Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Bertemu


__ADS_3

Pov Kevin.


Sungguh Aku sangat bahagia saat mengetahui bahwa Elice adalah Anin Istriku, wanita yang selama ini Aku cari keberadaanya. Ingin rasanya Aku berlari dan memeluknya untuk melepaskan segala kerinduan yang telah Aku tahan selama bertahaun-tahun.


Namun langkahku terhenti saat mendegar suara yang tak asing mengungkapkan cintanya pada seseorang, Pria itu adalah Dilan. Sungguh hatiku sangat sakit saat mengetahui kenyataan bahwa wanita yang Aku cintai meninggalkanku selama bertahun-tahun dan pergi bersama dengan seorang Pria, yang Aku tahu sangat mencintainya.


Rahangku mengeras melihat kedekatakan mereka berdua, rasa cemburu menyelimuti amarahku melihat wanita yang Aku cintai tertawa lepas dan juga bahagia berada di pelukan orang lain, tanpa Aku sadari gelas yang Aku pegang pecah akibat menahan amarahku. Aku bersembunyi saat Anin menoleh kearahku, Aku tak ingin Dia mengetahui bahwa Aku menemukannya, Aku takut Dia akan melarikan diri dan pergi menjauh dariku.


Kulangkahkan kakiku mendekati Anin saat melihat Dilan meninggalkannya di keramaian orang-orang bertopeng, Aku tidak bisa lagi menahan keinginanku untuk tidak memeluk tubuh wanita yang sangat Aku rindukan.


Dengan sekali tarikan tubuh Anin berada di dalam pelukanku walau Anin menolak sentuhanku. Amarku kembali memuncak saat mendapati Anin menolak sentuhanku namun Ia dengan senang hati dan tertawa di dalam rengkuhan Pria lain.


Anin terus meronta minta di lepaskan dan itu menarik perhatian orang-orang di sekitarku.


"Anda siapa Tuan? dan kenapa Anda memelukku?" tanya Anin padaku dan berusaha melepaskan rengkuhanku pada tubuhnya.


"Memangnya siapa yang Kamu harapkan hah?" tanyaku dan semakin mempererat pelukanku.


"Lepaskan Saya Tuan, dasar bajin*gan" bentak Anin padaku dan menginjak kakiku, refleks Aku melepaskan pelukanku pada Anin, bukan karena kakiku sakit, namun hatiku yang sakit mendapat penolakan dan juga makian dari orang yang selama ini Aku rindukan.


Aku mengejarnya keluar dari pesta topeng tersebut, Aku memataunya dari kejauhan, Aku takut jika mendekatinya itu akan membuatnya ketakutan.


Aku melihat Dia sedang berbincang dengan seorang wanita paruh baya, entah Aku tidak tahu apa yang mereka bahas, namun Aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku mengambil beberapa gambar dan juga video Anin. Aku memperhatikan foto yang baru saja ku ambil.


Aku tak henti-hentinya berdecak kagum melihat perubahan Anin selama tidak bersamaku, kini Dia menjadi wanita pemberani, cerdas dan juga percaya diri, dan yang pastinya semakin cantik.


Aku bersyukur mendapati dirinya dalam keadaan baik-baik saja, tidak seperti yang Aku pikirkan selama ini.


Setelah puas memandangi foto yang baru saja Aku abadikan, Aku mengalihkan pandanganku dan tidak mendapati Anin di manapun. Aku tersentak kaget saat seseorang menepuk pundakku, Aku menoleh dan.


Byur


Mataku terasa perih mendapatkan semprotan berupa parfum tepat di wajahku, Aku mengerjab-ngerjabkan mataku dan mendapati Anin tengah tersenyum padaku, hatiku berdesir merasakan kehangatan melihat senyuman itu, senyuman yang telah lama Aku rindukan.

__ADS_1


"Dasar penguntit, jika Kamu memgikutiku lagi, Aku akan melapor polisi" ancam Anin padaku dan berlalu pergi meninggalkanku.


Bukannya marah Aku tersenyum melihat wajah wanitaku yang sedang marah-marah, dan wajar saja Dia tidak mengenaliku, orang Akunya memakai topeng, dan Aku bersyukur tantang itu, dengan begini Anin tidak akan mengenaliku.


Aku memutuskan untuk tinggal beberapa hari di Beijing dan bertekad mengambil kembali hati Anin dan membawanya pulang kerumah dan menjadikannya nyonya Adhitama.


