
Seminggu kemudian .....
Natasha sedang menunggu kedatangan Faaz , dia terdiam sendiri dikamar aaleesya karena sebelumnya aaleesya memintanya untuk menemaninya sampai ia terlelap tidur . tak lama kemudian ponsel natasha berdering seseorang menghubunginya melalui sambungan suara .
" hallo ... " sapa natasha
" hallo natasha ini gw reysa " ucap wanita dibalik ponselnya .
" iya rey ada apa ? , bagaimana kabar papa hari ini " tanya natasha , yang tersadar bahwa sura itu adalah suara adik tirinya . reysa namanya usianya sekarang menginjak 20 tahun . awalnya dia memang baik tetapi semenjak ibu tirinya menghasutnya agar membenci natasha sekarang reysa berubah menjadi adik yang jahat untuk natasha .
" papa butuh biaya buat operasi , dan lu harus secepatnya kirim uang untuk biaya itu " seru reysa membuat natasha merasa khawatir .
" ya ampun rey , bukankah papa sudah operasi dan kata kamu Papa sedang dalam kondisi koma setelah melakukan operasi lalu sekarang operasi apa lagi ? " tanya natasha .
" udahdeh lu kirim aja duitnya napa sih make banyak nanya aja , kalau lo gak kirim duitnya lo mau bokap lo makin parah sakitnya ,, gua mah bodo amat kalau bokap lo mati juga " seru reysa , membuat natasha semakin khawatir .
" yaudah rey nanti kalau aku sudah dapat uang gaji ku , aku kirim lagi uang .. tolong jaga papa ku ya rey salam juga untuk mama " jawab natasha , namun rey mematikan sambungan teleponnya .
natasha terdiam menangis sembari menatap foto ditangannya , dia menangis tak henti tanpa mengeluarkan suara .
"mama , aku harus bagaimana ... aku tahu papa masih baik-baik saja tetapi mengapa mereka memberitahuku seakan papa sedang dalam keadaan tidak baik ... mama mereka hanya ingin menipuku , " - gumamnya sembari menyentuh foto orang tuanya .
Faaz mendengar semua pembicaraan natasha dengan adik tirinya itu walaupun Faaz tidak mendengar semuanya namun saat natasha berbicara di hadapan Foto orang tua nya Faaz mendengar semuanya seakan Faaz mengerti bahwa natasha sedang merasa tertekan dan menjadi tambang emas bagi ibu dan adik tirinya . lagi dan lagi Faaz merasa iba melihat natasha .
" assallamualaikum " ucap Faaz seraya masuk dan mengucapkan salam .
" waalaikum salam , tuan Faaz sudah pulang ? " jawab nya , sembari mencium punggung tangan suaminya .
" tuan lagi tuan lagi " seru Faaz sembari tersenyum ,
" kenapa menangis natasha , apa ada yang membuatmu susah ? " tanya Faaz kepada istrinya .
" tidak tuan , aku sedang merindukan papa juga almarhum mama ku " ucap natasha kepada suaminya .
" tuan lagi kan ? " seru Faaz sembari meniupkan udara keatas mata indahnya , matanya menatap lembut natasha . natasha merasa jantung nya berdegup kencang kembali .
" bisakah kau memanggilku dengan Faaz atau apa lah selain Tuan ? " pinta Faaz , natasha merasa gugup saat menata Faaz , Faaz membelai wajah natasha .
" nat , aku suamimu sekarang , ceritakanlah masalah yang sedang membuat mu gusar , kumohon " ucap Faaz , natasha menganggukan kepalanya seakan mengiakan jika ia akan bercerita kegusarannya .
natasha dan Faaz memilih untuk berbincang di tepi kolam , karena bagi Faaz jika dia sedang gundah .. dia selalu ingin berbicara sendiri walaupun didalam hati sembari memainkan air di kakinya dan itupun sering ia lakukan jika rayna sedang merasa gundah kala merindukan Papa nya yang jauh di istanbul .
" bagaimana , coba ceritakan kepadaku ? " tanya Faaz , natasha mulai mencertakan kesdihannya semenjak ibunya meninggalkannya dan mulai bergabung bersama ibu tiri dan adik tirinya yang usiannya terpaut hanya 2 tahun dengan natasha .
'' awalnya adik ku sangat baik kepadaku namun mama selalu menghasut adik ku dan mengingatkan bahwa aku bukanlah kakanya dan semenjak itu mereka sangat kasar kepada ku juga papa , semenjak Papa mengalami stroke .. ibu ku selalu menyiksa Papa ku itupun jika aku tidak memberinya uang ,, aku ingin sekali bertemu dengan ayahku... aku selalu bekerja sepulang sekolah lalu aku mendapatkan kuliah gratis karena aku terpilih menjadi siswa teladan disekolahku " seru natasha , Faaz dengan sangat sabar mendengarkan cerita istrinya itu .
