Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Tamat


__ADS_3

Satu minggu kemudian


Hari yang di tunggu-tunggu Tari telah tiba, hari dimana Dia akan menikah dengan pria yang sangat di cintainya dan tentu saja mencintainya. Anin dengan setia menemani sahabatnya di dalam kamar hotel yang telah di rubah menjadi kamar pengantin. Dan Kevin tentu saja menemani sahabatnya di ruangan lain.


"Bro apa yang membuatmu tegang hah?" Kevin menepuk pundak Ans yang diam mematung menunggu penghulu.


"Gue gugup bro, ini pertama kalinya dalam hidup gue." jawab Ans.


"Lo berencana melakukannya untuk kedua kalinya? wah lo belum nikah aja udah berfikiran macam-macam ya." goda Kevin mencairkan suasana di antara mereka berdua.


"Kevin bukan itu maksudku!" geram Ans menatap tajam pada Kevin yang sedang menertawakanya.


"Ya...ya gue tahu bro, gue tahu lo sangat mencintai Tari. Gue juga dulu gugup saat mengucapkan ijab kabul, bahkan dua kali gue salah menyebut nama Anin menjadi Anna." ucap Kevin. "Tuh penghulu sudah datang." Kevin menunjuk penghulu memasuki aula resepsi pernikahan yang belum ramai dan hanya di hadiri keluarga intin saja. Karena resepsi pernikahan akan di adakan dua jam lagi setelah ijab kabul.


Dengan jantung yang berpacu dengan hebat. Ans duduk di hadapan penghulu. Dengan satu tarikan nafas, Ans resmi menjadi suami sah Tari.


________


"Kamu cantik sekali Tari, Ans akan panglin melihatmu." puji Anin. "Tunggu apalagi, ayo kita temui suamimu di bawah." Anin menarik tangan Tari agar berdiri dan mendampingi Tari berjalan menghampiri mempelai pria yang sedang duduk di hadapan penghulu menunggu mempelai wanita menandatangi berkas pernikahan mereka.


"Aku sangat gugup Anin." bisik Tari meremas kuat tangan Anin.


"Tanang saja Aku akan selalu ada di sampingmu." bisik Anin membalas genggaman tangan sahabatnya.


Ans terpukau melihat wanita yang sangat Ia cintai berjalan menghampirnya. Gaun berwarna nude dengan pernak-pernik yang indah menghisasi bagian atas tubuh Tari membuat Tari begitu anggun. Apa lagi dengan rambut yang disanggul dengan anak rambut yang terjuntai di kedua pelipisnya membuatnya sangat cantik.


"Aku tidak salah memilihmu." guman Ans masih menatap Tari.


Tari duduk di dekat Ans dan menandatangi berkas pernikahan mereka.


"Sekarang kalian resmi menjadi pasangan suami istri, dan bebas melakukan apa saja. Tapi jangan disini tahanlah sampai para tamu bubar." semua keluarga yang hadir tertawa mendengar perkataan pak penghulu.


Tari menundukkan kepalanya karena sangat malu. Tari memasangkan cincin di jari manis Ans setelah Ans memasangkan cincin di jari manisnya. Tari mencium punggung tangan Ans dengan khusuk sebagai penghormatannya pada suaminya.


Ans mencium kening Tari di depan semua keluarganya. "Kau sangat cantik sayang, Aku tidak sabar menunggu malam pertama kita." Ans mengerlingkan matanya ke arah Tari setelah melepaskan ciumannya.


"Dasar mesum." Tari mencubit pinggang Ans.


"Ah So sweet." ucap Anin merangkul lengan kekar Kevin.


"Kamu juga mau resepsi seperti ini?" Kevin mengalihkan perhatinnya dan menatap wajah cantik istrinya yang sedang memeluknya posesif.


"Kita itu nikah sudah hampir lima tahun mas, masa Ia baru mengadakan resepsi." protes Anin membalas tatapan cinta Kevin.


"Apa sih yang tidak untukmu sayang." Kevin mengecup bibir manis Anin dan tidak mempedulikan keluarga yang hadir.


"Yang pengantin baru siapa yang romantis-romantisan siapa." celetuk Elvan membuat keluarga yang hadir memperhatikan mereka berdua.


