Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Tertangkap Basah


__ADS_3

"Mas Kevin tidak usah mengantarku pulang, Aku bisa sendiri."


"Baiklah, hati-hati ya" Kevin mengacak-acak rambut Anin di sertai senyumannya.


Saat akan menyetop Taxi, ponsel Anin bergetar menandakan ada pesan masuk, Anin memeriksa pesan tersebut.


"Kamu dimana? Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu" isi pesan.


"Aku ada di rumah sakit" balas Anin.


"Tunggu Aku ! Aku akan menjemputmu" isi pesan


"Baiklah" balas Anin.


Dua puluh menit telah berlalu akhirnya yang di tunggu datang juga.


"Naiklah!" perintah sang empunya mobil setelah membukakan pintu samping kemudi.


Anin menuruti perkataan Pria tersebut. "Apa yang ingin Kamu bicarakan?" tanya Anin setelah lama terdiam.


"Aku sudah menemukan salah satu pemilik jam tangan itu" ucap Dilan masih fokus pada jalanan di depannya.


"Banarka?" Anin sangat bahagia mendengar penyataan Dilan, kini harapannya untuk memberikan jam tangan tersebut, sebagai hadiah ulang tahun Suaminya akan segera terwujud.


"Tapi menurut informasi yang Aku dapatkan, pak Abian itu sangat sulit untuk di ajak bicara"


"Tidak ada salahnya jika Kita menemuinya bukan?" Anin benar-benar bersemangat.


"Kamu benar, Aku akan mengabarimu jika Pak Abian sudah ada waktu untuk bertemu Kita.


Anin hanya mengangukkan kepalanya tanda setuju.


"Hmm, apa harapan yang paling Kamu inginkan di hari ulang tahunmu?" tanya Dilan menatap Anin sekilas.


"Harapanku hanya satu, yaitu bisa selalu bersama Anakku dan juga Ayahnya, hidup bahagia sampai maut memisahkan" Anin mengalihkan pandangannya keluar jendela, merasa kasihan dengan dirinya sendiri.


"Ada lagi?"


"Hanya itu" jawab Anin singkat. "Kalau harapan Kamu apa?"


"Harapanku yang pertama adalah semoga Aku masih bisa bertemu dengan Adikku" jawab Dilan.


"Aku akan selalu berdo'a untuk itu, jangan pernah patah semangat" Anin menyemangati.


"Dan harapan keduaku semoga saja Kamu bisa mengabulkannya"


"Apa itu?" Anin menghadap pada Dilan yang masih fokus menyetir.


Dilan menatap Anin sekilas dan melemparkan senyumannya "Aku ingin Kamu selalu hidup bahagia, dengan siapapun itu, dan Aku juga sangat berharap Kamu bisa mengangapku sebagai keluargamu, memberitahukiu jika Kamu dalam kesulitan."


"Aku akan mengabulkan permintaanmu itu", Anin senyum.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ans memberikan semua dokumen yang telah Ia selesaikan pada Kevin "Tuan, Saya sudah menyelesaikan semuanya, apa Saya boleh meminta cuti?" dengan hati-hati Ans mengutarakan keinginannya dan berharap Tuannya itu meberikan izin.


"Saya kan sudah bilang tidak ada cuti selain Kamu menikah atau mempunya pacar"


"Tepat sekali Tuan" Ans sangat bahagia mendegar jawaban atasannya yang baru kali ini sangat menguntungkan baginya.


"Apa maksudmu?" Kevin menghentikan kegiatannya dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.


"Saya izin cuti untuk mengadakan kencang dengan pacar Saya" jujur Ans.


Tawa Kevin pecah saat mendengar Ans mengatakan mempunyai pacar "Apa Kamu mencoba membohongi Saya, Siapa gerangan wanita itu, sehingga ingin menjalin hubungan denganmu, yang sangat cerewet melampaui mulut emak-emak yang suka ngegosipin orang."


"Anda meremehkan Saya?" Ans begitu kesal dengan ucapan Kevin.


"Tentu saja, jika benar Kamu punya pacar, kenapa Saya tidak pernah melihat Kamu mengungahnya di akun sosial mediamu" Kevin senyum sinis.


"Itu.....ka....karena Saya memblokir Tuan"


"Apa ?" Kevin setengah berteriak membuat Ans menutup matanya, bisa-bisa Dia tidak akan mendapat cuti jika begini.


"Kamu sudah berani memblokir Saya hah? baiklah sekalian saja Saya akan memblokir Kamu dari perusahaan, dengan begitu Kamu tidak perlu repot-repot meminta Izin kan" Kevin menyeringai, membuat Ans menelan salivanya dengan kasar.


