Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Makan Hati


__ADS_3

Pagi ini Kevin benar-benar terlihat bahagia, sampai-sampai Ia terus tersenyum sejak keluar dari kamarnya.


Kevin menghampiri istrinya yang sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya.


"Jam berapa Kamu kerumah sakit hari ini?" tanya Kevin, karena hari ini adalah jadwal periksaan kandungan Anin.


"Mungkin agak siangan mas" jawab Anin di sertai senyumannya.


"Aku akan menjemputmu jadi tidak usah merepotkan Dilan" Kevin mengingatkan.


Anin menganggukkan kepalanya. "ini Aku sudah siapkan sarapan untuk mas Kevin" Anin memberikan kotak makan pada Kevin.


Kevin hari ini tidak sarapan di rumah karena banyak sekali pekerjaan yang harus Ia selesaikan di kantor.


"Terimakasih ya" Kevin mencium kening Anin sekilas setelah itu berangkat ke kantor. Anin begitu bahagia mendapat perlakuan seperti itu dari Suaminya, walaupun masih ada rasa takut yang menyelimuti hatinya, apa lagi Kevin belum mengatakan cinta padanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kevin memakan sarapan yang telah di siapkan Anin saat menjelang siang setelah Ans memanaskan makanan tersebut.


Ans memberikan sebuah paper bag setelah Kevin menyelesaikan sarapannya. "Tuan ada yang mengirimkan ini untuk Tuan" Ans memberikan paper beg tersebut pada Kevin.


Kevin engang untuk menerima paper beg yang tidak tahu asal usulnya dari mana, namun karena penasaran Ia menerima nya dan membuka untuk mengetahui isinya.


Kevin mengembangkan senyumnya saat melihat isi paper beg tersebut "Anin membuatkan Dilan lukisan berlatarkan matahari yang katanya menghangatkan, lalu apa artinya dengan gunung es? mengapa Anin melukisku dengan latar gudung es?" batin Kevin bertanya- tanya.


"Sebenarnya, Aku sudah lama ingin membuatkan mas Kevin lukisan, namun Aku kesulitan saat akan melukisnya, dan baru jadi kemarin sore Aku bisa menyelesaikannya, maaf membuat mas Kevin menunggu" Ans membaca kertas note yang di selipkan Anin dalam paper beg tersebut, dan seketika tawanya pecah.


Kevin mendengus kesal dan mengambil alih kertas note tersebut. "Kau kan dekat dengan teman Anin, jadi cari tahulah apa yang di sukai Anin, sebentar lagi adalah hari ulang tahunnya" perintah Kevin masih memperhatikan lukisan tersebut.


"Kenapa bukan Tuan saja yang menanyakannya secara langsung? kenapa harus Saya?" protes Ans.


"Saya Ingin memberi kejutan padanya" ucap Kevin ketus.


"Anda benar-benar sudah sangat bucin Tuan" Ans tergelak sembari mengeleng- gelengkan kepalanya.


"Sekarang selesaikan masalah Anda Tuan" Ans melirik ponsel Kevin yang tergeletak di atas meja yang sedang berdering.


"Ans...." Kevin tersenyum pada Ans, namun bagi Ans senyuman itu adalah petaka baginya, jika Dia berlama-lama dengan atasannya tersebut, sebentar lagi Ia akan gila mendegar Omelan seseorang.

__ADS_1


"Silahkan di angkat Tuan Saya permisi dulu" tanpa menunggu persetujuan Kevin, Ans buru-buru keluar dari ruangan atasannya.


Kevin menghela nafas lalu mengatur nafasnya setelah itu menjawab panggilannya. "Sayang bersabarlah sebentar lagi ! setelah penampilan terakhirku beberapa hari ini selesai, Aku akan pulang" Anna begitu antusias setelah Kevin menjawab panggilannya.


"Semangat" hanya itu yang keluar dari mulut Kevin di sertai dengan senyumannya.


"Aku akan merayakan ulang tahunmu dengan sangat meriah dan berkesan, jadi tunggulah, ummah" Anna menutup telponnya setelah memgatakan apa yang Ia katakan, karena tidak ada banyak waktu baginya untuk bersantai hanya untuk mengejar gelar Angsa putih.


Setelah sambungan telfon terputus, Kevin segera menjemput Anin untuk memeriksakan kandungannya di rumah Sakit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ada apa Kamu memanggilku kerumah ini? apa Suamimu tidak akan marah jika mengetahuinya?" goda Dilan.


