Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Makan Malam


__ADS_3

"Aku tadi tertidur saat acara berlangsung, Aku pasti terlihat memalukan" ucap Anin mengerucutkan bibirnya, sembari melangkahkan kakinya beriringan dengan Dilan keluar dari gudang tersebut setelah acara selesai.


"Kamu tidak memalukan, banyak orang yang juga tertidur tadi"


"Acara sudah berakhir tapi kenapa kamu belum pulang juga? " ucap Kevin yang sedari tadi menunggu Anin bersama dengan Ans.


Anin menatap Kevin sekilas, lalu mengedarkan pandangannya mencari seseorang, yang mungkin saja berada di belakangnya. Karena tidak mungkin jika kevin mengajaknya bicara di tempat umum seperti ini.


"Aku bicara padamu, acara sudah berakhir tapi kamu belum juga pulang" ucap Kevin melangkahkan kakinya mendekat hendak menarik tangan Anin menjauhi Dilan. "Ini sudah malam, aku akan mengantarmu pulang" lanjut Kevin.


Dengan sigap Dilan menghalangi Kevin untuk mendekat "Bukankah Kamu bilang tadi, Dia menyuruhmu berpura-pura tidak mengenalnya?" tanya Dilan pada Anin "Dan kita harus menuruti peraturannya, kerena mungkin saja Dia hanya ingin mengetesmu" ucap Dilan senyum sinis, membuat Kevin begitu marah dan juga kesal.


"Ini bukan urusanmu !!!" Kevin menarik kerah kemeja Dilan hendak melayangkan tinjunya, jika saja Ans tidak segera menegahi mungkin saja Dilan sudah mendapatkan bogem mentah dari Kevin.


"Tuan Kevin sudahlah ! biarkan Nona pulang dengan Dilan, bukankah Anda ada meeting malam ini, sebaiknya Kita segera pergi jika tidak ingin terlambat" ucap Ans meperingatkan Bos nya.


dert...


Kevin membaca pesan yang baru saja masuk di ponselnya.


Kamu sendiri yang mengatakan Kita bersikap seolah-olah tidak kenal jika bertemu di luar rumah, jadi apa yang dikatakan Dilan ada benarnya, Dia akan mengantarku pulang jangan khawatir.


Isi pesan.

__ADS_1


"Siapa bilang aku mengkhawatikanmu" ucap Kevin dengan wajah datarnya dan melewati Anin begitu saja.


*****


Kevin dan juga Ans mampir kesebuah klub sebelum pulang, untuk menenangkan pikirannya yang sedang kacau, karena masalah yang sedang ia hadapi sekarang ini. Produk yang sudah Ia kembangkan begitu lama, kini akan tersingkirkan begitu saja hanya dengan kehadiran produk baru yang di luncurkan oleh Quen Grub


*****


Kediaman Adhitama


"Harum sekali, aroma apa ini ?" tanya Elvan menghampiri Anin yang sedang menyiapkan makan malam. "Apa kak Kevin sudah pulang?" lanjut Elvan.


"iya, dia sedang membersihkan dirinya di kamar, ayo duduklah kita makan bersama !" Anin mengisi nasi dan juga lauk ke piring lalu menyerahkannya pada Elvan.


"Mau tambah lagi ?" tanya Anin senyum.


"Baiklah" Elvan hendak menyodorkan piringnya pada Anin, namun gerakan tangannya terhenti saat melihat Kevin mengampiri mereka.


"Saya sudah kenyang" ucap Elvan meletakkan kembali piringnya "Kakak pasti lelah makanlah dulu" Elvan berusaha bersikap baik pada kakak sepupunya, walaupun Kevin selalu bersikap dingin padanya.


Dengan ragu Elvan memberanikan diri bicara pada Kevin "Kak perusahaan Quen grub mengajukan kerja sama pada perusahaan Adhitama" ucap Elvan hati-hati takut salah bicara, dan ia tidak tahu bahawa pikiran Kevin saat ini sedang kacau hanya karena perusahaan itu.


"Jam kerja sudah berakhir, sebaiknya kita bicarakan nanti saja" ucap Kevin dingin tanpa melirik Elvan sedikitpun.

__ADS_1


"Aku tidak tahu Kamu akan makan malam dirumah, jadi Aku hanya menyiapkan makanan seadanya" ucap Anin setelah kepergian Elvan, lalu menyodorkan piring yang telah berisi nasi dan juga lauk kehadapan Kevin.


"Tidak apa-apa ini juga sudah cukup" ucap Kevin menyuapkan makanan kemulutnya, setelah itu ia merubah posisi duduknya menghadap istrinya. "Mengenai masalah tadi sore, apa kamu bisa menjelaskannya padaku?" lanjut Kevin.


Bukannya menjawab Anin malah menutup mulutnya, karena merasa mual. "Kamu kenapa?" tanya Kevin mengernyitkan Keningnya.


"Aku tidak suka Aroma rambutmu" ucap Anin to the poin.


"Jangan mengalihkan pembicaraan, aku memang pernah mengatakan agar kita tidak membuka identitas kita di luar rumah, tapi bukan berarti Kamu melupakan setatusmu sebagai nyonya Adhitama."


"Aku tidak melupakan itu"


"Baiklah kalau begitu, mulai hari ini Aku perintahkan padamu, untuk menjauhi Dilan, karena pria itu......" Kevin tidak melanjutkan perkatannya kerena Anin sudah berlari meninggalakannya. Kerena anin tidak tahan lagi dengan aroma rambut Kevin.


"Anin Aku bahkan belum selesai bicara, kenapa kamu malah pergi?" tanya Kevin geram setelah berhasil menyusul Anin kedalam kamarnya tanpa menghabiskan makan malamnya.


Anin segera membungkus tubuhnya dengan selimut setelah mengetahui kedatangan Kevin. "Aku tidak bermaksud seperti itu, tapi....."


Dert.....dert....dert.....


Anin menghentikan perkataannya saat mendengar ponsel Kevin bergetar. Ia segera keluar dari selimut setelah memastikan bahwa Kevin benar-berna pergin.


Sementara Kevin berjalan menuju balkon kamarnya, untuk menjawab video cool dari sang pujaan hati.

__ADS_1


TBC


__ADS_2