TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Kejutan Untuk Rayna


__ADS_3

Ditengah kesibukannya dalam mengungkap kasus Rayna, Faaz dan Aliq tetap bersikap biasa di hadapan semua anggota keluarga. tak ada satupun diantara mereka yang mengetahui bahwa anak dari Alea dan Qabil itu di duga sudah tiada, namun Faaz berharap ada secerca harapan mengenai keponakannya itu.


Faaz menghampiri Alea, "Sayang, kamu benar-benar hebat," pujian itu membuat Alea tersenyum manis, "Kakak bahagia melihat Tecca begitu sangat sehat, " Ucap Faaz kembali.


"Aku bahagia sekali karena Tecca benar-benar sangat sehat, sesekali Kak Fizzy memberikan asi kepadanya. aku tidak bisa memberinya Asi, Asi ku sama sekali gak keluar! " Keluh Alea sedikit mencurahkan kegalauannya.


"Gak apa-apa, sama aja kok. ya sudah Kakak pergi dulu iya, Damar mau imunisasi." Pamitnya sembari mengecup kening Alea, Rido datang dan menggantikan posisi Faaz. Ia duduk dan memperhatikan Alea yang sedang mengurus anaknya itu, Rido kembali meneteskan air mata.


Alea melihat jika Papa nya sedang memperhatikan dirinya, "Papa, mengapa menangis? " Tanya Alea.


"Tidak apa-apa sayang! " Jawabnya sembari terselip senyuman yang sangat manis.


Ia berjalan menghampiri Rido sembari menggendong anaknya, "Papa lihatlah mengapa senyumnya tidak seperti Qabil?" Tanya Alea dengan polos.


"Tapi kan dia seperti mu sayang, " Sahut Rido.


"Iya mungkin," jawab Alea sembari tersenyum.


"Nanti sudah besar pasti mirip dengan mu" Sambung Rido kembali, "Papa salut kepada mu, kau mampu mengurusnya seorang diri. semoga Alea sehat selalu iya" Rido kembali meneteskan air mata, Alea menggelengkan kepalanya dengan pelan, Ia juga menyeka air mata Rido dan mengecup pipi Rido dengan kilas.


"Papa apa saat Mama May melahirkan Lea, Mama mengurus Lea seorang diri? " Tanya Alea.


"Iya, mama mu selalu berusaha mengurus kalian seorang diri. namun Omah Esri dan Omah Neni tidak memperbolehkannya, mereka takut jika Mama mu merasa lelah" Jawab Rido.


"Apa Mama sempat tidak menyusui? " Tanya Alea.


"Sempat, Mama mu berjuang untuk bisa menyusui kalian. bahkan di saat dia memperjuangkan nasib Skripsinya, dia pun sembari sibuk menyusui Faaz dan Fizzy. sungguh mulia hati ibu mu sayang" Alea tersenyum, baginya tidak ada kalimat menyudutkan dari Rido kepada May. di mata Rido May nyaris sempurna, bahkan May selalu menjadi permata hati nya.


"Sedikit cerita mengenai hari kelahiran mu, saat itu Papa dan Mama mu terancam sebuah masalah. ada teror untuk kami, dan saat itu kakek mu membawa kami ke suatu pulau dan Mama mu sedang mengandung mu"


"Lalu, Mama melahirkan Lea dibantu Uncle Richard kan? " Tanya Alea.


"Iya, Itu hal yang sangat kocak bagi kami, menegangkan namun Richard sangatlah hebat" Ucap Rido.


"Aku jadi ingin membayangkannya Pah! " Ujar Alea,


"Setiap kelahiran memiliki kenangan dan akan terbungkus menjadi sebuah cerita Sayang, " sela Rido, "Mama mu selalu berjuang untuk melahirkan kalian" Ucap Rido


"Iya seperti kelahiran Tecca kemarin, Lea hampir saja menyerah. Untungnya Papa dan yang lainnya memberikan semangat untuk Lea" Gumamnya.


"Papa bisakah antar Lea ke makam Qabil? " Tanya Alea.


"Bisa sayang, tapi kita harus ijin dulu sama Kak Faaz iya"


"Kenapa?, semua sudah aman kan? " Tanya Alea.


"Bukan masalah itu sayang, setidaknya Kak Faaz tahu kemana kita akan pergi" sahut Rido.


