
malam ini adalah malam menyambut setahun pernikahan kita dan aku masih menunggu kabar kepulangan rido ,
sebelumnya rido mengabari ku akan pulang sehari sebelum tanggal anniversary kita tapi tidak ada kabar sama sekali dari rido , mama dan papa sudah pulang sore tadi , tetapi aku tidak berani untuk bertanya perihal kepulangan rido , mama sedang bermain-main dengan baby twin ku itu dan selalu memandangku dengan sangat cemas .
"sayang , kamu kenapa nak ? , apa ada yang mengganggu pikiran mu ? ceritalah kepada mama" tanya mama seraya duduk disampingku sembari memangku faaz
"tidak mah , hanya aku merindukan rido" jawab ku dengan gusar
"sabar sayang , lihatlah senyumnya faaz sangat menyejukan , mama melihat rido ada padanya sangat lekat" jawab mama menenangkanku
"iya mah , aku pun begitu melihat faaz, " jawabku dengan lesu
mama meletakan faaz dipangkuan bu nina dan segera menghampiriku kembali
"sayang mama tau kamu khawatir dengan suamimu , tapi mama akan merasa sangat khawatir apabila terjadi apa-apa terhadap mu dan juga cucu mama , kamu harus menjadi sabar dan kuat untuk anak-anak mu" mendekati ku dan mendekap tubuhku wajahku terbenam di dada mama dan aku menangis ,
"menangislah sayang , mama tau selama sebulan ini kau sudah lelah dengan keadaanmu , menangislah sayang jangan sisakan air matamu , mama menyayangimu nak " memeluk ku dan mengusap punggungku dengan lembut
(mah , sebenernya aku ingin sekali bercerita tentang rido yang membicarakan sesuatu dengan dhan , apalagi rido berbicara tentang shalom , dan aku melihat akhir-akhir ini rido selalu telat mengabariku,,, aku khawatir rido akan menghianati cintaku apalagi tentang pembicaran ku di telpon dengan teman kampusku aku tau sesuatu yang tidak benar akan terjadi 'gumamku dalam hati)
******flashback******
sebelum rido menghubungiku lewat telpon vcall , temanku menghubungiku dan menanyakan tentang rido dan shalom yang kepergok berada di rumah sakit yang sama dengan keadaan shalom merangkul tangan rido , setahu ku rido tidak pernah mau menyambut tangan wanita lain , ada apakah ini ... aku tidak percaya dengannya karena aku tidak melihat secara langsung , rumah sakit itu pun berada di negara xxx yang sedang dikunjungi rido.
****flashback selesai*****
malam sudah sangat larut kulihat jam dinding di dalam kamar anak ku , sudah menunjukan pukul 23.00
aku pun masih menunggu ponselku berdering , aku ingin bertemu dengan rido , banyak hal ingin aku tanyakan padanya , apalagi dengan shalom yang tiba-tiba menelpon ku , dan aku tau sebelum anak ku lahir gesya sempat memberikan anak shalom di panti tempat dok jim dibesarkan , hingga hari ini pun kami masih sering memberikan santunan untuk anak tersebut terlebih panti itu adalah milik papa mertuaku , dan rido pernah bilang jika anak shalom sekarang menjadi anak asuh nya , dua hari sebelum hari ini aku sempat meminta lira untuk menjenguk nya tapi lira bilang 2 minggu yang lalu anak ini sudah dibawa kembali oleh kakeknya yaitu papah shalom. aku semakin tidak mengerti ada apa ini sebenarnya , tuan dhan tidak mungkin akan menjelaskan apabila rido sendiri tidak menjelaskan ,, aku harus bertanya pada siapa . sungguh mengapa pernikahan ku begitu rumit sekarang.
aku masih terdiam dan menyusui anak-anak ku bergantian kuliat ponsel ku , aku melihat ponsel ku sama sekali tidak ada pesan singkat atau telpon dari nomer rido , aku masih berpikir mungkin rido akan memberikan ku kejutan kecil dengan tak mengabariku pulang , sebentar lagi pasti sudah berganti hari ini adalah taun pertama ku dan rido tetapi mengapa seperti ini , apakah rido sudah tidak mencintaiku , apa rido sekarang balik membohongiku ???
'pertanyaan semacam itu muncul dibenak ku , mama dan papa mengagetkan ku ..
"happy anniversary , happy anniversary " ucap mama dan papa dengan membawakanku sebuah kue dan juga lilin kecil , aku terdiam dan melepaskan fizi dari menyusuinya,, aku berdiri dan meletakan fizi di box bayi , aku menghampiri mama dan papa ,, aku bertanya tentang rido.
"mama papa , rido mana ?? apa rido dibalik pintu" tanya ku sembari melirikan mataku ke arah belakang papa
"mungkin rido sedang dalam perjalanan sayaang " jawab papa dengan terbata-bata
__ADS_1
aku meniup lilin bersama mama dan juga papa , mereka memeluk ku dan tak sengaja ku dengar isak tangis kecil dari mama , yang mungkin sebenarnya mama ingin menutupinya..
