TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
rasa sayang untuk rido


__ADS_3

" maaaaaaaaaaaaaayyy iiiiiiiistriiiiiiiiiiikuuuuuuuuu " rido memanggil namaku


aku segera menghampirinya 'mama dan papa dengan sigap terbangun dari tidurnya yang sudah mulai terlelap itu ,


kak shalom pun dengan sigap menghampiri ku yang tengah memegang tangan rido .


"ajak dia bicara may" bisik shalom ditelingaku , akupun segera mengajaknya berkomunikasi


" sayaang ini aku , istrimu  " jawabku , dan aku melihat pap segera menghubungi om rus


" may , mama , papa dan semua tadi menunggu mu ... apa kamu senang anak ku " ungkap mama yang berbicara sekaligus meneteskan air matanya


" mama cantik......kamu juga cantik " ucapnya terbata-bata dengan lemas


aku dan mama juga shalom tersenyum manis padanya , tak menunggu lama om rus datang untuk memeriksa kondisi rido , om rus tersenyum padanya dan mulai memeriksa keadaan rido


"  jagoan kamu benar-benar sangat kuat , lihatlah denyut nadimu dan jantungmu sangat kuat , aku yakin kau takan membutuhkan donor jantung , karena jantungmu sudah terisi oleh semangat istrimu " om rus menggodaku dan juga rido , rido tersenyum kepada om rus dan menolehkan senyumannya untuk ku juga


" aku sembuh kan om " jawab rido


" ya pasti kau akan sembuh sayang " ucap om menyemangati rido


mama dan papa pamit untuk pulang karena besok mereka akan melakukan pengecekan dibeberapa perusahaan dan anak perusahaan yang rido kelola , dhan sudah berada bersamaku untuk menemaniku begitu juga dengan shalom yang setia menunggu kesadaran kak richard , aku pun duduk menggenggam tangan rido , dan rido mencium punggung tangan ku , rido mulai bertanya akan siapa yang menjadi pahlawan baginya .


aku memintanya untuk beristirahat sejenak , aku berjanji akan memberitahunya besok tentunya rido tidak melihat kak richard yang tertidur disampingnya karena aku meminta untuk  menutupinya dengan gordyen ,


 

__ADS_1


****keesokan harinya****


malampun sudah berganti pagi , aku terbangun dari tidurku , aku tidur berdampingan dengan shalom tapi pagi itu aku tak melihat shalom berada disampingku , aku melihat keluar kamar rido . hanya dhan yang ada di kursi ruang tunggu itu . " kemanakah kak shalom " gumamku dalam hati , aku melihat kondisi kak richard yang masih tak sadar kan diri ' aku segera menoleh kan pandanganku untuk melihat rido , dia masih tertidur dengan lelap .


aku masih berdiri di tepi ranjang rido tepat di kakinya , aku mendengar ada orang yang masuk kedalam kamar, aku menolehkan kembali pandanganku ternyata kak shalom datang membelikanku makanan dan teh manis hangat


" ya ampun kaka dari mana sih ? " tanyaku gelagapan merasa kaget


" aku ke kantin , tadinya mau membangunkan kamu , tapi kamu terlihat sangat lelah " ucapnya yang menyimpan semua makanan di meja dekat sofa


" iya , aku sangat mengantuk .. nanti kita pulangsaja dulu untuk mandi dan mengganti pakaian " ucapku yang menghampirinya


" gampang kalo masalah itu , ini makan dulu tadi aku udah ngasih ke dhan sebagian " ucap shalom sembari mengunyah makanan nya


akupun memakan makanan yang dibawakan shalom dengan lahap , seharian kemaren aku memang tidak berselera makan , walaupun rasa lapar menghampiriku . aku dan shalom sedang asyik mengunyah makanan ku dan ku dengar suara kak richard tersadar dari tidur panjang nya , aku pun bergegas keluar ruangan untuk meminta dhan memanggilkan dokter jaga yang akan memeriksa keadaan rido dan kak richard .


" kak richard udah sadar kak >" tanyaku pada kak shalom


dokter sedang memeriksa kak richard , rido pun terbangun dari tidurnya dan menanyakan ada apa di samping mengapa ada orang dikamarnya ' rido memang sering terbangun jika ada suara kegaduhan.


" sayang apa kamu memesan kamar  bersama dengan orang lain ? " tanyanya


" iya , katanya kamu ingin tahu siapa pendonor mu ? , maaf bila kamu merasa risih " jawabku


" bukan begitu sayang , aku takut kamu tidak nyaman " ungkap nya yang memelas pipiku


" baiklah " jawabku sembari beranjak dan segera membuka tirai gordyen tersebut .

__ADS_1


rido tak menyangka bahwa sahabatnyalah pahlawan baginya , dia meneteskan air mata dan ingin memeluk richard


" do >>>>'' tersenyum menyeringai


" kenapa kamu chard ? " . " aku gak mau kamu kenapa-kenapa makanya dari dulu aku nolak ini " jawabnya stengah bersedih


" gausah sedih gitu , ucapin makasih dulu " jawab richard menyeleneh membuatku dan shalom tertawa


" baiklah , sini peluk aku " rido tersenyum sembari melebarkan tangannya


" aku tak bisa bergerak , nanti saja ya pelukannya " ungkap kak richard seraya memonoyongkan bibirnya


" aku menyayangimu kaka ku " ujar rido yang mengahpus kembali air matanya


" aku juga do , kita samaan kan tandanya ada disini " kembali membuat lelucon yang membuat kami tertawa


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2