"Mmmph baiklah! "


"Ya sudah, Papa harus menemui Kakek Hendra dulu karena sebentar lagi dokter akan datang untuk memeriksa keadaan Kakek Hendra" Ucap Rido, Alea tersenyum menatap wajah Papanya itu. Alea merasa sangat bangga terhadap Rido, Shaloom sempat menceritakan masa-masa dahulunya dimana ia, Yofie dan Hendra juga Jimmy pernah melakukan kesalahan terhadap Rido bahkan kesalahan mereka sangat fatal dan itu alasan Alea membuka hati untuk memaafkan Aidil dan Rayna.


Baginya, kehadiran anak perempuannya kini adalah penenang hatinya. anak perempuannya adalah segalanya, entahlah bagaimana jika Alea tahu bahwa anaknya menjadi korban kejahatan Rayna kembali.


^^


(Satu minggu kemudian)


Satu minggu pun berlalu, hari-hari yang Rayna lalui seakan gelap terasa dan kini, di sebuah rumah tua di tempat yang terpencil dan hanya diterangi oleh sebuah lampu kecil, Rayna menyendiri di sana. Rayna merasa bingung dengan keadaan nya saat ini, Rayna baru menyadari bahwa memang sudah melakukan hal yang sangat fatal.

__ADS_1


Rayna merenungi nasib kedepannya, "Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan saat ini? Aku benar-benar merasa sangat bingung" Ucap Rayna terus menerus, wajahnya pilu. ia benar-benar takut saat membayangkan masalah ini di ketahui oleh Faaz dan juga adiknya.


Tidak!!! Faaz tidak boleh tahu...


Rayna merasa sangat frustasi, sesekali Rayna berucap demikian. Rayna sendiri saat ini berada di dalam tempat yang diberikan oleh seorang supir taxi yang sempat menolongnya, karena Rayna sudah sangat bingung mencari jalan untuk kabur.


Di dalam kamar yang sempit itu, Ia menyenderkan tubuhnya pada dinding kamar. Rayna menatap laptop miliknya, foto-foto masa kecil Aaleesya memang sudah berada di dalamnya. ia menggeser kan semua foto anaknya itu, Rayna merasakan rindu yang teramat dalam.


mungkin jika saja Rayna berprilaku baik, dia tidak akan merasa jauh dan merasa jika Aaleesha lebih memilih dekat bersama Natasha. apalagi dulu dia memang tidak betul-betul dalam keadaan koma, Ia mengingat masa-masa itu.


Flashback di mulai dari cara dia meyakinkan Dokter Ambar untuk memberitahu jika Rayna dalam keadaan darurat, ia berniat melakukan hal itu karena menurutnya, Faaz akan mengulur waktu untuk menceraikannya. Rayna sendiri sudah tahu jika Faaz sudah mengetahui perselingkuhan dirinya, namun saat itu praduga Rayna tidak terbukti Faaz malah berusaha tidak mempercayai gosip murahan itu.


namun Faaz tak menyangka jika dokter lain yang merawat Aaleesha berucap jika, Aaleesya mengalami kelainan dan harus segera mendapatkan transfusi darah dan disitulah Faaz mengetahui jika semua kabar perselingkuhan itu benar adanya.


Rayna benar-benar merasa menyesal karena mengingat hal itu, "Jika saja aku dulu tidak berbohong, mungkin saat ini Faaz masih ada di dalam pelukan ku! " Gumam nya.


Rayna merasa penasaran, apa Faaz tahu atau tidak mengenai permasalahan ini. Ia pun mencari cara untuk mengetahui keadaan mereka dan berharap bahwa masalah ini tidak di ketahui oleh Aliq ataupun yang lainnya, Namun sepertinya Rayna tidak melihat tanda-tanda mengenai berita dirinya merebak.


Ia kembali mencari tahu melalui Laptop nya, bahkan Rayna membuat akun sosial media menggunakan identitas lainnya. Rayna melihat berita keseharian Faaz dan keluarganya melalui aplikasi sosial media itu, ia benar-benar merasa lega dan mengira jika masalah ini sudah ditutup atau mungkin memang Aliq dan Faaz tidak sempat mengetahui nya.


"Haaahhh, ternyata itu hanya ketakutan ku saja. mungkin Chips itu sudah tidak berguna" Gumamnya sembari merebahkan dirinya di atas kasur, ia memeluk sebuah bantal kecil dan tersenyum kecil sembari menatap langit-langit kamar sempit itu.


