
Setelah sarapan bersama, mereka berdua juga berangkat kekantor bersama atas paksaan Oma Jelita.
"Berhenti !" perintahnya saat mobil sudah jauh dari kediaman Adhitama.
"Tapi Oma menyuruhku mengantarmu"
"Oma tidak akan tahu kamu menurunkanku disini, lagi pula tempat kerjaku tidak searah dengan kantormu"
"Kamu marah ?" tanya Kevin tanpa meliriknya.
"Tidak, karena yang kamu katakan benar, hanya saja cara penyampaianmu begitu tajam dan menyakitkan" ucapnya to the point.
"Itu sama saja kamu marah"
"Aku turun di sini saja" Anin turun dari mobil setelah Kevin menghentikan mobilnya.
***
Firma Hukum
Anin sunggu bingung dengan situasi yang dihadapinya sekarang ini, sejak tadi Ia masuk di ruangan admintrasi, tak ada satu orang pun yang menyuruhnya melakukan apapun.
Bahkan tempat yang biasatia tempati bekerja sudah di isi oleh orang lain yang tidak beda jauh dari penampilannya. Memakai kacamata bulat dengan rambut di kepang dua.
Ia tersadar dari lamunannya saat seseorang memanggil namanya "Anin, ikut saya keruangan sekarang !" perintah Pak Charles.
__ADS_1
"Mulai hari ini kamu resmi menjadiasistenk saya" ucap Charles setelah Anin berada didalam ruangan yang bersebrangan dengan ruangannya. "Dan ruangan ini adalah ruanganmu" lanjut Charles.
Seketika Anin membulatkan matanya dan mencecerna baik-baik apa yang dikatakan Atasannya tadi, Ia tidak menyangka akan mendapatkan jabatan yang begitu penting di kantor ini.
"Maaf kalau saya lancang, tapi apa ini semua ada hubungannya dengan Tuan Kevin ?" tanya Anin hati-hati.
"Kamu tidak perlu tahu itu, yang terpenting tugasmu bukan lagi membuat teh atau melakukan hal-hal seperti sebelumnya" ucap Charles.
"Lalu apa tugas utama saya ?"
"Kamu akan menghadiri setiap acara mewakili saya, dan ingat sebentar sore kamu harus datang kepertunjukan musik yang diadakan Jk Grub. Satu lagi, pergilah kesalon untuk mengubah model rambutmu dan juga penampilanmu ! karena mulai hari ini kamu mewakili Saya dan juga Firma ini, soal biayayanya kamu tidak perlu khawatir, semua di tanggung oleh perusahaan"
Charles segera meningalkan Anin saat ada panggilan masuk di ponselnya.
"Semuanya sudah beres Tuan sesuai yang Anda Perintahkan" ucap Charles.
"Pastikan dia tidak di repotkan apalagi di tindas !"
"baik tuan Kevin"
"Baiklah, berikan fasilitas sebagaimana mestinya, tentang biayanya Anda hubungi saja Ans, Dia akan mengurus semuanya" Kevin memutuskan sambungan telponnya lalu ia senyum dan kembali mengerjakan berkas-berkas yang ada dihadapannya, karena sebentar lagi ia akan menghadiri Pertunjukan musik bersama Ans.
******
Sorepun tiba, dan kini Anin sudah berada di kantor Jk Grub sesuai perintah pengacara Charles. Karena terburu-buru ia tidak sengaja menambrak seorang Pria, hingga Anin hampir saja terjatuh jika saja pria itu tidak segera memeluknya.
__ADS_1
"Kamu!" ucap mereka bersamaan.
"Kebetulan sekali kita bertemu disini" lagi-lagi mereka serempak.
Dilan melepaskan pelukannya "Kenapa kamu ada disini ?"
"Aku datang untuk mewakili bosku menghadiri konser ini, tapi Aku sedikit gugup karena ini pertama kalinya bagiku. Aku juga tidak mengerti musik dan selalu tertidur jika mendengarkan musik." ucap Anin.
"Musik itu bagus untuk kesehatan Janin, walaupun Ibunya tertidur janinnya akan tetap merespon" ucap Dilan.
"Benarkah ?" tanya Anin senyum.
Kevin yang baru saja datang bersama Ans menatap tajam pada seseorang yang sedang asik bercerita dan tertawa bersama di tempat yang di khususkan untuk tamu VIP.
Tanpa menunggu lama Kevin menghampiri mereka dan mendaratkan tubunya di samping istrinya membuat Anin dan Dilan menghentikan tawanya.
Kini Anin merasa tegang di himpit oleh dua pria tampan, satunya pria yang penuh perhatian dan lembut, dan satunya lagi pria arogant yang tak lain adalah suaminya.
Suasana mendadak hening hingga Kevin membuka suara "Ans hubungi bagian HRD agar tidak menerima karyawan yang sering berkata lembut dan berbohong pada wanita tua" sindir Kevin pada Dilan kerena begitu dekat dengan Oma nya.
"Anin kamu tidak usah perhatian pada pria yang suka memerintah dan bertindak seenaknya, lebih baik kau memperlakukannya dengan dingin" balas Dilan
Anin diam saja dan sekali-kali melirik Kevin dengan ekormatanya, hingga pertengahan acara Anin benar-benar mebuktikan perkataanya.
Kevin yang menyadari Anin tertidur segera mengeser duduknya agar lebih mendekat dengan Anin, dan mempersiapkan pundaknya untuk Anin bersandar. Namun Anin malah menyandarkan kepalanya di bahu Dilan tanpa ia sadari, dan itu membuat Kevin begitu geram dan juga kesal.
__ADS_1