
Setelah mengucapkan janji suci kini saatnya Kevin memasangkan cincin pernikahan ke jari manis Anin.
"Tuan Kevin sekarang sudah waktunya memasankan cincin pernikahan untuk nya." ucap Mario menunjuk Anin dengan ekor matanya.
Kevin mengikuti apa yang di katakan Mario. Ia mengeluarkan cincin pernikahan yang telah di kembalikan Anin tadi. Ia meraih tangan Anin dan memasankan cincin pernikahan itu di jari manis Anin.
Setelah Kevin memakaikan cincin pernikahan pada Anin. kini saat nya mereka menandatangani berkas pernikahannya.
"Silahkan kalian tanda tangani berkas pernikahannya." pinta mario sembari memberikan selembar berkas kepada Kevin. Mario adalah kapten kapal pesiar sekaligus penghulu dari Amerika.
Ia menikahkan Kevin dan Anin sesuai adat amerika. Sedangkan Kevin dan Anin tidak menganggap pernikahan ini nyata ataupun serius. Karena belum mengucapkan Ijab Kabul, lagi pula menurut mereka ini semua hanya sandiwara.
Kevin menuruti perkataan Mario, ia menulis namanya sebagai mempelai pria dan menandatangani berkas itu.
"Jadi ternyata namanya Alfarezi Kevindra Adhitama." batin Anin
"Apa aku juga harus tanda tangan?" bisik Anin pada Kevin yang sudah selelsai menandatangani berkasnya.
"jika mau berakting, lakukanlah dengan sempurna!" perintah Kevin.
Anin menuruti perkataan Kevin, ia menuliskan namanya dan menandatangani berkas itu.
__ADS_1
"Jadi nama lengkapnya Anindira Maheswari." batin Kevin.
"Selamat sekarang kalian telah resmi menjadi pasangan suami istri." ucap Mario memberikan ucapan selamat pada Kevin dan Anin. Dan itu membuat semua tamu bersorak.
"Cium! cium! cium!" teriak semua tamu.
Anin dan kevin saling pandang, bagaiman tidak, mereka adalah dua orang asing yang tidak sengaja bertemu. Dan sekarang mereka harus berciuman di tempat umum.
Suka tidak suka, mau tidak mau, Kevin harus mencium Anin. Kevin memegang lengan Anin dan dengan ragu-ragu ia mendekatkan bibirnya dan mencium kening Anin.
Setelah melakukan apa yang di perintahkan para tamu. Kini ia di perintahkan untuk berdansa.
Mau tidak mau keduanya lagi-lagi menuruti permintaan mereka. Keduanya berdansa dan di ikuti para tamu lainnya.
"Meskipun aku tahu dengan jelas bahwa kebahagian dan pelukan malam ini sebenarnya milik wanita lain. Tetapi mengapa aku begitu senang? aku sungguh berharap malam yang membahagiakan ini bisa berlalu dengan lambat." batin Anin.
Anin terbangun saat merasakan sesuatu yang berat melingkar di perutnya. Karena penasaran ia memaksakan membuka matanya, walaupun hari sudah pagi tapi Anin masi engang untuk membuka matanya.
Tapi ia memaksakan mebuka matanya saat merasakan embusan nafas hangat mengenai wajahnya. Anin mebuka matanya, dan betapa kagetnya ia saat melihat laki-laki tidur di sampingnya, tanpa memakai baju.
"Ah......" Anin berteriak membuat Kevin terbangun.
__ADS_1
Kevin terbangun dan juga ikut berteriak. "Ah...." teriak Kevin, bagaiman tidak ia juga kaget saat melihat Anin terbaring di sampingnya.
Mereka berdua berebutan selimut untuk menutupi tubuh masing-masing
"Berikan padaku!" ucap Anin.
Kevin juga tidak mau kalah. "barikan padaku!" Kevin dengan nada ketus. Tapi melihat tatapan nanar Anin membuat Kevin melepaskan selimutnya.
Anin terjatuh ke lantai karena ulah kevin. sedangkan Kevin meraih sprey untuk menutupi seluruh tubuhnya.
"Maaf...maaf...maaf..." ucap Anin berulang kali, ia merasa bersalah pada Kevin.
"Kenapa kamu ada disini?" tanya Kevin ketus.
"Bukankah ini kamar saya?" tanya Anin sembari mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan.
" Ini kamar saya." ucap Kevin ketus. "Kita bertemu setelah sarapan pagi!" ucap Kevin dan berlari masuk kedalam kamar mandi.
brak
Kevin membanting pintu kamar mandi cukup keras.
__ADS_1
TBC