Namun, sebenarnya mereka semua sedang menyusun rencana penangkapan Rayna. bahkan, Faaz dan Aliq sudah melaporkan kejadian ini beserta bukti nya kepada pihak kepolisian.


Dan hingga saat ini Alea maupun anggota keluarga yang lainnya tidak mengetahui hal ini, Faaz dan Aliq sengaja menutupi kasus ini. Faaz takut jika Alea tahu, akan menambah masalah menjadi besar.


"Aku harap kasus ini benar-benar tertutup dan penangkapan Rayna pun sudah seharusnya tidak diketahui mereka, termasuk Papa" Ucap Faaz, Harry selaku orang tua dari Rayna hanya berpasrah dalam keadaan. baginya Rayna sudah bukan siapa-siapa, Harry sudah sangat kecewa kepadanya.


"Papa, maaf jika Faaz membuat Papa merasa terluka. Faaz sudah beberapa kali menutupi kesalahan Rayna, namun sepertinya Rayna tidak pernah jera" Ucap Faaz dengan nada yang sangat pelan.


Harry menatap lekat wajah mantan menantunya, "Terkadang Papa tidak tahu bagaimana cara menutupi wajah Papa di depan mu, anak muda! " Sahut Harry, "Terkadang, Papa membenci sikapnya namun terkadang Papa menyesali masa lalu yang terjadi terhadapnya." Lanjut Harry.


"Papa harapkan kamu sebagai seorang manusia, mau memaafkan Papa. karena merasa Papa tidak berhasil mendidiknya, jika saja dulu Papa tak memaksa mu untuk menikahi Rayna, mungkin kamu tidak akan merasakan kesusahan" Ucapnya kembali.


"Ini sudah saat nya Rayna merasakan dinginnya jeruji besi! " Timpal Aliq, "Aku pun meminta maaf atas semua yang sudah Rayna lakukan terhadap mu Faaz, Aku bersumpah akan membuatnya bertekuk lutut meminta maaf kepadamu! " Sambung Aliq.


"Sudahlah Liq, kau tak usah merasa tak enak hati" Tandas Faaz, "Aku harap semua yang kita lakukan membuat Rayna berubah" Tambahnya lagi.


Pihak kepolisian sudah mengintrogasi seorang supir Taxi yang di duga kuat membantu Rayna untuk pergi, dan benar supir taxi itu mengetahui permasalahan Rayna saat ini. walaupun pihak kepolisian belun bisa melacak keberadaan dua orang lainnya, yaitu Remy seorang perawat dan Ary yang membantu Remy untuk melenyapkan bayi itu.


Namun, Aliq dan Faaz hanya ingin pihak kepolisian menemukan keberadaan Rayna terlebih dahulu dan sepertinya mereka sudah berhasil mencari tahu keberadaan Rayna melalui pengakuan sang Supir Taxi.


Faaz berpamitan dan meninggalkan Aliq juga mantan ayah mertuanya yang sedang duduk di dalam Apartemen megah, Aliq mengusap punggung sang Ayah dan tak lupa memastikan bahwa Ayahnya baik-baik saja karena Aliq pun akan segera berpamitan.


Faaz menunggu Aliq di Basemen, sebenarnya salah satu anggota polisi sudah memberitahu kan keberadaan Rayna bahkan mereka menemukan sinyal ponsel namun mereka sengaja tidak menghubungi ponsel tersebut.


Faaz sendiri sudah mengantongi Alamat yang menjadi tempat Rayna menyembunyikan dirinya sendiri itu, "Aku akan pastikan kali ini kau terhanyut di dalam dingin nya sel penjara, Kau sudah terlalu banyak membuatku menelan kekesalan terhadapmu. kali ini aku tidak akan pernah membiarkan mu bebas!! " Gerutu Faaz terus menerus.


Proses penangkapan Rayna berjalan dengan lancar, bahkan Rayna seakan sudah pasrah. saat kepala polisi memintanya untuk keluar dari dalak rumah tua itu, Rayna segera keluar dan menuruti perintah kepala polisi itu.


