
Fizzy membawa segelas kopi ditangan nya dan menghampiri Aliq yang sedang bersantai di Taman, "Ini kopi nya." Ucap Fizzy sembari meletakan segelas kopi tersebut, setelah itu Fizzy memutuskan untuk meninggalkan Aliq dengan harapan Aliq memanggil Fizzy dan menyuruhnya menemani Aliq untuk duduk dan berbincang di Taman.
"Fizzy.." Panggil Aliq, Ia seakan senang mendengar Aliq memanggilnya.
"Iya, " Jawab Fizzy sembari menoleh kearah suaminya itu.
"Bisakah kita berbincang sebentar." Ucap Aliq, Fizzy pun mengangguk tanpa berkata apapun bahkan badan nya masih berdiri tegap membelakangi sang suaminya. Ia pun segera menoleh kearah suaminya, Wajahnya tampak senang saat mendengar permintaan Aliq dan mereka pun saling duduk berhadapan.
"Maaf iya semalam Aku ngantuk," Ucap Aliq.
"Iya gak apa-apa, Aku juga semalem tertidur setelah kau tidur." Fizzy merasa sangat canggung saat membalas ucapan Aliq, "Di minum kopinya Liq" Ucap Fizzy.
Ia menyeruput nikmat kopi yang Fizzy buat untuknya, secangkir kopi Capuccino Latte itu terlihat sangat nikmat saat Aliq meminumnya. Ia tak segan menyeruput kopi tersebut lagi dan lagi.
"Aku udah bilang sama kamu kita batalkan surat perjanjian itu, " Ucap Aliq, "Aku akan mencoba menerima mu menjadi istriku Fizzy." Ucap Aliq kembali.
"Benarkah?, Apa yang membuatmu berubah Aliq?." Tanya Fizzy, sepertinya Fizzy merasa sangat bahagia. Senyuman nya nampak indah dan memancarkan cahaya, Ia benar-benar sangat bahagia saat ini.
"Aliq kau membuat mu semakin mencintaimu," Gumam Fizzy dalam hatinya.
"Namun untuk melakukan hubungan itu aku belum bisa, Maafkan aku." Ucap Aliq, "Aku ingin memantapkan hati dengan mu terlebih dahulu, Aku ingin benar-benar mencintaimu Fizzy seperti saat itu." Ucap Aliq kembali sembari memegang tangan Fizzy.
"Baiklah Aliq, Aku akan tunggu sampai hal itu terjadi." Tutur Fizzy, "Apa kau bisa menjawab pertanyaan ku tadi Aliq?" Tanya Fizzy kembali.
"Pertanyaan apa Fizzy?" Tanya Aliq, Tangan mereka bertumpu satu sama lain. Mata mereka pun saling menatap dengan tatapan yang sangat lekat, Fizzy tersenyum.
"Apa kau sedang berpura-pura tidak sadar dengan pertanyaan ku?" Fizzy menatap wajah Aliq dan menggerakkan sebelah matanya dengan nakal.
"Tidak, Memang kau bertanya apa kepadaku?." Tanya Aliq kembali, membuat Fizzy semakin gemas kepadanya.
"Baiklah jika begitu kau memang tak mendengar pertanyaan ku," Wajahnya terlihat musam, Fizzy pun terlihat mengerucutkan setengah bibirnya.
"Fizzy apa kau ingin membuat ku jatuh cinta sekarang?, sepertinya kau memang ingin memberikan kembali hatiku yang patah saat dulu." Tutur Aliq sembari mencubit pipi kanan istrinya dengan cubitan gemasnya.
"Aliq... " Panggilnya dengan pelan, suaranya sangat manja terdengar ditelinga Aliq.
"Fizzy.." Jawab Aliq saat ia mendengar suara Fizzy yang sangat gemas itu.
"Aku tak pernah mematahkan hatimu, Aku juga tak pernah membuat mu menjadi menyukai Alea. Aku pun tak pernah mengkhianatimu." Ucap Fizzy seraya menjelaskan kepada Aliq.
"Bohong, " Decih Aliq membuat Fizzy semakin bertingkah gemas, "Sumpah demi apa deh, Aku tak pernah mencintai siapapun selain dirimu. Dan saat kau berpaling menyukai Alea, Hatiku hancur." Ucap Fizzy.
"Karena kau yang membuatku seperti itu." Gumam Aliq, "Jika saja saat itu kau benar-benar mencintaiku, mungkin aku tak akan berpaling darimu." Gumam Aliq kembali.
"Dasar, kau memang buaya. Banyak alasan." Ucap Fizzy sembari menunjukan wajah ketusnya, "Tahukan Aliq, Kau membuatku melayang tapi dalam sekejap kau membuatku jatuh tersungkur." Ucap Fizzy kembali, kalimat itu malah membuat Aliq tertawa.