"Buat apa mas Kevin marah? toh Kita juga ngak ngapa-ngapain kan?" Anin senyum.


"......." Dilan hanya menganggukkan kepalanya.


"Untuk apa Kamu memanggilku?" ulang Dilan.


"Aku ingin memperlihatkan ini padamu" Anin memberikan sebuah jam tangan antik yang sudah rusak pada Dilan.


"Itu jam tangan Ayah mas Kevin, Aku ingin memberikannya untuk hadiah ulang tahunnya, tapi Jam tangannya rusak, apa Kau bisa membantuku mencari salah satu pemilik barang antik seperti ini?" pinta Anin.


"Tentu saja Aku akan membantumu, Aku akan menghubungimu nanti" ucap Dilan "Aku pergi dulu ya, masih banyak urusan soalnya." pamit Dilan.


Dilan sangatlah sibuk, tapi saat Anin menyuruhnya datang untuk menemuinya entah kenapa Ia menurut begitu saja.


Tidak lama setelah kepergian Dilan, Kevin juga sampai kerumah untuk menjemput Istrinya, Kevin menunggu Anin di ruang keluarga tanpa memberitahu keberadaannya pada Anin.


"Loh kok mas Levin sudah disini?" tanya Anin yang baru saja siap-siap.


"Lebih cepatkan lebih baik" Kevin senyum dan menghampiri Istrinya yang masih diam mematung di anak tangga.


"Mas Kevin tidak sibuk? jika sibuk, Aku bisa pergi sendiri kok, janji tidak akan merepotkan Dilan." Anin mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V.


"Aku tidak sibuk sama sekali" Kevin senyum dan menggenggam tangan Anin dan menariknya masuk kedalam mobil.


Bohong jika Kevin mengatakan Dia tidak sibuk, Dia sangat sibuk namun karena tidak ingin melewatkan pemeriksaan kandungan Anin, Ia rela meninggalkan pekerjaanya dan mengakibatkan sekretaris bawelnya yang mengatasi semuanya.

__ADS_1


"Mas Kevin sebentar lagi ulang tahun kan?" Anin menatap Suaminya yang sedang serius menyetir.


"Kamu juga kan?" tanya Kevin tanpa mengalihkan pandangannya pada jalanan.


"........" Anin menganggukkan kepalanya.


"Mas Kevin biasanya ngerayain ulang tahunnya dengan siapa?"


"Beberapa tahun belakangan ini, Aku sering ngerayain ulang tahun Aku dengan Anna di sebuah kafe favorite Kami, Anna akan selalu membuat kejutan padaku di setiap tahunnya, Kami menyimpan foto-foto Kami di sebuah mading yang terdapat di kafe tersebut." jelas Kevin masih fokus menyetir.


Anin diam saja mendengarkan Kevin bercerita.


"Maaf Aku tidak bisa menemanimu untuk merayakan ulang tahunmu"


"Mas Kevin pasti mau merayakannya dengan Anna kan?" Anin senyum, namun senyuman yang Dia perlihatkan hanyalah senyuman palsu, walapun Kevin belum menjawabnya, tapi sudah dapat di pastikan apa jawaba Kevin.


"Iya, Anna akan pulang beberapa hari sebelum ulang tahunku dan akan merayakannya di kafe favorit Kami"


"Deg," hati Anin bagai diremas-remas merasakan sakit yang begitu perih, namun tak berdarah. Wanita mana yang tak sakit mendengar Suaminya akan merayakan ulang tahunnya dengan kekasihnya, sementara dirinya merayakan ulang tahunnya seorang diri.


Sekarang apa yang di takutkannya terjadi juga, Anna kembali setelah Ia mulai mencintai Suaminya.


"Apa Kamu tidak keberatan?"


"Tentu saja tidak, Anna baru saja pulang, jadi Kamu harus menemuinya"


Selama pembicaraan itu berakhir, tidak ada lagi yang membuka suara hingga mereka sampai ke rumas sakit. Bahkan setelah selesai memeriksakan kandungan Anin, belum juga ada yang membuka suara.


"Mas Kevin tidak usah............


-


-


-


TBC


Jangan lupa dukung Author dengan memberikan vote, like, dan komen 🥰

__ADS_1


__ADS_2