TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
tamu untuk may


__ADS_3

aku putuskan untuk tetap tegar dan tidak ingin menangisi hal itu , akupun tak ingin mengingatnya sudah seminggu aku berada dirumah ibu , hari ini adalah kepulangan ayah dan ibu dari negara xxx , mama papa pun tak pernah lepas menanyai kabarku tidak dengan rido yang hanya mengirimku bunga lily sebagai ucapan permintaan maap nya tentu saja aku selalu membuang nya , karean menurutku untuk apa rido meminta maaf tapi tidak dengan penjelasannya , aku juga meminta rani untuk tidak bercerita kepada orang tua ku , rani pun mengiyakan .


kali ini bu nina dan mbak lastri bergantian menemani ku , aku yang memintanya untuk mbak lastri pulang ke kampung halaman nya apalagi aku tau ayah nya sedang dalamkeadaan sakit , lira setiap hari mengunjungiku dan lira sempat menginap untuk menemani ku dirumah ibu .


aku sedang mengobrol dan meminum teh hangat bersama lira dan juga rani , rani yang akan berangkat kuliah masih bermalasa-malasan di kursi tamu tempat kami mengobrol , aku pun terkejut dengan cerita rani yang sudah mendapatkan kata-kata cinta dari tuan dhan , lira menggodanya dengan menanyakan seperti apa tuan dhan saat mengutarakan perasaannya , tentunya aku tau betul sebenarnya lira sedang menutupi perasaan nya terhadap tuan dhan , ya tuhaan aku cukup bahagia melihat mereka yang selalu ada disaat apapun keadaanku


rani mulai menceritakannya dengan perasaan malu , setelah selesai mengatakannya rani berpamitan untuk segera berangkat ke kampus nya , aku menepuk bahu lira dan memeluk nya


"maafkan adik ku ya raa < pasti kamu sangat terluka " ucapku pada lira


"tidak nona , aku hanya mengagumi nya saja tidak mungkin akan mencintai kaka tiriku " jawab lira


aku terkejut dengan jawaban lira , aku tak menyangka lira adalah adik dari tuan dhan , lira mulai menceritakan tentang hubungannya dengan dhan kepadaku , tentunya ini kesempatannku karena aku sangat penasaran dengan kehidupan tuan dhan yang sangat tertutup itu .


"aku dan kaka memang saudara tiri , ayah dan ibu menikah ayah membawa dhan , ibu membawaku , ayah bekerja sebagai supirnya tuan besar mereka sangat baik terhadap keluarga ku , begitupun dengan tuan muda , akui tahu betul tuan muda seperti apa , ayah ku meninggal saat akan mengantar ibuku kerumah sakit karena akan melahirkan , mereka tewas seketika , aku dan kaka di angkat oleh tuan besar tapi kami tahu betul siapa kami , akhirnya aku juga dinikahkan dengan mantan suami ku oleh tuan dhan karena pada saat itu aku sangat nakal , tapi lagi-lagi tuan besar menerimaku dengan baik dan memberikan ku pengacara untuk mengurus perceraianku , aku sangat banyak hutang kepada keluarga tuan muda , tuan besar sangat sayang kepada kami jadi sepantasnya kami patuh kepada mereka , mereka adalah orang-orang baik"


(orang baik ? tapi mengapa rido menyakitiku "gumamku dalam hati) selesai sudah aku mendengarkan lira bicara , aku sangat asyik berbicara dengan lira , suara pintu pun terdengar seperti di ketuk , dan beberapa kali aku mendengar seperti ada orang yang memencet bell , lira beranjak dari tempat duduknya dan segera menghampiri tamu tersebut , sungguh aku sangat penasaran dengan siapa yang datang itu terlebih lira sangat lama sekali , aku putuskan menyusul lira yang sedang menerima tamu dan byarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr ku lihat shalom lah yang datang sebagai tamu dirumah ayah dan ibu ..


"sudah saya peringatkan untuk tidak menemui nona ?"ucapnya dengan kasar


"saya ingin menemuinya , saya mohon" memohon kepada lira


"raa , biarkan kak shalom masuk ? ucapku mempersilahkan masuk

__ADS_1


"may , gimana kabar kamu ? aku hanya ...." ucapnya terbata-bata


"silahkan duduk kak < " ucapku memotong bicara shalom


shalom pun duduk dan aku meminta lira membuatkan teh manis hangat untuk kak shalom  , aku pun memulai membuka pembicaraan dengan shalom.


"bagaimana kabar kakak ?" tanya ku dengan tersenyum manis padanya


"aku baik may , kamu kenapa disini " tanya nya dengan wajah yang tegang


"apa kaka kesini akan memberikan kabar bahwa kaka sudah resmi menikah dengan rido " tanyaku pada kak shaloim


dia terdiam , entah mengapa harus terdiam seperti itu , mungkihkah karena ada lira yang sedang menyajikan minuman hangat untuiknya , tetapi aku ingin lira tetap disampingku bukan karena takut shalom akan menyakitiku hanya saja aku lebih nyaman ketika lira menakuti shalom dengan pandangannya .


"untuk apa kak? " tanyaku singkat padanya "aku rasa kaka tidak merasa bersalah apa-apa padaku " aku meneruskan pembicaraan ini setengah gelagap menahan rasa sakitku


"aku , dan rido tidak ada hubungan apa-apa may " ucapnya padaku


"bohong , mengapa kaka berada dirumah sakit yang sama dengan rido , mengapa kaka berada ditengah malam yang sangat larut dan berani mengangkat telpon rido , mengapa kaka mengiriminya pesan dan bilang menyayanginya...aku harap kaka tidak mendustaiku...aku lelah kak " ucapku dengan menahan tangisku lira mengusap lembut punduk bahuku .


"sudah nona ,lebih baik nona istirahat ke kamar , biarkan shalom pergi " ucap lira


"tidak , raa . sudah cukup aku terdiam menunggu penjelasan " ucapku pada lira , shalom hanya terdiam dan menangis dihadapanku

__ADS_1


 


"kak , satu tahun yang lalu aku memang meminta rido menikahi kaka , tapi rido dengan jelas menolaknya ... dan sekarang aku mendapati kaka dan suamiku sedekat itu , hatiku sakit kak " ungkapku dan mulai melepaskan butiran air mata di mataku


"aku minta maaf may , aku minta maaf ...sungguh aku tak ingin membuat mu terluka "jawabnya yang memegang tanganku


"jika benar kalian sudah menikah , berbahagialah kak , aku titip cintaku untuk mu , aku serahkan semuanya padamu tapi tidak dengan anak-anak ku ..aku harap rido bahagia dengan mu " ucapku ikhlas kepadanya


(shalom menangis tersedu-sedu bukan karena may berbicara seperti itu tapi shalom melihat ketulusan dihati may , dan melihat may yang sangat baik shalom sangat malu dengan perlakuannya terdahulu pada may , shalom memeluk may dan nangis dengan sangat keras , may pun membalas pelukan dari shalom untuknya)


"pergilah dan sampaikan pada rido aku meminta dia menceraikanku , aku memintanya untuk tidak menggangguku dan sampaikan aku tidak akan menghalanginya bila dia ingin bertemu dengan anak-anaknya...sumpah demiapapun aku ikhlas , mungkin rido tidak merasa bahagia dengan ku , mungkin cintanya telat tumbuh kepadamu ... pergilah kak , jaga cintamu ...sayangi dia seperti apapun yang kamu mau , aku terluka hanya saat ini , tapi aku akan bahagia bila melihat rido bahagia " aku memeluknya dan mengelus punggung shalom


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2