"Aku kan hanya bercanda, Maaf." Ucapnya sembari mengusap lembut pipi Fizzy.
"Kau berhutang penjelasan mengenai rasa suka mu kepada Alea," Ucap Fizzy.
"Tidak Mau!" Tukas Aliq seraya menolak permintaan Fizzy, "Aku sudah kubur dalam-dalam kenangan saat Aku menyukai adik mu," Jelas Aliq saat itu.
"Sejak kapan?," Tanya Fizzy.
"Sejak mengucapkan akad bersama mu, " Jawab Aliq.
"Balik lagi pertanyaan awal, ayo jawab." Rengekan Fizzy terdengar sangat manja.
"Pertanyaan yang mana sih?." Aliq terlihat berpikir sejenak, sebenarnya Aliq masih sangat ingat pertanyaan yang Fizzy berikan Namun Aliq memilih untuk membuat Fizzy kesal karena Aliq sengaja ingin melihat raut wajah Fizzy yang sangat menggemaskan. Raut wajah Fizzy yang pernah ia lihat 5 tahun lalu.
"Apa yang membuatmu berubah Aliq?, Ayo jawab?."
"Karena Aku benar-benar melihat kesungguhan mu, Kau benar-benar wanita baik Fizzy. Beberapa kali aku mencoba membalas rasa sakit ku waktu dulu namun kau dengan sabar menerimanya." Tutur Aliq, Mata Fizzy terlihat berkaca-kaca.
__ADS_1
"Aliq, Aku ingin menjelaskan permasalahan 5 tahun lalu. Saat kau memutuskan untuk tidak berbicara kepadaku, Saat kau memutuskan untuk pergi dari kehidupanku." Fizzy menggenggam tangan Aliq, menatap nya dengan sangat lembut. Air mata nya pun jatuh, rasanya mata itu tersimpan luka yang sangat dalam.
"Bolehkah Aku menjelaskan sekarang, Aku sadar bukan kau yang harusnya menjelaskan mengenai rasa suka mu pada Alea. Tapi Aku yang harus nya menjelaskan mengapa kau berpaling dariku." Tutur Fizzy, "Aku akan menjelaskan semuanya,." Ujarnya saat itu, Aliq terdiam menatap wajah istrinya yang terlihat menangis.
"Tidak perlu, Kita sudah bersama. Kau dan Aku menjadi kita, sejauh apapun aku menghindari mu jika kita berjodoh Tuhan mempersatukan kembali kan?." Tukas Aliq meyakinkan Fizzy jika perasaan kesal terdahulunya sudah berakhir.
"Tidak, Aku ingin kau tahu Aliq. Aku dulu sudah menyukai mu. Dan Imran adalah sahabatku, Dia teman ku." Ucap Fizzy.
"Tapi kau memeluknya, kau mengusap wajahnya saat itu bukan hanya Aku yang melihat, Alea dan Maliq ada disana."
"Alea yang merangkul ku, Alea membuatku nyaman saat itu." Ucap Aliq.
"Aku memeluknya karena Aku yang meminta nya Aliq, Aku meminta Imran menjadi dirimu. Saat itu Ia berlutut dihadapan ku menjadi dirimu. Dan itu hanya latihan untuk ku mengucapkan kalimat.."
"Konyol, Kalimat apa?" Selah Aliq.
"Itu memang terdengar konyol, Dengarkanlah aku akan menceritakannya Aliq..." Gumam Fizzy.
#Flashback...
"Imran, Bisakah kau membantuku?." Tanya Fizzy kepada Imran, Imran salah satu sahabat Fizzy dan Faaz juga Aidil. Ia tampan, wajahnya terlihat seperti orang Arab kebanyakan. Saat itu Fizzy meminta bantuan terhadap Imran.
"Bantuan Apa?" Jawab Imran.
"Kau berpura-pura menjadi Najam, lelaki yang menyukai ku." Ucap Fizzy tersenyum malu, "maukah?." Tanya Fizzy kembali.
"baiklah, Ayo...silahkan." Dengan senang hati Imran pun mau mengikuti arahan Fizzy yang menjadikannya sosok Najam Aliq, Iya.. Fizzt dan Aliq sudah cukup dekat bahkan nyaris menjadi sepasang kekasih, Aliq menyukai Fizzy dan Fizzy pun menyukai Aliq. Saat itu Fizzy mendengar dari Rayna kaka ipar nya yang juga Kaka tiri Aliq, Fizzy mendengar bahwa Aliq akan mengutarakan perasaannya.
Fizzy menatap Imran, "Ayo lakukanlah, Ucapkan kalimat apa yang lelaki ucapkan untuk mengutarakan perasaannya." Imran tertawa melihat raut wajah Fizzy yang terlihat sangat kekanak-kanakan.
