
aku terbangun dari tidurku yang lelap aku meraba samping tempat rido tertidu bersamaku , aku merasakan rido sudah tidak berada disampingku "oh mungkin dia dikamar mandi " , aku berjalan kearah kamar mandi , ku lihat kamar mandi kosong tak berpenghuni ,
aku bergegas untuk melihat anak ku dan juga mencari rido , ku lihat bu nina yang dulunya menjaga nene sedang menggendong anak ku , akupun menanyakan keadaan anakku juga keberadaan rido padanya ..
"bu apa anak ku menangis , may ketiduran dan baru bangun bu ? " tanyaku padanya sembari melihat ke arah anak ku
"tidak , nona , apa asi nona sudah keluar dengan cukup ? nona kecil tidak menyukai susu formula nona " jawabnya padaku sembari mengernyitkan dahi
"aku sudah mencoba untuk mengeluarkannya tetapi rasanya sakit sekali , apalagi saat mereka mencoba langsung dari sini , apa ibu melihat suamiku ? " aku seperti kebingunan pada saat mengobrol dengan bu nina , kulihat dari cara bu nina memandangku .
"nona , paksakan saja dulu nanti juga keluar banyak , tuan muda sedang berbicara dengan tuan dhan di ruang kerja nya ... apa saya harus memanggil kan tuan untuk nona " jawab bu nina padaku
"tidak bu biar saya saja yang menghampirinya , ibu tolong jaga dulu anak ku yah " pintaku seraya melanjutkan langkah kaki ku untu menemui rido
aku melangkah kan kakiku tidak begitu jauh dari kamar anaku ku karena ruangan kami tak berada jauh dengan ruang kerja rido ,aku melihat pintunya terbuka sedikit sepertinya memang sedang ada pembicaran penting antara suamiku dan assistennya itu , tapi aku begitu penasaran sedikit ku dengar percakapannya itu . aku penasaran karena mendengar ada nama shalom disebut oleh dhan .aku berdiri dengan tegap disebelah dinding ruang itu sehingga sedikit terdengar percakapan mereka .
dhan : ' tuan muda harus segera menemui nya , saya khawatir akan apa yang dilakukannya .
__ADS_1
rido : bagaimana saya harus menemui nya , saya tidak ingin kembali membencinya karena bertemu dan mengingat perlakuannya.
dhan : baiklah saya akan menemuinya , tuan muda cukup menjaga kesehatan tuan , saya tidak ingin apapun terjadi pada tuan muda , saya akan urus semuanya .
rido : terima kasih dhan kau selalu setia kepadaku , ku harap kamu bisa menjaga ini semua , lakukan;ah sebaik mungkin aku percaya padamu .
dhan : sudah kewajiban saya tuan untuk melindungi anda beserta anak dan istri anda
mereka melanjutkan dengan mengopi dan membicarakan masalah perusahaan , aku berpikir sebaiknya aku menelpon rido saja .. aku tidak ingin rido tau aku menguping pembicaraan mereka , meskipun aku masih penasaran apa yang dibicarakan mereka berdua ,saat aku memutuskan kembali kekamar anak-anak ku untuk memberikan asi kepada mereka , belum sempat untuk sampai ke kamar anak ku , aku mendengar langkah kaki dan suara yang tak asing memanggilku aku menolehkan badanku ternyata rido yang memanggilku .
"sayang...........................apa kamu mencariku ? " rido memanggilku seraya menghampiriku
"oh tidak sayang , aku sudah selesai kok ... kamu butuh sesuatu / akan kusuruh dhan meminta panggilkan bibi" :bertanya sembari memeluk ku
"emmmm tidak sayang aku ingin ke kamar anak kita , aku akan memberikan anak kita asi , " pintaku sembari medekap lengan rido
"seperti nya segelas teh manis hangat cocok untuk anda nyonya , " tuan dhan menawariku segelas teh
__ADS_1
"baiklah , bisakah kamu ambilkan untuk istriku dhan " rido meminta kepada dhan
"baik tuan saya akan segera membuatkan teh manis hangat untuk nona , " dhan menganggukan kepala dan pergi untuk membuatkan teh manis
"mari sayang akan ku gendong kau " tersenyum dan mulai menggendong ku dia berjalan sembari menatapku hangat tak lupa mencium keningku
aku dan rido memulai ritual mengurus anak-anak kami , aku menyusui nya dan rido belajar menggantikan popok nya tentunya dibantu oleh bu nina dan mbak lastri baby sitter kami , aku sangat senang melihat usaha rido yang ingin ikut serta mengurus dua buah cinta kami , aku juga sangat beruntung memiliki suami seperti dia , teh hangat itu pun diantarkan oleh mbak tati mungkin tuan dhan takut melihatku kerisihan karena sedang mengasihi asi anak-anak ku ... mbak tat juga memberikan kami kabar atas kedatangan tamu yang ingin bertemu dengan kami ,
rido bergegas turun ke ruangan tamu untuk bertemu dengan tamu tersebut , rido seperti nya sudah mengetahui siapa tamu itu karena dhan sudah memberitahukan terlebih dahulu sebelum kami menemui tamu itu..
awalnya rido tak mengijinkan ku untuk bertemu tamu tersebut , tapi aku memaksa nya karena ku dengar dia ingin bertemu dengan ku dan juga rido , rido semakin membuatku penasaran
__ADS_1