"Kalau iri bilang. Dasar bujang lapuk." ledek Kevin dan Anin bersamaan membuat semua keluarga kembali tertawa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Satu bulan kemudian


"Sayang." Kevin mengecup kening istrinya yang masih tertidur pulas di dalam pelukannya. "Sudah siang ayo bangun, kamu tidak lapar?" lanjut Kevin mengelus lembut pipi Anin yang beberapa minggu itu terlihat tembem.


"Hemm, Aku masih ngantuk mas." Anin hanya mengeliat mencari posisi paling nyaman dan kembali tidur.


"Katanya mau liburan, gilirah liburan jadi mager begini, kalau begitu kita pulang saja." protes Kevin bangun dari tidurnya dan duduk di pinggir ranjang.


Anin sendiri yang meminta untuk liburan di kapal pesiar untuk mengenang pertemuan pertama mereka, tapi sekarang Anin malah enak-enakan tidur dan ini sudah yang ketiga harinya mereka berada di kapal pesiar namun Anin tetap sama saja susah bangun pagi.


"Mas Kevjn kesal sama Aku? mas Kevin nyesel ya ngajak Aku liburan." Anin cemberut dan melipat tangannya di dada bersandar di kepala ranjang.


"Lah kok dia yang jadi marah? harusnyakan aku." batin Kevin.


Kevin heran dengan tingkah istrinya belakangan ini, mudah marah, mudah bahagia, porsi makannya semakin banyak, dan suka tidur.


"Sayang kita makan dulu ya, kamu pasti lapar, sudah jam sepuluh tapi kamu belum makan apapun." Kevin membelai lembut rambut istrinya. walau sekesal apapun Kevin ia tidak pernah memperlihatkan kekesalannya pada Anin.


"Aku mandi dulu ya, setelah itu kita kebawa untuk makan sekalian menikmati laut." Anin menampilkan senyumnya dan bangkit dari tidurnya.


"Kita mandi bareng ya." pinta Kevin mengendong Anin masuk kedalam kamar mandi.


"Mas jangan macem-macem aku lelah." Anin memperingatkan Kevin.


"Iya sayang aku tidak akan macam-macam hanya satu macam saja." Kevin menurunkan tubuh Anin kedalam bathtub dengan seringai liciknya.


"Mas Aku lelah, mas Kevin tidak membuatku istirahat tadi malam" protes Anin.


Kevin mengajak Anin makan di restoran di dalam kapal pesiar sambil menikmati pemandangan laut. Kevin mengajak Anin ke balkon kapal pesiar setelah mereka selasai sarapan. Kevin memeluk Anin dari belakang saat Anin merentangkan tangannya merasakan hembusan angin menerpa kulitnya. Kevin meletakkan dagunya di pundak Anin dan sesekali mengigit pundak istrinya.


Anin menyematkan jari-jari tangannya ke dalam jari-jari tangan Kevin. "Mas sejak kapan mas Kevin mencintaiku?" tanya Anin.


"Aku tidak tahu sejak kapan Aku mencitaimu, yang aku tahu aku tidak bisa hidup tanpamu." jawab Kevin.


"Tapi aku ingin tahu kapan mas Kevin mencintaiku." Anin membalikkan tubuhnya dan mengalungkan tangannya di leher Kevin.


"Mungkin saat kamu menceburkan dirimu kedalam kolam untuk mengambil cincin pernikahan kita, Aku sudah mulai tertarik padamu sayang." jawab Kevin mengecup bibir manis Anin.


"Hah masa ia mas Kevin tertarik padaku sejak saat itu? aku tidak percaya." ucap Anin manja.


"Buat apa aku membantumu balas dendam pada pria brengsek itu jika aku tidak tertarik padamu malam itu." jelas Kevin.


"Namanya Vit...."


Anin tak dapat melanjutkan perkatannya saat Kevin membungkan mulutnya dengan benda kenyal yang tak lain adalah bibir suaminya. "Aku tidak suka jika kamu menyebut pria lain dengan mulutmu" ucap Kevin setelah melepaskan ciumannya.


Kevin dan Anin menghabiskan waktu dengan belanja di atas kapal. bermain game dan beseru-seruan bersama.


"Sayang kamu sakit?" Kevin memeriksa suhu tubuh Anin karena istrinya terlihat pucat.


"Aku hanya sedikit pusing mas." jawab Anin.