"Fizzy kau wanita hebat, Aku sangat mengagumi mu. Kau menjadi siang dan malam untuk ku, bahkan bayangan wajahmu hadir selalu di dalam benak ku. " Dengan lantangnya Imran berbicara kalimat itu, Mereka tak tahu jika Aliq sudah berada di sana melihat kemesraan yang Fizzy lakukan dengan Imran, Namun Naas Aliq terlalu percaya mengenai kemesraan mereka tanpa mendengar apa yang Mereka katakan.
"Mau kah kau menjadi kekasih ku?." Tanya Imran, Ia bertekuk lutut dihadapan Fizzy. Dari kejauhan Aliq menatap heran apa yang dilakukan oleh Imran kepada Fizzy.
"Aliq, kau juga cinta ku. Kau pun selalu terbayang di dalam pikirku, wajahmu, senyum mu, bahkan postur tubuhmu membuatku tergila-gila. Aku akan senang jika kau sungguh-sungguh dengan ku, Aku akan menerima mu menjadi kekasihku selamanya." Ucap Fizzy, dengan bahasa tubuh yang terlihat intim Fizzy memeluk tubuh Imran. Memeluknya dengan erat, Bagi Fizzy Imran tetap berakting sebagai Aliq dan ia tak merasa canggung saat memeluk Imran dengan mesra.
#Flashback Off
"Kau tau dari mana Aku sedang bersama Imran saat itu?." Tanya Fizzy.
"Rayna." Jawab Aliq ketus, "Sudah ah, males ngomongin itu lagi." Timpal Aliq kembali.
"Bahkan Rayna yang menyuruhku seperti itu, Rayna bilang jika kau harus latihan untuk berbicara menerima permintaanmu." Ujar Fizzy polos, "Lalu mengapa Rayna memberitahu mu?" Tanya Fizzy.
"Rayna... Eeurrrgh." Tangan Aliq mengepal, Ia kesal dengan tingkah Nakal Rayna. Karena Rayna lah Aliq kehilangan cinta Fizzy saat 5 tahun lalu, Aliq berpikir Rayna memanfaatkan kepolosan Fizzy saat itu.
Fizzy memang tidak pernah berpacaran sama sekali, Dia wanita yang sangat pemalu dan sangat sulit jatuh cinta. Di usianya yang saat itu berusia 22 tahun, Ia mulai merasakan cinta kepada Aliq. Lelaki yang juga sahabat saudara kembarnya, sebenarnya mereka kenal dari sejak kecil. Namun saat itu Fizzy memang sangat pemalu, dan itu yang membuat Aliq menyukainya.
"Kau di manfaatkan oleh kakak ku." Ucap Aliq.
"Mengapa Rayna ingin menghancurkan hubungan kita saat itu?" Tanya Fizzy, "Aku selalu mencurahkan isi hati ku tentang mu kepada Rayna. Liq," Ucap Fizzy.
"Karena dia tidak ingin kebahagiaanku, sudahlah lupakan saja. Yang terpenting Aku dan kamu udah jadi kita." Tandas Aliq sembari tersenyum kepada Fizzy.
"Baiklah, " Mereka melanjutkan perbincangan berdua, tampak dari kejauhan Rayna menatap kearah mereka dan saat itu Aliq sadar dengan mata Rayna yang terlihat mengawasi Sepasang suami istri baru tersebut.
"Lihatlah, Ratu penasaran dengan kita." Ucap Aliq memberitahu Fizzy, "kau tak usah menatap nya, biarkan kita pura-pura tidak tahu bahwa dia sedang menatap kearah kita" Ujar Aliq kembali, Fizzy tersenyum dan mengangguk pelan.
"Aliq, mengapa kau membenci Rayna!, " Gumam Fizzy di dalam hatinya.
Tak lama kemudian Faaz datang dan berniat ikut bergabung bersama sepasang suami istri tersebut, "Ciye, suami istri baru." Ucap Faaz seraya meledek saudari kembar nya.
"Duduklah, Aku akan membuatkan mu Kopi." Ucap Fizzy.
__ADS_1
"Tidak usah, Natasha sedang membawakan minuman kesukaan ku." Tolak Faaz, Ia pun duduk di samping Aliq. Natasha datang dengan secangkir lemon tea hangat ditangannya.
"Maaf nunggu lama sayang." Ucap Natasha, Ia meletakan cangkir tersebut tepat dihadapan suaminya.
"Sayang kau baik-baik saja kan hari ini?." Tanya Faaz, tangannya mengusap lembut pipi Natasha. Bahkan sebelah tangannya melingkar di pinggang Natasha, Faaz memang sangat mencintai Natasha.
"Tidak ada apa-apa sayang," Natasha melirik kan mata nya, menatap ke arah Aliq dan Fizzy berharap mereka tak menceritakan permasalahan paginya bersama Rayna.
