
Cinta bisa siapa saja, kapan saja dan bagaimana saja bertemu. kita berhak memiliki cinta, karena Cinta adalah kehidupan yang sangat besar.
May pernah berpikir bahwa cinta itu tidak ada, tapi Tuhan memberinya cinta yang sangat besar. kehidupan nya hampir sempurna walaupun ia pernah mengalami Fase-fase kehidupan yang membuat nya jengah.
Dulu semasa hidupnya May selalu bermimpi melihat kisah cinta anak-anak nya, bermimpi menyaksikan kehidupan anak-anaknya setelah menikah.
May selalu berharap semua anak-anak nya memiliki teman hidup yang mampu mengubah kehidupannya menjadi lebih baik, walaupun tidak semua harapan May terasa mulus. Tapi setidaknya beberapa harapan May tercipta saat ini.
Faaz merasa hidup bersama Natasha, setelah kegagalan nya bersama Rayna. Faaz mendapat kebahagiaan melalui Natasha, walaupun kini kehidupan mereka masih terancam karena Rayna tak henti membalas dendam kepada keluarganya
Fizzy, ia merasa sangat beruntung menikah dengan Aliq. Aliq sosok lelaki dewasa yang asalnya Fizzy berpikir bahwa Aliq akan menjadikan Fizzy wanita yang mengais rezeki. namun sedikit demi sedikit Fizzy mampu mengubah jalan pikir Aliq.
Alea walaupun perjalanan cinta Alea tidak semanis yang lainnya, namun ia bahagia karena sempat memiliki lelaki yang mampu mengubah kehidupan nya.
Dan kini, Maliq sudah merasa nyaman dengan Noni begitupun sebaliknya. Sepertinya Maliq tak ingin melepaskan Kisah cinta nya bersama Noni.
Maliq masih memeluk Noni dengan erat, ia memejamkan matanya. merasakan hangat nya serta nyaman nya dekapan tubuh Noni, "Maliq" Panggil Noni.
"Iya, " Jawab Maliq.
"Lepaskan, rasanya sudah sesak nafasku" Ucap Noni membuat Maliq terpekik.
"Ah, baiklah" Maliq pun melepaskan pelukannya itu.
"Cie.. Cie.. " Alea, Ayana dan Mael mengejutkan keduanya, terlihat sekali Noni seperti sedang menahan malu.
"Maaf Lea, tadi aku.. "
Alea segera menyela kalimat Noni, "Tadi aku hampir jatuh lalu Maliq menahan ku, kalian serasi banget sih!! " Gumam Alea.
"Alea, " Wajah noni benar-benar memerah, Alea mendekat dan menjawab, "Noni" senyumnya terlihat bahagia karena melihat Noni dan Maliq sedekat itu.
"Aku akan lebih bahagia kalau Noni dan Maliq benar-benar memiliki hubungan." Celetuk Alea.
"Kak Lea, kasihan Noni" Ujar Ayana, "Lihat dia sepertinya sedang menahan malu" Ujarnya kembali.
"Udah, Udah. Ayana dan aku mau ngasih kabar nih" Ucap Mael.
"Ada apa Mael? " Tanya Noni bersamaan dengan Maliq.
"Kalian tuh Jodoh loh, jawab samaan terus bertanya berbarengan. udah lah waktu nya samain aja nanti sama kita!! " Ucap Mael nyeleneh membuat Maliq dan Noni kembali menahan malu.
"Mmmpph,, Jadi tadi mau ngomong apa? " Tanya Maliq kembali.
"Tanggal pertunangan kita udah di tentuin!!, " Ungkap Mael.
"Benarkah? " Tanya Noni.
"Iya, " Sembari melirik Alea Ayana menjawab, "Dia yang ngasih tanggal, dan ternyata cocok banget sama Daddy, Papa dan Papi" Sambungnya.
"Aku malah udah gak sabar!! " Seru Alea.
"Masih ada dua bulan lagi Kak! " Ucap Ayana.