" Lalu ? apa kuliahmu selesai ? " tanya Faaz .
" sebenarnya sudah Faaz namun saat itu , aku tidak mengikuti sidang skripsiku karena aku harus mengurus kepergian ku kesini untuk mencari nafkah demi ayahku , saat itu teman ku memberitahu bahwa pekerjaan nya sangat mudah namun aku akan mendapat upah yang cukup untuk membiayai keluargaku dan aku akhirnya bekerja disini dan ternyata aaleesya memang tidak seperti anak pada umumnya yang seringkali tantrum . aaleesya anak yang sabar juga penurut " seru natasha kembali.
Faaz memperhatikan mata istrinya itu , Faaz sangat tahu jika natasha memang sedang berkata jujur . natasha terus bercerita kepada suaminya tentang ibu tirinya itu yang sering kali memeras natasha dengan menggunakan ayahnya dan ibu tirinya pun berbohong mengenai ayahnya yang sedang koma sesaat setelah melakukan operasi bahkan bukti pembayarannya pun tak pernah dikirimkan kepada natasha .
" begitulah faaz , aku bukan tidak ingin melawan namun Papa masih bersama mereka " ucap natasha , sembari menangis tersedu-sedu .
" makadari itu aku tak ingin mereka mengetahui jika aku sudah menikah dengan mu , mereka akan memanfaatkan kekayaan mu " seru natasha kembali .
" aku akan membantumu membuat Papa mu bisa bersamamu . bersabarlah semua akan indah pada waktunya " janji Faaz kepada istrinya .
__ADS_1
" terimakasih , aku benar-benar sangat ingin bersama Papa dan menjauhkan nya dari ibu juga adik tiri ku " seru natasha kembali .
" natasha sebenarnya aku juga ingin cerita tapi nanti sajalah aku cape sekali , dan aku juga merasa belum saat nya aku bercerita " seru Faaz .
Faaz mencoba menghibur natasha walaupun kenyataannya Faaz sendiri membutuhkan pundak untuk bersandar dengan segala masalahnya . Faaz sebenarnya lelaki yang tidak gampang dekat dengan wanita selain Rayna namun entah mengapa Faaz sepertinya nyaman berbincang bersama natasha . Papa rido menyaksikan pemandangan itu , dia sangat senang melihat Faaz bisa dekat dengan menantunya itu .
" sayang , lihatlah anakmu sudah mulai terbiasa berbicara dengan istrinya , aku harap mereka akan semakin dekat " ucap Papa rido sembari memejamkan matanya seraya mengingat memori tentang istri yang sangat ia cintai.
*** memori Papa ***
saat itu Papa sedang melihat anak-anaknya bermain namun mata Mama tertuju kepada Faaz , karena menurutnya seluruh wajah Faaz diwarisi dari wajah Papa rido .
" sayang , lihatlah Faaz tampan sekali bukan ? , dia mirip dengan mu " .
" dia tampan seperti ku namun dia pintar sepertimu " seru Papa sembari mengecup kening Mama may ,
" apakah kau akan selalu mencintaiku dan menyayangi mereka dan berjanjilah sampai kapanpun tidak akan ada wanita selain aku dihatimu " ucap Mama may .
" aku tidak akan pernah istirahat mencintaimu walaupun sedetik ... sesuai JANJIKU KEPADA TUHANKU " ucap Papa sembari mengecup bibir mama may kilas , Mama membenamkan wajahnya didada Papa .
*** end memory ***
Papa terlihat meneteskan air mata mengingat semua itu , baginya Papa merasa tak adil kepada Faaz karena memaksa nya untuk melupakan cintanya kepada Rayna sedangkan Papa masih tak bisa melupakan kisah cintanya sendiri .
' maafkan Papa Faaz , Papa hanya ingin kau tak berlarut-larut menutupi kesedihan atas kehilangan istrimu karena kau masih terlalu muda untuk itu dan Papa yakin natasha adalah orang yang tepat untuk mu ' gumam Papa sembari menyeka air matanya .
*******
di tempat lain tepat didalam kamarnya , Fizzy sedang menatap layar ponselnya . dia seakan sedang frustasi akan cintanya kepada AliQ . dia mendapat beberapa pesan yang dikirim kepada nya .