"Benarkah, Kau tidak bohong kan?" Tanya Faaz, Natasha lupa jika Faaz memiliki banyak mata-mata bahkan CCTV di rumah ini.
"Duduklah di samping ku Nat, Lalu tatap mataku!." Pinta Faaz, Natasha duduk dan enggan menatap mata Faaz.
"Sudah lah Faaz, kau seperti tak tahu saja Natasha seperti apa." Gumam Fizzy, "Ia itu bak Permaisuri, seorang permaisuri kan tidak akan mau membuat suaminya khawatir." Gumam Fizzy.
"Fizzy berhenti lah meledek ku." Ucap Natasha.
"Nat, Kamu boleh Sabar, Tawakal bahkan ikhlas. Namun hati mu juga butuh kegembiraan, sesekali apa yang orang lain lakukan kepada mu, kau pun harus berani melakukan nya. Jangan selalu mengalah karena kau tidak salah!!!" Ucap Fizzy.
"Sudahlah Fizzy, aku tak ingin membahasnya. Ku mohon." Natasha mengatupkan kedua tangannya, "suami ku, Aku tidak ingin membahas apapun mengenai itu." Ia memegang tangan suaminya, Memohon agar mereka tak membahas permasalahan diantara Dia dan Rayna.
"Kau memang sangat baik Natasha, walaupun Rayna Kakak ku tapi dia bersalah. Dan Aku meminta maaf atasnya" Ucap Aliq.
"Sudahlah Tuan Aliq, Aku mohon. Jangan membuat dirimu meminta maaf kepada ku untuk kesalahan yang tak kau lakukan, percayalah kakak mu orang yang sangat baik." Kalimat Natasha memang selalu membuat Faaz semakin jatuh cinta, tak hanya itu Natasha membuat Faaz semakin nyaman.
"Sayang, Kau memang wanita idaman semua lelaki. kau begitu baik menyikapi sikap wanita lain yang membuat mu sakit" Gumam nya.
"Iya, Hebat sekali kau Natasha! " Ujar Aliq menimpali ucapan Faaz.
"Itulah yang membuat Aku dan adik-adik ku nyaman hidup berdampingan bersama Natasha.
" Sudahlah, jangan membuatku malu dengan pujian-pujian kalian itu... " Tandas Natasha sembari tersenyum, "Ah Iya, ku ingin memberitahu mu sesuatu hal!" Ucap Natasha, Faaz pun tersenyum dan bertanya.
"Apa Itu?."
"Aku merasakan tendangan diperut ku, dan ini baru pertama kalinya Faaz." Raut wajahnya terlihat sangat senang saat mendengar
Apa yang Natasha ucapkan, Faaz pun memeluk Natasha dengan sangat erat. Sesekali Ia mengusap lembut perut Natasha yang kini terlihat mengembung.
"Waaawwwww..... Senang nya... Congratulation iya Nat." Ucap Fizzy.
"Semoga kalian sehat sampai kelak bertemu," Gumam Aliq tersenyum menatap Faaz dan Natasha bergantian, Natasha tersenyum dan mengucapkan rasa terimakasih nya.
"Terimakasih Fizzy, Tuan Aliq semoga kalian secepatnya menyusul kami." Ucap Natasha dengan senyuman cantik di wajahnya, Aura kecantikannya memang terpancar dari dalam. Natasha memang wanita yang sangat baik dan penyayang, Rayna melihat pemandangan itu, mungkin saat ini Rayna sedang merasa kepanasan karena melihat kemesraan diantara Faaz dan Natasha apalagi sang adik pun sedang berada di sana.
"Berhentilah memanggilku Tuan, Natasha!, " Gumam Aliq.
Rayna merasa kesal melihat keakraban mereka semua, "Aku gak akan biarin Anak itu Lahir." Gerutu Rayna dengan tatapan sarkas nya.
"Lihat saja Natasha, Wanita pelayang seperti penggoda.. Kau akan tahu akibat nya bermain-main dengan Ku!!!!!
.
.
.
Notes Author...
Hay teman-teman tolong dibaca juga iya "perempuan Surgawi..." jangan lupa Like dan Comment nya juga.
Blurb “Perempuan Surgawi” ;
Sahda, Perempuan yang di nobatkan sebagai perempuan Tersabar di dunia. Ia tahu jika kisah cinta nya selalu di bawah tahap Normal, dia tak pernah merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta dengan nyata.
__ADS_1
hari demi hari pun di lalui oleh Sahda dengan tingkat kesabaran yang sangat tinggi, hingga orang-orang menobatkan dirinya adalah “Ratu kesabaran”
Penasaran kan dengan Kisah Sahda, Yuk tekan Favorit dan nantikan setiap Notifnya.