__ADS_1


"Kita balik ke kamar ya." Kevin bangkit dari duduknya hendak memapah tubuh Anin, namun Anin lebih dulu bangkit sebelum Kevin menyentuhnya.


Bruk


Tubuh Anin terhuyung dan terduduk di kursi tempat Ia duduk tadi. Anin merasa lelah dan tak mampu menopang berat tubunya.


"Sayang kamu baik-baik saja kan?" Kevin mulai panik melihat istrinya pucat dan terlihat lemas. Tanpa ragu Kevin mengendong Anin menuju kamarnya dan tak lupa memanggil dokter yang memang tersedia di dalam kapal pesiar.


Tidak butuh waktu lama dokter tersebut datang dan memeriksa Anin.


"Dok bagaimana keadaan istri saya?" tanya Kevin terlihat sangat khawatir.


"Tidak ada yang serius tuan, nyonya Anin hanya lelah." jawab dokter paruh baya itu. "Kapan terakhir anda haid nyonya?" lanjut dokter itu ketika memeriksa denyut nadi Anin.


"Saya lupa dok kapan terakhir saya haid." jawab Anin. "Mas Kevin tahu kapan aku terakhir haid?" Anin tanpa malu bertanya pada suaminnya.


Kevin mengaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali. Kevin malu pada dokter wanita yang sedang menangani istrinya. "Kalau tidak salah dua bulan yang lalu dok." jawab Kevin malu-malu. Seingat Kevin, Anin terakhir kali haid saat mereka bertengkar di kantor dan itu dua bulan yang lalu.


"Kemungkinan besar nyonya Anin kelelahan karena sedang hamil muda tuan, tapi jika ingin memastikan sebaiknya anda memeriksakan langsung ke dokter kandungan." jelas dokter wanita itu.


"Apa!! hamil!!" bentak Kevin tak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan. Kevin begitu senang mendegar kabar bahagia itu.


Seketika dokter itu berubah pias mendengar bentakan Kevin. "It...itu hanya perkiraan saya tuan, kalau tuan mau silahkan anda membeli tespek dan mengeceknya sendiri." perintah Dokter itu membereskan alat-alat kedokterannya. "Ini ada obat untuk pereda pusing, ini aman untuk ibu yang sedang mengandung. Saya pamit dulu tuan." pamit dokter tersebut meninggalkan sepasang kekasih di dalam kamar.


"Sayang kamu dengar? kamu sedang hamil sayang." Kevin menghujani Anin dengan ciuman di seluruh wajah Anin. "Aku akan menjadi seorang ayah, di dalam sini sekarang ada Kevin junior." ucap Kevin dengan wajah berbinar. Kevin mengelus perut rata Anin, dan sesekali menciumnya.


"Mas itu hanya perkiraan dokter saja, belum tentu itu benar." ucap Anin yang tidak ingin kecewa.


"Sayang perkiraan dokter tidak pernah salah." Kevin mengelus lembut pipi istrinya dan memeluknya begitu erat. "Sayang kamu kenapa menangis?" Kevin mengernyitkan alisnya sehingga kedua alisnya bertautan saat melihat istrinya menangis. "Kamu tidak sengan mengandung anak dariku?" gurat kekecewaan terlihat jelas di wajah Kevin.


Anin mengelengkan kepalanya dan menyeka air matanya. "Aku bahagia mas, akhirnya aku bisa mengandung anakmu lagi, aku berjanji akan menjaga anak kita dan tidak akan melakukan kesalahan lagi seperti dulu." ucap Anin.


Kevin memeluk tubuh Anin begitu erat. Kebahagian Kevin tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata saat ini. Kevin begitu bahagia mendengar istirnya hamil. Kevin berjanji akan menjaga dan melimpahkan kasih sayangnya pada istrinya dan juga calon anaknya.


Kevin tidak tahu harus bagaimana lagi menggambarkan kebahagiannya. Kebahagiannya kini sudah lengkap dengan kehadiran benih cinta mereka di rahim istrinya.


-


-


-


-


END


Maaf ya kak jika endingnya mengecewakan.


Terimakasih para reades tercintaku karena sudah setia mengikuti pasangan Anin dan Kevin.


Jangan lupa ikuti juga keunyuan pasangan Fany dan Daren di novel author yang satunya. ceritanya masih aget baru up dua bab. judulnya (My Husband Superstar)

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2