
Sesuai janjinya, Kevin hari ini mengunjungi Anin di kantor master Long dengan alasan memeriksa desain-desain yang belum di selesaikan Anin. Dan Kevin memutuskan akan bersikap biasa-biasa saja seperti tidak tahu tentang penyakit Anin, karena Kevin tidak ingin Anin mengagap dirinya perhatian pada Anin karena kasihan.
Kevin juga tidak akan mengekan Anin dan mengingatkan akan masa lalunya, Kevin bertekad memulai semuanya dari awal untuk merebut hati Anin kembali, tanpa mengingatkannya dengan masa lalunya.
"Nona Elice, Tuan Kevin sudah datang" Xiao mengantar Kevin masuk keruangan Anin.
"Silahkan duduk Tuan" Anin mempersilahkan Kevin duduk, dan Dia juga ikut duduk berhadapan dengan Kevin.
Anin betekad untuk tidak menghindari Kevin lagi, agar Dia bisa cepat keluar dari masa lalunya, karena dokter yang menanganinya mengatakan, bahwa hanya Anin sendirilah yang bisa menyembuhkan dirinya sendiri.
"Xiao, tolong buatkan susu untuk Tuan Kevin" perintah Anin.
"Baik nona" Xiao pamit undur diri untuk membuatkan Kevin susu sesuai perintah Anin.
Kevin mengembangkan senyumnya merasa samgat bahagia, karena Anin masih perhatian padanya. "Ternyata Dia masih perhatian padaku" gumam Kevin.
Kevin masih ingat betul bagaimana Anin menceramahinya jika kepergok minum kopi di pagi hari, Anin akan mengatakan. "Jangan minum kopi saat sarapan, itu tidak baik bagi kesehatan mas Kevin, lebih baik jika mas Kevin minum susu saja." itulah yang di katakan Anin dulu padanya.
"Kanapa Anda senyum-senyum Tuan? apa ada yang lucu" tanya Anin yang sedari tadi memperhatikan Kevin senyum-senyum terus, dan itu membuatnya salah tingkah, Anin takut penampilannya ada yang salah.
"Ah tidak apa-apa"
"Ini desain yang belum Saya selesaikan kemarin" Anin memberikan beberapa desain yang telah di selesaikannya.
Kevin memeriksa desain-desain Anin, dan terbesit sebuah ide untuk lebih mendekatkan diri, atau lebih tepatnya modus. "Desainnya menarik, cantik, dan elegan. Namun sayangnya modelnya kuno seperti orangnya" ledek Kevin.
"Kenapa harus susah-susah memuji jika ujung-ujungnya di hina juga" Anin mengerucutkan bibirnya karena sebal dengan Kevin.
"Tapi itulah kenyataannya, lukisanmu itu terlalu kuno. Harusnya Kamu itu mengikuti tren masa kini, karena desainmu ini akan bekerja sama dengan Fang Grub dan juga Angelfasion, maka Kamu harusnya mendesain ala cina namun tidak melupakan ciri khas Indonesia, karena bagaimanapun Angelfasion berasal dari indonesia" jelas Kevin.
"Anda benar, lalu Saya harus bagaimana?" tanya Anin bingung harus mendesain dengan model apa lagi.
"Tenang saja, Aku akan membantumu menjelaskannya agar desainmu terlihat modern dan membuat master Long bangga padamu." Kevin sebisa mungkin bersikap biasa saja dan tidak terlalu memperlihatkan perhatiannya pada Anin, bahkan Kevin menahan diri untuk tidak berlebihan menyentuh Anin atau menaggil sayang pada Anin.
__ADS_1
Sebelum berangkat Kevin mempelajari cara mengatasi seseorang yang mengidap penyakit Bipolar, yang telah di kirimkan Ans ke email nya. Poin penting yang Kevin tahu adalah, tidak menekan penderita, tidak mengingatkan pada hal-hal yang membuatnya stres, dan memberikan dukungan dan juga perhatian.
"Tapi Aku tidak bisa berfikir jika sedang lapar" kilah Kevin. "Bisakah Kita membicarakan ini sambil menyantap makanan?" pinta Kevin memanfaatkan kesempatan.
"Baiklah, Kita bicarakan sambil makan saja" Anin menyetujui permintaan Kevin, karena takut Maag Kevin kambuh.
