
hari ini jadwal ku untuk memeriksakan si kembar , ternyata ada sedikit masalah dikehamlilan ku yang sudah mau menginjak usia kehamilan 9 bulan ini , dokter melihat posisi anak ku yang tak semestinya itu dengan tali pusat yang meliliit dileher salah satu anak ku, dokter menyarankan ku untuk segera melakukan operasi , rido pun mengijinkan demi kesehatan anak kembarku itu. rido sangat mengkhawatirkan aku , dia menguatkan ku walaupun aku tau kondisi rido sedang tidak sehat , dia sering mengeluh sakit kepala yang hebat aku mencoba membujuknya untuk melakukan pemeriksaan tapi rido tidak ingin mengganggu waktu ku untuk lahiran , sungguh rido adalah sosok suami yang siaga dari awal kehamilanku rido begitu sangat menjagaku .
"sayang kenapa secepat ini , apa anak ku akan selamat " tanyaku khawatir kepada rido
"sayang , tanamkan dalam hati untuk menyebut nama allah swt, kau akan merasa tenang dan yakin kalau anak kita akan lahir dengan selamat " jawaban rido sembari mengusap kepalaku dengan lembut tak lupa rido mengecup keningku ,
akupun sampai di rumah sakit dimana aku akan melakukan operasi cesar , aku masuk keruangan dengan ditemani dokter rusli dan beberapa assisten nya , diluar sudah ada ayah , ibu , papa , mama yang sangat mengkhawatirkan ku. aku pun menjalankan operasi tersebut.
*********RIDO*********
Aku melihat surga dimatanya , yang berarti ketenangan dan wajahnya sangat berseri sesekali dia khawatir akan bayi ku yang ada dikandungannya , aku tak lepas menguatkannya , kuyakini dia bahwa ini adalah jalan kamu masuk surga aku yakin kamu ingin memperjuangkan anak kita .. aku melepas nya masuk ke ruangan itu .
aku mencium nya , aku memeluknya ...dia mencium punggung tanganku juga keningku ...kalau saja aku diijinkan untuk menemani nya tetapi om rusli tak mengijinkan ku .
tak lama ku dengar ada suara tangisan di dalam ruangan tersebut , aku berdecak kagum dengan suara tangisan itu
aku terus mengucapkan syukur , mama dan semua yang ikut menunggu bergantian memeluk ku , dan mengucapkan selamat .. tapi aku kepikiran bagaimana keadaan istriku didalam sana aku menunggu om rusli yang kala itu lama sekali keluar , tak lama kemudian om rusli keluar dengan wajah yang sangat riang .
om rusli memeluk ku dengan erat dan menjabat tanganku .
"selamat tuan mudaku , hari ini kau resmi menjadi bapak dari 2 orang anak , " ucapnya sembari tersenyum padaku
"istriku om ? bagaimana keadaanya "tanyaku balik kepada om rusli
"istrimu masih dalam keadaan tak sadar akibat anastesi yang kami berikan , tapi jangan khawatir itu tak akan berlangsung lama " ujar om rusli yang sambil memelukku kembali
"syukurlah ,semoga om selalu dalam lindungan nya " kulepaskan pelukan ku dipelukannya
"bayi mu perempuan dan juga laki-laki sangat tampan dan cantik seperti mu dan juga may" sembari mengedippkan matanya
papa , ayah dan om rusli seketika itu mengobrol , aku tak tahu apa yang mereka pbrolkan sepertinya sangat serius
aku mendekatkan diriku , dan mama langsung memeluk ku , memberitahukan bahwa nene kesayanganku sedang mengalami masa koma setelah terjatuh dari ranjang nya . aku sangat terpukul di dalam rasa bahagiaku , aku memikirkan keadaan may jikalau dia mengetahui keadaan neneku itu , mama meminta ku untuk tidak memberitahukan may , nene dan may sangat dekat sekali semenjak kami menikah may lah yang selalu nene cari , may lah yang selalu nene tanyakan . nene juga ingin kembali tinggal dirumah papa saat ada may bersama ku setiap harinya may dan nene menghabiskan waktu untuk bercerita tentunya nene yang banyak menceritakan masa masa pada saat nene muda, may sudah bagai pendengar setia bagi nene.
__ADS_1
nene juga sangat berharap bisa mengasuh anak dari ku , nene sangat berharap aku memiliki banyak anak
dari may , entahlah aku ingin sekali melihat nene ku tapi bagaimana istriku tentunya aku harus menyambut nya dan dua anakku yang baru saja lahir kedunia . aku memilih untuk melihat dulu keadaan nene karena pada saat itu may belum tersadar dari sisa obat nya itu.
aku sekarang berdiri didepan ranjang rumah sakit dimana nene ku terbaring lemah , aku cium keningnya ...aku bisikan kata cinta dan kabar baik ditelinga nya .. aku tak melihat sama sekali respon nene ..nene tidak membuka matanya , aku hanya menangis melihat nene yang kusayangi itu terbujur lemas.
kenapa tuhan ini terjadi saat bersamaan dengan kebahagiaan ku " gumamku dalam hati seraya melihat nene ku
kucium tangannya dan aku ijin berpamitan untuk melihat anak dan istriku itu .
aku sudah berada di depan ruangan pada saat may melakukan operasi , suster menghampiriku
"tuan rido , nona sudah sadar dan sekarang akan dipindahkan keruang rawat inap " ujarnya sembari memberikan secarik kertas
"bak sus , pilihkan kamar yang nyaman untuk istriku" pintaku kepada suster
susterpun mengiyakan keinginanku , aku masuk dan melihat may .. may sangat lemah aku tak tega untuk memberitahukan keadaan nene yang sedang koma , aku menghampiri istriku dan mencium keningnya aku ucapkan terimakasih kepadanya karena memberikan ku dua malaikat kecil ini.
"sayaaangku , istriku terimakasih engkau mau berjuang untuk kelahiran bayi kita , semoga allah hadiah kan kau tempat yang indah bersama ku disurga " seraya mencium keningnya dan aku menetskan airmataku
"kamu jangan banyak gerak ahh , kamu cepet pulih ya aku gakan kemana-kemana kok" ucapku
aku pun mengikuti langkah suster untuk memindahkan may ke tempat yang lebih nyaman dan segera bertemu dengan sikembar belahan hati kami ,
may bertanya kemana semua orang kenapa hanya aku , " aku beralasan mereka sedang istirahat karena lelah menunggu waktu operasi , mungkin mereka sedang makan malam . ucapku untuk menenangkan may
__ADS_1
~note ~
hay teman-teman.. mampir juga ya ke novel kedua ku yang berjudul "BUKAN MAUKU'
terimkasih , semoga kalian banyak rezeki dan selalu dalam keadaan baik
love ~chumeyoks~
__ADS_1