"Gak usah lama-lama Ayana, kalau aku saranin gak usah Tunangan dulu" Ucap Alea, Ayana mengangguk pelan.
"Iya langsung jos aja!, " Celetuk Maliq membuat Noni dan Mael tertawa.
"Kok malah ketawa? " Tanya Alea, begitupun Ayana yang terlihat heran dengan kalimat Maliq.
"Maksudnya langsung tanggal nikah aja, kaya aku nanti sama Noni. Iya kan Non? " Goda Maliq, Noni menggelengkan kepalanya.
"Nakal banget sih!! " Gumam Noni.
"Iya maaf!! aku becanda kok! " Ucap Maliq.
__ADS_1
Noni melepas mantel yang dipakai olehnya, "Udara nya dingin, ayo masuk" Sembari memasangkan mantel ke tubuh Alea, Noni begitu sangat perhatian. Alea pun menuruti apa yang Noni minta.
Mereka masuk dan melanjutkan percakapan mengenai hari pertunangan Ayana, di sana Alea yang memberikan ide yang sangat banyak. Alea juga menggambarkan sebuah gaun cantik yang akan di pakai oleh Ayana, mereka benar-benar sudah sangat dekat satu sama lain. bahkan Ayana selalu meminta dan bertanya pendapat Alea, Alea juga benar-benar tegar dan berusaha melupakan apapun yang sudah terjadi dan itu karena Noni yang selalu memberikannya semangat.
Ditempat lain Rido dan Faaz sedang berbincang mengenai proses perceraian Faaz dan Rayna yang masih saja belum tuntas, Rido sangat menyayangkan permasalahan ini.
Sudah berjalan kurang lebih 3 bulan lamanya, Rayna tidak pernah datang dan menandatangani surat-surat yang akan mempermudah jalan nya perceraian. bahkan Rayna membongkar identitas Aleesya dan meminta Faaz menjalani tes DNA.
Namun Rayna selalu menghindar jika Faaz mengajaknya bertemu, bahkan Aidil sempat membantunya untuk mengajak Rayna bertemu.
Aidil serta Aliq merasa sangat kesal dengan apa yang Rayna lakukan, Faaz hanya bisa bersikap tenang karena baginya hal semacam ini sudah di pastikan terjadi.
"Semua berkas sudah Rayna kirim Pah, dia bersedia bercerai tapi dia ingin membawa Aaleesya dan Aidil tidak menyetujui nya" Ujar Faaz.
"Aidil takut, jika nanti Aaleesya akan menjadi alat untuk membalaskan dendam nya. sebelumnya Rayna sempat bercerita kepada Aidil seperti itu, bahkan Rayna masih memiliki otak jahat untuk membuat keluarga kita hancur" Lanjut Faaz, "Aku merasa sangat bingung"
"Pasrahkan saja pada Tuhan." Jawab Rido singkat, "Lagipula, kita memang sudah seharusnya memberikan Aaleesya pada ibu kandungnya" Sambung Rido.
Rido berucap seperti itu dengan perasaan yang sangat berat, Namun Faaz tetap tidak bisa mengiyakan apa yang Rido ucapkan.
"Tidak Papa, Faaz tidak mau! " Gumam Faaz.
"Aliq juga tidak setuju Papa" Timpal Aliq, ia menghampiri Faaz dan Papa mertuanya lalu duduk di atas kursi yang juga Rido duduki.
Aliq melanjutkan kalimat yang sempat ia hentikan, "Karena Rayna akan membuat Aaleesya hidup tertekan, Rayna akan memberikan sisi negatif padanya dan Papa Harry juga tidak setuju jika Aaleesya diajak hidup bersamanya." Ucap Aliq.
"Tapi bagaimana hak Rayna sebagai ibu kandung dari Aaleesya, kita akan berdosa jika menjauhkan Aaleesya darinya" ucap Rido.