"Tu....Tuan Sa....."


"Katakan siapa calon adik iparku?" kini bukan lagi kemarahan yang terlihat di wajah Kevin melainkan senyuman, walau begitu Ans masih saja waspada. "Siapa gerangan wanita itu, sehingga sekretariksu ini berani memblokirku"


"Siapa?" Kevin semakin penasaran.


"Lestari" Lirih Ans.


"Lestari? Tari teman Anin?" Kevin benar-benar tidak percaya dengan jawaban Ans.


"Iya Tuan, Lestari, teman Nona Anin, pengacara berbakat yang bekerja di kantor hukum pak Charles" jawab Ans


"Baiklah aku akan mengetesmu" Kevin menyeringai.


"Tuan itu temanku? atau Ayahnya Tari? kenapa ingin mengetesku" Ans mengerutu namun Kevin tak mendengarkannya sama sekali.


"Hari ulang tahunnya?"


"3 desember"


"Warna kesukaannya dan ukuran sepatunya.?"


"Warna hijau, 38."


Kevin terus menghujani Ans dengan berbagai pertanyaan, dan tak satupun yang tidak bisa Ans jawab sehingga Ia benar-benar lulus uji dari Tuannya.


"Ternyata ada gunanya juga Aku menghafal semua isi di dalam kontrak tersebut" batin Ans senyum penuh arti.

__ADS_1


"Apa Kamu benar-benar mencitai Tari sehingga Kamu mengetaui semua tentangnya?" Kevin penuh selidik.


"Tentu saja, Saya kan bukan Tuan Kevin yang harus bertanya pada orang lain untuk mengetahui apa yang di sukai Istrinya" sindir Ans.


"Saya memberimu Izin dengan satu syarat" ucap Kevin.


"Apa itu Tuan?"


"Cari tahu dari pacarmu itu, apa yang paling di sukai Anin." perintah Kevin, dan hanya di wajab anggukan oleh Ans dan berlalu pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ans mampir kesebuah supermarket untuk membeli segala sesuatunya untuk Tari yang tentunya atas perintah Tari sendiri.


"Lihatlah, Aku mendapatkan boneka lucu ini kerena membeli banyak barang" Ans meletakkan barang belanjaan yang baru saja Ia bawa, dan memperlihatkan boneka beruang yang begitu lucu pada Tari.


Tari geleng-geleng kepala melihat kelakuan Ans "Kamu membeli banyak sekali barang hanya untuk mendapatkan boneka tersebut? pemborosan saja" protes Tari dan mengambil alih barang belanjaan Ans, dan membawanya ke dapur untuk di susun dengan rapi.


Karena sebelum-sebelumnya mereka sudah membagi tempat bahan-bahan makanan masing-masing, jadi Tari membagi bahan makanan tersebut.


Ans terus saja memperhatikan Tari yang sedang sibuk menyusun bahan-bahan makanan, dan tak terasa senyumnya terbit begitu saja. "Ternyata jika di perhatikan, Dia mempunyai sisi lembut juga, dan kenapa Dia semakin cantiknya ya?" batin Ans memuji Tari.


"Kenapa Kamu memandangiku seperti itu hah?" tanya Tari saat mendapati Ans memandanginya dengan senyum-senyum. "Apa Kamu mulai jatuh cinta padaku?" Tari mengibaskan rambut panjangnya kebelakang membuat Ans terkesiap.


"Hah, kenapa Kamu pede sakali jadi cewe? sampai kapan pun Aku tidak akan mencitai wanita bar-bar sepertimu"


"Benarkah?" Anin semakin mendekatkan wajahnya membuat Ans memundurkan langkahkanya.


"Oh iya Aku melupakan sesuatu, Tuan Kevin menyuruhku menayakan apa kesukaan Nona Anin" Ans mengalihkan pembicaraan saat merasa akan di intimidasi.


"Buat apa Tuanmu itu memberikan hadiah pada Anin, jika Dia tidak akan merayakannya dengan Anin, dan lebih memilih merayakan ulang tahunnya dengan mantan pacarnya itu" tari sangat kesal.


"Dari mana Kamu tahu soal ini?" tanya Ans.


"Tentu saja dari Anin, Aku benar-benar membwnci wanita yang bernama Anna-Anna itu"


"Kenapa............


-


-


-


TBC


Maaf 🙏Authornya slow up hari ini, soalnya lagi ngak enak badan.


Insya Allah nanti up lagi klo udah enakan


Jangan lupa dukung Author dengan memberikan komen, like, dan juga vote nya.

__ADS_1


__ADS_2