Aku memutuskan pulang ke hotel untuk Istirahat. Namun bukannya terlelap karena lelah, Aku malah tidak bisa memejamkan mataku dan tejaga sepanjang malam, kata-kata Dilan terus tergiang-giang di telingaku, saat Dia mengakui perasaanya pada Anin, dan itu membuatku kesal setengah mati. Namun satu yang pasti, Aku masihlah Suami Anin walau Anin telah melayangkan surat perceraian padaku, toh Aku tidak pernah menandatangani surat itu dan membakarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pov Author


Sama hal nya dengan Anin, Ia kembali terjaga setelah bermimpi buruk.


"Ah sial, ini semua gara-gara Pria bertopeng itu, Aku jadi memimpikan Kevin dan juga masa lalu yang menyakitkan itu" Anin mengacak-acak rambutnya merasa frustasi.


"Mas Aku merindukanmu sungguh, apa Kamu sudah bahagia bersama Anna sehingga tidak pernah mencari keberadaanku?" Anin menangis Ia sangat merindukan Kevin, namun luka yang Ia rasakan membuatnya tidak ingin bertemu dengan Kevin.


"Mengapa Aku merasa Kamu sedang ada di dekatku mas" gumam Anin, tak terasa Anin terlelap sambing mengigaukan nama Kevin.


Setelah sarapan pagi, Anin berangkat bekerja. Anin sekarang bekerja di perusahaan master Long sebagai asisten pribadinya. Ya mungkin takdir Anin sudah menjadi asisten kali ya diman-mana.


Anin yang sedang sibuk menangani proyek kerja sama dengan Angelfasion di kagetkan dengan nada dering ponselnya sendiri.


"Ada apa Qian?" tanya Anin datar masih berkutat dengan desain-desain yang Ia buat untuk presentasi nanti dengan perwakilan Agelfasion.


"Ini nona, Tuan yang membeli lukisan Anda ingin bertemu di Beihai Park, Dia menunggu Anda jam sembilan di sana, karena Dia harus pulang ke indonesia" jelas Qian.


Ya Kevin menelfon Qian untuk menyuruh Anin menemuinya di Beihai Park, hanya dengan cara ini Kevin bisa bertemu dengan Anin lagi, karena Kevin belum tahu di mana Anin tinggal di Beijing.


"Baiklah, terimakasih Qian." Anin menutup sambungan telfonnya, dan bersiap-siap menemui Tuan pemilik lukisannya.


Tidak butuh waktu lama bagi Anin untuk sampai di taman Beihai Park, karena memang jarak antar kantor master Long dan Beihai Park terbilang sangat dekat.

__ADS_1


Anin celingank-celinguk mencari keberadaan seseorang, yang katanya memakai jas warna abu-abu. Anin melangkahkan kakinya mendekati Pria berjas abu-abu yang sedang berdiri di pinggir danau di dalam taman tersebut.


"Maaf Tuan, apa benar Anda orang yang membeli lukisan Saya?" tanya Anin ragu, pasalnya Ia belum pernah melihat langsung wajah orang yang membeli lukisannya, bahkan namanya saja Ia tidak tahu.


Kevin yang tengah menikmati pemandangan danau yang indah itu, segera membalikkan tubuhnya saat mendegar suara yang tidak asing baginya. Kevin mengembangkan senyumnya saat mendapati Anin tengah berdiri di hadapannya.


Namun tidak dengan Anin, Ia sangat terkejut saat mengetahui Pria yang ada di hadapannya adalah Kevin suaminya, seseorang yang selama ini Ia rindukan, ternyata Dia lah yang membeli lukisannya.


"Ma....ma...s Kevin, kenapa mas Kevin ada disini?" tanya Anin gugup dan melangkah mundur menjauhi Kevin.


Brak


-


-


-


-


-


-


TBC


Sekedar info saja


Beihai Park merupakan taman publik yang sebelumnya bekas taman kerajaan, berada di sebelah barat laut Forbidden City.


Di kawasan taman ini terdapat banyak bangunan seperti bangunan bersejarah, kuil dan istana yang menarik.


Para pengunjung bisa menghabiskan waktu untuk menikmati taman yang indah, pemandangan danau, serta pagoda putih yang mengesankan.

__ADS_1


Selain itu terdapat toko sovenir dan tea house untuk sekedar menikmati minuman.


Jangan lupa dukung Author dengan memberikan Like, komen, Vote, dan jangan lupa menambahkan sebagai cerita favorit kalian, agar mendapatkan notifikasi setiap up.


__ADS_2