TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. OBROLAN HANGAT DAN FLASHBACK KEMATIAN MAMA.


__ADS_3

"Apa kaki mu masih sakit natasha ?" tanya Faaz kepada Natasha, Natasha menganggukan kepalanya. Faaz menggendong Natasha untuk memindahkannya keatas ranjang besar milik Faaz tak sengaja MaliQ melihat pemandangan yang tidak sedap baginya karena pintu kamar Faaz belum sempat ia tutup.


( ' tuan mengapa setiap kau menatap ku selalu saja dengan tatapan penuh harap , aku takut jika aku jatuh cinta kepamu - batin natasha karena saat faaz menggendongnya Faaz kembali memandangnya dengan penuh Harap )


"Natasha, kau benar kau memang tak mencintaiku namun kau mencintai kakak ku. tetapi aku akan tetap mencintaimu nat, ku harap kau bahagia bersama kakak ku" gumam MaliQ saat melhat Faaz menggendong dan menatap lekat Natasha. MaliQ memilih untuk pergi dan menyendiri di tepi kolam renang besar yang berada di rumahnya.


"Tuan ini kelamaan, sampai kapan tuan menggendong saya?, apa tidak berat ?" tanya Natasha menyadarkan Faaz yang sedang dalam pandangan lekatnya.


"Maafkan aku Natasha jika membuatmu tak nyaman." seru Faaz sembari merebahkan tubuh Natasha dan seger menutup pintu kamarnya.


Natasha tertidur di atas ranjang Faaz, Faaz sedang menerima telepon dari seseorang yang sangat misterius sampai-sampai dia berbicara di dalam kamar mandi supaya natasha tak dapat mendengarnya entahlah Faaz memang sedang dalam tahap menyesuaikan dengan istri barunya itu.


Di tepi kolam Maliq sedang menyayikan lagu yang sangat indah, sebenarnya Maliq memang takut jika Faaz mengetahuinya kala Maliq masih terjaga dimalam hari. namun, Maliq sangat yakin jika Faaz tak akan keluar selarut ini mengingat ini malam pertama bagi flFaaz juga Natasha.


Saat itu Maliq salah menduga karena, Faaz memang sedang merasakan kebingungan dan memilih untuk menyendiri di tepi kolam namun Faaz melihat Maliq sedang memainkan gitar dan sedang bernyanyi dengan pelan.


"kerasin aja nyanyi kenapa mesti pelan sih?." tanya Faaz mengagetkan Maliq.


"emmhh... (mendengus) // kaka aku akan segera ke kamar tadi aku memang sedang mencari udara" seru Maliq sembari berdiri karena takut kakanya memarahinya.


"Duduklah Maliq kaka ingin bertanya sesuatu kepada mu" ucap Faaz kepada Maliq.


"Apa kak?, apa karena kemaren Maliq sempat tidak pulang ?" Tanya MaliQ sembari bicara dengan nada tergagap-gagap dan terlihat sesekali menggaruk kepalanya pelan.


"Salah satunya itu dan adalah sesuatu" Ungkap Faaz, Maliq semakin gelagapan mendengar jawaban dari Faaz. dia takut jika yang ditanyakan Faaz adalah tentang perasaannya kepada Natasha yang kini menjadi istri sah kakaknya. maliQ hanya terdiam menatap lurus wajah Faaz, dengan kikuk Maliq menoleh ke kiri dan ke kanan.


"Apa kau sedang patah hati ?" Tanya Faaz sembari menepuk paha Maliq.


"Tidak kak " Maliq mencoba menukasnya dengan jawaban singkat.


"Lalu ? " Tanya Faaz


"Lalu apa kak, aku baik-baik saja " jawab Maliq dengan senyuman sinis di wajahnya.


"Apa kau sedang dalam masalah, tahukah Maliq dulu jika kami sedang dalam masalah mama dan papa selalu punya cara agar kami jujur dan ingatkah apa kata mama jika satu saja diantara kita mendapat masalah itu artinya semua harus menyelesaikannya dan aku yakin kau sedang dalam keadaan tidak baik." seru Faaz sembari merangkul bahu adiknya, Maliq meneteskan air mata.


"Jujurlah kepadaku, ku mohon." ucap Faaz.


"Aku merindukanmu, merindukan Mama dan merindukan semua. opah Gusti, opah Wan juga opah Hendra." - tukasnya kembali dengan berbohong.


