shalom juga ibu , mama menghubungiku untuk bersiap bertemu dengan nya di private room yang ada di rumah , akupun segera bergegas untuk pulang kerumah diantar kak shalom juga ibu , bu nina dan mbak lastri pun ikut dengan ku .
45menit kemudian kami sampai dirumah papa , pintu dibukakan oleh bi inem , pa hendrik dan lira sudah berada dekat tangga , pa hendrik pun menyuruh kami segera keruangan meeting papa yang berada dekat dengan ruangan papa , papa memang sengaja membuat kan ruangan meeting untuk membicarakan hal-hal pribadi .
"selamat datang nona , tuan besar sudah menunggu nona di ruangan nya" ucap pak hendrik padaku
"baik pak , apa ibu dan kak shalom bisa ikut ? "tanyaku
"tuan juga menunggu ibu dan nona shalom untuk ikut serta" ucap pak hendrik kepadaku , aku pun segera bergegas menemui papa diruangan nya , aku melihat sekeliling ruangan itu , diruangan tersebut sudah ada papa , mama , ayah , om rus , richard , dan pengacara papa (om tama) . aku juga melihat orang yang sangat aku kenal dia adalah roni assisten nya kak jimmy , dia terlihat sangat tertekan dengan keadaan ini .
"duduk lah sayang , sini disamping om " om rus menepuk bangku kosong di samping nya
"bagaimana om , apakah sudah ada titik temu ? dan mengapa roni disini " tanyaku pada nya
aku melihat papa yang terlihat sangat kesal , mama juga sesekali menutup rasa sedihnya , ayah yang menundukan kepalanya , dan richard yang mengepalkan tangannya , papa berbicara pada lira dan pan hendrik yang sedang berdiri mematung didepan pintu .
"HEn pergilah dan temani dhan disana , kamu juga lira ! jika ada pergerakan cepat hubungi saya " ucap papa
aku bingung ada apakah ini , mengapa mereka terlihat seperti sedang menahan amarah , aku masih terdiam dan papa mulai meminta roni menjelaskan secara detail >
"silahkan ron kamu jelaskan kepada kami secara detail dan saya harap kamu masih punya hati nurani untuk jujur ! " pinta papa kepada roni
" baik tuan , sebelumnya saya ingin meminta maaf atas kesalahan yang sudah saya lakukan " ucap roni
kami membungkam satu sama lain , hanya terdengar isak tangis kecil dari mama yang terlihat ingin sekali menahannya , richard terlihat memandang dengan sarkas ke arah roni , mungkin dia sedang menahan amarahnya .
****penjelasan roni*****
"saat itu saya sedang duduk diruangan saya , dokter jimm memanggil saya 'berniat akan mengajak ke kedai kopi ternama untuk menemaninya mengopi saja tapi datang lah orang berbadan tegap , tinggi dan kulitnya sawo matang dia bernama yofie ,awalnya kami sedang mengobrol dengan orang tersebut , kami melihat dari kejauhan ada tuan rido dan juga nona yang sedang makan di samping kedai kopi kami , tuan yofie bilang bahwa punya dendam pribadi kepada tuan rido , dan dokter jimmy menimpali nya bahwa tuan jimmy juga kesal dengan tuan rido karena nona menolak cintanya tuan jimmy dan lebih memilih menikah dengan tuan rido " ucapnya gelagapan
"aku tidak menolak nya bu , iyakan ...akupun ntidak tau kak jimmy mencintaiku...kak jim sudah seperti kaka ku " ucapku menahan tangis nya
"ayah yang menolak nya dan lebih memilih rido untuk jadi menantu ayah " jawab ayah dengan memejamkan matanya sejenak "baiklah lanjutkan ron " ucap ayah lagi
"setelah itu mereka mulai merencanakan untuk menghilangkan nyawa tuan , tuan jimmy mulai mendekati tuan rido dengan mengajaknya mengopi bersama 'mungkin karena tuan rido tau jika tuan jimmy adalah seorang dokter , tuan rido bercerita tentang sakitnya itu , dan selang beberapa lama dokter jimmy sering mengirimkan obat untuk tuan rido , terkadang tuan jimmy memasukannya kedalam kopi yang diminum tuan rido , obat itu 3 kali dari dosis yang harus diberikan saya tau efeknya seperti apa , saya tidak berani berbicara kepada tuan rido , karena saya diancam apabila saya mengatakannya anak bayi saya yang baru lahir akan dibunuh olehnya , selama tuan dirawat , tuan jimmy selalu memasukan obat tidur dengan menyuntikannya melalui saluran infus , dan obat nya 5 kali lipat dari dosis yang diberikan , " maafkan saya tuan dan brakkkkkkkprukkkk richard memukul nya dan menendangnya