"Kita tidak menjauhkan, tapi.. "
"Tetap saja Nak, Rayna beranggapan seperti itu dan ujung-ujungnya Rayna tetap berpikir seperti itu, mau berapa kali pun kita menjelaskan tetap saja seperti itu." Jelas Rido membuat Faaz berpikir memang adanya seperti itu, Rayna tidak akan pernah memahami maksud baik yang Faaz berikan.
Mereka menatap layar televisi yang menyala, mereka mengamati acara di salah satu stasiun televisi. Sosok Rayna diberitakan kembali, kali ini berita yang beredar adalah berita perceraian nya. mereka sama-sama tahu jika dulu Rayna adalah seorang model yang sangat terkenal, bahkan Nama Faaz kini terseret karena melakukan perceraian yang disebabkan pernikahan nya bersama Natasha terkuak.
Faaz geram kepada Rayna, mengapa sampai timbul pemberitaan mengenai dirinya, apalagi di dalam berita tersebut Faaz disebut memiliki istri dua dan itu artinya Rayna sudah berusaha mencemarkan nama baik Faaz.
"Sabarlah sebentar sayang, Papa yakin Rayna sedang ingin mencari kesalahan mu saja"
"Berita ini sangat merugikan ku!!" Ucap Faaz sembari mendengus kesal.
"Faaz, aku minta maaf atas kesalahan yang selalu di lakukan oleh Kakak ku Faaz" Ucap Aliq yang merasa tidak enak dengan pemberitaan tersebut.
"Kau tidak perlu meminta maaf Aliq!! " Sahut Faaz.
Tatapan sarkas itu terlihat dari sorot mata Faaz, "Benar-benar bebal kau Rayna!!" Ucap Faaz, raut wajah marah terkuras dari dasar wajahnya, otot leher Faaz menegang, tangan nya pun mengepal keras. Faaz benar-benar kesal dengan pemberitaan ini, ia beranjak dari duduknya dan pergi untuk mencari Rayna.
Ia berpapasan dengan Natasha, namun Faaz hanya melewati nya saja. Natasha berlari dan mencoba bertanya dengan sikap yang ditunjukkan oleh suaminya itu, namun Faaz terus berjalan tanpa menghiraukan Natasha.
"Suamiku, aku mohon berhentilah. mengapa denganmu? " Tanya Natasha, Faaz tetap masuk kedalam mobilnya. Aliq yang mengikuti langkah Faaz segera menyusul Faaz memakai mobil miliknya.
"Aliq aku mohon, beri aku kabar jika terjadi sesuatu pada Faaz" Ucap Natasha, Aliq menganggukkan kepalanya. Natasha benar-benar sangat mencemaskan suaminya itu.
Sesampainya di tempat Rayna, Faaz segera menghampirinya. wajah Faaz terlihat sangat marah, Rayna pun terkejut dengan kedatangan Faaz.
"F.. Faaz? "
"Iya ini Aku? " Jawab Faaz, "Kau merasa terkejut? bisa jelaskan mengapa adanya pemberitaan itu? " Tanya Faaz.
"A.. aku .."
"Apa kau tahu itu akan membuat nama ku tercoreng? Aku berusaha menutupi kesalahan mu!! karena apa? karena suatu saat jejak digital itu akan dilihat oleh Anak mu!! "
"Aku sengaja tidak menuntut mu atas meninggalnya Qabil, karena jika kau masuk penjara semua akan menjadi bahan pemberitaan!! " Gumam Faaz kembali.
"Aku memikirkan nasib masa depan Aaleesya, kau malah membuat masalah untuk masa depan anak mu sendiri"
__ADS_1
"Begitu layak kah dirimu menjadi ibu yang baik untuk Aaleesya? "
Rayna terdiam menundukkan kepalanya, Ia hanya mampu mendengar dan tak mampu menjawab apa Faaz ucapkan.
"Kau tidak layak sama sekali!! " Ucap Faaz, "Sadarlah Ray, bagaimana lagi aku membuat mu menjadi pribadi yang baik, bagaimana lagi aku menutupi sikap mu yang sangat rusuh!"