(Aku tau kau berbohong kepadaku Maliq entahlah apa yang sedang kau sembunyikan tetapi aku yakin jika ini tentang cintamu kepada seseorang, MaliQ aku akan membuatmu bahagia - batin Faaz sembari memeluk dan mengusap lembut kepala adiknya itu)


"baiklah ayo bernyanyi denganku lagu kesukaan mama dan papa " ajak Faaz. mereka pun bernyanyi dengan sangat lepas membuat nada yang sangat indah dan Natasha menyaksikan dari kejauhan pemandangan kaka beradik yang sedang mencoba akrab satu sama lain. karena, kamar Faaz yang begitu luas bisa menatap kearah kolam renang juga kearah taman.


('kuharap aku tak akan memisahkan cinta kalian, dan tuan MaliQ terimakasih sudah mengerti akan posisiku dan mengerti dengan perasaan Aaleesya . bagimu pasti kebahagiaan aaleesya lah yang lebh penting - gumam Natasha)


Keesokan harinya Natasha sudah terbangun dan menyibukan diri di dapur menemani bibi moley walaupun dengan kaki yang sedang sakit, Ia tetap memaksakan diri untuk menyiapkan sarapan suaminya dan anggota keluarga yang lain. Ayana datang menyapa nya dengan suara manjanya.


"Hay Kak Natasha, apa kakimu sudah sembuh hingga kau sudah berada didapur sepagi ini ?" tanya ayana sembari mengupas buah apel ditangannya.


"Sudah Nona Ayana, hanya sedikit saja sakitnya nanti juga sembuh kok. " Ucap Natasha sembari tersenyum manis kepada Ayana, Ayana sangat menyukai keramahan yang diberikan oleh Natasha.


"hay selamat Pagi." - sapa Faaz dan tak lama kemudian Fizzy pun menghampiri. Fizzy mencoba menggoda pasangan pengantin baru.

__ADS_1


"Aduuuuhhh, pengantin baru senyuman nya memang selalu berbinar jika sudah melewati malam pertama." Goda Fizzy sembari menyenggol lengan saudara kembarnya. Faaz hanya tersenyum dan menatap wajah Natasha, namun Natasha hanya menunduk karena malu wajahnya sudah merah meronak bak buah tomat meskipun memang tidak terjadi apa-apa malam itu.


"sudahlah, kau membuat kaka ipar malu Fizzy " Tandas Mael yang mencoba menimpali Fizzy.


"Natasha, seperti nya aku akan pergi menemui clientku di canbeera dan maaf jika aku tidak bisa pulang malam ini" seru Faaz seraya meminta ijin kepada istrinya.


"Baik tuan," jawab Natasha dengan singkat sembari menundukan kepalanya, Faaz berpamitan dan mencium kening Natasha lalu Natasha mencium punggung tangan suaminya tak lama kemudian MaliQ datang dan menyaksikan pemandangan yang membuat dirinya penuh rasa cemburu.


"Panggil suamiku dong kak, masa kaku gitu" Goda Ayana membuat gelak tawa diantara mereka, Rido tersenyum memandang raut wajah Natasha yang sudah merona itu namun Rido merasa tak tega melihat raut wajah anak bungsunya.


"Ayana, ayo habiskan buah mu!, aku akan menunggu mu didepan." Ajak Maliq membuat Ayana meninggalkan buah apel yang sudah dipotongnya dan memilih segera pergi menghampiri Maliq yang akan pergi ke kampus bersamanya.


Tuan Maliq maafkan aku, dan mengapa Tuan Faaz berbuat semanis ini dihadapan mereka. aku jadi merasa tidak enak - batin Natasha


.


.


.


.


Rido sedang bersama dengan Richard dan Rani. Rido menemani mereka yang sedang bersiap untuk pergi begitupun dengan Mael. Mael akan menyiapkan kepindahannya untuk melanjutkan sekolah hukum nya di jerman dan mungkin untuk beberapa bulan kedepan Mael akan menetap bersama orang tuanya disana.


"Aku pamit Ya Do, oh iya ( melirik kearah natasha ) Nat titip papa mertuamu iya" Ucap Richard.


"Iya uncle, Terimakasih sudah mau menghadiri pernikahan aku dan Tuan Faaz" ucap Natasha.


"Sudah menikah ko masih memanggil Tuan, " sahut Rani sembari memeluk keponakan barunya itu, Rani memegang dagu Natasha dan tersenyum kepadanya. Natasha sangat senang mendapat perlakuan dari aunty nya itu .


Didalam kamar Alea sedang duduk dihadapan laptop nya, Ia berusaha menghubungi Qabil dengan mencoba menghubungi ponsel Qabil namun Qabil tak menerima panggilan darinya. Alea menggigit jari dengan sangat frustasi karena  menunggu jawaban dari pesan yang Ia kirim untuk Qabil namun lagi-lagi Qabil belum membalas pesannya


Qabil katanya kau akan ke ausie ,, mengapa lama sekali apakah kau tak merindukanku dan papa . aku sedang benci seseorang Qabil kau harus membela ku karena mereka semua sudah terhasut dengan wajah polos pelayan itu , come on kemarilaah aku merindukanmu ~ pesan yang dikirim Alea kepada Qabil .