"biadab , kamu adalah assisten dokter , kamupun telah disumpah untuk memberikan pelayanan terbaik !! apakah kamu tidak tau pentingnya sumpah seorang dokter "ucap richard dengan nada yang sangat tinggi
__ADS_1
"tenangkan dirimu rich" ucap mama menenangkan richard , richard pun duduk kembali menghirup napas panjangnya , menenangkan dirinya
"setelah itu apa yang akan dilakukan lagi oleh jimmy ron ?" tanya om rus
"saya tidak tahu tuan , saya hanya dipinta untuk menyuntikan obat tersebut selama 6 jam sekali, makadari itu tuan rido terkulai lemas dan seperti koma , sebenernya saya sudah mengisyaratkannya melalui tuan dhan , tetapi saya takut untuk memberitahunya lebih " jawab roni
"lalu apa zain terlibat ?" tanyaku yang sedari tadi menahan tangisku
"tuan zain selalu meminta untuk menghentikannya , tetapi tuan yopie selalu saja mengingat tentang cintanya yang gugur kepada nona , tapi selama ini tuan zain selalu memintaku untuk menghentikan ini semua " jawab nya yang sudah mulai terlihat tenang , roni melanjutkan pembicaraannya
"tuan saya mohon , jika saya harus dipenjara tolong perhatikan anak , istri saya , dan juga janda tua yang berada di di rumah saya yaitu ibu saya ,, saya mohon tuan . jangan biarkan anak saya menderita ." pinta nya seraya membungkuk dihadapan papa
"duduklah ron , saya tidak akan seperti mu yang akan menghancurkan masa depan bayi tak berdosa 'apa kamu berpikir tentang cucuku yang sudah sebulan lebih tidak bertemu papahnya , entah apa ridoku selamat atau tidak " sembari menangis dan membungkukan badanya ,
"papa ku mohon selamatkan suamiku , aku ingin hidup selalu bersamanya , aku mohon pap" aku memeluk papa dan menangis dipelukannya
"tenang kan dirimu sayang , papa akan berusaha sebaik mungkin " papa mengelus kepalaku lembut
"bagaimana hasil lab nya rus " tanya ayah kepada om rus
"hasil lab mengatakan ada beberapa kerusakan di ginjal milik rido , dan rido juga sangat lemah jantungnya , untuk tulang belakang rido , memang sangat membutuhkan sumsum yang bagus , aku khawatir rido tidak bisa bertahan karena ginjalnya yang tinggal 1 " om rus menjelaskan
"may apakah ayah dan papa mu tidak pernah jelaskan tentang ini ? tanya om rus kepadaku
akupun menoleh pada papa dan ayah juga mama dan ibu , "ada apalagi ini ?" tanya ku dengan heran
mereka tak menjawab sama sekali , om rus yang menjelaskannya padaku
"secinta apa rido padamu melebihi dirinya , ingatkah saat kamu berumur 17 tahun dihari ulang tahun mu . om membawakan kue dengan lilin yang angka nya salah , kamu lebih tua dari umurmu , itulah adalah kue milik rido , saat kamu sakit dan kamu harus melakukan operasi cangkok ginjal , rido memaksa om untuk mencangkokan ginjalnya padamu , itupun dengan persetujuan mama dan papanya , mereka sangat menyayangi dari sejak kamu kecil , dan kamu pun tanpa mengetahuinya , rido berharap bisa meniup lilan bersama dengan mu , karena ulang tahun mu dan rido hanya beda 1 hari , rido meminta om menukarkan angkat tersebut "jelasnya padaku
(aku terdiam mengingat masa itu , saat itu aku pun masa bodo dengan orang yang berbaik hati mendonorkan ginjalnya untuk ku , ternyata dia ridoku ,, rido ku yang sangat mencintaiku ...'gumamku dalam hati dan taksadar aku menangis memeluk papa kembali)
"om ambil saja ginjalku kembali , dan jika perlu jantung ku , sumsum tulang belakang ku , aku ikhlas om " pintaku dengan menggoyangkan lengan om rus
"tidak sayang , om akan mencarikan yang lain yang mampu memberikan semuanya , om ingin kamu mencintai rido disisa umurnya dan menjadikannya pangeran dihatimu , rido dan anak-anakmu membutuhkanmu " sembari memeluk ku
kami menangis bersama , kak shalom juga menangis papa menghubungi kepala kepolisian sektor kami dan memberikan semua buktinya , aku harap jimmy dan yopie mendekam lama di penjara...
__ADS_1
aku harap rido kembali untuk ku
(sungguh cintamu luar biasa untuk may , aku iri dengan mu may selain kau mampu membuat rido mencintaimu , akupun iri dengan ahklak mu yang baik , sungguh aku menyesal dengan apa yang aku lakukan dulu kepada mu may 'gumam shalom dalam hati )
****aku nangis loh nulis episode ini****
__ADS_1