"mama mengapa menangis ?" tanya ku sembari mengusap air mata mama yan jatu di pipi halusnya
"mama bahagia memiliki menantu cantik dan juga sabar sepertimu nak " jawab mama
papa mengusap kepala ku dan juga pipiku , mama pun melakukannya , aku melihat ada kesedihan di raut wajah papa , seperti ada hal yang mereka sembunyikan , aku mmberanikan diriku untuk bertanya kepada mereka ,
"apa ada hal yang mama dan papa sembunyikan dari ku ?? :tanya ku dengan wajah yang mulai ingin menangis
"tiii tiidak sayang , sungguh sayang mama hanya bahagia melihatmu sudah menjadi bagian dihidup mama" ungkapnya yang lagi-lagi memeluk ku
"baiklah , kalau memang tidak ada aku ingin sekali memeluk erat mama papa sekarang" pintaku seraya memeluk mereka dengan erat , mama dan papa memberikanku hadiah berupa gelang tangan dan tak lupa memakaikan nya untuk ku , papa pun bertanya sebelum pergi meninggalkanku .
"apa ada yang ingin kamu miliki sayang ,, papa akan memberikannya apapun yang kamu mau " tanya papa padaku
"aku tidak ingin apa-apa pah ini sudah cukup bagiku , aku hanya ingin waktu yang sangat banyak dengan papa dan mama juga rido " sahutku menjawab pertanyaan papa
papa hanya tersenyum dan kembali mencium kening ku , mama dan papa sudah berlalu pergi ke kamar nya , aku masih ingin menunggu rido , aku memegang ponselku berharap ponselku berdering tanda panggilan dari rido hampir dua jam aku menunggunya tapi tidak ada kabar sama sekali dari ridoku ,,
akupun mulai mengantuk dan tertidur di sofa kamar anak ku ,
aku terbangun dari tidurku yang sangat singkat itu , aku melihat bu nina mengusap air mata nya ,
"tidak nona , hanya saj ibu teringat pada anak gadis ibu yang seusia nona " jawabnya padaku
"bu ninaa , kenapa tidak pulang saja , sudah setahun bu nina tidak pulangkan , besok kalo rido pulang , aku akan minta pa jajang untuk mengantarkan bu nina pulang " jawabku menenangkan bu nina
"tidak nona , saya tidak ingin pulang " jawabnya padaku dengan gusar
(aku tau bu nina sedang menagisi keadaan ku yang sedang menunggu kepulangan rido , aku tau matanya berbohong kepadaku , aku tau bu .... aku tau saat ini aku memang sedang terluka tapi jangan khawatir aku akan setia menunggui rido pulang 'gumamku dalam hati)
"nona , apa tidak mencoba menghubungi tuan saja terlebih dahulu, takutnya tuan sedang dalam keadaan tidak baik" ucap mbak lastri kepadaku , kulihat bu nina menginjak kaki mbak lastri , dan mbak lastri meringis kesakitan
"maksud lastri biar nona muda tau tuan sedang dimana " jawabnya menimpali pembicaraan mbak lastri
aku lihat ponselku mati karena seharian aku tak mencharger nya , aku meminjam ponsel mbak lastri untuk menghubungi rido , ku tekan tombol angka di ponsel mbak lastri , ku coba menyambungkannya .
tuuuuttttt tuuutttttt
"halooooo , " suara perempuan yang aku kenal
__ADS_1
(aku terdiam membisu , aku tak menyangka mengapa shalom yang mengangkat telpon rido ... ada apa ini ,,
mengapa rido menghianatiku , mengapa rido seperti ini apa salahku , aku masih terdiam dan memutuskan sambungan telepon tersebut )
"nona mengapa diputuskan sambungan telponya " tanya mbak lastri
"tidak mbak , rido tidak mengangkatnya , tuan dhan yang mengangkatnya ,, mungkin rido memang sedang sibuk.. sudahlah aku ingin istirahat , jika rido balik menghubungi keponsel mbak , gak usah diangkat ya mbak " jawabku pada mbak last seraya menahan gejolak amarah didadaku
aku terdiam duduk sembari melamunkan ingatan ku , aku tak menyangkat selaur ini shalom masih berada dengan rido , apa mama tau , apap papa tau ??? apa mereka juga menghianati ku !!!!!!!!!!!!! aku menangis semalaman , aku tak kuasa membendung tangisan ku , aku tak kuasa mengingat betapa rido menjadikan ku bidadarinya , aku termenung mengingat senyum nya padaku , aku termenung mengingat tulisan untuk ku yang tidak bisa menduakanku , rasa nya ingin sekali aku menghampiri mereka .. aku gak kuat bu !!!!!!
hanya senyuman ayah dan ibu yang ada dibenak ku , aku tak ingin mereka terluka ats pernikahan ku ,
__ADS_1