"Dia kemana iya mengapa tak menerima panggilanku dan tak membalas pesanku dari kemarin dia selalu beralasan sibuk , sebel" Gerutu Alea yang masih terdiam kaku didalam kamarnya .


Alea memang orang yang tertutup dan hanya kepada Qabilah dia bisa meluapkan emosinya dan menceritakan keluh kesah nya walaupun sebenarnya Alea adalah sosok wanita yang sangat tidak mempercayai pria. karena Alea, sempat mendapatkan perlakuan kasar dan kasus Bulying yang membuatnya trauma pada masa sekolahnya. makadari itu Alea lebih memilih bersekolah di istanbul bersama Qabil dan nene dari Qabil yang setahun kemarin telah meninggalkan Qabil untuk selama-lamanya.


Alea mengingat masa-masa indahnya bersama Mama nya yang paling ia sayangi bahkan Alea mengingat betul detik-detik saat mama may akan menghembuskan nafas terakhirnya dan membuat ia sangat menyesal hingga menyalahkan dirinya sendiri.


**FLASHBACK 6 TAHUN YANG LALU**


tanggal 28 november adalah ulang tahun Alea, seminggu sebelum Alea ulang tahun May masih sehat dan sempat menghadiri acara wisuda KING Faaz. dan dua hari setelahnya May mengeluhkan sakit dibagian dadanya, Alea yang masih berusia 16 tahun itu ingin sekali merayakan ulang tahunnya di atas kapal pesiar milik keluarga nya sendiri dan berlayar menikmati indahnya pemandangan.


Faaz dan Fizzy menolaknya karena mengingat kesehatan May sedang dalam Fase waspada. karena, menurut dokter ahli Paru-paru May tidak boleh merasakan dinginnya udara namun Alea sangat kekanak-kanakan sekali dan memaksa kan kehendaknya dengan mengancam akan pergi sendiri dihari ulang tahunnya itu.


"Pokonya Alea akan pergi berlayar sendiri, Alea tidak akan pernah mau kembali " Ancam Alea yang nakal itu kepada kedua orang tuannya.


semua sangat menyayanginya namun karena sifat Alea sebagian diwarisi dari sifat Hendra yang sangat keras dan selalu ingin menang sendiri itu membuat adik serta kakaknya seolah membenci dia padahal Alea sedang mencari perhatian kepada semua keluarganya.


"Iya sayang amama akan membujuk Papa juga kakak mu. jangan menangis iya sebentar lagi kan hari bahagia mu " ucap May dengan sabarnya Ia membujuk Alea yang sedang terlihat tantrum.


"Kumohon Papa inikan ulang tahun Alea yang ke 17, masa Papa tak ingin memberikan hadiah yang begitu istimewa untuk Lea." Alea memohon kepada Rido dengan Manjanya, "kumohon Papa."

__ADS_1


"Kita akan pergi sayang percayalah kepada Mama iya" Seru May sembari menghela nafas panjang seakan sesak didalam dada nya ia tutupi begitu saja.


"Tapi sayang!." tukas Rido seakan tak ingin pergi karena mendapat firasat buruk.


"SAYANGGG, kumohon" ucap May sembari memandang Rido dan memohon kepadanya.


hari itupun datang dimana semua berkumpul didalam kapal seolah mereka sedang menunggu sesuatu dan acara pun berlangsung dengan sangat ramai Rido selalu memeluk May, Sweater tebal pun di balut di tubuh mungil May. pada saat itu Alea mencoba mencari perhatian orang-orang dengan terjatuh dari kapal dan seolah tenggelam agar Alea tahu siapa yang sangat mengkhawatirkannya namun itulah awal dari penyebab kematian May.


semua sedang asyik saat Alea akan melaksanakan rencana nya. dan saat Alea berteriak dan menjatuhkan diri ke dalam air, May yang sedang berada didekatnya mencoba membantu Alea.


May sama sekali tidak mengingat bahwa dirinya sedang memakai jaket tebal dan saat itu Rido melihat May menyusul Alea. papa teriak sekuat tenaga dan akan menyusul May yang ingin menolong Alea. Namun, Zain dan Yofie menahan badan Rido yang akan menolong May juga Alea.


