TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
tangis bahagia


__ADS_3

hari itu aku bangun terlalu siang , mungkin karena kejadian semalam membuat ku sangat kelelahan


saat aku terbangun aku melihat rido sudah tidak ada disampingku , aku pikir rido sudah berangkat kerja


"awrgggg badanku sakit sekali , kenapa kepala ku sangat pusing ,,, rasanya sangat berat " ucapku sembari mendesah kesakitan


kulihat sekelilingku sudah banyak sekali bunga lily dan balon berwarna pink dan biru , ku arahkan mataku kearah sofa di depan ranjang besarku ini ada sebucket bunga mawar merah , bunga mawar putih dan ucapan hangat dari suamiku , ada juga sekotak perhiasan yang sangat indah aku melangkahkan kaki ku dan ku lihat ucapan itu sangat besar "MAAFKAN AKU ISTRI KU , KAULAH PELANGI KU , KAU CINTAKU , KAULAH BIDADARIKU  . AKU MENCINTAIMU SEDARI DULU ,SEKARANG HINGGA KU TIADA ' di susul dengan kata "CONGRATULATION"


ada foto pernikahan kami dan foto bayi kembar yang entah itu bayi siapa ..


*ahhhh ridooo, semoga doa kita terjawab , semoga saja aku secepatnya memberikanku kebahagiaan" gumam ku


aku pun bergegas menelpon rido \, dan *TUUUUUttt>>>TuuuuTTT*


aku : sayaaang , kamu ngantor ya ??


rido ; enggak sayang .. kenapa terdengar ketus


aku : kamu dimana ?? kalo gak ngantor "(kenapa kamu ga bertanya soal perlakuan shalom semalam)


rido : aku di hatimu dan akan selalu dihatimu sayang ****


aku : gombal,, pulanglaah sayang ku mohon .. aku kesepian ,


rido : apa kamu sakit ??


aku : haaaahhh , tentu sayang ..apa kamu gak tau tentang semalam?/


rido : tidak !!! kenapa memangnya """


aku : terus \, kamu kenapa meminta maaf kepada ku ** (sangat kesal)


rido : baiklaah , kalo kamu kuat ...turunlah kebawah aku menunggu mu.


aku : rido.....(tut... panggilan terputus)


 


aku segera bergegas turun kebawah , dan braaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrr aku sangat terkejut ada perayaan apa ini , semua keluarga ku ada disini , mama papa pun ada bukankah mama , papa sedang berada kepentingan terpisah

__ADS_1


"sayang , ada apa ini " rido menjemputku didekat tangga dan menggendongku turun kebawah


"lepaskanlah aku malu..."bisiku dengan lembut ditelinga rido


rido enggan melepaskan ku dari gendongan , semua anggota keluarga ku tersenyum sangat bahagia


"turunkan kakaku dari gendongan mu kak ,seperti anak kecil saja " seru rani yang selalu saja syirik kepada ku


tidak akan pernah aku lepaskan ran , kakak mu ini seperti nyawaku yang sangat berharga gombalan rido seraya mencium keningku .


"ridooo lepaskanlah , aku tak nyaman seperti ini , kenapa kau tak menurutiku " lirihku dengan memohon kepada rido


"baiklah " melepaskan ku dari gendongan nya


ibu dan mama langsung memeluk ku dan mencium ku bergantian , papa , ayah , nene sally , nene din dan semua tante juga kecuali tante jully .. karena sedang berada di italy ..


(ada apa ini ?? kenapa mereka sangat manis kepada ku ) ucapku dalam hati


rani langsung memberikan kursi roda untuk ku , /// hey kenapa kau memberikanku kursi roda , kaki ku masih kuat ran " ucapku sembari melototkan mataku


'aku tidak mau kau cape jalan sana , jalan sini ... aku gak mau sikembar terjadi apa-apa , sudahlah menurutlah kepada ku kakak , kau ini bandel sekali macam nak Tk " rani mendudukan ku dikursi roda itu


'sayang " rido bertekuk didepanku


"aku mencintaimu , terimakasih karena kau hadir untuk ku , dan terimakasih sudah mau mengandung anak ku ' berbicara dari hati sepertinya rido ingin menangis


aku masih bingung dan terdiam , "berhentilah membuatku takut , berhentilah membuatku khawatira" ucap rido sembari mencium tangan ku ..


"maksud kamu , aku sedang hamil ??? " tanyaku dengan heran


"ada dua detak jantung didalam perutmu sayang "  ucap rido sembari menitikan air mata


aku pun menangis , aku mendengar semua juga menagisi ku ...eiiiiistssss ini tangisan kebahagian bukan karena aku kecewa aku hamil ya .....papa langsung menghampiri ku dan memberinkan ku gelang tangan kulihat gelang itu ada inisial nama rido... nene sally juga memakaikan kalung liontin itu , rido tersenyum dan mencium keningku


"jagalah baik-baik penerus keluarga ini " sahut papa


"oh iya , papa tak ingin kamu terluka .. jadi tolong papa jangan kamu merasa risih apabila papa menjaga sekeliling rumah ini dengan pengawal , dan tentunya papa tidak ingin kamu keluar rumah tanpa pengawal juga rido " ucap papa seraya mengusap pipiku


"kuliahku , skripsiku ??? " tanyaku

__ADS_1


"papa yang akan atur , kamu masih bisa menyelesaikan nya " ujar papa sembari tersenyum menenangkan ku


semua , mengucapkan selamat .. dhan , lira termasuk semua pelayan mengucapkan rasa syukurnya...


nene menangis memeluk ku , nene dan semua sangat terpukul akan kejadian itu untung saja bayi ku tak apa-apa


kalau terjadi sesuatu aku tak akan memaafkan diriku.


sebenernya papa dan mama tidak bisa pulang tapi setelah rido mengabari kehamilan ku , papa batalkan pertemuan penting itu papa tidak sabar ingin melihat rona bahagia anak satu-satu nya itu , dan mama pulang dengan dijemput papa memakai jet pribadi tentunya papa menunggu badai itu hilang tapi anehnya badai itu seketika hilang entah kemana , akhirnya papa menemui ayah dan ibu ... untungnya ayah dan ibu belum berangkat ke swiss mereka juga menunda keberangkatan nya . aduhh aku sangat senang sekali mereka mulai memperhatikan ku


makananku , semua harus higienis , dokter pun datang kerumah untuk memeriksa kandungan ku tak tanggung papa meminta dokter membawa alat usg kerumah , dan memberikan ruangan khusus untuk menyimpan nya


sungguh seperti mimpi , aku tak tahu kenapa aku seberuntung ini.


 


*aku bahagia ridoooookuuu \, kau menyempurnakan hidupku* gumamku ..


aku juga diberi pelayan selain lira dan bi inem ,, dia seperti suster yang menjaga ku 24 jam penuh


entahlah kenapa papa melebihi ayah dan rido , hari itu aku menanyakan hal tentang shalom apa dia dipenjara ?? atau dibebaskan ... ternyata papa meminta shalom ditahan .. tetapi aku mencoba memohon kepada papa agar segera membebaskan nya ...da aku meminta untuk diantarkan menemui shalom ... papa masih mempertimbangkannya ... aku harap papa mengijinkanku...


 


 


setelaah seminggu *****


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2