"Yes berhasil" batin Kevin kegirangan.
"Loh Nona Elice mau kemana? ini susunya gimana?" tanya Xiao yang berpapasan dengan Anin dan juga Kevin di pintu lift.
"Kamu minum saja, atau simpan saja di ruangan Saya" perintah Anin.
"Saya akan meminumnya untuk penjangal perut selama perjalanan" Kevin yang tidak ingin melewatkan perhatian Anin walau sekecil apapun termasuk susu itu, segera menyesap abis susunya.
Anin mengelengkan kepalanya dan tak terasa sudut bibirnya terangkat. "Kamu tidak pernah berubah di mataku, salalu kekanak-kanakan" batin Anin dan berjalan mendahului Anin masuk kedalam lift.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Restoran steak house
Itulah akibatnya jika mempunyai Istri yang cantik dan juga tekenal.
"Kamu sering kesini?" Kevin membuka suara sembari mengeluarkan kursi untuk Anin, namun usahanya sia-sia, Anin malah duduk di kursi yang di tarik pelayan, dan jadilah Kevin sendiri yang menduduki kursi yang di tariknya sendiri.
"Iya Saya sering kesini bersama Tuan Dilan" Anin masih bersikap profesional pada Kevin.
Rahang Kevin mengeras mendengar jawaban Anin, Api cemburu menyala-nyala dalam tubuhnya, ingin rasanya Kevin mengungkapkan kecemburuannya dan menggunakan statusnya untuk melarang Anin dekat dengan Dilan. Namun itu hanyalah khayalan semata, tidak mungkin Kevin melakukannya, sebisa mungkin Kevin mengusai emosi agar tidak terpancing.
"Silahkan nona, Tuan" pelayang memberikan buku menu pada Kevin dan Anin.
"Saya pesan Morton's Salad dan minumnya coffee latte" Anin kembali menyerahkan buku menu pada pelayan.
"Samain aja" ucap Kevin yang tidak tahu harus makan apa, selera makannya tidak sebaik dulu.
__ADS_1
"Sa..maksudku Anin, bisa tidak jangan terlalu formal jika Kita berdua saja" pinta Kevin yang merasa tidak nyaman jika harus berbicara formal pada Anin.
"Baiklah." jawab Anin. "Bisa Kita mulai diskusinya sembari menunggu pesanan datang?" tawar Anin yang ingin segera menyelesaikan desainnya.
"Tidak masalah" jawab Kevin
Anin mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan. "Permisi, apa Saya boleh minta kertas dan juga pena?" pinta Anin sopan pada pelayan.
"Tentu nona" ucap pelayan tak kalah sopannya.
Beberapa menit kemudian, kertas dan juga pena telah tersedia di atas meja, tinggal Anin yang akan mengunakan jari-jarinya untuk mengoreskan tinta di setiap lembar kertas agar membentuk sebuah desain yang indah dengan mengikuti arahan dari Kevin.
Hingga pesanan mereka datang, Anin masih sibuk dengan desainnya. "Makanlah dulu, nanti di lanjut lagi" ucap Kevin yang tidak suka jika Anin terlalu sibuk dan mengacuhkan dirinya.
"Makanlah dulu, tanggung jika tidak di selesaikan, keburu hilang akal nanti" jawab Anin tanpa mengalihkan perhatinya pada kertas di hadapannya.
Karena takut Anin kelaparan Kevin berinisiatif untuk menyuapi Anin. Kevin menyodorkan salad yang di pesan Anin ke mulut Anin, bukannya menolak, Anin malah menikmatinya walau tangannya dan perhatinnya masih fokus pada kertas di hadapannya.
Melihat Anin begitu lahap makan, Kevin juga ikut makan, satu suapan untuk Anin, dan satu suapan untuknya dengan sendok dan piring yang sama. Ini adalah kali pertamanya Kevin makan dengan begitu lahap, dan Kevin juga sangat bahagia bisa makan dengan wanitanya, serasa Kevin mendapatkan lampu hijau.
Uhuk......uhuk....uhuk....
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
TBC
Jangan lupa dukung Author dengan memberikan Like, komen, Vote, dan jangan lupa menambahkan sebagai cerita favorit kalian, agar mendapatkan notifikasi setiap up.