Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Permintaan Anin


__ADS_3

"Ini tiket pesawatmu untuk pergi ke amerika besok lusa" ucap Kevin sembari memberikan tiket pesawat kepada Anin.


Kini mereka sedang duduk di sebuah kafe dekat Firma Hukum dimana Anin bekerja.


"Terimakasih," ucap Anin tersenyum manis "Semoga setelah dari amerika semua masalah kita terselesaikan" ucap Anin penuh harap.


"Terkait tentang perceraian itu, apa kau punya permintaan atau persyaratan? jika ada sampaikan saja!" perintah Kevin.


"Baiklah, aku punya satu permintaan dan kau harus mengabulkannya!" ucap Anin


"Ternyata benar apa yang dikatakan pengacara Charles, tidak semua wanita yang telihat polos benar-benar polos. Ternyata Anin tidak sepolos yang aku kira" batin Kevin


"Katakanlah!" perintah Kevin,


"Nanti setelah kita resmi bercerai, aku ingin meneraktirmu makan, dan kau tidak boleh menolak atau mengantikanku membayar tagihannya!" ucap Anin dengan tatapan penuh harap


"Apa katamu?" tanya Kevin memelototkan matanya, bukan karena ia tidak ingin makan bersama Anin. Tapi ia tidak menyangka saja Anin akan meminta itu. Sementara di dalam pikiran Kevin, Anin akan meminta rumah atau uang seperti wanita-wanita lainnya di luar sana yang akan memanfaatkan keadaan.

__ADS_1


"Saya ingin meneraktirmu makan sebagai permintaan maaf dan juga terimakasihku. Karena sudah banyak membantuku, tapi aku malah menyeretmu masuk kedalam masalah seperti ini" ucap Anin merasa bersalah dan memanyungkan bibirnya cemberut.


"Ada lagi hal yang kau inginkan?" tanya Kevin, ia sangat tidak puas dengan permintaan Anin.


"itu saja" ucap Anin.


"Ternyata Aku salah menilainya, dia benar-benar wanita polos dan tidak licik." batin Kevin


"Permisi, maaf menganggu" ucap pelayan itu sembari meletakkan cake dan juga jus pesanan Kevin dan Anin.


"Terimakasih" ucap Anin sembari melepar senyuman pada pelayan itu.


"Silahkan!" ucap Kevin mempersilahkan Anin memakan cake itu dengan mengangkat kedua tangannya.


Anin mencixipi cake itu, setelah mencicipi cake itu ia merasa mual. Ia segera menutup mulutnya dengan tangannya dan bangkit dari duduknya.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Kevin

__ADS_1


Anin hanya melambaikan tangannya dan berlari kecil menuju toilet. Setelah mengeluarkan isi perutnya dan merasa sedikit nyaman, ia kembali menghampiri Kevin yang masih setia menunggunya.


Kaevin bangkit dari duduknya untuk menyambut Anin setelah melihat Anin berjalan kearahnya.


"Ayo, saya akan mengantarmu pulang, kau terlihat lemas dan sedikit pucat, lagian hari sudah mulai gelap" ucap Kevin menjelaskan panjang lebar ia tidak ingin Anin menolak ajakannya.


Anin hanya menganggukan kepalanya dan mengikuti Kevin dari belakang menuju parkiran. Setelah di parkiran, Kevin membukakan pintu samping kemudi dan menyuruh Anin masuk kedalam mobil.


Anin hanya mengikuti perintah Kevin karena ia benar-banar lelah hari ini. Kevin menghidupkan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan parkiran kafe tersebebut.


Sepanjang perjalan tidak ada yang membuka suara hingga membuat suasan hening. Yang terdengar hanyalah deruman mobil dan juga suara kendaraan lalu lalang. Tak terasa mereka sudah sampai di kontrakan Anin


Setelah Kevin memarkirkan mobilnya dengan aman, Anin turun dari mobil Kevin dan mengucapkan terimakasih.


"Terimakasih" ucap Anin yang hanya dibalas anggukan oleh Kevin


Setelah kepergian Kevin, Anin masuk kedalam kontrakannya. kontrakan yang tidak terlalu mewah dan juga tidak terlalu kumuh, terdapat dua kamar didalamnya, ia tidak tinggal sendirian, ia tinggal dengan Tari.

__ADS_1


"Lelahnya" ucap Anin dan menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.


TBC


__ADS_2