Sesampainya di depan dermaga, Faaz bertemu dengan kepala polisi itu. ia memberitahu jika dia sudah berhasil menangkap Rayna dan Rayna sudah berada di dalam mobil tahanan, Faaz meminta kepada kepala polisi itu agar menutup kasus ini rapat-rapat dan Faaz meminta pihak kepolisian tidak mengijinkan media manapun mengetahuinya.


Faaz menemui Rayna, Rayna tertunduk malu. ia tak berani menatap wajah mantan suaminya itu, "Dimana anak Alea? " tanya Faaz tegas, Rayna enggan menjawab pertanyaan Faaz.


Hiks .. Hiks hanya suara tangisan yang terisak terdengar dari bibirnya.


"Ray, aku mohon. katakanlah dimana anak Alea? dan mengapa kau melakukan hal itu? " tanya nya.


"Aku membenci Alea!! " Ucapnya sembari menangis.

__ADS_1


"Mengapa kau membencinya? lupa kah dirimu? Alea sudah lebih menderita karena kehilangan Qabil dan kehilangan Qabil juga karena ulah mu kan?" Geram Faaz, matanya membola. otot lehernya pun menegang, ia benar-benar merasa sangat kesal kepada Rayna.


"Tidak kah cukup untuk mu membuatnya teraniaya!, Aku harap kau tidak pernah mengalami hal yang sama Rayna."


"Apa yang dilakukan Alea Ray?, Ayo apa? "


"Jawab Aku Rayna!!!! " Ucap Faaz penuh penekanan.


"Dimana keponakan ku saat ini? dan jika dia sudah mati dimana jasadnya? " Tanya nya kembali.


"Aku tak tahu Faaz, aku hanya meminta Remy membawanya dan Remy memberitahu ku bahwa dia sudah melenyapkan anak itu!! " Ucapnya kembali.


"Tidak!!, Kau bohong!!," Tangan Faaz mengepal, ia seakan tak mampu menahan amarahnya. wajahnya sudah sedari tadi bersemu merah, ia merasa sangat frustasi dengan keadaan ini, sejujurnya Faaz masih mengingat kisahnya bersama Rayna. dari lubuk hatinya yang paling dalam, ia tak mudah melupakan sosok wanita yang pertama kali ia cintai bahkan dahulu Rayna menjadi sosok orang yang berarti dalam hidupnya.


"Jika kau merasa sakit hati atas ku, Aku meminta maaf. tetapi, aku melepaskan mu karena rasa sakit hatiku yang sangat besar dan mengenai Aaleesya kau masih bisa menemui nya kan? "


"Tapi mengapa kau melukai kami kembali? " Tanya Faaz yang begitu merasa kecewa kepada nya, Rayna menatap wajah mantan suaminya itu. dengan tangan terbogol di belakang, ia sangat ingin meraih tangan Faaz dan meminta maaf kepadanya.


"Maafkan aku Faaz, jangan biarkan aku mendekam di penjara. Aku mohon!! " ia kembali menangis terisak, air matanya membanjir dan ia terlihat menyesali perbuatannya.


"Aku mohon Faaz!! "


"Tidak!!, kau sudah seharusnya mendekam Ray! " Ucap Aliq menyela kalimat yang ingin Faaz ucapkan.


"Aliq, Aku kakak mu! sedari dulu aku ini kakak mu kan? "


"Kakak? sejak kapan kau menganggap aku adikmu? sejak kapan Ray? " Aliq menunjukkan tangannya tepat di hadapan hidung Rayna, "Kau!!! "


Aliq terlihat menghela nafasnya dalam, ia memejamkan matanya. "Kau sudah bukan Kakak ku semenjak kau membuat Papa Rido susah, kau membalaskan dendam kepadanya karena Papa dan Mama ku menikah. dengar Rayna, Kau bukan anak Tuan Harry, dan kau harus tau itu! "


"Bahkan kisah mu dengan Aaleesya sangat sama, dan kau tidak berterimakasih kepada Faaz seperti yang ibu mu lakukan kepada Papa ku dan Rayna tetapi kami tetap menganggap mu sebagai anggota keluarga, mengerti kah dirimu? Kau tak perlu menutupinya lagi! " Faaz benar-benar merasa terkejut dengan kalimat yang Aliq ucapkan, ia menatap lekat wajah Aliq.


"Kami sudah berusaha mengubah sikapmu, namun entahlah mengapa kau sama sekali tak ingin berubah!! dan kami sudah lelah, kau benar-benar harus berubah!!" Ucap Aliq dengan tegas.