"Cukup!! " bentak Rayna, Matanya membola menahan amarah yang sedari tadi ia tahan.
"Aku tidak layak menurut mu? " Tanya Rayna, "Karena aku belum sempat dekat dengan nya, dia langsung dekat dengan wanita itu!! "
"Apa kau lupa Ray? sedari dia di dalam kandungan mu, kau selalu ingin mencelakainya. kau tak menginginkan kehadirannya, kau lupa? " Tanya Faaz.
"Dan sekarang aku mengerti mengapa kau melakukan itu? kau ingin menutupi aib mu!! " Ucap Faaz, "Kau jujur saja, kau mengerti maksudku!! " Seru Faaz penuh dengan penekanan.
"Kau benar-benar membuat ku bersalah. kau ingin aku mengakui kesalahanku, lalu mengapa kau menyelamatkan ku? " Tanya Rayna, "Apa kau iba kepadaku? " Tanya Rayna kembali.
"Karena aku berpikir kau akan berubah, aku berpikir kau akan hidup kembali dengan sikap dan pemikiran yang baru. tapi ternyata tidak!! " Sahut Faaz, "Kau malah menjadi Rayna yang jahat dan kau sudah merencanakan semuanya, kau merencanakan kegilaan mu kepada keluarga ku. semua karena dendam mu!! dendam mu yang sebenarnya tak beralasan"
"Kau memiliki dendam kepada Papa ku dan Mama ku, kau pikir apa salah Papa dan Mama ku? "
"Ray Aku sudah terlalu lama diam, aku terlalu banyak berpikir. tapi tidak untuk sekarang, kau benar-benar wanita yang tidak baik, untuk ku, untuk anak mu bahkan untuk keluarga mu sendiri" Gerutu Faaz, Faaz merasa sangat puas karena sudah mengeluarkan semua unek-unek nya.
"Maafkan Aku Faaz!!, Aku tahu aku sudah sangat salah!! "
"Aku hanya tidak ingin kehilangan keluarga ku, setelah aku kehilangan sosok Mama dan Papa ku karena wanita itu dan kini aku kehilangan mu karena wanita lain!! "
"Kau sendiri yang membuat hilangnya keluargamu!!, " Faaz menarik nafasnya kasar, "Pernahkah kau berpikir saat akan membuat masalah?"
"Aku.. "
Faaz menahan amarahnya, "Dan ingat Itu bukan sebuah Alasan, haruskah aku menjelaskan mengapa Papa mu meninggalkan ibumu!!, menceraikannya dan meninggalkan nya." Tukas Faaz, "Satu hal yang harus kau ingat, walaupun Papa mu bercerai dia tetap memberikan kewajibannya pada mu dan Ibu tiri mu sangat menyayangi mu. berapa kali kau membuat nya susah, beliau selalu memaklumi mu!! " Jelas Faaz.
"Sadarlah Ray, dunia hanyalah tempat persinggahan. tidak akan ada yang kekal disini, dan kejahatan yang kau lakukan hanya membuat nasib mu lebih sial" Ungkap Faaz.
"Aku berharap kau menyadarinya!! " Ucap Faaz kembali.
"Aku akan berusaha memperbaiki semuanya Faaz! " Ucap Rayna sedikit memohon, "Aku mohon maafkan Aku Faaz. Aku mohon" Ucap Rayna sembari mengatupkan kedua tangannya.
"Aku sudah berusaha sabar atas sikap mu!!, dan Aku hanya ingin kau tahu!! semua masalah yang terjadi pada mu adalah murni kesalahan mu!!, kau tak perlu membuatnya membaik, karena sudah tidak ada tempat untuk mu!! jika kau ingin memperbaiki semua nya? kau harus bisa memperbaiki dulu sikapmu!" Jawab Faaz dengan nada yang sangat tegas.