" aku akan menikahimu , percayalah kepadaku fizzy . karena aku mencintaimu " - pesan Aidil
" baiklah , jika kamu berubah pikiran aku akan tetap menerimamu " - jawab aidil kepada Fizzy .
Fizzy mendengus merasa kesal dengan perasaannya yang sedang kacau itu , sekilas Fizzy pun membayangkan jika suatu saat ia melihat AliQ menikahi adik nya itu dan Fizzy memikirkan betapa sakitnya perasaannya itu .
" aaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrghhhh " teriak Fizzy , " entahlah semua membuatku kesal , hanya pekerjaan lah yang membuat pikiran ku jernih ,, cinta hanya mengotori pikiran serta jiwaku .. AKU MUAK " SERU FIZZY SERAYA MENDENGUS KESAL .
dimeja makan natasha sedang menyuapi malaikat kecil , karena baginya aaleesya lah yang selalu membuatnya tersenyum Faaz dan Papa sedang berbincang sembari melahap sarapannya , Qabil dan Alea saling memandang satu sama lain . Ayana terlihat terdiam karena merasakan ada yang aneh saat melihat tatapan Qabil kepada Alea dan MaliQ sedang tidak ikut sarapan karena sedang tidak berada dirumah . Fizzy terlambat datang karena semalam tidak bisa tertidur dan sepertinya Ayana melihat Papa sedang merasa tidak enak badan .
" Papa ... apa Papa sedang tidak enak badan " tanya Ayana .
" iya sayang , semalam Papa merasa demam tapi sudah membaik kok " ucap Papa sembari tersenyum .
" kenapa Papa tidak memberitahuku , " tanya Faaz dengan sangat khawatir . Faaz segera meminta bibi moley memanggil Abrar , Abrar pun datang menghampiri tuannya itu . semua tak mampu berbicara jika Faaz sudah merasa khawatir kepada Papa nya .
" tuan apakah ada yang bisa saya bantu ? " tanya Abrar .
" abrar , panggil dokter jhon untuk memeriksa keadaan Papa , dan tolong kabari aidil jika aku tidak akan kekantor hari ini , fizzy juga sepertnya tidak akan ke kantor tepat waktu " seru Faaz
" iya , aku kayanya terlambat ke kantor ,atau mungkin tidak akan ke kantor " ucap Fizzy dengan lemas .
" sayang , Papa tidak apa-apa " ucap Papa , namun Faaz hanya terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
" Papa mengertilah jika Kaka sudah seperti itu , itu artinya kita harus menuruti keinginannya " seru Ayana sembari tenang memakan sarapannya .
" Kaka , apakah besok malam ini kaka tidak akan pergi atau ada acara penting ? " tanya Qabil;
__ADS_1
" tidak seharian ini aku akan bersama Papa sampai Malam mungkin makan malam pun akan dirumah , dan besok aku belum tahu jadwal apapun " jawab Faaz sembari menarik sebelah alisnya keatas .
" baiklah , aku ingin berbicara sesuatu kepada Papa juga Kaka " seru Qabil
" mengapa tidak sekarang ? " tanya Faaz dengan tegas .
" karena aku juga menunggu semua kumpul termasuk MaliQ dan uncle zain juga sore ini akan pulang ke rumah " ucap Qabil , ayana terlihat bingung dengan ucapan Qabil dan ayana merasa akan ada hal penting yang akan Qabil utarakan kepada semua termasuk daddy nya karena Qabil berucap akan menunggu daddy nya juga .
(' apa dia akan melamarku ,, aaah jika itu terjadi aku akan senang sekali - batin Ayana )
" baiklah kuharapp kabar baik Qabil " seru Faaz , Qabil tersenyum melirik semua orang yang sedang berada di meja makan .
.
.
.
dokter sudah memeriksa keadaan Papa rido , Papa rido hanya sedang merasakan demam rindu dan itu tidak menganggu kesehatan nya sama sekali . aaleesya duduk di samping Papa rido , Faaz dan natasha duduk di kursi tepat disamping ranjang besar milik Papanya itu dan dokter segera berpamitan kepada Faaz , Faaz mengantar nya sampai ke depan pintu lalu menghampiri kembali Papa nya itu saat mereka sedang berbicara aaleesya seperti mengerti dan meminta untuk bermain bersama uncle Qabil .
" Papa , pasti papa sedang merindukan mama ? " tanya Faaz .
" iya sayang , Papa sangat merindukan mama mu " ucap Papa rido , sembari meneteskan air mata .
" aku juga sangat merindukannya Pah " seru Faaz sembari menatap lukisan besar yang berada di dinding .