"Bahkan kau sudah mengkhianati orang yang sangat mencintaimu!!, Dengar Ray, Jika kamu mengkhianati orang yang mau melakukan apa saja untukmu, kamu sebenarnya sedang mengkhianati dirimu dari kesetiaan sejati." Ucap Aliq, "Dan kau lihat, kau terluka karena ini? " Ucapnya kembali.


Rayna menundukkan kepalanya, "Aku ingin berubah Aliq!!, Aku ingin berubah, Maafkan aku Aliq, maaf karena selama ini aku tidak bisa menerima kehadiran Mama Nancy dan dirimu!! " Rayna menangis, hatinya seakan tersayat.


"Bantu aku bertaubat, Aku mohon! " Ucapnya kembali.


"Aku bersalah, aku memang bersalah!! aku gelap mata, tolong maafkan Aku" Faaz meninggalkan Rayna yang sedang memohon ampun dan meminta maaf kepadanya.


Hati Faaz seakan menjerit, di depan dermaga ia duduk. ia menatap kebelakang, terlihat jika pihak kepolisian sudah membawa Rayna menggunakan mobil tahanan tertutup dan Aliq terlihat saling menjabat tangan dengan kepala polisi itu.


Faaz duduk karena merasa lemas, akhirnya Faaz benar-benar memasukan Rayna kedalam penjara. Akhir kisah cinta mereka begitu sangat dramatis, Faaz merasa sangat sedih saat menatap wajah Rayna terakhir tadi.


"Aaaarrrrrrrrrrgggghhhhh" Teriaknya cukup keras, Aliq membiarkan Kakak iparnya itu dalam kesedihan, Faaz menepuk-nepuk dada nya sendiri.


"Rayna tahukah dirimu? aku menyesali keadaan ini!!, Aku merasa sangat terluka membiarkan mu masuk kedalam penjara, kau tahu mengapa? karena suatu saat Aleesya akan mengetahui hal ini walaupun Aku tak memberitahunya! "


"Dan andaikan kau tahu, Aku mencintai Natasha namun, aku tak pernah bisa melupakan masa-masa indah kita dan Natasha memaklumi itu!!"


"Kau terlalu bodoh Ray!! kau benar-benar bodoh! " Umpatnya dengan keras, "Bagaimana aku menjelaskan perihal ini Aliq, bagaimana aku berbicara pada Papa!! bagaimana bisa aku membiarkan Papa mengetahui hal busuk ini! " Ucapnya kembali, Aliq menghampiri dan mencoba menenangkan hati saudara iparnya itu.


"Andai saja Rayna mengerti saat itu, Aku sangat mencintainya dan mengapa dia mengkhianati ku Aliq" Air matanya turun, ia seolah tak merasa sungkan saat menangis di hadapan Aliq.


"bisakah dirimu menjawab pertanyaan ku Aliq, bisakah dirimu mencari jawaban itu? apa kurangnya Aku Aliq, apa aku terlihat tidak mencintai Rayna? apa aku terlihat sangat kejam terhadapnya! " Gerutu nya kembali membuat Aliq merasa sangat iba.


"Apakah diriku sejahat itu Aliq? " Tanya nya kembali, Aliq memeluk tubuh Faaz.

__ADS_1


"Bahkan saat itu Aku mencoba menyatukan cinta ku kembali, tetapi dia selalu sibuk menyimpan rahasianya" Ucap Faaz kembali dengan perasaan yang sangat gusar, "Apa aku seburuk itu Aliq, hingga Rayna mengkhianati cinta ku! "


"Faaz tetapi kau sangat beruntung mendapatkan cinta Natasha, cintanya sangatlah murni bahkan cinta Natasha kepada mu melebihi segalanya. Natasha mampu membuatmu nyaman, dia juga mampu membuat mu sedikit melupakan rasa sakit hati mu" Aliq mengusap lembut punggung Faaz, mereka berpelukan. Faaz memang kehilangan cinta Rayna, tetapi Faaz orang yang sangat beruntung. ia sama sekali tidak kehilangan rasa kasih sayang dan juga sahabat seperti Aliq, Aliq benar-benar sangat menyayangi Faaz dan bagi Aliq Faaz adalah sahabat sejatinya.


__ADS_2