Faaz membalikan badan dan berjalan lalu ia menghentkan langkahnya kembali dan berucap, "Ingat Ray, Tuhan selalu memiliki yang terbaik untukmu. Ia memiliki jalan keluar atas semua masalahmu, perasaan yang melegakan atas kesedihanmu, dan kebahagiaan yang menunggumu." Tuturnya, " Aku harap kau tidak pernah meremehkan dirimu sendiri. Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan teruslah melangkah."
Rayna melangkah kedepan, ia berharap bisa memeluk Faaz dari belakang, "Faaz, Ku mohon" namun Faaz seakan menjaga jarak diantara dirinya dan juga Naira.
Faaz memang baru saja bisa menemui Rayna karena selama ini Rayna selalu saja menghindar, Aliq hanya mampu menatap wajah sendu sang Kakak. dalam hati yang paling dalam, Aliq merasa kasihan namun, Aliq pun sangat kesal dengan apa yang selalu dilakukan oleh nya.
Faaz pergi tanpa berkata apapun lagi, Rayna pun menangis mendengar kalimat yang di ucapkan oleh Faaz. bagi Rayna, Faaz sudah sangat kejam.
Rayna berteriak dengan kencang, "Aaaaarrrrggghhhh" kehidupan nya benar-benar sangat hancur, Rayna mencoba mencerna apa yang di sampaikan oleh Faaz.
"Tiba-tiba kamu datang dan menghancurkan semuanya Natasha, aku membenci dirimu seperti aku membenci ibu tirimu!! kau wanita yang tidak memiliki hati" Umpatnya, "Aku tidak mau kau dan adik-adik Faaz hidup bahagia!! aku akan membuat kalian semua hancur!! " Umpatnya kembali, tangisan Rayna terdengar lirih. ia berteriak kembali, seakan melepaskan beban di dalam benaknya.
Selama ini Rayna memang sudah sangat salam, ia selalu tak mau menerima apapun yang di lakukan oleh ibu tirinya. padahal sebenarnya, ibu tirinya lah yang selalu mengurusnya sedari kecil.
Lalu saat Rayna berumur 7 tahun, ibu kandungnya membawa Rayna dengan cara paksa tanpa sang Ayah ketahui. Rayna selalu mendengar kalimat-kalimat yang menyudutkan keduanya dari bibir ibu kandungnya itu, sampai saat nya Rayna ditinggalkan oleh ibu kandungnya karena penyakit yang telah lama menggerogoti tubuhnya.
Rayna berpikir jika Papa nya meninggalkan ibu kandungnya karena ibunya memiliki riwayat sakit, tapi tidak karena itu.
Ibu kandungnya memiliki kekasih yang terpaut 5 tahun di bawahnya, dan kekasihnya itu hanyalah memoroti harta ibunya. saat itu Harry mengetahui perselingkuhan ibu kandung Rayna, dan Harry merasa sangat sakit sehingga menceraikan ibu dari Rayna.
Rayna yang baru saja berumur dua tahun pun, di urus oleh Harry seorang diri. karena sang ibu tidak ingin mengurus dan membawanya, ia asyik dengan kehidupan baru bersama suami barunya yang ia nikahi setelah sidang perceraian berlangsung.
Lalu Harry bertemu dengan Nancy, Nancy adalah teman kampus May. dia wanita yang sangat baik, dia mengurus Rayna selagi dia menjalin asmara dengan Harry, lalu Harry memutuskan menikahi Nancy dan setelah itu Nancy hamil dan melahirkan Aliq.
__ADS_1
Nancy sangat menyayangi Rayna, namun saat Rayna berumur 5 tahun, sang ibu selalu mendatangi dan mengajak nya main, Nancy selalu menyadarkan Rayna bahwa tante yang datang itu adalah ibu kandung nya dan saat Rayna berumur 7 tahun, ibu nya memaksa Rayna untuk ikut dengan nya.
Rayna memang bernasib malang, dan sebenarnya ia adalah korban dari perceraian.