Faaz, MaliQ, Qabil, dan Mael pun berbondong-bondong menjatuhkan diri ke dalam air untuk menyelamatkan May juga Alea. semua merasa khawatir dan beberapa saat kemudian Faaz berhasil membawa May ke atas kapal kembali.


mereka mencoba mengeluarkan air yang ada didalam tubuh May dengan bantuan Richard yang sangat sigap membantu May dan beberapa menit kemudian air itupun keluar dan Alea terlihat syok melihat wajah pucat mama nya itu.


setelah beberapa jam mama may sudah menggantikan pakaian nya dengan pakaian yang kering namun mama may terlihat kesulitan bernafas bahkan papa dan Faaz lupa membawa tabung oksigen untuk membantu pernapasan mamanya itu dan pada saat mereka sedang dalam perjalanan pulang dan akan menuju rumah sakit, May merasa ingin memeluk semua anak-anak nya juga memeluk suaminya. Ia mengucapkan kalimat dua syahadatnya lalu tersenyum dan menitikan air mata dan Richard menyatakan bahwa May telah berpulang menghadap yang kuasa.


"Mama..........maafkan Alea mahhh, maafkan Lea" ucap Alea menangis, menjerit seolah tak menerima kepergian mama nya.


Riido memeluk dan mencium kening May walaupun air matanya keluar dengan sangat deras tapu Rido terlihat sangat iklas.


"ISTRIKU SAYANG JIKA INI YANG SUDAH MENJADI KETETAPAN ALLAH, AKU MENERIMA DENGAN HATI YANG IKHLAS DAN LAPANG KUHARAP SURGA MENANTIMU DAN JIKA AKU MENEMUKAN WAKTU KU, KU HARAP KAU MENUNGGUKU DENGAN SENYUMAN DIWAJAHMU..CINTA DAN SAYANGKU LEBIH DARI SELAMANYA UNTUKMU " UNGKAP RIDO SEMBARI MENCIUM KENING MAY.


* FLASHBACK SELESAI *


"Mama, maafkan ALEA. sebentar lagi hari ulang tahun Alea dan setiap ulang tahun Alea selalu merasa takut akan kehilangan orang yang Alea sayang. dulu sebelum pesta ulang tahun ALEA kakek gusti jatuh dari tangga dan koma sehingga pesta ulang Tahun Alea BATAL karena mama dan papa harus segera pulang ke indonesia dan sekarang Alea takut mam." seru Alea sembari menatap photo mama nya yang sedang bersamanya.


Alea menyeka air matanya dan berniat untuk menghampiri Papa nya untuk sekedar mendapat pelukan hangat dari Rido.


.


.


.


Di ruang tengah Rido sedang menemani cucu kesayangannya juga menantu barunya. Ia sedang tertawa mendengar cerita lucu dari Natasha, entahlah bagi Rido, Natasha adalah hiburan yang nyata. Dan semenjak kehadirannya Rido kembali mengeluarkan Canda tawanya walaupun Ia tetap tidak bisa melupakan kisah cintanya bersama Istrinya. Rido pun tak segan menceritakan kisah cinta nya kepada Natasha dan Natasha selalu meneteskan air mata jika mendengar Papa mertuanya bercerita.


"SERU IYA SAMPAI LANGKAH KAKI AKU AJA PAPA GAK DENGER " ucap Qabil yang datang memberikan kejutan kepada Rido.


"Anak Papa sayang, kamu kapan ke ausie ? papa sangat merindukanmu sayang." ungkap Rido, Ia segera memeluk Qabil.


"Papa ido terlihat lebih Gemuk, sehat terus iya papa sampai Qabil bisa bahagiain Papa ido." seru Qabil yang tak henti memandang lembut wajah Papa kesayangannya itu.


"Iya berkat menantu Papa ini, papa jadi sering makan." Tutur Rido memuji Natasha, "Kenalkan ini Kakak ipar mu, namanya Natasha" ucap Rido, Qabil tersenyum dan menjabat tangan Natasha. Natasha pun tersenyum dan memperkenalkan diri kepada Qabil.


"Natasha Tuan." ucapnya dengan sopan.


"Gak usah panggil Tuan, Panggil Qabil saja" seru Qabil seraya tersenyum manis kepada Natasha.


"Qabill." Panggil Alea seraya merengek, "Aku benci kepadamu, Mengapa kau tak membalas pesan ku dan tak menerima panggilan di ponselmu." Ucap Alea seraya menghampiri dan memeluk Qabil.


"Maafkan aku Alea sayang, kau terlihat cantik jika cemberut seperti itu" seru Qabil.

__ADS_1


"Ayo ikut dengan ku, Aku sangat merindukanmu Qabil. banyak Hal yang harus aku ceritakan kepadamu." Ajak Alea sembari menarik lengan Qabil.


__ADS_2