" Mama may sangat cantik iya , aku merasa pernah melihatnya tetapi dimana iya " ucap natasha sembari mencoba mengingat-ngingat wanita yang berada didalam lukisan itu .
" Papa menginginkan sesuatu ? " tanya Faaz kepada Papa nya itu ,
" Papa sedang ingin berbincang bersama mu juga natasha , mungkin ini akan membuat papa tidak merasa kesepian " seru Papa rido .
" baiklah Papa , natasha dan Faaz akan menemani Papa disini " seru natasha sembari tersenyum manis dan menggenggam tangan mertuanya .
mereka berbincang dengan hangat , seperti biasa Papa menceritakan Masa kecil Faaz kepada natasha walaupun didepan Faaz , Papa memuji Faaz selalu karena bagi Papa Faaz adalah anak pertama yang sudah sukses menjadi kaka yang baik dan menjadi anak yang soleh untuk mama juga papa .
" natasha , apa kau bahagia menikah dengan Faaz ? " tanya papa rido , natasha tersenyum mendengar pertanyaan Papa nya itu .
" aku bahagia Papa , dan aku sudah ikhlas mungkin jodoku aku temukan disini dan itu sudah tertulis sebagai takdirku berjodoh dengan Faaz dan aku hanya berdoa aku dan Faaz bisa menjadi suami istri yang berjalan kearah surganya Allah " jawab natasha dengan tulus , sembari meneteskan air mata . Faaz melirik dengan tatapan kagum atas jawaban natasha . Faaz tak menyangka jika natasha memiliki jawaban yang sangat indah seperti itu .
" papa , saat itu aku berusia 10 tahun . dan detik-detik dimana ibuku akan menghembuskan nafas terakhirnya , beliau sempat bercerita kepadaku saat pertama kali mereka memutuskan untuk menikah " ucap natasha membuat Faaz dan Papa sangat penasaran dengan cerita natasha .
" ceritakanlah papa ingin tahu semuanya ," pinta Papa.
" apa kau tidak keberatan menceritakannya " tanya Faaz sembari menoleh kearah natasha , natasha mengganggukan kepalanya sembari tersenyum tanda ia mau menceritakan nya .
" dulu Papa dan mama ku belum berniat menikah karena Papa sedang Fokus untuk usahanya lalu Papa berbicara dengan sahabatnya yang sudah ia anggap sebagai tempat meminta saran terbaiknya , lalu mereka berbicara kepada papa seperti ini " seru natasha memperagakan Cara berbicara orang tersebut .
" MENIKAH ADALAH JANJI IKATAN SUCI DAN AGUNG , MITSAQON GHOLIDZO (PERJANJIAN YANG KUAT) BAHKAN PERJANJIAN INI DISEJAJARKAN DENGAN PERJANJIAN PARA NABI ' UCAP SAHABAT PAPA " terang natasha seraya menerangkan , Papa meteskan air mata nya dan bertanya
" lalu papa mu menjawab apa ? " tanya Papa rido kepada natasha .
' kata mama , Papa ku menjawab seperti ini papa ... " ,,
" BIsmillah , SAHABAT KU TOLONG BIMBING AKU MENJADI MUSLIM DAN AKU AKAN MENIKAH DENGANNYA " papa ku berbicara seperti itu dan mulai memeluk islam karena bimbingan dari sahabatnya itu lalu tak lama kemudian Papa dan mama menikah.. dan saat itu mama bercerita jika sosok sahabat nya lah yang membuat mama dan Papa menerima takdir pernikahannya walaupun gelombang pasang surut menghantam pernikahan mereka sampai pada saatnya mama sakit dan Papa setia merawat mama , lalu ......................" natasha menghentikan kalimat yang sebenarnya ingin ia utarakan .
" bicaralah , sekarang kau tak perlu merahasiakan apapun kau anakku juga " tegas Papa kepada natasha , natasha berderai air mata .
__ADS_1
" aku melihat sendiri selang oksigen yang mama pakai di lepas oleh ibu tiriku dan mama kesulitan bernafas namun mulut ku dibekapnya dan tak lama kemudian mama meninggal , ibu tiriku adalah partner bisnis Papa . sebenarnya mama dan dia juga cukup dekat tapi entahlah aku selalu mengingat apa yang mama ucapkan , kta tidak boleh menyimpan dendam lama kata mama sahabat nya itu juga yang menyadarkan papa saat Papa berbuat kesalahan " terang natasha , dia menyeka air matanya .. Papa rido menatap wajah natasha dengan sangat lama .