
" maaaaaaaaaaaaaayyy iiiiiiiistriiiiiiiiiiikuuuuuuuuu " rido memanggil namaku
aku segera menghampirinya 'mama dan papa dengan sigap terbangun dari tidurnya yang sudah mulai terlelap itu ,
kak shalom pun dengan sigap menghampiri ku yang tengah memegang tangan rido .
"ajak dia bicara may" bisik shalom ditelingaku , akupun segera mengajaknya berkomunikasi
" sayaang ini aku , istrimu " jawabku , dan aku melihat pap segera menghubungi om rus
" may , mama , papa dan semua tadi menunggu mu ... apa kamu senang anak ku " ungkap mama yang berbicara sekaligus meneteskan air matanya
" mama cantik......kamu juga cantik " ucapnya terbata-bata dengan lemas
aku dan mama juga shalom tersenyum manis padanya , tak menunggu lama om rus datang untuk memeriksa kondisi rido , om rus tersenyum padanya dan mulai memeriksa keadaan rido
" jagoan kamu benar-benar sangat kuat , lihatlah denyut nadimu dan jantungmu sangat kuat , aku yakin kau takan membutuhkan donor jantung , karena jantungmu sudah terisi oleh semangat istrimu " om rus menggodaku dan juga rido , rido tersenyum kepada om rus dan menolehkan senyumannya untuk ku juga
" aku sembuh kan om " jawab rido
" ya pasti kau akan sembuh sayang " ucap om menyemangati rido
mama dan papa pamit untuk pulang karena besok mereka akan melakukan pengecekan dibeberapa perusahaan dan anak perusahaan yang rido kelola , dhan sudah berada bersamaku untuk menemaniku begitu juga dengan shalom yang setia menunggu kesadaran kak richard , aku pun duduk menggenggam tangan rido , dan rido mencium punggung tangan ku , rido mulai bertanya akan siapa yang menjadi pahlawan baginya .
aku memintanya untuk beristirahat sejenak , aku berjanji akan memberitahunya besok tentunya rido tidak melihat kak richard yang tertidur disampingnya karena aku meminta untuk menutupinya dengan gordyen ,
__ADS_1
****keesokan harinya****
malampun sudah berganti pagi , aku terbangun dari tidurku , aku tidur berdampingan dengan shalom tapi pagi itu aku tak melihat shalom berada disampingku , aku melihat keluar kamar rido . hanya dhan yang ada di kursi ruang tunggu itu . " kemanakah kak shalom " gumamku dalam hati , aku melihat kondisi kak richard yang masih tak sadar kan diri ' aku segera menoleh kan pandanganku untuk melihat rido , dia masih tertidur dengan lelap .
aku masih berdiri di tepi ranjang rido tepat di kakinya , aku mendengar ada orang yang masuk kedalam kamar, aku menolehkan kembali pandanganku ternyata kak shalom datang membelikanku makanan dan teh manis hangat
" ya ampun kaka dari mana sih ? " tanyaku gelagapan merasa kaget
" aku ke kantin , tadinya mau membangunkan kamu , tapi kamu terlihat sangat lelah " ucapnya yang menyimpan semua makanan di meja dekat sofa
" iya , aku sangat mengantuk .. nanti kita pulangsaja dulu untuk mandi dan mengganti pakaian " ucapku yang menghampirinya
" gampang kalo masalah itu , ini makan dulu tadi aku udah ngasih ke dhan sebagian " ucap shalom sembari mengunyah makanan nya
akupun memakan makanan yang dibawakan shalom dengan lahap , seharian kemaren aku memang tidak berselera makan , walaupun rasa lapar menghampiriku . aku dan shalom sedang asyik mengunyah makanan ku dan ku dengar suara kak richard tersadar dari tidur panjang nya , aku pun bergegas keluar ruangan untuk meminta dhan memanggilkan dokter jaga yang akan memeriksa keadaan rido dan kak richard .
" kak richard udah sadar kak >" tanyaku pada kak shalom
dokter sedang memeriksa kak richard , rido pun terbangun dari tidurnya dan menanyakan ada apa di samping mengapa ada orang dikamarnya ' rido memang sering terbangun jika ada suara kegaduhan.
" sayang apa kamu memesan kamar bersama dengan orang lain ? " tanyanya
" iya , katanya kamu ingin tahu siapa pendonor mu ? , maaf bila kamu merasa risih " jawabku
" bukan begitu sayang , aku takut kamu tidak nyaman " ungkap nya yang memelas pipiku
" baiklah " jawabku sembari beranjak dan segera membuka tirai gordyen tersebut .
__ADS_1
rido tak menyangka bahwa sahabatnyalah pahlawan baginya , dia meneteskan air mata dan ingin memeluk richard
" do >>>>'' tersenyum menyeringai
" kenapa kamu chard ? " . " aku gak mau kamu kenapa-kenapa makanya dari dulu aku nolak ini " jawabnya stengah bersedih
" gausah sedih gitu , ucapin makasih dulu " jawab richard menyeleneh membuatku dan shalom tertawa
" baiklah , sini peluk aku " rido tersenyum sembari melebarkan tangannya
" aku tak bisa bergerak , nanti saja ya pelukannya " ungkap kak richard seraya memonoyongkan bibirnya
" aku menyayangimu kaka ku " ujar rido yang mengahpus kembali air matanya
" aku juga do , kita samaan kan tandanya ada disini " kembali membuat lelucon yang membuat kami tertawa
__ADS_1